Home » » Menengok Alutsista Frigate Anti Serangan Udara Denmark

Menengok Alutsista Frigate Anti Serangan Udara Denmark

Posted by INDONESIA MANDIRI on Juli 18, 2020

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Frigate kelas Achmad Yani yang masuk dalam Jajaran kekuatan Armada TNI AL di pertengahan 1980an merupakan salah satu tulang-punggung Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).  Frigate kelas Achmad Yani merupakan frigate kelas Van Speijk bekas Angakatan Laut Kerajan Belanda. Kini TNI AL sedang berupaya mencari pengganti dari Frigatle kelas Achmad Yani tersebut dengan frigate yang baru dan memiliki spesifikasi yang sesuai dengan kemajuan teknologi kapal perang yang ada pada saat ini.

Upaya untuk mendapatkan pengganti tersebut telah dilakukan beberapa tahun terakhir ini.  Salah satunya adalah melihat secara langsung kapal perang calon pengganti tersebut.  Diantaranya adalah frigate kelas Iver Huitfeldt milik Ankatan Laut Kerajaan Denmark.  Sejak tahun 2012 Angkatan Laut Kerajaan Denmark sudah mengoperasikan tiga unit frigate anti-serangan udara ini, yaitu HDMS Iver Huitfeldt (F361), HDMS Peter Willemoes (F362), dan HDMS Niels Juel (F363).

Deskripsi
Frigate kelas Iver Huitfeldt ini dibangun berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari kapal pendukung kelas Absalon terutama rancang bangun hull kapal tersebut.  Selain dari segi teknis, dari segi biaya juga akan lebih ekonomis.  Selain itu, frigate baru ini nantinya juga akan compatible dengan sistem modular kelengkapan misi Angkatan Laut Denmark yang disebut sebagai Modular StanFlex, seperti yang digunakan pada kelas Absalons, dirancang dengan slot untuk enam modul. Masing-masing dari setiap empat posisi stanflex pada deck misil dapat mengakomodasi modul 8-sel peluncur rudal Harpoon Mark-141, atau 12-sel peluncur ESSM VLS Mark-56.

Perbedaan yang ada antara kelas Absalon dan kelas Iver Huitfeldt adalah, Kelas Absalon ditmakan berfungsi sebagai frigate dengan peran sebagai kapal komando dan pendukung, dengan deck ro-ro yang luas.  Sementara frigate baru kelas Iver Huitfeldt lebih difokuskan sebagai kapal anti-serangan udara, atau frigate pertahanan udara, dengan dilengkapi misil Standard, dan kemungkinan dipersenjatai dengan rudal jelajah Tomahawk.

Pembuatannya dimulai pada tahun 2008, dimana pelaksanaan konstruksi block-block dari frigate bafu ini dilakukan di Estonia (Loksa Shipyard Ltd.) dan Lithuania (Baltija Shipbuilding Yard, dari Grup BLRT). Setelah block-block selesai dibuat, baru kemudian di tarik ke galangan kapal Odense Staalskibsværft dimana kapal tersebut

StanFlex mission payload
Apa yang dimaksud dengan StandFlex (dikenal sebagai STANDFLEX atau Standard Flex), yaitu modular mission payload system yang digunakan oleh Kongelige Danske Marine (KDM, Angkatan Laut Kerajaan Denmark).

Awal penyusunan StanFlex system payload dilakukan pada awal 1980an sebagai upaya untuk mengganti beberapa kapal perang kecil dengan satu kelas kapal perang multi-peran - kemudian di aplikasikannada kapal perang kelas Flyvefisken, sistem StanFlex terdiri dari persenjataan dan peralatan yang dipasang dalam satu kontener yang menjadi sebuah standarisasi, yang kemudian akan dimuat kedalam slot pada kapal.  Kontener tersebut dapat dipertukarkan atau dipindah-pindah dalam jangka waktu yang singkat, sehingga kapal dapat berganti peran pada saat diperlukan.

Keberhasilan penerapan sistem muatan modular dalam jajaran Angakatan Laut Kerajaan Denmark ini mengarah pada perancangan kapal perang baru yang dibutuhkan, yaitu dengan slot StanFlex, dan untuk memasang slot pada kapal perang yang sudah ada pada saat kapal-kapal tersebut menjalani program refitalisasi.  Pada tahun 2012 sudah beberapa kapal perang dari berbagai kelas sudah dapat kembali beroperasi dengan dilengkapi sistem StanFlex.

Dengan adanya StanFlex system payload, kapal-kapal perang yang ada hanya dilengkapi dengan peralatan standar kapal perang seperti mesin, eralatan navigasi, sarana pembangkit listrik kapal, serta peralatan misi umum lainnya.  Sementara untuk perangkat yang sangat spesifik dirangkum dalam bentuk modul, yang dapat dipasang ke slot yang sudah menjadi standar diatas kapal pada saat diperlukan.  Sistem muatan modular ini lah yang disebut sebagai StandFlex yang merupakan kependekan dari "Standard Flexible".

Study kelayakan yang dilakukan pada tahun 1983-1984 ini terjelma menjadi Standard Flex 300 yang kemudian diterapkan ada kapal perang kelas Flyvefisken yang dibuat sebanyak 16 unit untuk mengganrikan 22 unit kapal perang dari berbagai kelas.  Kapal patroli baru ini memiliki panjang 54 meter dengan bobot 320 ton. StandFlex dalam bentuk kontener dipasang pada slot, satu dibagian depan dan tiga unit dibagian buritan.

Modul tersebut dirancang oleh Naval Materiel Command and Promecon A/S. Konstruksinya selesai ada tahun 1985 dengan 14 unit kapal (dua diantaranya di batalkan pada tahun 1993) diserah-terimakan ke jajaran Angkatan Laut pada pertengahan tahun 1996.

Modul StanFlex dibuat oleh Monberg & Thorsen. Setiap modul ditempatkan pada kontener dari bahan stainless steel berukuran panjang 3 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 2,5 meter. Memiliki jalir-jalur penghubung yang sangat presisi sehingga modul secara akurat dapat dihubungkan dengan sambungan daya listrik kapal, ventilasi, jalur komunikasi dan data serta saluran air. Sistem persenjataan dipasang pada atap modul, sementara peralatan mesin, elektronik dan peralatan pendukung lainnya berada didalam kontener.

Untuk memasang dan melepas lalu menurunkannya dari kapal, digunakan unit crane mobil dengan kapasitas angkat beban 15 ton. Pemasangan atau pelepasannya dapat dilakukan dalam waktu sekitar 30 menit.

Memang untuk pelatihan personil yang akan mengawaki sistem ini akan memakan waktu yang cukup lama, namun hasilnya, perubahan misi kapal dan pengerahannya dapat lebih efisien dan efektif.  Meja konsol standar berada padabpusat informasi tempur di kapal, kerjanya ditentukan oleh piranti lunak yang di telah di instal, dan konsol dapat dengan cepat diganti-ganti, kemudahan pemasangan dan penggunaannya oleh para awak kapal AL Denmark sering di samakan sengan mainan buatan Denmark yang terkenal, yaitu: "Lego".

Untuk mengurangi kegiatan pemeliharaan, modul yang tidak dipergunakan dapat disimpan di tempat yang aman, dan kapal tidak perlu di non-aktifkan pada saat peralatan memerlukan kegiatan pemeliharaan. Persenjataan dan sistem yang baru, dapat dipasang diatas kapal dengan memasangkannya ke modul.

Saat kapal dipensiunkan dari kedinasannya, modul dapat terus dipergunakan ada kapal lainnya.

Inventaris StanFlex Angkatan Laut Kerajaan Denmark (KDM), untuk tahun 2001
  • 10 unit SSM 2 Mk 141 quad launcher untuk misil RGM-84 Harpoon.
  • 20 unit SAM 6-cell Mk 48 Mod 3 launcher untuk misil RIM-7 Sea Sparrow.
  • 19 unit meriam tunggal Otobreda 76/62 Super Rapid Gun.
  • 4 unit ASW, peluncur impact torpedo MU90.
  • 4 unit VDS akrif/pasif sonar untuk berbagai kedalaman laut, Thales TSM 2640 Salmon.
  • 5 unit Perangkat Komando-Kendali untuk drone pemburu tanjau kelas MSF dan MRD dan ROV Double Eagle.
  • 22 unit Crane hideolik untuk peluncuran/perbaikan RHIB atau penebaran ranjau laut.
  • 2 unit Oceanography
  • 3 unit Anti-Pollution
  • 1 unit modul survey
  • 14 unit Kontener penyimpanan (storage)
  • 1 unit SIGING/ELINT.
Hingga tahun 2006 KDM setidaknya memiliki 101 unit StanFlex dari 11 jenis/type.

Kini Kapal-kapal perang KDM umumnya sudah dilengkapi dengan modul StanFlex, diantaranya Frigate kelas Thetis (HDMS Thetis -F357) dilengkapi 1 slot StanFlex di deck bagian depan dan 2 slot di buritan, kapal,patroli kelas Flyvefisken seperti HDMS Skaden (P561) yang dilengkapi 1 slot di bagian deck depan kapal dan tiga unit di bagian buritan, Frigate kelas Ivar Huitfeldt dipasangi dengan 6 slot StnFlex.

Masuk pasar ekspor
Keberhasilan produksi kapal perang jenis frigate kelas Iver Huitfeldt ini ditindak-lanjuti dengan upaya untuk memasuki pasar ekspor untuk memenuhi kebutuhan angkatan laut negara-negara lainnya.  Untuk upaya tersebut, grup perusahaan Denmark Odense Maritime Technology (OMT) melakukan upaya penjajakan ke beberapa negara, diantaranya;

Kanada
Dalam program lelang pembuatan frigate untuk Angkatan Laut Kanada (Canadian Single Class Surface Combatant Project), frigate kelas Iver Huitfeld yang diajukan oleh Odense Maritime Technology merupakan salah satu kandidat yang turut untuk bersaing dengan ThyssenKrupp Marine Systems dari Jerman.  Namun masih belum jelas kelanjutan dari proses lelang tersebut.

Inggris
Pada akhir bulan Mei 2019, konsoraium yangbtdiri dari Babcock International, BMT Group dan Thales Group mengumumkan rancangan "Arrowhead 140", yang menggunakan dasar hull dari Frigate kelas Iver Huitfeldt, untuk program Frigate Type 31 Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Dan secara resmi dinyatakan bahwa rancangan Arrowhead 140 merupakan pilihan untuk program frigate Type 31 pada tanggal 12 September 2019.

Indonesia
Majalah Jane's edisi Maret 2019 memberitakan bahwa pihak Angkatan Laut Tentara Nasional Indonesia tertarik untuk membeli dua unit frigate kelas Iver Huitfeldt darinDenmark dengan alokasi anggaran awbesar US$.720 juta. Program tersebut dikatakan merupakan rencana program dari Minimum Essential Forces (MEF) tahap ke-3, tahun anggaran 2020-2024. 

Pihak berwenang dari Indonesia, termasuk dari Kementrian Pertahanan, sudah beberapa kali mengadakan pertemuan untuk membahas pengadaan kapal ini. Pada tanggal 14 Maret 2019 dilakukan diskusi tahap lanjut mengenai aspek teknis dan potensi kerjasama antara pihak Kementrian Pertahanan Indonesia dengan pihak Odense Maritime Technology (OMT). Pihak Denmark menawarkan skema "T
Transfer of Technology (ToT) kepada Indonesia, diantaranya pembuatan modular frigate ini dengan Perusahaan galangan kapal Milik Negara, PT. PAL.

Anti-air warfare
Kebanyakan sistem persenjataan yang dipasang pada ketiga kapal perang frigate baru ini merupakan persenjataan yang sebelumnya dipergunakan pada kapal,perang jenis Korvet kelas Niels Jusl dan Kapal Patroli kelas Flyvedisken. Demikian juga dengan beberapa komponen lainnya.  Dengan demikian biaya pembuatan kapal ini dapat ditekan seminimal mungkin.

Sistem anti-serangan udara pada kapal baru ini hampir mirip dengan frigate Kerajaan Belanda dari kelas De Zeven Procinciën, dan frigate Jerman darinkelas Sachsen. Perangkat sensor yang dipasang berupa Radar pengawas jarak jauh SMART-L (passive electronically scanned array) dan radar multi-fungsi APAR (active electronically scanned array). 

SMART-L beroperasi pada L-band memiliki jangkauan sapuan yang sangat jauh, dan APAR yang beroperasi pada I-band dapat menjejaki target secara tepat dalam batas garis pandang horison, memandu misil menggunakan teknik ICWI (Interrupted Continuous Wave Illumination)memiliki kemampuan memandu secara simultan 32 misil jenis semi-active radar homing dalam penerbangannya menuju sasaran, termasuk 16 misil yang masih dalam tahap terminal guidance.

Terdapat dua kategori misil anti-serangan udara sebagai sistem senjata utama pada kapal frigate ini; kategori point defence berupa misil Evolved Sea Sparrow, dan kategori area defence berupa SM-2 IIIA. Misil diluncurkan dari sistem peluncur vertikal (VLS) Mk 41. Selain itu juga dilengkapi dengan sistem peluncur misil RGM-84 Harpoon. Bekal misil yangbdapat dibawa untuk satu kali layar adalah 48 misil Evolved Dea Sparrow dan 32 misil SM-2 IIIA.

Daftar kapal kelas Iver Huitfeldt
Nama Kapal/Nomor              Mulai dibuat.      Diluncurkan    Di Komisi.             
Iver Huitfeldt/F361                 Juni 2008              Maret 2010       Januari 2011                       
Peter Willemoes/F362            Maret 2009           Des. 2010          Juni 2011            
Niels Juel/F363                         Des. 2009              Des. 2010          Nov. 2011                      

Kapal perang sejenis
Ada beberapa kapal perang type frigate yang sejenis dengan kelas Iver Huitfeldt, diantaranya frigate buatan Spanyol kelas Álvaro de Bazán.  Firagate kelas ini bukan saja dioperasikan oleh Angkatan Laut Kerajaan Spanyol, juga oleh Angkatan Laut Australia dan Norwegia.

Dari Kerajaan Belanda ada frigate kelas De Zeven Provinciën, lalundari Kerajaan Inggris ada Frigate Type 26 yang juga di operasikan oleh Angkatan Laut Australia dan Kanada. Dari Jerman ada frigate kelas Sachsen. Frigate koloborasi Perancis dengan Italia berupa FREMM multipurpose frigate, serta frigate yang lebih kecil dari Norwegia yaitu kelas Fridtjof Nansen.

Data singkat

  • Galangan pembuat:    Odense Staalskibsværft, Baltija Shipbuilding Yard, Loksa Shipyard.
  • Operator:         Angkatan Laut Kerajaan Denmark.
  • Kelas terdahulu:         Korvet kelas Niels Juel
  • Sub-kelas: Frigate Type 31
  • Estimasi Harga:          US$325 juta/kapal
  • Tahun pembuatan:      2008–2011
  • Di Komisi:      tahun 2012 dan berikutnya
  • Rencana pembuatan: 3 unit
  • Selesai pembuatan:     3 unit
Karakteristik Umum:
Jenis:   Figate Anti Serangan Udara
Bobot: 6,645 ton (bobot operasional)
Panjang: 138.7 m
Beam: 19.75 m
Draft:  5.3 m
Propulsi: 4x Mesin Disel MTU 8000 20V M70, masing-masing 8,2 MW, dua shaft,  CODAD (Kombinasi Diesel dengan Diesel)
Kecepatan jelajah: 30 knots (56 km/jam; 35 mil/jam)
Jarak jelajah:  9.300 mil laut (17.200 km; 10.700 mil) pada 18 knots (33 km/jam; 21 mil/jam)
Daya tampung awak: 165 personil
Awak kapal:   117 personil

Sensor dan sistem pendukung:          
1 Thales SMART-L long-range air and surface surveillance radar
1 Thales APAR air and surface search, tracking and guidance radar (I band)
1 Terma SCANTER 6000 surveillance and helicopter guidance radar
Atlas ASO 94 hull mounted sonar
2 Saab CEROS 200 fire control radars
ES-3701 Tactical Radar Electronic Support Measures (ESM)
Electronic warfare & decoys: 8 × 6-barrelled Terma MK 137 130 mm decoy launchers
Seagnat Mark 36 SRBOC

Persenjataan
4 × Mk 41 VLS dengan 32 unit misil permukaan-ke-udara SM-2 IIIA.
2 × Mk 56 VLS dengan 24 unit RIM-162 ESSM
8–16 × Harpoon Block II SSM
1 × Oerlikon Millennium 35 mm Naval Revolver Gun System CIWS
2 × OTO Melara 76 mm Super Rapid Gun
2 × dual tabung peluncur torpedo MU90 Impact ASW.
Daya tampung pesawat:         1 × helikopter MH-60R
Fasilitas hangar: helipad di deck depan dan hangar.

(m. ali haroen/pengamat alutsista).

Sumber:
Royal Danish Navy Official Home Page on New Frigates. Danish Defence Homepage.
Helenic Naval Power.

Defencyclopedia.
Jane's Navy Internasional March 2019, Ridzwan Rahmat, "Indonesia leans towards Iver Huitfeldt class for frigate acquisition".
Jurnal artikel: The Naval Institute Guide to Combat Fleets of the World Edisi-15. Annapolis, MD. Naval Institute Press ISBN 978-1-59114-955-2. OCLC 140283156.

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala