Home » » Indonesia Segera Miliki Food Estate Di Kalteng

Indonesia Segera Miliki Food Estate Di Kalteng

Posted by INDONESIA MANDIRI on Juli 10, 2020

Presiden Jokowi beserta sejumlah menteri terkait rencana bangun food estate
Kalteng (IndonesiaMandiri) – Presiden Jokowi bersama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertahanan Prabowo, Menteri PUPR Basuki, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran meninjau lokasi food estate di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas dan Desa Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah/Kalteng (9/7). 

Food estate merupakan salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024 guna membangun lumbung pangan nasional di lahan seluas 165.000 hektare (ha) dan pada 2020 dikerjakan seluas 30.000 ha sebagai model percontohan penerapan teknologi pertanian 4.0.
Presiden Jokowi mengatakan, kehadiran food estate merupakan langkah nyata Pemerintah dalam membangun lumbung pangan nasional, mengantisipasi ancaman krisis pangan sebagaimana  diingatkan Lembaga Pangan Dunia atau FAO akibat dampak pandemi virus corona. Konsep food estate yakni dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu Kawasan.
"Food estate ini yang bertanggung jawab pada produksinya adalah Menteri Pertanian dan bersinergi dengan kementerian lainnya. Di food estate ini tak hanya pada kegiatan produksi, melibatkan BUMN dalam prosesing hingga pengemasanya. BUMN yang bertanggung jawab bangun industrinya," jelas Presiden di lokasi food estate Desa Desa Belanti Siam, Pulang Pisau.
Potensi pengembangan food estate di Kalteng ini seluas 165 ribu hektar. Kini seluas 85.500 hektar merupakan lahan fungsional yang sudah berproduksi tiap tahunnya. Korporasi petani akan menjadi basis pengembangan kawasan lumbung pangan baru di Kalteng ini yang akan dilakukan secara terintegrasi di suatu kawasan.
"Para petani yang menggarap lahan dan peternakan itu selanjutnya akan terkonsolidasi dalam kelompok-kelompok tani dengan terlebih dahulu difasilitasi baik sarana maupun prasarana serta pendukung lainnya," sambung Jokowi.
Syahrul Yasin Limpo (SYL) menambahkan, Kementan bersama kementerian lainnya bekerja keras dan fokus mempercepat pembangunan food estate berbasis korporasi dengan konsep klaster yang mencakup semua komoditas pangan, membangun sarana produksi dan infrastruktur pertanian, seperti embung dan irigasi dan sarana pasca panennya yang modern.
"Kegiatan intensifikasi awal tahun 2020 ini seluas 30 ribu hektar meliputi 20 ribu hektar di Kabupaten Kapuas dan 10 ribu hektar di Kabupaten Pulang Pisau. Kami perbaiki varietas, pupuk dan unsur haranya agar produktivitas 7 ton. Kemudian meningkatkan penanganan pasca panen. Maunya kita wujudkan pengelolaan modern, petani modern. Kita kalahkan pertanian di Jawa," terang SYL.
Di Kalteng ini, bakal dintensifkan lahan pertanian sehingga meningkat indeks pertanaman. Jadi, bukan membuka kembali lahan eks pengembangan lahan gambut (PLG), tapi mengoptimalkan pemanfaatan eks PLG dan non eks PLG untuk pangan (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala