Mantan Kasad Ke-26 Lebih Memilih Dimakamkan Di Pusara Ibundanya

Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman memberi bendera merah putih kepada isteri alm George Toisutta
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Atas nama Institusi dan seluruh prajurit TNI AD, selain menyampaikan rasa duka yang mendalam, dalam upacara pemakaman almarhum Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman menyampaikan bahwa mantan Kasad ke-26 itu merupakan pemimpin yang baik, tegas dan cemerlang. Hal tersebut disampaikan Kadispenad, Brigjen TNI Candra Wijaya dalam rilisnya di Jakarta (13/6).

George yang wafat di Jakarta (12/6), lalu dimakamkan melalui prosesi Upacara Militer di tengah turun hujan dengan penuh khidmat dan haru di Pemakaman Dadi Makassar, Sulawesi Selatan (13/6).

“Sesuai dengan rencana, bertindak sebagai Inspektur Upacara yaitu Wakasad, Letjen TNI Tatang Sulaiman,” jelas Kadispenad. Tampak hadir di pemakaman, mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Surawahadi dan Pangdam XVI/Pattimura Mayor Jenderal TNI Marga Taufiq.

Jenasah Jenderal TNI (Purn) George Toisutta  dimakamkan di pusara ibundanya
“Meski almarhum memilik tanda jasa dan kehormatan negara yang berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, berdasarkan wasiat yang disampaikan ke pihak keluarga, almarhum ingin dimakamkan di Makassar diatas makam almarhumah ibunda tercintanya, yaitu Sitti Hasna yang meninggal 23 Juli 1982,” ungkap Candra.

Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman menyampaikan, mantan Kasad yang menyukai tokoh wayang Batara Bhisma itu sosok pemimpin TNI AD yang baik dan tegas. “Menurut Wakasad, kecemerlangan almarhum selama berkarir sebagai prajurit yang profesional itu, tidak lepas dari karakter almarhum yang baik, tegas, peduli terhadap bawahan. Almarhum juga taat dalam beribadah serta senantiasa memegang teguh filosofi kerohanian Islam yaitu semua harus sama,” kisah Candra (ma).
Share:

Arsip