Home » » Komandan Satuan Kopaska Koarmabar Kolonel Pelaut Baroyo “Kami Dasarnya Adalah Torpedo Berjiwa…”

Komandan Satuan Kopaska Koarmabar Kolonel Pelaut Baroyo “Kami Dasarnya Adalah Torpedo Berjiwa…”

Posted by Indonesia Mandiri on September 12, 2017

KOMANDO Pasukan Katak atau Kopaska, merupakan salah satu pasukan khusus milik TNI – khususnya TNI AL – yang memiliki pengalaman dan kemampuan tempur tak diragukan lagi. Namanya memang agak jarang terdengar. Masyarakat umum lebih mengenal pasukan khusus seperti Kopassus atau Densus 88. Tetapi justru karena “kerahasiannya” itu, peran Kopaska begitu sangat strategis. Mereka bisa dan layak disejajarkan dengan unit pasukan khusus milik matra lain di TNI AD (Sat 81 Gultor), TNI AU (Den Bravo) atau Polri (Densus 88).


Kopaska

Kopaska berdiri 31 Maret 1962. Di usianya ke 55 tahun, Kopaska sudah cukup matang berada dalam bumi Republik Indonesia. Perannya yang sangat berarti, dimulai ketika RI sedang berusaha untuk merebut Irian Jaya (sekarang Papua). Slogan “Torpedo Berjiwa”, adalah sebuah misi rahasia yang kemudian menjadi doktrin atau nafas para prajurit air seperti Kopaska ini. Karena dengan misi “Torpedo Berjiwa”, dulu, sudah ada rencana ingin meledakkan Kapal Induk Belanda Karel Doorman yang berlabuh di perairan Irian. Misi itu memang batal, karena masalah perebutan Irian akhirnya bisa diselesaikan lewat meja perundingan (meski RI sudah mengerahkan sebagian besar kekuatan tempurnya dari semua matra ABRI).


Masih dalam rangka Hut TNI AL ke-72 tahun (10 September), di bawah ini, Indonesiamandiri mendapat kesempatan mewawancarai orang nomor satu di Satuan Kopaska Koarmabar. Namanya Kolonel Pelaut Baroyo Eko Basuki SH, yang menjabat sebagai Dansatkopaska Koarmabar sejak Mei 2016 dan sebelumnya Wakil Komandan Satkopaska di Koarmatim. Berikut petikan wawancaranya dengan AAL angkatan 41-1995 ini di ruang kerjanya di Pondok Dayung, Jakarta Utara:


Indonesiamandiri (IM). Terkait Operasi Trikora dahulu, apakah ini yang membentuk karakter Kopaska?


Kolonel Baroyo (KB). Kalau melihat dari sejarah, Kopaska ini dibentuk, kepentingannya adalah, pertama terkait dengan Operasi Trikora untuk merebut Irian. Jadi saat itu Presiden Soekarno dalam rangka mempertahankan keutuhan NKRI intinya jangan sampai Irian Jaya itu lepas. Makanya harus dikirim pasukan kesana. Ternyata setelah itu baru sadar, bahwa sebelum pasukan mendarat, mesti ada operasi amphibi. Pasukan pendahulu. Mesti ada pasukan untuk mempersiapkan pendaratan. Ternyata Indonesia belum punya. Di situlah cikal bakalnya Kopaska muncul.


Makanya dirasa perlu membentuk pasukan yang tugasnya melakukan tugas-tugas tersebut. Tugas pokoknya disamping menyiapkan pantai pendaratan, melaksanakan sabotase instalasi musuh disekitar pantai pendaratan , pengamatan obyek-obyek vital musuh, pos-pos jaga musuh, meriam pantai, radar, dan lain-lain, yang sekiranya bisa mengganggu proses pendaratan nantinya.


Kopaska

Termasuk juga tugas pokoknya saat itu, melakukan serangan terhadap Kapal Komando Belanda, Karel Doorman. Untuk mempersiapkan penghancuran kapal itu, Kopaska menyiapkan strategi “Torpedo Berjiwa”. Tapi bukan berarti sebuah torpedo yang diawaki seorang. Intinya, speedboat berkecepatan tinggi dimuati bahan peledak dan dilengkapi kursi pelontar. Rencananya speedboat itu dikemudikan secara cepat kearah kapal musuh dan setelah itu operatornya akan meninggalkan boat tersebut dengan menggunakan kursi lontar.


Tetapi akhirnya Belanda memilih ke meja perundingan, sehingga perang terbuka tidak jadi dilaksanakan. Dari sejarah itulah yang membentuk karakter Kopaska yang ada sampai sekarang. Jadi kami dasarnya adalah torpedo berjiwa dan operasi ampibi. Tugas2 pasukan katak lebih ke frogmen tadi, yaitu di bawah air. Makanya kami juga disebut combat bomber, combat diver.




  1. IM. Para prajurit Kopaska yang terlibat dalam Operasi Trikora ada yang masih hidup?

  2. Kebanyakan sudah meninggal. Terakhir Laksamana Oerip sudah wafat. Ada satu di Makassar, tetapi sudah sulit bicara karena kondisi kesehatannya dan usianya 80an tahun. Kapten Kalambu namanya. Yang operasi Dwikora masih ada beberapa. Nandar dan Sudirman waktu Dwikora pernah tertangkap musuh di Malaysia, tetapi akhirnya bisa meloloskan diri.

  3. Lalu, bagaimana perjalanan Kopaska berikutnya?


KB.Khususnya perkembangan pembangunan TNI AL 2016 dan mengalami pembaruan di awal 2017, bahwa dengan pembentukan armada besar sudah disetujui secara bertahap menjadi tiga Armada (selama ini hanya dua, yakni Armabar dan Armatim). Kami pun Kopaska mengikutinya dengan mengarah kesana. Dengan nantinya ada tiga Armada (Barat, Tengah, Timur), sehingga pola pengembangan SatKopaska juga akan mengikuti pengembangan armada tersebut. Jadi nantinya ada tiga satuan. Paralel dengan itu, kami juga sudah mempersiapkan organisai baru, yaitu PusKopaska (Pusat Komando Pasukan Katak). Kalau Satkopaska ada di masing-masing armada yang melaksanakan tugas operasional, sedangkan Puskopaska nantinya berada di Badan Pelaksana Pusat yang tempatnya di Mabesal. Di bawahnya KSAL langsung dan tugasnya adalah pembinaan kekuatan dan kemampuan.


Nanti segala bidang baik personil, materil, sistem, metode, doktrin, akan dilaksanakan di Puskopaska. Ini sudah disetujui oleh Mabesal. Puskopaska akan dipimpin oleh Kolonel Senior, Kalau di satuan oleh Kolonel Promosi.




  1. Bagaimana dengan pengembangan kemampuan alutsistanya?

  2. Tentunya juga disesuaikan dengan doktrin tadi, karena Kopaska adalah penyelam tempur kan. Sehingga peralatan tempur dan alutsista arahnya kesana. Ada rencana penambahan, seperti peralatan selam, underwater boat dan pendukungnya (baik yang untuk kapasitas 1-2 orang hingga lebih)..

  3. Berarti tantangan di dalam Kopaska sendiri yang harus dibenahi masih banyak ya?

  4. Banyak sekali yang harus dibenahi di sini, baik materil maupun personel. Perlu anggaran yang cukup besar memang untuk membangun pasukan khusus. Kita setiap tahun memberikan laporan kepada pimpinan untuk pembangunan dan penguatan kemampuan, baik dari segi fasilitas, organisasi serta rencana mendirikan Puskopaska. Pendidikan mulai disesuaikan dengan perkembangan saat ini untuk mencetak para prajurit Kopaska yang handal.

  5. Tempat Pusat Pendidikannya di mana?

  6. Pendidikannya di Surabaya, namanya Sekolah Pasukan Katak, Di bawah Pusat Pendidikan Khusus (Kodiklatal).

  7. Saat ini jumlah kekuatan yang ada apakah mencukupi?

  8. Intinya tersebar di mana-mana, ada di MabesAL, pangkalan-pangkalan dan daerah. Jumlah di sini cukup lah untuk menjawab semua tantangan yang harus dihadapi oleh TNI. Nanti bila sudah ada pengembangan tiga Armada, akan ada percepatan penambahan jumlah personilnya juga di sini. Karena bila armada sudah menjadi tiga, peralatan-peralatan  juga bertambah, begitu pun pasukanya.

  9. Bagaimana proses rekrutmen menjadi anggota Kopaska?

  10. KB. personil Kopaska diambil dari anggota TNI AL non marinir. Semua korps di TNI AL boleh masuk Kopaska. Syaratnya anggota TNI AL aktif. Statusnya sudah tentara selama dua tahun. Diharapkan yang sudah berdinas di satuan-satuan operasional, khususnya di kapal-kapal perang. Sehingga sudah mengetahui operasi laut secara umum. Sudah terbentuk jiwa atau mental baharinya. Karena tugas pokok Kopaska adalah peperangan laut khusus (naval special warfare). Nanti ada peningkatan atau jenjangnya di dalam spesialisasi di Kopaska.


Jadi dari Tamtama, Bintara dan Perwira, akan melalui seleksi. Setelah lulus, akan mengikuti pendidikan selama sepuluh bulan di Surabaya. Di sini akan mengikuti pendidikan operasi darat, gunung, hutan (itu sebagai dasar). Lalu materi udara adalah terjun, baik statik maupun free fall. Lalu ada juga dasar-dasar2 demolisi, menembak,pengetahuan Intelijen, EOD (Explosive Ordonance Disposal),Semua kemampuan dasar tersebut adalah untuk menunjang peperangan laut khusus.


Dalam pelaksanaan pendidikannya, semua lepas pangkat. Pangkat yang disandang sementara tidak berlaku selama 10 bulan itu. Ini ciri khas di Kopaska di banding di pasukan khusus lainnya. Bedanya kami pasukan kecil dengan pasukan besar adalah, namanya komandan dengan anak buah hampir sama kerjanya. Kalau tim harus menyusup dengan berenang, maka komandannya juga harus berenang.


Diharapkan dengan lepas pangkat lebih menyatu dan solid dalam tim. Lebih satu jiwa. Karena kalau kita mengacu kepada doktrin tadi, “Torpedo Berjiwa”, maka Kopaska boleh dibilang “Pasukan Berani Mati”. Doktrin ini masih berlaku sampai saat ini, walaupun tentunya tidak ada komandan yang ingin anak buahnya gugur begitu saja. Saya pun sebagai Dansat harus menyiapkan pasukan  apabila berangkat ke medan perang, mereka “menang dan hidup” sampai kembali.  




  1. Dalam pendidikan itu, ada istilah tidak lulus juga kah?

  2. itu pun bagian dari seleksi. Ada memang yang tidak lulus. Itu juga yang membuat khas di Kopaska. Karena yang lulus seleksi, bukan berarti nantinya akan lulus di akhir pendidikan 10 bulan  untuk berhak disematkan brevet Kopaska.


Hal lain yang khas dalam pendidikan di Kopaska adalah apa yang disebut tahap hell weeks . Selama seminggu siswa ditekan, yang boleh jadi itu diluar batas kemampuan manusia baik secara fisik dan mental. Kita tidur tiap hari bisa tiga jam saja sudah bagus. Dalam tiga jam itu pun kita masih diganggu. Tidurnya juga tidak darat. Kadang di air atau rawa, dan di tahap inilah sebagian besar peserta pendidikan banyak yang gagal. Memang dalam pendidikan itu, kita lebih banyak di air dibanding di darat.      


IM.Ssetelah lulus pendidikan 10 bulan?




  1. Setelah selesai pendidikan, akan ditempatkan di dua satuan Satkopaska yang ada sekarang, Armabar atau Armatim. Disatuan masih harus mengikuti orientasi, seperti pengenalan lingkungan satuan, pemahaman hal teknik, yang kira-kira memakan waktu setahun, baru bisa mengikuti penugasan operasional.

  2. Operasi besar apa saja yang pernah dilakukan?

  3. Kita ikut dalam beberapa operasi penting, seperti di Timtim, Aceh, Papua, Ambon. Di Somalia saat pembebasan Kapal Sinar Kudus (ada empat tim diterjunkan di sana. Satu tim 10 orang) Operasi SAR juga banyak, seperti musibah Airasia, Pesawat Silkair di Palembang, dan lain-lain. Sekarang di Selat Malaka, yang banyak orang bilang “the most dangerous water in the world”, kini  sudah bersih. Di sana ada tim, yang disebut Satgas WFQR (Western Fleet Quick Response) Koarmabar untuk memaksimalkan kekuatan wilayah baik di Lantamal, Lanal, Posal. Di dalamnya itu Kopaska bergabung. Sekarang sudah bersih. Perompakan bisa dibilang sudah nol. Saat pembebasan WNI dari gerombolan Abu Sayyaf di Filipina Selatan, Kopaska juga terlibat.

  4. Mengenai latihan militer dengan negara asing?

  5. Kami rutin melakukan latihan bersama dengan US Navy Seal setahun sekali, bergantian tuan rumahnya. Materinya cenderung ke naval special warfare. Kalau dengan Singapura, lebih ke arah naval EOD (penjinakkan bahan peledak, ranjau serta sumber bahan peledak yang cenderung berada di dan dekat air), dengan Special Services Group dari Pakistan, dengan Pasukan Khas Malaysia yang terangkum dalam Malindo. Tahun depan baru akan dimulai latihan dengan Thailand (Thai Seal).


Tugas lain Kopaska terlibat dalam misi perdamaian dunia (Peace Keeping Forces), misalnya di Lebanon sebagai maritime task force, yang di darat juga. Di Sudan, Bosnia, Kamboja. Hampir semua tugas-tugas yang melibatkan TNI, kita dilibatkan.




  1. Kalau dari Kopaska melatih pasukan negara lain apakah pernah?

  2. Dulu memang pernah, seperti Pasukan Khas Laut Malaysia (Paskal), pendidikannya di Surabaya. Setelah mereka selesai pendidikan, kemudian mendirikan Paskal Malaysia itu.

  3. Harapan Komandan sendiri untuk Kopaska kedepan?

  4. Memasuki usia tahun ke 55, saya pikir sudah cukup usia, sudah waktunya Kopaska lebih profesional. Kami memang tidak perlu terlalu besar. Tidak perlu secara kuantitas. Tetapi lebih ke kualitas baik dari segi personil, materil dan lain-lainnya. Memang sudah waktunya pasukan laut dibesarkan. Mengingat kebijakan Presiden sekarang Joko Widodo, poros maritim dunia, di mana di dalamnya tercakup pertahanan maritim. Kami termasuk di dalamnya itu, maka sudah sepantasnya Kopaska dibesarkan. Dengan pengembangan Angkatan Laut, maka kami di Kopaska dengan sendirinya juga turut berkembang kemajuannya (ab).


Foto: Dokkopaska/abri


        

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala