Home » » Sosialisasi Mitigasi Bencana, Pushidrosal Gelar Survei Hidro-Oseanografi Perairan Waikelo

Sosialisasi Mitigasi Bencana, Pushidrosal Gelar Survei Hidro-Oseanografi Perairan Waikelo

Posted by INDONESIA MANDIRI on Maret 10, 2020

Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur rentan  tsunami, sehingga Puahidrosal lakukan surta mitigasi bencana
Pulau Sumba (IndonesiaMandiri) - Pulau Nusa Tenggara Timur (NTT), tergolong daerah rawan bencana. Pulau yang berbatasan langsung dengan Australia di sebelah selatan itu memang rentan dilanda gempa dengan berbagai tipe, mulai berkekuatan kecil, besar, hingga berpotensi tsunami. Posisinya di batas pertemuan dua lempeng tektonik, yaitu Indoaustralia dan Eurasia. Tercatat telah beberapa kali Sumba diguncang gempa. Pada 1977 gempa berkekuatan 7.0 skala richter (SR) mengakibatkan gelombang tsunami setinggi 10 meter, lalu April 2019, dan kejadian terakhir pada 22 Januari 2020 dengan kekuatan 6.4 skala richter.

Berdasarkan beberapa kejadian tersebut Pulau Sumba diprioritaskan secara nasional oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menempatkan perairan Waikelo, Sumba Barat Daya, Provinsi NTT sebagai prioritas dilakukan survei dan pemetaan/surta hidro-Oseanografi pada 2020 ini.

Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro menyebut, operasi surta digelar untuk pemutakhiran data hidrografi, oseanografi, meteorologi, dan geografi maritim, guna mencari alternatif pantai saat beaching dan fasilitas sandar ketika evakuasi medis terkait mitigasi bencana. “Selain itu, operasi survei dan pemetaan ini juga bertujuan untuk pemutakhiran Peta Laut Indonesia nomor 115, 295, 298 dan 304, serta informasi publikasi nautika lainnya,” ujar Kapushidrosal.

Tim survei Pushidrosal di bawah pimpinan Dan Unit Survei Letkol Laut (P) Arif Budi R melakukan operasi surta meliputi pengambilan data kedalaman (pemeruman), pencitraan dasar laut, verifikasi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), pemasangan stasiun pasang surut, pengukuran arus, pengukuran ketebalan sedimentasi, pengambilan contoh dasar laut, pengamatan meteorologi, verifikasi toponimi, serta pengumpulan data geografi maritim.

Untuk evaluasi dan melihat keakuratan data yang dihasilkan agar sesuai dengan standar oleh International Hydrographic organization (IHO), dilakukan inspeksi oleh Direktur Personel (Dirpers) Pushidrosal Kolonel Laut (S) Suhartoyo yang didampingi Kasubdis Peta Khusus Letkol Laut (P) Bambang Marwoto.

Selama melaksanakan tugasnya Tim Survei di dukung Pemda Sumba Barat Daya, Pemda Sumba Barat, Pemda Sumba Tengah, BPBD setempat, Kades beserta Ketua BPD Lokory serta umbu dan Habibie sebagai pemuda nelayan waikelo serta Posal Waingapu Lanal Rote (ma).

Foto: abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala