Pushidrosal Riset Kontur Kedalaman&Geomorfologi Gunung Anak Krakatau

Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro di tepi kawah Gunung Anak Krakatau
Selat Sunda (IndonesiaMandiri) - Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL/Pushidrosal dalami penelitian geomorfologi Gunung Anak Krakatau dan perairan di sekitarnya. Riset ini bertujuan meneliti sejauhmana perubahan kontur kedalaman perairan dan morfologi bentuk Gunung Anak Krakatau usai erupsi yang terjadi beberapa waktu lalu.
Penelitian Geomorfologi dilakukan dengan mengerahkan KRI Spica-934,  ditinjau langsung  Kapushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro didampingi Direktur Operasi Survei dan Pemetaan  Pushidrosal Kolonel Laut  (KH) Haris Djoko Nugroho dan Kadishidro Letkol Laut (P) Oke Dwiyana.
Kapushidrosal melihat dari dekat kondisi Gunung Anak Krakatau ke tepi kawah. Peninjauan ini dimaksudkan  untuk mengetahui seberapa besar perubahan peningkatan lapisan daratan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Desember lalu. Kapushidrosal langsung melaksanakan kegiatan pengukuran garis pantai di dekat kaldera Gunung,  juga perubahan kedalaman di perairan gunung Anak Krakatau. Saat ini Gunung Anak Krakatau dinyatakan masih berstatus siaga dan tercatat sering menimbulkan gempa tremor dengan skala kecil.
Menurut Kapushidrosal, perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau memiliki suhu relatif  lebih tinggi dibandingkan dengan perairan di Selat Sunda umumnya. Suhu air laut tersebut naik secara signifikan di perairan yang bersinggungan langsung dengan kaldera Gunung Anak Krakatau. Hal ini dikarenakan adanya percampuran belerang dan uap panas yang keluar secara terus menerus dari kaldera Gunung Anak Krakatau. Secara kasat mata, unsur belerang mengakibatkan perubahan warna air laut menjadi coklat pekat (ma).
Share:

Arsip