Program Akatara Bekraf Picu Semangat Produksi Film Nasional

Akatara munculkan banyak pembuat film dari dalam negeri
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Program bernama Akatara digagas Badan Ekonomi Kreatif/Bekraf dengan Badan Perfilman Indonesia/BPI sejak 2017 guna merangsang semangat para pembuat film di Tanah Air untuk berkreasi, di tahun ketiga ini menunjukkan dinamika yang sangat baik. Disamping jumlah film maker bertambah yang ikut serta dari 55 peserta di 2018 kini menjadi 61, konsepnya juga terus dikembangkan.

Awalnya Akatara hanya fasilitasi pertemuan antara film maker dan pihak investor, kini dikembangkan menyasar ke usaha dan pemasarannya juga. “Yang utama ingin dibangun oleh Bekraf adalah ekosistemnya usaha film nasional ini terus berkelanjutan,” ucap Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo, saat jumpa pers dengan sejumlah pelaku industri film nasional lainnya di Artotel
Thamrin, Jakarta (9/7).


Even Akatara tahun ini digelar pada 19-22 September 2019 di Jakarta, yang akan mengundang lebih banyak investor dan proyek terpilih difasilitasi dari berbagai macam genre dan kegiatan perfilman lainnya. Pendaftaran proposal akan dibuka sejak l 9 Juli  2019 hingga 9 Agustus 2019. Informasi terkait pendaftaran terdapat di portal http://akatara.id

Putrama Tuta, sutradara film A Man Called Ahok, yang juga hadir dalam jumpa pers ini sangat tertarik dan bekerjasama dengan Bekraf untuk sukseskan Akatara. “Kita ingin membantu para film maker di daerah untuk membuat film dengan benar prosesnya. Seringkali ketika para film maker ditanya apa premis filmnya, mereka belum bisa menjelaskan dengan baik. Di sini kita ingin mendampinginya,” ungkap Tuta (ma).

Foto: abri
Share:

Arsip