Home » » Pariwisata Di Nongsa Sangat Terdampak Pandemi

Pariwisata Di Nongsa Sangat Terdampak Pandemi

Posted by Indonesia Mandiri on Januari 23, 2021

Menparekraf Sandiaga Uno bersama pejabat Pemda Batam (tengah, jaket biru) dengan latar Marina Nongsa

Batam/Kepri
 (IndonesiaMandiri) – Saat ini saya meninjau Nongsa Point Marina. Dari penjelasan yang saya dapatkan, kita mengalami keadaan yang cukup berat akibat dampak dari pandemi," kata Menparekraf Sandiaga Uno, di Batam, Kepulauan Riau/Kepri (22/1).

Dari penjelasan GM Nongsa Point Marina & Resort, Erhard M. Rueber, wisatawan mancanegara/wisman, khususnya asal Singapura merupakan pasar terbesar di unit atraksi dan amenitas miliknya. Namun, sejak pandemi, jumlahnya menurun signifikan. "Jumlah wisatawan mancanegara menurun drastis, saat ini kami fokus pada wisatawan nusantara/wisnus dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," aku Erhard.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), secara kumulatif pada Januari-November 2020, jumlah kunjungan wisman ke Kepri turun 84,08 persen dibanding periode sama di 2019. Yaitu dari 2.587.881 kunjungan menjadi 411.913 wisatawan. Wisman asal Singapura merupakan paling banyak berkunjung ke Kepri pada periode tersebut. Yakni 44,82 persen dari total seluruh kunjungan wisman yang masuk ke Kepri atau sebanyak 184.633 wisatawan.

Nongsa merupakan kawasan pariwisata yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai pilot project penerapan adaptasi kebiasaan baru oleh Pemerintah Kota Batam.  Nongsa Marina Point & Resort, salah satu destinasi favorit bagi wisnus maupun wisman. Disini ada marina yang bisa menjadi lokasi sandar wisatawan yang menggunakan yacht. Resort ini juga dilengkapi amenitas lain seperti lapangan golf berstandar internasional.

Menparekraf optimistis sektor parekraf di Kota Batam, dan Kepri pada umumnya, dapat segera bangkit dengan semangat inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Dalam waktu deka, tambah Sandiaga, Pemerintah akan meluncurkan program #BanggaBerwisataDiIndonesia. Tujuannya, untuk memberikan insentif bagi wisnus dalam perjalanan ke destinasi berbasis alam.

"Kita mempunyai keindahan alam yang luar biasa, kita punya juga potensi-potensi pariwisata termasuk di Batam, Bintan, dan Provinsi Kepri ini. Provinsi Kepri merupakan salah satu dari tiga pintu gerbang masuknya wisatawan mancanegara terbesar sehingga segala sesuatunya perlu disiapkan untuk segera bangkit termasuk penanganan di sisi kesehatan dari Covid-19," puji Sandiaga.

Batam dan Bintan, dikatakan Menparekraf, menjadi salah satu destinasi yang memungkinkan untuk lokasi penerapan konsep travel bubble karena lokasinya dekat dengan Singapura dan Malaysia. Rombongan Sandiaga juga meninjau Kinema Infinite Studio dan Nongsa Digital Park yang memiliki potensi tidak hanya pariwisata, tapi juga ekonomi kreatif (ag/ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri