Di Forum PBB Indonesia Dipuji Tangani Lahan Gambut dan Hutan Mangrove

Delegasi Indonesia/KLHK di Forum PBB
New York/Amerika Serikat (IndonesiaMandiri) - Delegasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK pro aktif dalam persidangan Forum Kehutanan PBB (United Nations Forum of Forestry/ UNFF) di New York, Amerika Serikat pada 6-10 Mei 2019, dimana Indonesia bersama Srilangka dan Sekretariat UNEP telah menyelenggarakan side event tentang pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove. 

Indonesia membawa tema ‘Collaborative Actions Towards Sustainable Management of Peatlands and Mangrove Ecosystems’, seperti pernah disampaikan saat sidang UNEA 4 di Nairobi (4/3/19). Agus Justianto, Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK, selaku Ketua DELRI, menekankan, pentingnya membangun kolaborasi yang kuat dan sinergi di antara para pemangku kepentingan dalam perlindungan dan pengelolaan lahan gambut dan hutan mangrove secara berkelanjutan. “Karena kedua ekosistem ini memegang peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, mengurangi emisi gas rumah kaca, menyediakan mata pencaharian sosial-ekonomi bagi masyarakat sekitar, dan melindungi daratan dari bencana alam," paparnya.

Acara ini menarik minat delegasi negara lain dan menampilkan panelis dari Sekretariat UNEP, yaitu Jamil Ahmad, Direktur Intergovernmental Affairs; Dayawan Ratnayake, Additional Secretary dari the Ministry of Tourism Development, Wildlife and Christian Religious Affairs; Dr. Putera ParthamanDirjen PDASH-KLHK; Barbara Tavora-Jainchill, Forest Affairs Officer, UNFF Secretariat; dan Dr. Iman Santoso, Vice-Chair APHI.

Dalam diskusi disampaikan berbagai tanggapan tentang masalah teknis, dan kemajuan yang ditunjukkan Indonesia, dalam penataan tata kelola lahan gambut dan hutan mangrove. Sebagian delegasi berminat belajar dari kemajuan yang dicapai Indonesia tentang gambut dan mangrove. Dunia internasional beri pujian terhadap tata kelola, restorasi mangrove dan gambut Indonesia. Pada kesempatan inj juga dibahas pentingnya peran dan pelibatan komunitas lokal, masyarakat adat, dan upaya peningkatan kesadaran, serta edukasi publik tentang arti penting dan peran kedua ekosistem tersebut bagi kehidupan manusia (dh).
Share:

Arsip