Home » » “Orang NTT Terima Tamu Seperti Raja”

“Orang NTT Terima Tamu Seperti Raja”

Posted by INDONESIA MANDIRI on Agustus 23, 2015

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Festival Adventure Indonesia (FAI) atau Festival Bahari Alor akan digelar lagi September mendatang di Nusa Tenggara Timur. Kali ini tempat yang dipilih adalah Pulau Alor, yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. FAI pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Lembata, NTT pada 24-28 September 2014.
Alor bisa diartikan juga dengan “Alam Lestari Orangnya Ramah”. Kamis lalu (20/8), sejumlah pejabat Kabupaten Alor mengadakan jumpa pers bersama Menteri Pariwisata di Kemenpar. Intinya adalah, mempromosikan FAI dan mengundang siapapun untuk bisa menikmati festival tahunan yang sangat luar biasa keunikannya.
Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus konseptor festival bergengsi ini, Adi Gerimu, sudah sejak lama mempromosikan NTT ke berbagai penjuru, baik di dalam maupun luar negeri. Adi yang juga memanfaatkan jaringan dunia maya untuk memperkenalkan NTT melalui portal Way 2 East, sangat optimis bahwa festival yang kedua ini akan banyak menyedot banyak pengunjung dari dalam dan luar negeri. Berikut petikan wawancaranya dengan Indonesiamandiri:
(T: Tanya). Apa yang melatarbelakangi festival ini dilaksanakan?
(J: Jawab). Niat saya ingin membangun Pariwisata NTT. Tetapi banyak sekali teman-teman Travel Agent yang bilang NTT mu itu belum siap dijual karena keterbatasan akomodasi, transportasi, sumber daya manusia, dan lain-lainl. Walaupun potensi wisatanya sangatlah luar biasa banyaknya mulai dari Alam, budaya, laut, Gunung, dan lain sebagainya.
Butuh waktu sekitar dua tahun untuk analisa cara dan strategi yang tepat untuk membangun Pariwisata NTT. Berkembang beberapa ide dari teman-teman maka saya menyimpulkan harus membuat Festival yang bertema Petualang karena alam NTT mendukung sekali untuk berpetualang. Maka muncullah nama Festival Adventure Indonesia, karena Festival ini bertemakan Adventure, maka sudah tidak ada masalah lagi bagi Wisatawan dengan kondisi NTT yang sangat terbatas. Soal akomodasi, peserta bisa nginap di rumah penduduk atau Kampung Adat atau Kamping dan makanan lokal. Untuk transportasi darat, peserta bisa menggunakan Truk Kayu, bis yang seadanya, Jeep (panser bahasa di NTT), angkutan antar kota bisa sebagai alat transportasi.
Untuk SDM, bagusnya orang NTT, sangat ramah dengan pendatang atau tamu, mereka akan terima tamu seperti raja, apa yang ada dirumah mereka mereka akan keluarkan yang terbaik untuk tamu mereka. Walaupun mereka tidak dibebali pendidikan cara menerima tamu tapi adat-istiadat inilah yang membuat saya yakin tamu tidak akan kecewa saat menginap di rumah penduduk. Sedangkan konsumsi, peserta Adventure sangat suka makan makanan lokal atau makanan khas daerah2 di NTT. Kesimpulannya, NTT sudah siap menerima wisatawan yang mau berpetualang/beradventure di NTT.
T. Apa tidak terkesan terlalu banyak dalam festival kali ini yang akan dijual ke para tamu?
J. Setiap daerah/Kabupaten yang menjadi tuan rumah Festival Adventure Indonesia memiliki potensi yang berbeda-beda. Seperti di Lembata tahun 2014 lalu kami hanya melakukan tiga kegiatan yaitu: Trekking, Fotografi dan Culture Tour. Nah, di FAI Alor 2015 ini ada lima kegiatan: Diving, Cycling, Trekking, Fotogradi dan Culture. Karena Alor secara infrastruktur sudah lebih siap dari Lembata dan potensi seperti Diving sudah lama terkenal. Jadi kita tidak fokus pada satu kegiatan saja karena kita melihat minat pasar, masing-masing kegiatan diatas memiliki pasar yang berbeda dan semua ada pasarnya.
T. Berwisata ke NTT banyak yang mengatakan mahal biayanya. Bagaimana menurut anda?
J. Memang betul ke NTT masih mahal Transportasinya karena baru beberapa penerbangan saja yang kesana. Apalagi kalau ke daerah-daerah kecil sangat sulit transportasi, sehingga biaya operasional tinggi, harganya ikut tinggi. Mudah-mudahan kedepan dengan terus kita menciptakan Festival-Festival baru di NTT, semakin banyak wisatawan ke NTT, perusahaan penerbangan semakin banyak dan otomatis biaya transportasi menjadi bisa ditekan lagi atau lebih terjangkau. Tetapi kalau dilihat dari kekayaan alam NTT, memang juga harus dijual mahal. Artinya orang akan bayar mahal untuk bisa melihat alam yang masih asli ini.
T. Siapa pengunjung wisata yang dominan ke NTT?
J. Sampai tahun 2015 ini wisatawan nusantara masih dominan di bandingkan dengan wisatawan mancanegara, karena alasan jaraknya lebih dekat dan wisatawan nusantara bisa beberapa kali dalam satu tahun. Sekarang yang dominan dari Jakarta. Daerah tertentu seperi Komodo, Kelimutu yang dominan dari wisatawan mancanegara, seperti Eropa dan Australia paling banyak.
T. Apa target yang mau dicapai dari festival ini?
J. Alor harus di kenal di dalam negeri (Sabang sampai Merauke) dan juga luar negeri Asia, Australi dan Eropa. Sehingga pada tahun berikutnya akan sangat mudah mendatangkan wisatawan ke Alor. Tahun ini banyak sekali media Elektronik, Cetak dan online yang akan hadir di Alor untuk meliput. Media Asing ada 10 dari Asia Tenggara. Pra-event: Alor di promosi di stasiun TV nasional, TV di bandara-bandara (Medan, Bandung, Soekarno Hatta (1 & 2), Makasar, Surabaya dan Kupang). Media online & media cetak di Jakarta. Kalau di cari di google dengan keyword “Festival Adventure Indonesia Alor” atau “Festival Bahari Alor” muncul lima halaman lebih muat tentang Alor (Taruna).
Adi Gerimu, Ketua Pelaksana Festival Adventure Indonesia
Sumber Foto : Dok Istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala