Home » » Menpar Arief Yahya Tinjau Langsung Destinasi Wisata Sigapiton

Menpar Arief Yahya Tinjau Langsung Destinasi Wisata Sigapiton

Posted by INDONESIA MANDIRI on Sabtu, 20 Juli 2019

Menpar Arief Yahya bersama masyarakat Sigapiton, Sumetera Utara
Toba Samosir/Sumut (IndonesiaMandiri) - Meski hujan turun menyambut perjalanan darat rombongan Kementerian Pariwisata/Kemenpar dari Kampus Politeknik Pariwisata/Poltekpar Medan menuju Parapat, ini tak menyurutkan Menpar Arief Yahya untuk melihat langsung ke lapangan segala persiapan kawasan pariwisata Danau Toba yang telah ditetapkan super prioritas oleh Presiden Jokowi (18/7).

Salah satu yang dikunjungi rombongan Menpar adalah Desa Wisata Sigapiton, Kecamatan Ajibatan, Kabupaten Toba Samosir/Tobasa, yang letaknya persis di bibir Danau Toba. Desa ini sedang dibina menjadi Desa Wisata oleh Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) yang rata-rata masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan danau dan petani. Jaraknya sekitar 3 kilometer, persis di bibir danau, dengan jalan yang hanya muat untuk satu mobil saja.


Menpar cek kondisi homestay di Sigapiton
Arief Yahya bertemu dengan masyarakat, ditemani Bupati Tobasa Darwin Siagian, Camat Ajibata Tigor Sirait dan Kadis Lingkungan Hidup Tobasa Mintar Manurung. Turut mendampingi Arief diantaranya Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dadang R Ratman, Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Prioritas Hiramsyah S Thaib, Dirut BOPDT Arie Prasetyo, Ketua Tim Percepatan Homestay Anneke Prasyanti, dan beberapa pejabat lainnya.


Arief Yahya berjanji menjadikan kampung ini lebih hebat dalam menyambut wisatawan dan meminta BOPDT untuk menjadi “bapak asuh”-nya, melatih hospitality, mengurus homestay, menjaga kebersihan dan menata lingkungan, membuat dan menyajikan kuliner yang standar Pariwisata. “Saya menugaskan Arie BOPDT, melakukan Bimbingan Teknis/Bimtek langsung, 70% praktik, 30% teori, bagaimana menata interior yang bagus, homestay maupun di restorannya. Kedua, ibu-ibu mohon diajari tata boga, kulier, menata makanan agar menarik. Ketiga, manajemen kamar, homestay, agar ditata dengan rapi dan satu manajemen,” paparnya.


Menpar juga meminta agar segera menunjuk satu anak muda yang paham digital, bisa menggunakan teknologi untuk reservasi maupun pembayaran. Pendek kata, diajari mengoperasikan booking system dan payment gateway yang memudahkan traveler untuk memesan sampai membayarnya secara digital. “Biar nanti anak muda itu menjadi semacam Resort Manager! Dan bapak ibu harus nurut dengan management,” harapnya. Anak muda itu bisa lulusan Poltekpar Medan, atau dari mana saja, yang memahami hospitality dan sifatnya membantu (ab/am).


Foto: Andy Marpaung

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri