Pembenahan Pariwisata Di Labuan Bajo Libatkan Berbagai Pihak

Labuan Bajo terus dibenahi menuju konsep pariwisata berkelanjutan
Labuan Bajo/NTT (IndonesiaMandiri) - Berbagai pembahasan digelar terus oleh sejumlah kementerian untuk majukan pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur/NTT. Kepala Bidang Perancangan Destinasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Abdu Rahman saat membuat Focus Group Discussion, mengatakan “pembangunan pariwisata berkelanjutan di Taman Nasional Komodo/TNK dari sisi pengunjung sudah melebihi kapasitas, jangan sampai kita memburu jumlah wisatawan tetapi karena over kapasitas justru akan merusak kawasan ini, kita harus mencari solusi untuk mengantisipasinya.”

FGD dihadiri Direktur Utama Badan Otorita Labuan Bajo, Kepala Bidang Perancangan Destinasi Kementerian Pariwisata, Kepala Balai TNK, Plh.Kadispar Manggarai Barat, dan Kasubbit Kawasan Strategis II Kemenpar di Labuan Bajo (2/5). Lukita Awang Nisyantara, Kepala Balai TNK menyebut, Taman Nasional Komodo itu bagian dari Coral Triangle dan dikelola secara sistem zonasi, ada 3 Desa didalamnya yaitu, Desa Komodo, Desa Papagarang dan Desa Pasir Panjang.

"Harapan kami pada 3 Desa ini ada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) untuk mengelola pariwisata di daerah itu, saat ini di Desa Pasir Panjang (Kampung Rinca) sudah terbentuk BUMDES, sedangkan di Desa Papagarang dan Desa Komodo sedang dalam proses," ujar Lukita Awang. "Saat ini kita ada 13 pos penjagaan, dan rencananya akan ditambah 4 pos penjagaan untuk menjaga TN Komodo," tambahnya.

Selain destinasi utama TNK, Pemkab Manggarai Barat bisa mengembangkan juga destinasi yang ada di daratan Labuan Bajo, seperti pesona budaya serta wisata buatan lainnya. Dinas Pariwisata Manggarai Barat mengatakan arah kebijakan Pemkab sudah sangat jelas dengan meletakkan pariwisata sebagai sektor unggulan. “Ada 51 rencana Pemerintah Daerah Manggarai Barat, yaitu akan mengembangkan desa di Manggarai Barat menjadi desa wisata yang akan didorong kedepannya," jelas Istasius Angger Anindito, Plh Dispar Manggarai Barat (ay/ab).

Foto: Dok. Kemenpar
Share:

Arsip