Ekspor Pertanian Produk Jateng Meningkat Melalui Aplikasi I-MACE

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sangat senang produk pertanianya bisa diekspor
Semarang (IndonesiaMandiri) - Kepala Badan Karantina Ali Jamil mewakili Menteri Pertanian bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas ekspor perdana Kedelai Emame sebesar 8 ton ke Belanda sekaligus menyerahkan aplikasi Peta Komoditas Ekspor Produk Pertanian Indonesia (Maps of Agriculture Commodities Export) yang disingkat I-Mace kepada Gubernur Jateng. Kegiatan ini juga dibarengi penandatanganan kerjasama electronic certificate antara Badan Karantina, BKIPM dan Pemda Jawa Tengah di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang (3/7).

Ali Jamil menyebut, “akselerasi ekspor ini sesuai dengan instruksi bapak Presiden Jokowi guna mendorong dan percepat ekspor produk pertanian.” Sedangkan aplikasi I-MACE merupakan media informasi digital yang menyediakan informasi produk pertanian yang berpotensi ekspor di berbagai daerah. Aplikasi I-Mace didukung electronic certificate yang akan memberikan jaminan bagi eksportir dan importir bahwa barang yang diekspor-impor tidak akan dikembalikan dan ini sudah diterapkan termasuk pada ekspor perdana Kedelai Emame ke Belanda.

"Jika dulu pengiriman barang ekspor menunggu waktu 3 bulan untuk memastikan barang tersebut ditolak atau tidak, maka dengan elektronik sertifikat sebagai jaminan bahwa barang yang kita ekspor diterima" ungkap Jamil.

Sementara itu Ganjar Pranowo memuji aplikasi ini sangat menarik karena kita bisa melihat potensi ekspor produk pertanian di seluruh daerah. “Ternyata setelah dilihat dan cukup di klik kita bisa melihat infonya sangat informatif dari berbagai daerah. Terima kasih saya sampaikan ke Kementan karena aplikasi ini akan saya dorong habis-habisan.
Alat ini adalah tendangan awal, jika ini adalah G1 maka akan lanjut muncul G2, G3 dan seterusnya dan membuat kita siap memasuki induatri 4.0,” harap orang nomor satu di Jateng ini (hy/ma).
Share:

Arsip