Home » » KRI Spica-934 Pushidrosal Survei ALKI-1 Guna Jamin Keselamatan Navigasi

KRI Spica-934 Pushidrosal Survei ALKI-1 Guna Jamin Keselamatan Navigasi

Posted by INDONESIA MANDIRI on Jumat, 31 Mei 2019

KRI Spica milik Pushidrosal di Selat Karimata
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Pada 2019 ini, Pusat Hidrografi dan Oceanigrafi TNI AL/Pushidrosal melakukan pemutakhiran data, informasi dengan survei di ALKI I (Alur Laut Kepulaian Indonesia) Segmen 2 di Selat Karimata sampai dengan Laut Jawa. Survei berlangsung selama 60 hari, dari 5 April hingga 3 Juni 2019, menggunakan KRI Spica 934. Survei yang sebentar lagi berakhir ini meliputi wilayah Selat Sunda hingga Laut Natuna.

“Perairan ALKI I merupakan salah satu jalur lintas laut Internasional yang padat, dilewati kapal-kapal dalam maupun luar negeri, menjadikannya jalur pelayaran ini memiliki nilai strategis dari segi pertahanan maupun ekonomi serta dapat menguatkan peran Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” jelas Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro (30/5).


Misi ini juga sekaligus menandakan Indonesia sebagai negara kepulauan mematuhi aturan internasional, seperti digariskan dalam Sidang ke-69 Komisi Keselamatan Pelayaran (Maritime Safety Committee/MSC), Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) tentang keberadaan tiga ALKI tersebut yang disetujui IMO pada 19 Mei 1998. Konsekuensinya,

Indonesia berkewajiban antara lain melayani kepentingan pelayaran internasional, melalui tiga macam hak lintas, yaitu hak lintas damai, hak lintas transit dan hak lintas alur-alur laut kepulauan.

KRI Spica-934 Pushidrosal buatan galangan kapal OCEA, Les Sables-d’Olonne Perancis ini adalah Kapal jenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV) dengan komandan Letkol Laut (P) Hengky Iriawan. KRI Spica operasi survei Hidro-oseanografi di area Selat Karimata meliputi; pengukuran kedalaman laut dan pencitraan dasar laut menggunakan MBES EM- 2040 (Multibeam Echosounder), investigasi bahaya pelayaran, verifikasi SBNP (Sarana Bantu Navigasi Pelayaran), pengukuran unsur – unsur meteorologi, pasang surut dan arus air laut, tingkat sedimentasi perairan, pengambilan data CTD (Conductivity Temperature Depth), pengambilan contoh dasar laut dan air laut, pengumpulan data geografi maritim, dan melaksanakan verifikasi nama-nama geografi/toponimi (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri