Home » » Rindam XVIII/Kasuari Mulai Cetak “Prajurit Infanteri”

Rindam XVIII/Kasuari Mulai Cetak “Prajurit Infanteri”

Posted by INDONESIA MANDIRI on Selasa, 26 November 2019

Proses pembaretan sebagai prajurit infanteri di Kodam XVIII / Kasuari
Manokwari Selatan (IndonesiaMandiri) - Sebanyak 151 Prajurit Siswa Rindam XVIII/Kasuari resmi sandang sebagai “Prajurit Infanteri”, saat pendidikan kejuruan/kecabangan yang mereka tempuh selesai, ditandai dengan Upacara Penutupan Latihan Yuddhawastu Pramukha dan Tradisi Pembaretan Siswa Pendidikan Kejuruan Tamtama (Dikjurta) Kecabangan Infanteri Abituren Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang I-2019 di Pantai Ransiki, Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat (25/11).

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau saag membacakan amanat tertulis Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklatad) Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso menyebut, Latihan 'Yuddhawastu Pramukha dan Tradisi Pembaretan' merupakan bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan dari perjalanan hidup seorang Prajurit Infanteri. Kegiatan tersebut bertujuan memupuk jiwa korsa dan semangat kebersamaan Korps Infanteri, serta merupakan salah satu upaya menumbuhkan nilai-nilai kejuangan para prajurit dalam mengimplementasikan segala kemampuan yang dimiliki untuk menjadi Prajurit Infanteri yang andal dan selalu berhasil dalam setiap medan penugasan.

“Semboyan Yuddhawastu Pramukha mengandung arti sebagai pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran di darat. Oleh karena itu, dengan telah disahkannya penggunaan Baret Infanteri ini, menuntut para prajurit sekalian untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan fisik, dengan didukung semangat juang, jiwa korsa, serta kebanggaan yang tinggi terhadap kecabangan Infanteri,” ujar Danpussenif.
Prajurit Infanteri adalah andalan TNI AD dalam pertemuran darat

Pangdam XVIII/Kasuari menyampaikan rasa bangga dan harapannya kepada seluruh Prajurit Siswa dalam upacara pembaretan Prajurit Infanteri yang baru pertama kalinya diselenggarakan di Kodam XVIII/Kasuari. “Ada yang perlu kalian renungkan bahwa di suatu negara itu harus mempunyai dan yang menentukan kehidupan negara itu adalah militernya. Kalau negara itu tidak punya militer, biasanya negara itu tidak kuat. Dan dimana negara itu militernya kuat, pasti negara itu kuat dan ekonominya juga pasti kuat,” ujar Pangdam.

Peran TNI AD adalah bertempur di darat, dan yang menjadi raja untuk pertempuran darat tersebut Infanteri. Maka Prajurit Infanteri dituntut untuk kuat, semangat kemampuannya harus luar biasa, tidak bisa setengah-setengah. “Saya sampaikan kepada kalian, sekali lagi atas nama Panglima Kodam dan atas nama Korps Infanteri, saya menyampaikan selamat untuk kalian. Saya sangat bangga sekali karena korps yang besar, induk dari Angkatan Darat itu adalah di Korps Infanteri,” tegas Pangdam (lw).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri