Penjelasan Jasa Marga Mengenai Berita Hoax Struk Bukti Transaksi Tol

Jasa Marga Tanggapi berita hoax seputar struk pembayaran jalan tol
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Merespon informasi hoax yang hari ini beredar di media sosial, mengenai struk bukti transaksi tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dijelaskan hal-hal yang diinfokan, adalah tidak benar dan berpotensi membingungkan pengguna jalan tol. Kesalahan Informasi, Struk Bukti Transaksi Tol Adalah Jaminan Pengguna Jalan Berhak Mendapat Asuransi.

Menurut siaran persnya (8/6), biaya tol yang dibayarkan pengguna jalan hanya untuk membayar jasa jalan tol, tidak dibebankan tambahan biaya premi asuransi. Sehingga tidak ada manfaat asuransi dapat diklaim pengguna jalan tol, dengan menunjukkan struk. Kesalahan Informasi Struk Bukti Transaksi Tol Sebagai Jaminan Pengguna Jalan Berhak Atas Derek Gratis. Seluruh pengguna jalan tol berhak atas fasilitas yang diberikan Jasa Marga, termasuk fasilitas derek gratis hingga pintu keluar terdekat, jika pengguna jalan tol mengalami masalah dengan kendaraannya. Fasilitas diberikan tanpa harus menunjukkan struk bukti transaksi tol.


Jika pengguna jalan memiliki kebutuhan untuk diantar sesuai preferensi pengguna jalan, kami akan mengenakan tarif resmi yang info besarannya terdapat dalam setiap mobil derek yang kami operasikan, dan pembayaran yang dilakukan dilengkapi bukti pembayaran resmi (kuitansi). Kepentingan adanya bukti transaksi tol sebenarnya sebagai bukti penelusuran informasi, jika terjadi hal-hal yang tidak diiinginkan saat di jalan tol, agar Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dapat menangani dengan baik dan cepat, tentunya diperlukan bukti ruas jalan tol yang dilewati beserta waktunya, agar dapat diketahui dari struk itu.


Untuk itu disarankan pengguna jalan mengetahui dengan baik ruas jalan dimana mereka berkendara dan mencatat dengan baik nomor call center Jasa Marga adalah 14080 (24 jam). Bila ada kejadian darurat yang terjadi pada pengguna jalan tol, disarankan hubungi call center 14080 langsung pada saat kejadian, nanti petugas akan datang ke lokasi untuk mengecek dan memverifikasi kondisi di lapangan dan serta melakukan tindak lanjut penanganan sesuai standar operasi yang telah ditetapkan (ma).


Foto: abri
Share:

Arsip