Berita Indonesia Mandiri

UKM Pariwisata di Labuan Bajo Dikenalkan Model Digitalisasi

Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo-Flores Dukung UKM Go Digital
Labuan Bajo/Manggarai Barat (IndonesiaMandiri) - Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mendapat pelatihan dan sosialisasi untuk meningkatkqn kinerjanya di era pariwisata berkelanjutan 4.0 yang serba digital. 


Direktur Utama Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Labuan Bajo Flores Shana Fatina saat Workshop Digitalisasi UKM Pariwisata di Exotic Komodo Hotel di Labuan Bajo menjelaskan, pihaknya sangat mendorong pelaku UMKM agar dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital, khususnya untuk memasarkan produk-produknya (4/5). “BOP Labuan Bajo Flores hadir untuk memperkuat konten kearifan lokal sebagai aset budaya daerah. Salah satunya memperkuat UKM, agar pariwisata Labuan Bajo tidak hanya dikenal secara lokal. Tapi bisa go internasional, karena Labuan Bajo adalah destinasi dunia,” ungkapnya.



Kegiatan itu diikuti 60 UKM, seperti Coffee Mane, Pork and Chicken Satay, Komodo Snacks, Mikisu Catering, Indo Latifa Oleh-oleh Khas Komodo, UKM pengolahan perikanan, UKM tenun, dan aksesoris kedaerahan. Hadir juga peserta asal kota lain seperti Ruteng dan Maumere. Saat workshop, hadir pula Ketua Penggerak PKK Kabupaten Manggarai Barat Maria Aloisia Malung Daduk, perwakilan Dinas Pariwisata Manggarai Barat, perwakilan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Manggarai Barat, Azkar DG Kamis dari Google Gapura Digital, dan Agususanto Firmansyah dari Komunitas Fotografi Labuan Bajo.



Menurut Shana, pariwisata sebagai sektor unggulan penghasil devisa negara, hingga saat ini telah melahirkan 8 hingga 9 juta pelaku UKM. Dengan demikian, konsep go digital diharapkan lebih kuat lagi dorong sektor industri UKM untuk memperoleh pangsa pasar yang lebih besar. “Konsep go digital menjadi salah satu program strategis Kementerian Pariwisata dalam upaya memenangkan pasar, juga semakin mengokohkan industri pariwisata yang berkelanjutan. Serta memperkuat pengembangan pariwisata berbasis budaya,” jelasnya (pn/ma).



Foto: Dok. Kemenpar
Share:

Arsip