Home » » Mileneal Malaysia Takjub Dengan Pesona Wisata Di Bakkara

Mileneal Malaysia Takjub Dengan Pesona Wisata Di Bakkara

Posted by INDONESIA MANDIRI on Minggu, 28 Juli 2019

Kebanyakan wisatawan milineal Malaysia ini sangat betah dengan kehidupan di Bakkara
Bakkara/Sumut (IndonesiaMandiri) - Pernah liburan berkonsep back to nature dan kental dengan suasana khas daerahnya Ke destinasi yang super keren dan tenang di sekitaran Danau Toba? Kalau belum, baiknya Anda agendakan liburan ke Bakkara, di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut. Di sini, kita tak hanya diajak berpetualang, tapi juga bisa berinteraksi dengan masyarakat sekitar dengan keramahtamahannya.

Fakta ini terekam jelas pada program live homestay di Bakkara yang diikuti puluhan peserta dari Universiti Teknologi Mara, Melaka, Malaysia mulai 24 hingga 28 Juli. "Hari terakhir di Bakkara, Tim dari Universiti Teknologi Mara, Melaka tidak mau pulang. Mereka terkesan dengan keramahan penduduk. Senang dengan makanan yang dimasak penduduk. Mereka bilang sangat lezat," tutur Pembimbing Inspire Travel and Tourism Learning Center Jakarta Krisanti Kurniawan (27/7).


Wisatawan Malaysia rasakan kehangatan masyarakat Bakkara
Bakkara memang tak hanya menawarkan panorama yang menawan. Lebih dari itu, ada perubahan sikap positif yang bisa dibawa pulang ke Malaysia. Orang yang sok acuh bisa menjadi sangat perhatian. Yang pendiam bisa ceria. Yang lebih penting lagi, semua tamu bisa lebih menghargai kebersamaan bersama sesama manusia.


“Mereka sampai membantu panen bawang penduduk. Membantu petani mendapatkan gabah dengan cara manual. Dan semuanya happy. Saya sampai mendapat laporan ada tim Sinambela yang tidak mau dipisahkan sampai hari terakhir. Jalan sama-sama. Sewa motor sama-sama. Naik mobil pun rela berdesak-desakan meski ada space kosong di mobil lain. Ini luar biasa," sambung Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional I Kemenpar Lokot Ahmad Enda.


Lantas apa yang begitu istimewa di Bakkara? Bukankah penginapannya biasa saja? Jauh dari kesan glamor? Tak ada televisi. Tak ada wifi. Semua tamu hanya dihibur oleh sejuknya udara, alam yang keren, budaya dan kuliner Batak buatan masyarakat lokal. “Kuncinya ada di interaksi dengan masyarakat lokal. Milenial Malaysia jadi bisa mempelajari budaya Batak. Banyak yang terbiasa mengucapkan Horas. Dan ini diucapkan dengan penuh respek,” kisah Kepala Sub Bidang (Kasubid) Bidang Pengembangan Destinasi Area I B, Andhy Marpaung (am/ab).


Foto: Istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri