Home » » Gairahkan Pariwisata, Masyarakat Jateng Dan Yogyakarta Siap Terapkan Protokol CHSE

Gairahkan Pariwisata, Masyarakat Jateng Dan Yogyakarta Siap Terapkan Protokol CHSE

Posted by INDONESIA MANDIRI on September 06, 2020

Kerjasama lintas lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat menghidupkan kembali sektor parekraf di masa pandemi menjadi kunci utama 
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memuji tingginya kesadaran masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng) dalam menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety and Environmental Sustainability), terutama di destinasi wisata dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Frans Teguh, Staf Ahli bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf/Baparekraf, Frans Teguh, dalam Webinar Tata Kelola Pariwisata Joglosemar Menuju Era Adaptasi Kebiasaan Baru menyampaikan (5/9), “saya mengapresiasi dan memastikan bahwa masyarakat di Yogyakarta dan Jawa Tengah sudah merespons dengan kearifan lokal dan kesadaran bersama dalam menerapkan protokol kesehatan."
Frans mengatakan, apa yang dilakukan masyarakat DIY dan Jateng di era AKB merupakan cermin bahwa kolaborasi dari berbagai pihak seperti warga masyarakat, pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, pengelola destinasi wisata, serta pemerintah setempat merupakan hal yang utama dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY Singgih Raharjo menjelaskan, pihaknya tidak melakukan penutupan destinasi wisata. Namun, penutupan destinasi-destinasi tersebut dilakukan oleh para pengelola destinasi wisata sendiri secara sadar. "Masyarakat Yogyakarta punya semacam modal sosial, sehingga mereka membatasi kunjungan ke destinasi wisata saat awal terjadinya pandemi COVID-19 dan para pengelola destinasi pun menutup lokasi yang ia kelola tanpa ada perintah dari pemerintah provinsi. Selain itu, berbagai kampung di Yogyakarta juga membatasi akses masuk wilayahnya secara mandiri," terang Singgih.
Singgih juga menyebut, “kKami menyusun protokol ini bersama-sama dengan unsur pemerintah kabupaten/kota dan asosiasi pelaku wisata. Aturan-aturan ini juga sudah kami bukukan dan digunakan oleh seluruh asosiasi dan pengelola destinasi wisata." Kini, Pemerintah Yogyakarta berupaya membentuk ekosistem digital di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan meluncurkan aplikasi "visiting jogja". "Jadi melalui aplikasi ini wisatawan bisa melakukan reservasi dan pembayaran hotel serta mengakses berbagai data dan informasi mengenai destinasi wisata di Yogyakarta," tambahnya.
Sementara Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita menambahkan, di masa pandemi COVID-19, mayoritas wisatawan lokal lebih memilih mengunjungi destinasi pariwisata yang dapat dijangkau dengan transportasi darat di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah. "Saat ini orang belum banyak menggunakan transportasi udara karena belum berani terbang, jadi mereka banyak yang memilih untuk ke destinasi wisata lewat jalur darat," ujar Indah.
Terkait hal itu, Indah mengatakan pihaknya beserta sejumlah asosiasi pelaku wisata tengah berupaya menyusun travel pattern yang dapat memberikan pengalaman baru bagi wisatawan yang datang berkunjung ke wilayah koordinatif BOB. "Jadi melalui travel pattern yang baru ini diharapkan bisa meningkatkan durasi kunjungan wisatawan menjadi lebih lama dan memberikan pengalaman baru," ungkapnya (vh/ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala