Home » » RI – Chile Komitmen Perkuat Kerja Sama Kemaritiman dan Lingkungan

RI – Chile Komitmen Perkuat Kerja Sama Kemaritiman dan Lingkungan

RI-Chile miliki banyak kesamaan dalam penanganan kemaritiman dan lingkungan
Bali (IndonesiaMandiri) - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman tekad untuk perkuat kerja sama kemaritiman dan juga dalam menangani isu lingkungan, bersama Pemerintah Chile. “Pertemuan ini adalah sebagai tindak lanjut dari pertemuan APEC dan juga COP ke-25 yang diadakan pada tahun ini. Kedua isu tersebut adalah ekonomi dan juga lingkungan yang menjadi dasar kerja sama antara Chile dan juga Indonesia,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim Safri Burhanudin, dalam acara Beach Clean Up atau Bersih Pantai di Pantai Mertasari, Bali (30/8).


Terkait acara Beach Clean Up, Deputi Safri mengungkapkan, Indonesia dan Chile mempunyai pandangan sama tentang isu sampah laut (marine debris).
“Permasalahan marine debris bukan hanya milik satu negara saja, Chile pun sudah melakukan pertemuan di tingkat dunia untuk membantu penanganan isu tersebut, mereka juga ikut mengusulkan kegiatan ini dan ini bukan kali pertama mereka datang dan terlibat langsung,” jelas Deputi Safri.



Adapun bentuk kerja samanya selain bidang lingkungan juga sektor kelautan dan perikanan. “Terutama penanganan illegal fishing, polusi juga. Itu harus kita kembangkan karena kita memiliki geologi yang sama, salah satunya juga mitigasi bencana, sebab mereka memiliki tipe bencana alam yang serupa dengan Indonesia,” imbuhnya. Kerja sama mitigasi bencana dengan Chile adalah, mengurangi resiko bencana akibat gempa bumi, letusan gunung berapi dan dan juga tsunami.



Kemudian, Duta Besar Chile untuk Republik Indonesia, Gustavo Ayares Ossandon menyatakan, kerja sama dengan Indonesia dipandang sangat penting. Karenanya Chile dan Indonesia sama-sama peduli pada isu lingkungan, utamanya permasalahan sampah plastik yang sudah menjadi masalah global. Selain juga kerja sama di bidang mitigasi bencana dan perikanan.



“Dunia turut prihatin karena masalah ini dan perlu komitmen kuat. Ini penting bagi Chile. Tidak ada kemungkinan untuk menangani polusi apabila seluruh bangsa tidak segera sadar dengan permasalahan yang dihadapi. Kita berbagi Samudera Pasifik, kita juga memerangi illegal fishing seperti tujuan pemerintah Chile, kita pernah ditimpa tsunami dan gempa bumi, itu juga terjadi di Indonesia dan sekarang saatnya kita mencari solusi bersama,” ujar Dubes Gustavo.



Mengenai kedatangan Kapal Latih Esmeralda milik AL Chile yang membawa 250 orang kru dan kadet, menurut Gustavo, selain untuk melatih para kadet muda, pun juga bertujuan sebagai sarana pendidikan dan juga duta persahabatan antara Indonesia-Chile. “Para kru kapal dan para kadet juga terlibat dalam acara bersih pantai. Kita adalah sahabat dan berbagi pengalaman yang sama. Ini bukan kegiatan satu hari saja, ini adalah komitmen yang akan diperkuat hari demi hari. Mari kita jaga obor semangat seperti ini. Bali mempunyai keistimewaan sendiri bagi Indonesia, dan dunia harus ikut menjaga keistimewaan tersebut,” ucapnya (ma).

Thanks for reading & sharing Indonesia Mandiri

Previous
« Prev Post

Menuju Indonesia Mandiri

Populer