Program Pemulihan Ekosistem Di Gunung Guntur-Papandayan Berangsur Membaik

Macam Tutul jawa terancam punah
Garut (IndonesiaMandiri) - Sejak Mei 2016 Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan Conservation International Indonesia (CII) sepakati merawat ekosistem di sekitar Gunung Guntur dan Papandayan. Kerjasama ini dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang pengawetan flora dan fauna, pemulihan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat di Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Guntur-Papandayan, Jawa Barat untuk masa waktu tiga tahun hingga Juni 2019.
Kegiatan ini meliputi monitoring spesies terancam punah (endangered species), restorasi hutan, pendidikan dan konservasi bagi siswa dan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat di KPHK Guntur-Papandayan dan sekitarnya. Program ini mendapatkan bantuan dana hibah dari Chevron Corporation (headquarters) di Amerika Serikat. Koordinasinya dilaksanakan CII bersama PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) sebagai anak perusahaan Chevron yang saat itu ikut membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Darajat, Garut berkapasitas 270 MW. Selain dengan BBKSDA Jabar, dalam teknis pelaksanaan CII mengajak mitra lokal yaitu Yapeka, Yayasan Owa Jawa, FK3I dan masyarakat penerima manfaatnya.
Kegiatan CI di KPHK Guntur-Papandayan difokuskan di Seksi wilayah V BBKSDA Jawa Barat.  KPHK Guntur-Papandayan memiliki topografi bergelombang, berbukit dan bergunung serta tebing yang terjal, meliputi dua gunung api aktif, Gunung Guntur (±2.250 m dpl) dan Gunung Papandayan (±2.665 mdpl).  Jenis flora di dalam kawasan diantaranya Jamuju, Puspa, Saninten, Pasang, Kihujan, Manglid, CantigiSuagi, Edelweis. Sedangkan fauna meliputi Babi hutan, Kijang, Macan tutul jawa, Musang luwak, Musang leher kuning, Lutung jawa, Elang jawa. Khusus Macan Tutul Jawa, kini terancam punah, sehingga dipasang camera trap guna memantau perlindungannya.
CII juga buat program pendidikan keliling dikenal dengan mobil unit konservasi, sasarannya pelajar dan masyarakat di sekitar kawasan konservasi maupun kawasan yang menjadi habitat penting bagi satwa terancam punah, seperti owa jawa, macan tutul jawa, dan elang jawa. Dalam pemulihan ekosistem, masyarakat dilibatkan ikut berperan aktif dari perencanaan, pelaksanaan hingga paska penanaman pohon serta pembuatan demplot biogas. Ini semua untuk pemberdayaan masyarakat setempat (dh).
Foto: istimewa
Share:

Arsip