Berita Indonesia Mandiri

STP Bandung Siap Cetak Pengusaha Pariwisata Handal

STPB siapkan siswanya jadi pengusaha pariwisata

Bandung (IndonesiaMandiri) - "Suatu ketika di pertengahan 1993, saat saya dan teman sedang sarapan di Hotel Hilton dekat Bandara Zurich, Swis, kami ngobrol santai dan sempat saling bertanya, kira-kira di hotel ini adakah orang dari Indonesia selain kami ya. Sudah berapa kali sarapan kita tak jumpai orang melayu. Lalu, saya dikejutkan seorang pelayan perempuan yang berkata, saya dari Indonesia Mas. Saya siswa dari NHI Bandung." Kami terkejut dan campur bangga, karena ternyata ketrampilan sumber daya manusia (SDM) kita sudah setara dengan orang bule.

Nama NHI (National Hotel Institute) Bandung memang sudah mendunia. Lembaga ini mulanya pada 1959 bernama Sekolah Kejuruan Perhotelan (SKP) sebagai sekolah kejuruan menengah atas kejuruan di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Lalu di 1962, berubah menjadi Sekolah Kejuruan Perhotelan dan Perestoranan (SKPP) di bawah Departemen Perhubungan Darat. 

Dalam perjalanannya, namanya beberapa kali berganti hingga pada Juli 1973, menjadi NHI atau Pusat Pendidikan Perhotelan, karena saat itu Pemerintah Indonesia mengadakan kerjasama dengan Swiss dalam bidang pendidikan perhotelan. Sistem pendidikan yang digunakan adalah program diploma I, II dan III. Nama institusi ini (NHI) masih dikenal khalayak ramai hingga saat ini. Dan pada 1981, sekolah ini berada dibawah Kementerian Pariwisata (dulu ada Pos dan Telekomunikasi). Lalu pada 1993 hingga kini menjadi Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB) dengan penambahan pendidikan Diploma IV, S-1 dan Magister Manajemen Pariwisata/S-2.

Siswa STPB jurusan tata boga saat latihan
Melihat perjalanan panjang dan jalinan kerjasama bilateral RI-Swis, tak heran jadinya saat kami di Zurich berjumpa dengan siswa STPB NHI Ini. Saat ada perhelatan olahraga internasional di Jakarta, Asian Games dan Asia Para Games, sebagian besar yang terlibat dalam penyajian makanan para atlet, berasal dari STPB. Sebagai sekolah tinggi pariwisata tertua di Asia Pasifik,  kualitas siswa dan lulusan  STPB tetap terasah sehingga tak hanya mampu siap kerja, tapi juga handal sebagai pengusaha/wirausaha Pariwisata di level nasional dan global.

“Kalau kita mencetak pengusaha pariwisata, dampaknya jauh lebih besar bagi kemajuan bangsa. Tidak sekedar sebagai user,” jelas Faisal, Kepala STPB kepada IndonesiaMandiri akhir April lalu. Dan lulusan STPB kini sudah banyak menjadi wirausaha di sektor pariwisata dan industri terkait lainnya, seperti biro perjalanan, hotel, restoran, dan lain-lain (ma).

Foto: abri


Share:

Arsip