Home » » Jas Merah

Jas Merah

Posted by INDONESIA MANDIRI on Kamis, 31 Juli 2014

Blitar (Indonesia Mandiri) - Bung Karno selalu mengingatkan kita dengan yargon yang terkenal dengan "Jas Merah" - Jangan Sampai Melupakan Sejarah. Kata-kata tersebut adalah sebuah ajakan yang halus, dan padat makna.

Awalnya tampak "Jas Merah" tak bermakna...
Saya mencoba menterjemahkannya dengan kata-kata orang bodoh seperti saya ini. Bahwa banyaknya budaya impor yang dibawa oleh dua bangsa yang sangat berpengaruh dalam perubahan peradaban budaya kita.

Salah satu ajakan mereka yang sudah merasuki "Nilai-nilai Pola Pikir Bangsa Ini" adalah "Memaafkan Secara Total" dengan ditambah oleh embel-embel "Tuhan saja bisa memaafkan, masa kita tidak bisa memaafkan."

Kalau saya mencoba berfikir secara psikologis. Sebagai perumpamaan atau contoh : Kita memang harus memaafkan orang yang berbuat salah kepada kita / menipu kita, agar kita tidak memiliki "Deposit Pikiran Negatif" yang dapat merusak "Pikiran Positif" kita sendiri.

Tetapi bukan berarti kita melupakan kesalahannya itu sendiri, dan memulainya lagi dari nol, Kalau begitu pola pikirnya, maka kita akan tertipu untuk kedua kali, dan seterusnya.

Persoalannya, mereka menambahkannya lagi dengan kata kunci, "Jangan Lihat Siapa yang Berbicara, tetapi Pahami Maknanya." Sebagai perumpamaan atau contoh : Orang yang telah menipu kita, mengatakan dan menasehati kita bahwa, jangan mengingat-ingat kesalahan orang lain, karena hanya akan membuat sakit pikiran kita. Apalagi kalau dia menambahkan bahwa, kesalahan itu mungkin adalah sebuah ke-khilafan.

Setelah kita pahami dan resapi, maka mereka (si penipu), bisa menipu kita lagi, dan begitu seterusnya... Karena kita sudah menjadi "Kledai" bagi mereka.

Itulah mengapa saya sebut;  Pengaruh Budaya Barat dan Timur Tengah, merupakan Bentuk Penjajahan Terselubung

Kalau kita perhatikan lebih jauh lagi, tidaklah mengherankan kalau banyak permasalahan di Bangsa ini yang menjadi blunder dalam penyelesaiannya.

Jadi "Jas Merah" harus menjadi pegangan kita dalam membangun Bangsa ini. Karena dengan demikian, Bangsa ini akan dapat tetap hidup dengan "Pikiran Sehat."

Maafkan kesalahan orang yang berbuat salah kepada kita, jangan lupakan kesalahannya, agar mereka tidak dapat menipu kita kembali. Inilah pola hidup dengan "Pikiran Sehat."
Sapto Satrio Mulyo
Foto : Istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri