Home » » Perairan Indonesia yang Terpetakan baru sekitar 35 Persen

Perairan Indonesia yang Terpetakan baru sekitar 35 Persen

KRI-Rigel milik Pushidrosal saat lakukan survei
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Pernyataan tersebut terkesan perairan Indonesia seperti dalam kondisi “menyeramkan” untuk dilintasi. Padahal Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan dua pertiga wilayahnya dihuni lautan ketimbang daratan. Inilah tantangan negara maritim seperti Indonesia yang harus merebut penguasaan perairannya demi menjaga keutuhan wilayahnya. 

Bahkan menurut Arifin Rudiyanto, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas saat peringatan Hari Hidrografi Dunia pada 21 Juni, lebih dari 90 perdagangan dunia dilakukan lewat laut dan 40% melalui perairan Indonesia. Oleh sebab itu dibutuhkan data dan informasi hidro-oseanografi yang akurat, terpercaya dan mutakhir berupa Peta Laut Indonesia dan publikasi nautika termutakhir guna menjamin keselamatan kapal yang berlayar.


Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro
Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanogragi TNI AL/Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro menegaskan bahwa lembaganyalah di Indonesia yang hanya diakui dunia melalui International Hydrographic Organization/IHO. Artinya, pembuatan peta perairan Indonesia dengan segala potensi yang ada di dalamnya harus keluar dari Pushidrosal. Ini yang menyebabkan lembaga hidrografi sangat strategis bagi negara maritim seperti Indonesia. “Hampir 80 persen lembaga hidrografi di dunia berada dibawa Angkatan Laut atau militer,” jelas Laksda Harjo.


Jadi, meski baru 35 persen yang terpetakan dan sisanya hasil survei peninggalan Belanda, tetapi kinerja Pushidrosal sangat diakui dunia. Pushidrosal terus perbarui peta perairan lainnya. Di sinilah diperlukan dukungan semua pihak agar peran Pushidrosal menjadi lebih efektif dalam menjaga keutuhan wilayah NKRI (ma).


Foto: Istimewa/abri

Thanks for reading & sharing Indonesia Mandiri

Previous
« Prev Post

Menuju Indonesia Mandiri

Populer