Home » » Isu Kelangkaan Pupuk? Menurut Kementan Pupuk 2020 Kondisi Cukup

Isu Kelangkaan Pupuk? Menurut Kementan Pupuk 2020 Kondisi Cukup

Posted by INDONESIA MANDIRI on Jumat, 07 Februari 2020

Kementan jamin di 2020 stok pupuk aman
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Tanggapi isu terkait kelangkaan pupuk di sejumlah daerah, Kementerian Pertanian/Kementan meluruskan isu pengurangan pupuk bersubsidi. Menurut Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, tak benar terjadi pengurangan pupuk bersubsidi. Pemerintah melakukan alokasi sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), dan alokasi anggaran sesuai luas baku lahan sawah yang ditetapkan ATR/BPN.

"RDKK sesuai potensi perencanaan tanam di masing-masing wilayah desa dan kecamatan. Maka akan sangat menentukan ketepatan alokasi pupuk subsidi," ucap Kuntoro (7/2). Menurutnya, di 2020 dilakukan koreksi alokasi pupuk bersubsidi menjadi 7,9 juta ton, dan sesuai Permentan 01/2020 sebanyak 10% dialokasikan sebagai cadangan pupuk, sehingga total yang akan didistribusikan sebanyak 7,1 juta ton.

Beberapa waktu lalu, Pemerintah selidiki kemungkinan penyalahgunaan pupuk subsidi, dan ditemukan pupuk beralih pada perusahaan perkebunan (bukan petani), serta banyak juga petani perseorangan yang memperoleh pupuk bersubsidi meskipun bukan Kelompok Tani. "Kami mengingatkan alokasi pupuk bersubsidi harus diawasi agar tepat sasaran, dan kuota pupuk hanya bagi kelompok tani sesuai RDKK. Makanya ada isu kelangkaan pupuk di masyarakat. Bagi yang tidak terdaftar, pupuk non subsidi tersedia banyak kok," tegasnya.

Kuntoro juga menjelaskan isu kelangkaan pupuk dan pengurangan pupuk di Jawa Timur hingga 50%, setelah ditelusuri, dijumpai fakta terjadi kelambatan pemerintah daerah menginput data kebutuhan melalui eRDKK, akibat kurang cepat respon pada level kecamatan.

"Setiap bulannya, tanggal 20-25, pemerintah daerah dapat menginput kebutuhannya. Kami menghimbau agar lebih cepat diproses, agar tidak terjadi isu kelangkaan. Padahal pupuknya ada. Hanya petugasnya terlambat input sistem," tegas Kuntoro.

Sekedar informasi, RDKK adalah rencana kebutuhan sarana produksi pertanian dan alat mesin pertanian untuk satu musim/siklus usaha, disusun atas musyawarah anggota kelompok tani, yang merupakan alat pesanan sarana produksi pertanian kelompok tani kepada Gapoktan atau lembaga lain (penyalur sarana produksi pertanian dan perbankan), termasuk perencanaan kebutuhan pupuk bersubsidi. Sedangkan eRDKK adalah RDKK yg diinput ke dalam sistem dengan basis NIK (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link INDONESIA MANDIRI

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala