Home » » Investor Lokal Masih Enggan Biayai Bisnis Game

Investor Lokal Masih Enggan Biayai Bisnis Game

Peluang usaha game sangat besar untuk ditekuni

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Meski dalam skala trend global, bisnis game sangat menggiurkan keuntungannya, namun itu belum dilirik oleh investor atau pengusaha lokal berkecimpung disitu. “Biasanya di Indonesia itu mereka mau lihat dulu yang sudah ada, baru akan ikut mencobanya,” ucap Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif/Bekraf Hari Sungkari, saat jumpa pers di Kantorkuu Coworking Space
Jakarta (7/8), terkait keikutsertaan 10 perusahaan game Indonesia di Gamescom 2019, Cologne, Jerman.

Hal ini juga diamini Presiden Asosiasi Games Indonesia (AGI), Cipto Adiguno yang mengatakan, “sayangnya Indonesia masih tergolong muda dalam industri ini dibanding pemain veteran seperti Amerika, Cina, dan Jepang, sehingga sebagian besar produk yang kita konsumsi merupakan produk asing dan tidak berkontribusi pada pendapatan negara.”

Bekraf sendiri sangat serius memfasilitasi para kreator game dalam program yang diberi nama ARCHIPELAGEEK. Dari program ini, diharapkan bisa membuka jendela usaha para pelaku industri game di Indonesia merambah pasar dunia dan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kreatif baru. Karena di acara Gamescom di Jerman pada 20-24 Agustus nanti, para kreator game akan bertemu dengan banyak investor dari mancanegara.

Sepuluh perusahaan game Indonesia yang akan ikut antara lain Agate International, MassHive Media, Megaxus Infotech, Wawa Games, Ozysoft Studio, Touchten Games, IESPL, Komodoz, Plexus & Oray Studios dan Everidea Interactive. “Misi besarnya adalah kami ingin membawa talenta Indonesia masuk ke pasar dunia," jelas Joshua Simandjuntak, Deputi Pemasaran Bekraf (ma)

Foto: abri

Thanks for reading & sharing Indonesia Mandiri

Previous
« Prev Post

Menuju Indonesia Mandiri

Populer