Luhut: “Ketika Sudah Selesai Waktunya Di Dunia, Kita Akan Diperlakukan Sama”

Menko Maritim Luhut Ajak masyarakat doakan SBY agar tetap tabah

Singapura (IndonesiaMandiri) - Sebuah renungan mendalam diungkapkan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan saat mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono/SBY dihadapan jenazah isteri Presiden ke-6 RI ini, almarhum Ani Yudhoyono. “Di ruang ICU itu kemarin, beberapa saat setelah jasad Bu Ani dibersihkan, saya berada di samping Pak SBY yang mencium kening istrinya lalu membisikkan sesuatu seolah-olah belahan jiwanya itu masih bernyawa. Di titik itu saya melihat habisnya separuh jiwa Pak SBY. Saya kehabisan kata-kata. Saya hanya bisa memeluk Beliau, lalu memberikan penghormatan terakhir pada almarhumah Ibu Negara dari Presiden ke-6 RI tersebut,” aku Luhut, polos, seperti dituliskan dalam facebooknya (2/6).

Masih di National Universty Hospital, 10 sampai 15 menit setelah momen itu, menurut Luhut, “keranda jenazah didatangkan. Melihat begitu sederhananya peti mati yang disiapkan, membuat saya merenung, bahwa inilah yang akan kita semua pakai nantinya. Tidak peduli apakah kita Presiden, Ibu Negara, Wakil Presiden, ataupun hanya manusia biasa, semua sama saja. Ketika sudah selesai waktu kita di dunia ini, kita akan diperlakukan sama. Tinggal masalah kapan, di mana, dan bagaimana kita berpulang.”

“Sekarang untuk kita yang masih diberikan hidup, mari kita bawa peristiwa ini menjadi sebuah bahan refleksi diri bagaimana membuat hidup ini bermakna. Bagi saya, pada akhirnya hidup adalah tentang bagaimana kita bisa berbagi dengan orang lain, berbuat baik kepada orang lain,” ajak Luhut yang alumni Akabri 1970.

Mantan Dubes RI untuk Singapura dan Menteri Perindustrian Era Presiden Gus Dur ini menyebut, “hidup begitu singkat, untuk apa kita berbuat curang atau culas. Buat apa juga kita senang membuat permusuhan atau membuat orang lain menjadi susah. Termasuk dalam hidup bernegara, untuk apa juga kita membuat perkara atau keributan terus menerus.” Luhut puji keteladanan SBY sebagai seorang suami yang mau terus mendampingi istrinya sampai akhir, mengesampingkan kesibukannya selama 4 bulan terakhir ini. “Saya juga mengajak kita semua untuk mendoakan Pak SBY dan keluarga, supaya diberi kekuatan” (rm).
Share:

Arsip