Banyuwangi Perkenalkan Pariwisata Akuakultur Ramah Lingkungan

Pemkab Banyuwangi bikin terobosan merawat lingkungan

Banyuwangi/Jawa Timur (IndonesiaMandiri) - Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur akan segera kembangkan program budidaya udang jenis vaname atau udang kaki putih, dengan metode akuakultur ramah lingkungan. Konsepnya memakai perencanaan tata ruang dan zonasi, memperhatikan daya dukung badan air dan adanya wilayah pengelolaan akuakultur. Acara “Peluncuran Program Pengembangan Akuakultur Ramah Lingkungan dan Berbasiskan Daya Dukung Lahan Bentang Alam,“ dilalukam di Hotel Dialoog, Banyuwangi, dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (18/6).

Akuakultur ramah lingkungan mempertimbangkan tiga aspek yaitu ekologis, sosioekonomi dan risiko serta masalah. Termasuk di dalam progam ini menyelesaikan konflik tumpang tindih lahan tambak dengan sektor lain, manajemen penyakit, peningkatan kualitas air. Alasan pemilihan Banyuwangi sebagai proyek percontohan selama dua tahun kedepan, “karena kualitas airnya masih bagus, dan sudah dikenal sebagai penghasil ikan cukup besar di Indonesia,” ucap Direktur Program Kelautan Conservation International (CI) Indonesia Victor Nikijuluw.

Menurut Bupati Banyuwangi Azwar Anas, “perekonomian Banyuwangi bukan semata uang, tetapi juga menciptakan lingkungan yang sehat, udara nyaman, dan air bersih.” Azwar menekankan budidaya perairan dibutuhkan guna mendorong peningkatan PRDB Banyuwangi tetapi yang paling penting bagaimana menciptakan lapangan kerja yang cukup dan menjaga lingkungan tetap sehat.

Kabupaten Banyuwangi juga dikenal dengan pesona wisatanya dan diperhitungkan di Indonesia, antara lain selancar di Pantai Plengkung alias G-Land yang terkenal di dunia, Taman Nasional Alas Purwo, pendakian ke Gunung Raung, dan lain-lain. Makanya Bupati Banyuwangi ingin programnya bisa dipadukan dengan pariwisata yaitu Pariwisata Akuakultur, dimana orang yang datang dapat menikmati menangkap udang, belajar tentang budidaya perairan, bahkan memasak dan menyantap udang langsung di area budidaya.

Program ini juga didukung beberapa LSM sebagai mitra, seperti CI Indonesia dan Walton Family Foundation, yang ikut bertanggung jawab menata budidaya, teknik budidaya, pengembangan kapasitas petani lokal termasuk ekonomi kreatifnya (mh/ab).
Share:

Arsip