Home » » FAO Puji Kemajuan Perhutanan Indonesia

FAO Puji Kemajuan Perhutanan Indonesia

Posted by Indonesia Mandiri on Januari 01, 2021

Perwakilan Badan Pangan dan Pertanian Dunia atau FOA untuk Indonesia Richard Trenchard
Jakarta (IndonesiaMandiri) –  "Status Hutan Indonesia 2020 merupakan laporan yang sangat signifikan, ekspresi jelas dari komitmen Kementerian terhadap transparansi, benar-benar tepat waktu dan ditulis dengan sangat baik. Poin terakhir ini penting. Artinya laporan tersebut dapat dibaca secara nasional dan internasional. Dan itu perlu dibaca," ucap Richard Trenchard, FAO Representative ad interim untuk Indonesia, dalam acara Refleksi: SOIFO 2020, Hints dan Seek 2021 di Jakarta (30/12).

Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) yang berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memuji kemajuan perhutanan Indonesia di 2020. Pendekatan  pemerintah Indonesia dengan memiliki 120 juta ha, termasuk 93 juta ha tutupan pohon, disebutnya luar biasa.

Karena berhasil menggabungkan komitmen internasional dan nasional yang kuat, Undang-undang yang kuat, penggunaan solusi digital inovatif untuk mendorong kebijakan dan pengambilan keputusan berbasis bukti, pengaturan tata kelola yang sangat berkembang yang melibatkan semua tingkat pemerintahan, serta komitmen kuat memberi solusi berorientasi komunitas. Semua fakta diatas, kata Trenchard, tersajikan secara baik dalam State of Indonesia’s Forests (SOIFO) 2020.

Kemajuan perhutanan Indonesia dikatakannya tersaji dalam tujuh bab laporan SOIFO, berisikan sejumlah besar data terkini, menggunakan serangkaian alat dan analitik mutakhir. Ini memberikan banyak analisis dan informasi tentang situasi dan apa yang sedang dilakukan, terutama oleh pemerintah, dan juga menandakan sejumlah arah masa depan yang jelas dan penting.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Ibu Siti (Menteri LHK) dan semua kontributor atas laporan yang sangat bagus. Saya yakin dan berharap, ini dapat dibaca secara luas, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia," pujinya.

FAO, tambah Trenchard, telah melihat komitmen Presiden Jokowi dan pemerintah Indonesia pada sektor kehutanan, upayanya mendemokratisasi alokasi sumber daya hutan, mengelola hutan negara secara lestari, mencegah deforestasi dan degradasi sumber daya hutan, memastikan keadilan lingkungan dan persamaan kesempatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Hukum Adat.

"Sebagian besar pekerjaan yang disoroti dalam laporan ini kuat dalam hal hasil dan dalam banyak kasus, sangat inovatif. Inilah mengapa ini menjadi bacaan yang penting, terutama bagi komunitas internasional," terang Trenchard.

FAO menyatakan dukungan pada KLHK yang terlibat langsung di 4 dari 7 “agenda pembangunan” dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk 2020-2024. Trenchard juga menyebutkan apresiasi pihaknya pada penurunan tingkat deforestasi Indonesia di masa pemerintahan ini.

 FAO juga memberikan apresiasi pada upaya pemerintah Indonesia untuk memperkuat konservasi keanekaragaman hayati, konservasi dan restorasi pada 16 juta ha lahan gambut. "Kementerian terutama Direktorat Jenderal KSDAE, telah melakukan pekerjaan dasar penting untuk mengelola tantangan ini secara efektif. Indonesia memiliki 554 kawasan konservasi dengan luas total 27,4 juta hektar. Ini mewakili kemajuan luar biasa," papar Trenchard (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri