Perhutanan Sosial Ajak Masyarakat Sejahtera&Lestarikan Lingkungan

Dirjen PSKL-KLHK Bambang Supriyanto (kedua dari kiri) saat jumpa pers di Pontianak
Pontianak (IndonesiaMandiri) - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK gencar realisasi program Perhutanan Sosial karena bisa sejahterakan masyarakat sekitar kawasan hutan, mengurangi konflik permasalahan lahan di masyarakat, kedepannya bisa membantu mengatasi kemiskinan sekaligus merawat lingkungan.

Perhutanan Sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/hutan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa (HD), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Adat (HA) dan Kemitraan Kehutanan (KULIN KK).

KLHK juga telah memiliki Peta Indikatif Areal Perhutanan Sosial (PIAPS) revisi III seluas 13,8 juta Ha, harapannya program ini mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan. Khusus wilayah Provinsi Kalimantan Barat, Data Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), KLHK hingga 11 Juni 2019 menunjukkan izin Hutan Sosial yang diberikan pemerintah capai angka 378.305 Hektar (Ha). Angka tersebut merupakan capaian tertinggi dari provinsi lain di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal PSKL, Bambang Supriyanto saat dialog dengan media bekerjasama KLHK-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalbar (14/6).

Bambang puji role model Hutan Sosial di Kalbar dapat dibilang sukses mengelolanya, sepetti Hutan Desa (HD) Bentang Pesisir Padang Tikar di Kabupaten Kubu Raya. Izin Hutan Sosial di sini adalah seluas 76.370 Ha dengan subyek gabungan dari 10 desa. Strategi KLHK dalam pemberian izin Hutan Sosial, menurut Bambang, setelah PIAPS telah didapatkan, adalah jemput bola. "Jadi namanya adalah kerja bareng coaching clinic - jemput bola," terang Bambang (dh).

Share:

Arsip