Wisata Sekitar Tangkuban Parahu Masih Terpantau Normal

Erupsi Gunung Tangkuban Parahu sementara tutup kunjungan wisatawan
Subang/Jabar (IndonesiaMandiri) - Kementerian Pariwisata terus memantau kondisi atraksi, akses, dan amenitas (3A) pasca-erupsi Gunung Tangkuban Parahu di dua wilayah yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang. Menurut Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata/Kemenpar Guntur Sakti, data yang didapat Tourism Crisis Center (TCC) Kemenpar kondisi 3A relatif dalam kondisi baik. “Untuk kegiatan hotel tidak terlalu banyak berpengaruh, masa weekend ini reservasi hotel disekitar Bandung Utara, Lembang dan Ciater belum ada laporan pembatalan,” ujar Guntur (27/7).

Meskipun ada beberapa penginapan yang diselimuti abu vulkanik seperti di Dusun Bambu sehingga cukup mengganggu pernapasan. Namun secara kontruksi semua normal. “Dari 16 room yang tersedia di Dusun Bambu, sudah dipesan sebanyak 14 kamar dan 13 di antaranya sudah check in, dan 1 tamu lagi mengajukan pembatalan dikarenakan kekhawatiran pada kemungkinan adanya erupsi susulan,” jelasnya.

Kawasan wisata sekitar Tangkuban Parahu masih berjalan normal

Untuk Atraksi sendiri, kata Guntur, yang berada di bawah Tangkuban Parahu dan di sekitar Kabupaten Subang tetap berjalan aman seperti biasa. “Destinasi wisata seperti Sariater, Gracia, Curug Cipeureu, Curug Sadim, dan Capolaga dan lainnya tetap berjalan normal,” katanya. Untuk Akses sendiri, Guntur mengatakan jalan menuju kawasan Tangkuban Parahu, khususnya yang berada di dalam kawasan, sementara ditutup bagi umum sampai waktu yang ditentukan. “Akses jalan menuju Lembang-Cikole-Ciater-Subang sejak terjadinya erupsi tidak terganggu dan kondisi lancar tanpa ada gangguan debu erupsi. Pasokan BBM di sekitar Tangkuban Perahu terpantau aman dan tersedia di 5 SPBU,” papar Guntur.

Guntur juga mengimbau wisatawan untuk mengikuti instruksi pemerintah dan memperbarui informasi dari media resmi pemerintah, seperti akun Twitter @Kemenpar_RI, @BNPB_Indonesia, dan @vulkanologi_mbg. “Masyarakat diminta agar informasi yang didapat harus disaring dulu, bisa jadi itu informasi yang tidak benar atau hoaks. Sehingga jangan ditelan mentah-mentah informasi yang saat ini beredar,” ajak Guntur (fm/pn).
Share:

Arsip