Menko Luhut Harap Reuni Magellan di Tidore Bawa Peran Strategis Luar Negeri RI

Negara-negara Eropa juga harus fair trade dalam hubungan ke Indonesia
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Sebuah acara menarik, seminar internasional ke-10 Global Network Magellan Cities (GNMC) dibuka Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan di Hotel Sari Pasifik, Jakarta (15/7). “Saya berharap seminar dan pertemuan yang kita selenggarakan ini dapat meningkatkan peran strategis kita dalam lingkup GNMC,” ujarnya. Menurutnya, manfaat ini akan dapat dicapai apabila ada penguatan kerja sama, saling bertukar konsep, wawasan, pengalaman dan pengetahuan dari masyarakat lintas negara dan benua.

Pertemuan ke-10 tersebut merupakan persiapan perayaan 500 tahun ekspedisi Ferdinand Magellan yang bakal digelar pada 2021. Di Indonesia, perayaan ini digelar bertepatan dengan even Sail Tidore. Tidore, yang berada di Provinsi Maluku Utara masuk dalam jaringan kota-kota disinggahi Ferdinand Magellan dan Juan Bastian Elcano dalam ekspedisinya mencari jalur laut dari barat menuju ke pulau rempah di wilayah timur pada abad ke-15.


Menurut Luhut, kini pemerintah sedang mengembangkan kawasan industri terintegrasi di Maluku Utara (Weda Bay) yang sedang mengolah nikel, stainless steel, carbon steel hingga baterai Lithium. “Besok untuk pertama kalinya kami siap mengekspor stainless steel dari kawasan tersebut,” jelasnya. Indonesia kedepan berharap menjadi lebih maju baik di sektor industri maupun pariwisata.


Dalam kesempatan sama, Menlu Retno Marsudi yang ikut hadir berbicara, bahwa dibalik nostalgia jalur rempah Bangsa Eropa ke Indonesia, tersimpan kenangan pahit dirasakan oleh leluhur Bangsa Indonesia. “Kita perlu ingat perdagangan rempah pada saat itu adalah jalan masuk ke era penjajahan sehingga perdagangan yang terjadi di masa itu bukanlah bentuk-bentuk perdagangan yang adil,” ungkap Menlu. 


Menlu Retno tak ingin pengalaman pahit itu kembali terulang. Ada diskriminasi, dalam perdagangan di masa itu bahkan, Indonesia menurutnya masih mengalami hal tersebut hingga kini terutama dalam perdagangan kelapa sawit di Uni Eropa. “Saya minta ada pesan fair trade untuk raw commodity dalam komunitas GNMC,” lanjut Menlu Retno. Terakhir, dia berpesan agar pertemuan ke-10 GNMC dapat menciptakan kemitraan yang setara dan membawa manfaat positif bagi negara-negara anggota (ma).
Share:

Arsip