Kemenpar Dorong Pengelolaan Destinasi Berkelanjutan Geopark Belitong

Potensi Geopark Belitung miliki daya tarik global

Belitung (IndonesiaMandiri) - Kementerian Pariwisata/Kemenpar upayakan pengelolaan destinasi wisata berkualitas untuk Kawasan Geopark Belitong, Provinsi Bangka Belitung melalui konsep pariwisata berkelanjutan. Kepala Bidang Ekosistem Pariwisata pada Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata (PIEP) Kemenpar Khabib Suwayah di Belitung mengatakan pihaknya menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan (Green Tourism) kepada para pengelola destinasi dan pemerintah daerah di Kawasan Geopark Belitong untuk memperkenalkan implementasi pariwisata berkelanjutan (15/5).

Khabib mengatakan, pengelola destinasi di Indonesia secara umum masih perlu memahami betul prinsip-prinsip berkelanjutan dalam kegiatan wisata yang digeluti, khususnya dalam hal tata kelola destinasi, manfaat ekonomi bagi masyarakat, hingga pelestarian budaya dan lingkungan. “Kesemuanya ini merupakan standar yang telah ditetapkan Kemenpar di dalam Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan atau Permenpar 14/2016,” jelasnya.

Belitong perkuat konsep pariwisata berkelanjutan pelihara ekosistem
Implementasi pariwisata berkelanjutan sangat sesuai diintegrasikan dengan destinasi geowisata di Belitung yang menawarkan sumber daya keanekaragaman hayati dan budaya lokal. Maka Bimtek digelar dengan tujuan salah satunya agar peserta memperoleh nuansa pengayaan teori yang lebih beragam. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Hermanto menyebut salah satu keunggulan pariwisata di Belitung adalah keberadaan geopark sebagai daya tarik wisata alam.

“Sebagai bentuk pariwisata yang diunggulkan di Belitung, upaya pengembangan geopark disandingkan dengan kaedah-kaedah menjaga budaya lokal dan lingkungan hingga bahkan tata kelola dalam konsep yang berkelanjutan,” ungkapnya. Kepala Badan Pengelola Geopark Belitong Dyah Erowati mengatakan geopark merupakan bagian dari pengembangan geowisata dan bukan sebaliknya. Sementara Oman Abdurrahman dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambahkan pengembangan destinasi wisata bumi atau geowisata merupakan wujud dari pengelolaan aspek geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity dalam konsep geopark (ma/aa).

Foto: Dok. Kemenpar
Share:

Arsip