Home » » " God Father atau Good Father "

" God Father atau Good Father "

Posted by INDONESIA MANDIRI on September 24, 2015

Cianjur (IndonesiaMandiri) - Mungkin kata-kata diatas lebih tepat disematkan, kepada para politikus yang sudah menempati posisi strategis di gedung rakyat yang terhormat. Kenapa, karena mereka telah melakukan manuver politik yang luar biasa tidak terhormat sampai detik ini. Tapi kita boleh berbangga hati dengan kepemimpinan Presiden kita saat ini, walaupun begitu banyak cemoohan dari berbagai kalangan dalam serta luar negeri, tetapi dia menampilkan figur sederhana dari awal menjabat sebagai walikota, sampai menjadi kepala negara republik ini.

Bagi kelompok tertentu gaya sederhananya, mungkin saja sebuah rekayasa politik atau hanya pencitraan semata. Tetapi sebagai orang awam justru saya melihat itu sebagai kesederhanaan dalam sebuah kotak Pandora negeri ini.
Dan satu-satunya yang tersisa dalam kotak Pandora negeri ialah "Harapan", bahwa kelak negeri ini bisa kembali berdaulat dalam Frame Kesaktian Pancasila.

Banyak kalangan menilai politik bangsa ini sudah terjerambab politik asing, yang sementara mereka juga bermain dalam lingkaran yang sama. Kenyataannya  mereka hanya berteriak dalam ruangan kosong melompong, kemudian hanya mendengar suara mereka sendiri. Dan terus menerus mereka lakukan secara Terstruktur, Sistematis serta Massive.

Seandainya para politikus mau belajar tentang, bagaimana para Leluhur membangun Citra Bangsa ini, mungkin saja tidak akan banyak yang bergaya ala "GodFather", yang semestinya menjadi "GoodFather", bagi anak-anaknya sendiri.  Toh solusi akhir pun tidak pernah mereka gulurkan untuk negeri ini, hanya celotehan yang hanya membuat semua menjadi lebih kotor seperti halnya kali ciliwung.
Sepatutnya para politikus yang senang berkicau seperti layaknyab"Love Bird", mulai berfikir bagaimana mencari solusi terbaik bagi negeri ini kedepannya, yang tentunya menggunakan cara-cara yang baik pula. Karena hasil yang baik, tentunya dilakukan dengan cara yang baik pula.

Seyogyanya kita mulai mengedepankan azas moral Pancasila, dalam rangka "Revolusi Mental", yang sedang digadang-gadang pemimpin bangsa saat ini, sehingga kita pantas menyandang "Pusat Peradaban Dunia", bukan malah menjadi "Pusat Azab Dunia" (Firmansyah Mawero)
Salam Nusantara

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala