Home » » Abdul Kholik : Ketidaksengajaan Pembawa Berkah

Abdul Kholik : Ketidaksengajaan Pembawa Berkah

Posted by INDONESIA MANDIRI on Senin, 20 Februari 2017

Yogyakarta (IndonesiaMandiri) - Yang hobi berkaos dengan corak tulisan bermakna, boleh coba memilih produksinya Mbelinger, yang berpusat di Jalan Kebun Raya 43, Yogyakarta. Pesan yang disampaikan dalam kaos produksi Mbelinger, utamanya adalah kata-kata bijak Jawa. Disamping itu, ada juga yang bernuansa sindiran atau candaan.

Abdul Kholik, salah satu pendiri sekaligus pemilik Mblinger, mengatakan bahwa usahanya ini memang berusaha menampilkan pesan-pesan moral yang hidup dalam tradisi budaya Jawa. Tetapi ia juga mengakui, bahwa tak menutup kemungkinan dalam perkembangannya kedepan, bisa juga budaya lain di Indonesia dapat dijadikan model juga dalam produksi kaos atau merchandise. Untuk melihat lebih lengkap produknya, bisa klik di mbelinger.com

Di bawah ini wawancara singkat InddonesiaMandiri bersama Abdul Kholik, yang juga alumni Filsafat dari Universitas Islam Negei Sunan Kalijaga, Yogyakarta:

IndonsiaMandiri (IM). Apa latar belakang berdirinya Mbelinger Jogja?

Abdul Kholik (AK). Usaha kaos ini bermula dari ketidaksengajaan (melampaui ekspektasi) karena hanya sekadar aktivitas kreatif berbahan ungkapan dalam tradisi tutur masyarakat Jawa, baik yang bijak, lucu, ringan, dan ataupun berat. Seiring berjalanya waktu, dari sosial media banyak permintaan untuk diimplementasikan dalam desain produk kaos dan atau merchandise lainnya.

IM. Alasan memilih materi pesan berbahasa Jawa?

AK. Kami bermukim dan melakukan aktivitas kreatif di Yogyakarta. Anda tentu tahu bahwa Yogyakarta sebagai daerah eks-pusat pemerintahan kerajaan di masa lampau, ternyata hingga sekarang masih memiliki pengaruh yang kuat dalam kapasitasnya sebagai barometer pelestarian dan pengembangan kebudayaan Jawa.  Realitas itu mempengaruhi  kami. Kami tidak bermaksud mengabaikan kebudayaan etnis lain di Indonesia. Hanya inginkan fokus mengeksplorasi apa-apa yang berada dekat dalam jangkauan pengamatan kami lebih dulu.

IM. Target yang hendak dicapai?

AK. Kami ingin Mbelinger Jogja pada saatnya nanti berhasil menjadi salah satu destinasi wisata wajib di Yogyakarta oleh karena keutuhan konsepnya.

IM. Kiat dalam rangka berkompetisi dengan brand lain?

AK. Terus membangun keunikan, mempromosikan, meyakinkan orang-orang mengenai kebenaran promosi kami, sehingga mereka berkenan membuktikan sendiri. Sederhananya, ini lebih dari perkara sensasi.

IM. Tentang kemungkinan membuka cabang?

AK. Sampai hari ini belum ada rencana membuka outlet baru di Yogya maupun di kota lain. Kami ingin mengoptimalkan gerak usaha di satu tempat yang sudah dikenal ini hingga sempurna sesuai idealisme kami, dan tentu juga melalui proses dialektika dengan kehendak konsumen (abri).

Foto: abri&dok mblinger

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala