Inggris Kembangkan Senjata Laser Pemusnah Drone

Pengguna drone bakal jumpa pemusnahnya senjata laser produksi Inggris
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Inggris berencana investasi sebesar 162 juta dolar untuk pengembangan tiga perangkat demonstrasi senjata laser atau enerji tembak langsung (directed energy weapon), termasuk penghancur drone. Senjata dimaksud berupa dua demonstrator dengan dasar teknologi laser dan satu berdasar frekuensi radio.

Proses pengadaan demonstrator ini diharapkan rampung akhir tahun ini, dan sudah dapat di siap dicoba pada 2023.

Paket demonstrator ini merupakan “Program Novel Weapon” Kementrian Pertahanan Inggris yang bertanggung jawab untuk uji dan pengimplementasian inovasi sistem persenjataan, diharapkan dapat dikedepankan dalam masa 10 tahun. Inggris sendiri sudah melaksanakan dalam pengembangan senjata dengan dasar teknologi laser. Dikenal sebagai “Dragonfire”, merupakan program demonstrator teknologi senilai 30 juta Pound Sterling, dilaksanakan sebuah konsorsium industri pada 2017. Setidaknya program tersebut melibatkan pihak industri diantaranya Pembuat misil MBDA, Qinetiq, BAESystems, Leonardo dan lain-lain.

Dari pihak Kementrian Pertahanan, Defence Science and Technology Laboratory merupakan pihak yang mengepalai upaya tersebut. Percobaan untuk Dragonfire dijadwalkan terlaksana pada 2019. Saat ini pekerjaan yang sedang dilakukan meliputi masalah ukuran perangkat, fungsionalnya dan bagaimana perangkat di integrasikan ke platform yang tersedia saat ini. Program yang baru akan meliputi dua demonstrator bertenaga laser, satu dipasang pada kapal perang aplikasi anti-serangan udara dan pertahanan permukaan, satu lagi (sistem yang sama) dipasang pada kendaraan taktis sebagai aplikasi pertahanan anti-serangan udara jarak pendek dan kontra-pengintai, termasuk drone.  

Program ketiga berupa senjata dengan high-power radio frequency yang dipasang pada kendaraan taktis untuk menghadapi drone serta wahana sejenis.  
Cara kerjanya dengan mengganggu atau memotong data-link antara drone/wahana sejis dengan pengendalinya. Inggris dikenal sebagai pihak yang sudah memiliki pengalaman panjang dibidang frekuiensi radio. Belum lama ini Kementrian Pertahanan merilis gambar senjata laser yang dipasang pada kapal perang Frigate Type 26 dan Pesawat Helikopter Angkatan Laut Wildcat.


Inggris agak tertinggal dibandingkan dengan Amerika Serikat, yang telah melakukan pengujian sistem senjata laser pada kapal perang operasional sejak beberapa tahun lalu dan kini dalam tahap rencana penginstalasian laser bertenaga tinggi, pengintegrasian optical dazzler dengan system surveillance pada destroyer Preble yang direncanakan pada tahun 2021 mendatang. Untuk posisi di darat, kontraktor Jerman Rheinmetall telah mengembangkan senjata laser beberapa tahun lalu dan baru saja mengujinya dengan dudukan senjata memadai untuk dipasang pada platform seperti kendaraan lapis baja Boxer (mah/ab).

Foto: Istimewa
Share:

Arsip