ASITA Dukung Pemerintah Datangkan 20 Juta Wisatawan

Menpar Arief Yahya beri arahan kepada pelaku industri pariwisata/ASITA
Jakarta (IndonesiaMandiri) - industri perjalanan wisata yang tergabung Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) nyatakan siap dukung Pemerintah guna kejar target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2020.

“ASITA akan menggencarkan promosi paket-paket inbound mendatangkan kunjungan wisman dari border tourism,” kata Ketua Umum ASITA Nunung Rusmiati saat acara Halal bi Halal 1440 H Keluarga Besar Asita dan Rembuk Nasional bertema “Tantangan Pencapaian Target 20 Juta Wisman di Tahun 2020”, dihadiri Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Balairung Soesilo Soedaman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta (1/7).

Menurut Arief Yahya, pemerintah tetapkan target kunjungan 20 juta wisman pada tahun depan dengan proyeksi perolehan devisa sebesar 18,5 miliar dolar AS. Sementara untuk mencapai target itu, dilakukan strategi super extra ordinary meliputi border tourism, tourism hub, dan low cost terminal. “Border tourism harus kita seriusi karena merupakan cara efektif untuk mendatangkan wisman dari negara tetangga,” harap Arief Yahya. Faktor kedekatan kultural/emosional, serta pertimbangan pasar yang sangat besar baik dari Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, maupun Timor Leste sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia jadi prioritas dalam menjaring wisman.

“ASITA menyarankan kepada pemerintah supaya ada sub classes walaupun jumlahnya tidak banyak. Pada periode arus mudik kemarin maskapai menaikkan harga di level TBA (Tingkat Batas Atas) tanpa ada subkelas harga. Kami minta pasca-lebaran ini maskapai dapat membuka subkelas harga,” jelas Nunung. ASITA mencatat perubahan harga tiket pesawat domestik terakhir kali terjadi saat pemerintah menurunkan tarif batas atas sebesar 12-16 persen pada Mei 2019 (pn/ma).
Share:

Arsip