Home » » Ngawi Bakal Jadi Perhatian Dunia

Ngawi Bakal Jadi Perhatian Dunia

Posted by INDONESIA MANDIRI on Desember 01, 2015

Ngawi (IndonesiaMandiri) – Kota yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini, sebenarnya tak terlalu banyak dilirik. Terlebih, Ngawi yang lebih tepat berada di sisi Baratnya Jawa Timur, hanya merupakan lintasan bagi siapapun yang ingin menuju Solo, Surabaya, atau sebaliknya, maka Ngawi pasti akan dilaluinya.
Tetapi, lima tahun terakhir ini, di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Budi Sulistyono (2010-2015) atau lebih akrab di masyarakat Ngawi dipanggil Mbah Kung,  perlahan tapi pasti, kota yang di zaman Belanda sempat menjadi wilayah strategis untuk menghadang perjalanan Pangeran Diponegoro, mulai bersolek.
Alun-alun di tengah kota Ngawi, disamping dipenuhi kuliner, juga dilengkapi sarana berselancar di dunia maya (wifi). Tak pelak, setiap malam ramai remaja dan masyarakat umumnya bercengkerama di sini sekedar untuk menghabiskan waktu.
Tetapi yang tak kalah menariknya, di Ngawi ternyata menyimpan sebuah potensi wisata sejarah dan alam menakjubkan. Salah satunya adalah peninggalan warisan temuan sejarawan asing tentang cikal bakal mulanya manusia nusantara. Fosil yang diketahui berusia sekitar satu juta tahun lalu ini kemudian dikumpulkan dalam sebuah museum mini  dengan nama Trinil.
Museum Trinil ini lokasinya di pinggiran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dusun Pilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, yang berjarak 15 kilometer di sebelah barat Kota Ngawi. Fosil tua ini jika kelak dikemas lebih rapih dan baik, sudah pasti akan menjadi incaran masyarakat dunia yang gemar mempelajari asal-usul manusia khususnya dan masyarakat lain yang gemar wisata alam umumnya.
Mbah Kung, yang kini sedang mencalonkan kembali untuk periode lima tahun kedua memimpin Ngawi, sudah bertekad akan mengangkat potensi wisata Museum Trinil ini untuk lebih mengemuka lagi. “Disamping Trinil ini, jejak benteng Van Den Bosch atau sering disebut Benteng Pendem yang waktu tahun 1800an dipakai untuk mengepung Pangeran Diponegoro juga sangat baik untuk diangkat sebagai potensi wisata,” sambung Mbah Kung.
Dengan tidak mendahului hasil Pemilukada pada 9 Desember nanti, peluang menang Mbang Kung sudah ditangan karena semua kekuatan parpol mendukungnya. “Calon bupati yang besok ini hanya satu sebenarnya kok. Tapi karena ada aturannya harus dua calon, ya dimunculkanlah lawan dari non parpol atau independen,” kata Satrio, warga Ngawi.
Apapun hasilnya nanti, Ngawi memang sudah waktunya tak dilihat sebelah mata oleh siapapun juga. Sebagian potensi yang ada seperti disebutkan di atas, meski sudah masuk dalam kawasan cagar budaya, tak ada salahnya juga didaftarkan ke lembaga warisan dunia seperti UNESCO. “Masyarakat Ngawi harus bangga bahwa daerahnya dikenal dengan potensinya yang ada,” tegas Mbah Kung kepada Indonesiamandiri (abri)
Foto: abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala