Indonesia Teken Komitmen USD 1 Juta Dukung Penanganan Krisis Perubahan Iklim

Menlu Retno Marsudi (kiri), Menko Maritim Luhut&Pejabat UNDP Christophe Bahuet
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman) menandatangani perjanjian pembiayaan dengan Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) di Jakarta (16/7). Secara resmi, pembiayaan yang diinisiasi Pemerintah RI, perjanjiannya diteken oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Purbaya Yudhi Sadewa dan Resident Representative UNDP untuk Indonesia Christophe Bahuet serta disaksikan Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan Menlu Retno Marsudi.

“Pendanaan ini akan memperkuat berbagai proyek menyangkut perubahan iklim, perlindungan laut dan memberi dukungan bagi aksi nyata untuk menciptakan solusi keuangan inovatif untuk negara-negara kepulauan, terutama yang kecil dan rentan,” ujar Menko Luhut dalam sambutannya. Ini merupakan bagian komitmen Pemerintah berkontribusi dalam penanganan dampak perubahan iklim yang diumumkan sejak pertemuan Tingkat Menteri Forum AIS (Archipelagic and Island States) di Manado, November 2018.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan UNDP menyalurkan USD 1 juta untuk Forum AIS yang tujuannya membuat mekanisme pembiayaan inovatif untuk aksi iklim dan lautan secara berkelanjutan. Sementara itu, untuk pemanfaatan dana USD 1 juta dolar, Menko Luhut menyebutkan akan digunakan untuk mendanai berbagai proyek menyangkut perubahan iklim, perlindungan laut dan dukungan bagi aksi nyata menciptakan solusi keuangan inovatif untuk negara-negara kepulauan, terutama yang kecil dan rentan. "Pendanaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan penggunaan sumber daya laut secara berkelanjutan,” ujar Menko Luhut.

Lebih jauh, Menko Luhut mengatakan bahwa pemanasan global telah mengakibatkan naiknya permukaan laut yang menjadi ancaman bagi negara kepulauan dan negara pulau, terutama yang kecil. Sebagai negara kunci yang mendukung adaptasi perubahan iklim, Indonesia siap untuk berbagi keahliannya dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, manajemen bencana, restorasi mangrove dan terumbu karang.

Sebagai informasi Kemenko Maritim yang membidani dibentuknya forum AIS pada 2017, dan November 2018 resmi berdiri. Kini telah ada 49 negara yang bergabung didalamnya (dh).
Share:

Kodim 1505/Tidore&Pramuka Galang Dana Bantu Korban Gempa

Prajurit TNI&Pramuka ajak masyarakat bantu korban gempa
Halmahera Selatan/Maluku (IndonesiaMandiri) - TNI AD melalui Kodim 1505/Tidore bersama peserta Pramuka Bhakti Saka Wira Kartika Korem 152/Babullah gelar aksi penggalangan dana korban bencana alam gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan/Halsel, yang terjadi hari minggu kemarin (14/07). Gempa bumi dengan kekuatan 7,2 skala richter telah mengakibatkan korban meninggal dunia selain itu ada juga korban luka2 serta banyaknya bangunan yang mengalami kerusakan.

Sekretaris kegiatan Pramuka Serka Djemi Rondonuwu mengatakan, "dasar dari kegiatan penggalangan dana telah tertuang dalam dasa dharma ke-2 dan 5 berbunyi cinta alam dan kasih sayang sesama manusia dan rela menolong dan tabah".

Dandim 1505/Tidore Letkol Inf Yayat Priatna Prihatina selaku Ketua Panitia Bhakti Saka Wira Kartika "berharap agar bantuan ini tepat sampai tujuan sehingga dapat bermanfaat serta meringankan beban korban bencana alam di Halsel dan sekitarnya sehingga bernilai ibadah baik yang memberi bantuan maupun yang menerima bantuan".

“Ucapan terima kasih kepada masyarakat Sofifi dan sekitarnya yang telah menyisihkan rejekinya untuk membantu saudara-saudara terkena musibah", ucapnya (ma).
Share:

Kodam XVI Pattimura Gelorakan Rasa Bela Negara Dengan Kemah Bakti Pemuda

Perkokoh persatuan dengan kegiatan Kemah Bhakti Pemuda di Maluku

Pantai Liang/Maluku (IndonesiaMandiri) - “Ini merupakan bagian dari kegiatan karya Bakti Skala Besar dalam rangka Serbuan Teritorial Kodam XVI/Pattimura di 2019 untuk memajukan generasi muda Maluku sebagai salah satu wadah membina dan membentuk generasi muda yang berkepribadian, berakhlak mulia, disiplin, terampil dan berjiwa kesatria serta memiliki rasa cinta tanah air dan semangat bela negara,” pesan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq saat membuka kegiatan Kemah Bakti Pemuda yang berlangsung di Pantai Liang Kecamatan Salahutu, Maluku Tenggara (13/7).

Dihadapan sekitar 1500 pemuda-pemudi se-Maluku yang terdiri dari kalangan pelajar SMA/SMK dan Mahasiswa peserta Kemah Bakti Pemuda, Pangdam mengatakan, seluruh peserta dibekali berbagai materi diantaranya penyuluhan Bahaya Narkoba, Kesehatan, Pelestarian Lingkungan, Mitigasi Bencana, Penanaman Pohon, Api Unggun, Pemutaran Film Perjuangan maupun kegiatan Outbond.

Diharapkan agar seluruh peserta Kemah Bakti Pemuda mengikuti kegiatan, penuh semangat dan bertanggung jawab agar mampu menghasilkan efektifitas pembinaan secara menyeluruh di Maluku, yaitu pembinaan bermuara kepada lahirnya generasi muda, generasi penerus bangsa yang siap menerima tongkat estafet kepemimpinan dalam membangun bangsa dan negara khususnya Maluku pada masa yang akan datang.

Kemah Bakti Pemuda yang berlangsung hingga Minggu (14/07) diisi dengan berbagai kegiatan, seperti menyanyikan lagu-lagu daerah yang dipimpin langsung oleh Pangdam XVI/Pattimura beserta Kapolda Maluku, Display Drumband Pela Gandong Kodam XVI/Pattimura, pembagian 500 paket sembako gratis untuk masyarakat Desa Liang, Pengobatan umum dan Khitanan massal, pemberian secara simbolis kunci bedah rumah tak layak huni sebanyak 21 unit dan Panggung Hiburan Basudara (ma).
Share:

Guna Optimalisasi Layanan Wisatawan, Pemandu Wisata Selam di Manado Dilatih

Pelatihan selam bagi pemandu wisata di Manado

Manado/Sulut (IndonesiaMandiri) - Sejumlah pemandu wisata selam di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), diberi pelatihan khusus guna lebih memahami dan peningkatan kompetensi dalam pelayanan kepada wisatawan. Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ratna Suranti saat kegiatan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Bagi Pemandu Wisata Selam di Kampus Politeknik Negeri Manado, mengatakan, pihaknya menggelar kegiatan pelatihan bertujuan agar pemandu wisata memiliki kompetensi dan skill dalam tugasnya sebagai pemandu yang handal dan profesional dalam Rescue Diver dan P3K (13/7).

“Pelatihan ini merupakan program Kemenpar yang bertujuan meningkatkan sumber daya manusia lokal, secara khusus pelaku usaha wisata. Kami berharap masyarakat lokal pemandu selam yang mengikuti pelatihan ini mengikutinya dengan baik hingga selesai sehingga ilmu yang didapat bermanfaat dalam bekerja," jelas Ratna.

Kegiatan dihadiri 25 orang terdiri dari utusan Dive Resort, mahasiswa, Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dwisuryo Indroyono Soesilo, Ikatan Sarjana Kelautan Unsrat (ISKU), Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kerja sama Polteknik Negeri Manado, Dra. Maryke Alelo, serta organisasi selam lainnya.

Ratna menyampaikan sumber daya masyarakat lokal harus ditingkatkan terutama yang menekuni usaha jasa wisata agar dapat meningkatkan perekonomian keluarga (pn/ma).
Share:

ASEAN Sepakat Terapkan Strategi Promosi Pariwisata Bersama

Anggota ASEAN komit promosi potensi pariwisata secara kolektif
Kamboja (IndonesiaMandiri) - Sebanyak 10 negara ASEAN yang tergabung ASEAN National Tourism Organizations/ASEAN NTOs) sepakat menerapkan enam strategi promosi pariwisata bersama saat pertemuan The 50th ASEAN NTOs di Borei Angkor Resort & Spa, Siem Reap, Kamboja pada 8-12 Juli 2019.

Kesepakatan 6 strategi pemasaran pariwisata bersama atau ASEAN Tourism Marketing Strategy (ATMS) 2017-2020 ini tertuang dalam ATMS Projects in 2019, dibahas dalam forum The 6th ASEAN Tourism Marketing Partnership Working Group (ATMP-WG) Meeting dipimpin Alex M. Macatuno dari Filipina sebagai lead country. Delegasi Indonesia dipimpin Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Anang Sutono.

Dalam ATMS Projects in 2019 disebutkan 10 negara ASEAN sepakat melakukan kampanye pemasaran terpadu dengan mitra dan influencer dalam media online atau media sosial. Kampanye melalui influencer trip tersebut menggunakan nama #WheninSEAsia (When in South East Asia). Dan untuk menyukseskan kampanye tersebut, masing-masing anggota ASEAN mengusulkan satu provinsi untuk dua opsi kegiatan influencer trip dengan kriteria yakni provinsi itu dekat dengan hub utama (sekitar 2-3 jam dengan menggunakan mobil atau pesawat terbang), memiliki fasilitas hotel berbintang maupun atraksi wisata antara lain ziplining, arung jeram, eksplorasi pasar malam, atau panjat tebing.

Anang Sutono menyatakan Indonesia mengusulkan Provinsi Kepulauan Riau sebagai tempat pelaksanaannya dengan mempertimbangkan Kepri memenuhi kriteria yang ditetapkan. Ia menjelaskan selain memenuhi keiteria, Kepri adalah destinasi andalan dalam mendukung program border tourism dalam upaya menarik kunjungan wisatawan mancanegara dari Singapura, Malaysia, dan negara ASEAN lainnya (fm/pn).
Share:

Di Hari Kedelapan Angkutan Haji, Armada Garuda Indonesia Tak Ada Kendala

Minggu pertama layanan haji Garuda Indonesia berjalan lancar
Cengkareng (IndonesiaMandiri) – Hingga minggu (14/7), pesawat Garuda Indonesia telah berhasil mengangkut 59 kloter dengan jumlah sebanyak 21.294 jemaah dari seluruh embarkasi nasional pada penerbangan haji kloter pertama 2019/1440 H. Penerbangan haji kloter pertama tersebut telah dilaksanakan sejak 7 Juli 2019 lalu. Garuda Indonesia juga telah berhasil mencatatkan tingkat ketepatan waktu keberangkatan atau “On Time Performance (OTP)” sebesar 93,2 persen.

Adapun jumlah jemaah yang telah diberangkatkan Garuda Indonesia pada periode 7-14 Juli adalah embarkasi Banjarmasin sebanyak 968 jemaah (3 kloter); Embarkasi Jakarta sebanyak 2.740 jemaah (8 kloter); embarkasi Lombok sebanyak 2.723 jemaah (6 kloter); Embarkasi Medan sebanyak 785 jemaah (2 kloter); Embarkasi Padang sebanyak 2.731 jemaah (9 kloter); Embarkasi Solo sebanyak 6.809 jemaah (21 kloter) dan Embarkasi Makassar sebanyak 4.538 jemaah (10 kloter).

Pada musim Haji 2019, total jamaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan mencapai 111.071 jamaah dan mendukung operasional misi ini Garuda Indonesia mengoperasikan 14 pesawat diantaranya jenis Boeing 777 (kapasitas 393 seat), Airbus 330 (kapasitas 360 seat) dan Boeing 744 (kapasitas 455 seat). Penerbangan fase keberangkatan dimulai ‪pada 7 Juli sampai ‪‪5 Agustus 2019. Gelombang 1 fase keberangkatan akan diterbangkan menuju Madinah dari 7 Juli hingga ‪‪19 Juli. Sedangkan gelombang 2 fase keberangkatan menuju Jeddah ‪‪pada 20 Juli hingga ‪‪5 Agustus.

Sedangkan untuk penerbangan fase kepulangan akan dimulai dari ‪‪17 Agustus sampai ‪‪16 September 2019. Gelombang 1 fase kepulangan tersebut diberangkatkan dari Jeddah 17 Agustus hingga 29 Agustus. Sedangkan gelombang 2 fase kepulangan akan diberangkatkan dari Madinah ‪‪pada 30 Agustus sampai 16 September (ma).

Foto: abri
Share:

Rimond B. Sukandi Ketua Koapgi: “Koperasi Mampu Beri Kontribusi Signifikan”

Pengurus Koapgi terus tingkatkan kinerja untuk sejahterakan anggotanya
Cengkareng (IndonesiaMandiri) - Hari Koperasi Nasional/Harkopnas yang diperingati setiap tahunnya pada 12 Juli, dalam perjalanan sejarahnya memiliki dinamika yang penting di Tanah Air. Koperasi tetap miliki peran strategis di usianya ke-72 tahun. Bahkan saat krisis moneter menerpa dalam negeri, terbukti koperasi, usaha mikro kecil dan menengah/UMKM tetap bisa eksis dan menuoi untung.


Seperti halnya Koperasi Awal Pesawat Garuda Indonesia/Koapgi yang hadir diantara karyawan maskapai nasional penerbangan ini sejak 2000. Cikal bakal berdirinya memang dipelopori karyawan udara yang tergabung dalam profesi awak kabin Garuda Indonesia atau umum mengenalnya Pramugara/i. Ketika itu namanya Koperasi Awal Kabi Garuda Indonesia/Kokagi. Lalu setahun kemudian meluas keanggotaannya dan namanya menjadi Koapgi. Karyawan darat pun kini banyak menjadi anggota Koapgi. IM baru-baru ini berkesempatan bincang singkat dengan Ketua Koapgi Rimond B. Sukandi, yang juga mantan Awak Kabin Garuda Indonesia. Berikut wawancaranya:


Rimond B. Sukandi Ketua Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia/Koapgi

IndonesiaMandiri/IM. Apa makna peringatan Hari Koperasi tahun ini?

Rimond B. Sukandi/RBS. Harkopnas menjadi momentum bagi para pelaku Koperasi untuk membuktikan Koperasi mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan ekonomi di Indonesia, meskipun kehadiran nya saat ini belum di kembalikan pada kedudukan yang setara dengan badan hukum lainnya dalam kontestasi perekonomian Indonesia.

IM. Sebagai Ketua Koapgi, apa yang ingin dikedepankan sambut era koperasi di era digital 4.0?

RBS. Tentunya dalam era saat ini Koapgi mesti mengikuti jaman digital 4.0 yang telah mampu mempermudah pergerakan kegiatan khususnya Koperasi. Semua lini kita tingkatkan, utamanya sumber daya manusia di pengurus Koapgi.

IM. Kendala dan tantangan koperasi di indonesia saat ini serta kedepan apa?

RBS. Kendala yang dihadapi Koperasi saat ini adalah kurangnya regulasi yg mengatur bahwa Koperasi memiliki Indepedensi atau perlakuan khusus terhadap kewajiban dalam kegiatannya, khususnya di sektor pajak yang harusnya berbeda dengan usaha-usaha badan hukum lainnya. Tantangan Koapgi adalah bagaimana meyakinkan karyawan di lingkungan PT. Garuda Indonesia bahwa Koperasi yang merupakan Wadah Usaha Gotong Royong ini mampu sejahterakan anggotanya sehingga Koperasi setara dengan PT yang selama ini tidak memberikan kesejahteraan bagi anggota Koperasi yang notabene adalah karyawan (ma).

Foto: Istimewa
Share:

Destinasi Pariwisata Super Prioritas Butuh Komando Lebih Jelas

Menko Luhut (tengah) pertegas upayanya majukan kawasan wisata super prioritas
Lagubati/Sumut (IndonesiaMandiri) - “Pariwisata ini, kita tidak perhatian dan sering melihat sebelah mata. Padahal pariwisata penting karena merupakan penghasil devisa paling cepat. Banyak masalah yang harus diselesaikan, dan memang tidak ada komando yang jelas. Jadi, kita datang kesini bukan untuk berwacana. Kita akan bicara mengenai apa, siapa, dan bagaimana,” ungkap Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan saat Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Pariwisata Danau Toba di Gedung Institut Del, Laguboti, Sumatera Utara (12/7).

Dalam banyak kesempatan Menko Luhut juga mengulang perhatian dan harapan Presiden Joko Widodo mengenai peningkatan kawasan wisata di Indonesia agar lebih berkualitas dari berbagai segi. Terlebih Pemerintah telah tetapkan empat kawasan pariwisata super prioritas di Lombok-Mandalika, Manggarai Barat-Labuan Bajo, Borobudur, dan Danau Toba.

Nah di lapangan, pengembangan kawasan pariwisata seperti berjalan sangat lamban. Perlu koordinasi lintas lembaga/departemen yang lebih cepat dan tegas. Menko Luhut mempersilakan para bupati yang berada di kawasan Danau Toba untuk menyampaikan program terpadu maupun destinasi pilihan dari masing-masing daerah. Keluhan para Bupati misalnya, tentang belum tuntasnya pembangunan jalan lingkar Samosir.

“Jalan lingkar Samosir saya jadikan dan kerjakan habis-habisan, tapi harus deal. Kalian (para bupati) juga harus serius dan mau bekerja sama. Sampaikan program-program terpadu kalian dan harus fokus. Apa yang harus pemerintah bantu dan teman-teman dari Kementerian tolong dicatat semua,” jelas Menko Luhut yang juga didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil serta Mantan Menteri Pariwisata Marie E. Pangestu. Menteri Sofyan beri isyarat pepatah ibarat tempa besi selagi panas! Lakukan apa saja yang perlu demi mempercepat pariwisata. “Bali dimulai dari sangat kecil, dan hari ini Bali sudah luar biasa,” tuturnya (rm).
Share:

Indonesia adalah "Awal Peradaban Dunia"

Jokowi : "Tidak ada Toleransi sedikitpun bagi yang Mengganggu Pancasila"

"Perang Senjata hanya Memenangkan Kekuasaan Politik saja, sementara Perang Sejarah Memenangkan Kekuasaan Pola Pikir Bangsa" Sapto Satrio Mulyo

Pancasila adalah kumpulan nilai-nilai esensial yang sangat lengkap yang terdapat di dalam  sendi-sendi Kehidupan Bangsa Indonesia (Kearifan Lokal Indonesia), yang digali kembali untuk diterapkan Keluhurannya. Pancasila bukan Ideologi yang diciptakan oleh segelintir manusia, tetapi Pancasila merupakan kumpulan nilai-nilai Luhur yang digali kembali sebagai pengingat kita semua, dalam melakukan interaksi di dalam berbangsa dan bernegara.

Mengapa Pancasila begitu membumi, karena  "Awal Peradaban Dunia" tumbuh dan berkembang di Indonesia. Silahkan Anda simak sendiri, pembuktiannya bahwa  "Awal Peradaban Dunia" ada di Indonesia.

Tembok EmasDipagari Dinding Perak
Filsuf Yunani kuno bernama Plato (427 – 347 SM) dalam bukunya yang berjudul "Critias dan Timaeus". Dalam buku Timaeus, Plato mencetuskan untuk pertama kalinya mengenai Peradaban Atlantis. Dalam buku tersebut Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. 

Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe, yaitu moyang lelaki Critias. Sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon (639-559 SM). Dalam buku Critias, adik sepupu dari Critias mengisahkan tentang Atlantis. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialognya. 

Garis besar kisah pada buku tersebut adalah, ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas, dan perak yang tak terhitung banyaknya. Istana dikelilingi oleh tembok emas, dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertahtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya yang sangat memukau.
Peradaban Atlantis, memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat, tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan manusia.

Arsitektur Bangsa Agraris
Jika kita amati dari tulisan diatas, maka kita akan berkesimpulan, bahwa Atlantis merupakan sebuah peradaban yang sangat maju. Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan pada waktu itu, sudah menjadikannya sebuah bangsa yang besar, dan mempunyai kehidupan yang makmur.

Terdapat beberapa catatan tentang usaha para ilmuwan, dalam usaha pencarian, untuk membuktikan bahwa Atlantis itu benar-benar pernah ada.

Menurut perhitungan versi Plato, waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun yang silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya atau rekayasanya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato, yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.


Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam, orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.

Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?

Awal tahun ‘70-an disekitar kepulauan Yasuel Samudera Atlantik, sekelompok peneliti telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?

Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia. Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?

Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan piranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda. Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang. Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?

Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan mutlak percaya terhadap apa yang mereka temukan itu adalah Benua Atlantis seperti yang dilukiskan oleh Plato. Benarkah itu?

Yang lebih menghebohkan lagi adalah penelitian yang dilakukan oleh Aryso Santos, seorang ilmuwan asal
Peta Nusantara


Brazil. Santos menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang ini disebut Indonesia. Dalam penelitiannya selama 30 tahun yang ditulis dalam sebuah buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” dia menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Baca juga : ATLANTIS ITU INDONESIA dan Atlantis di Dasar Laut Jawa

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis itu merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Sedangkan menurut Plato, Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia saat ini, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan kecil
dikemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda. Letusan Gunung Krakatau adalah letusan yang sangat kecil, jika dibanding dengan Letusan Gunung Toba Tua, apalagi jika dibanding dengan letusan Gunung Rinjani.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair, dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut, membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian, secara beruntun, dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik, yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu, tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis, dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah, atau sedang aktif kembali.
Sarjana Barat secara kebetulan menemukan seseorang yang mampu mengingat kembali dirinya sebagai orang Atlantis di kehidupan sebelumnya “Inggrid Benette”. Beberapa penggal kehidupan, dan kondisi sosial dalam ingatannya masih membekas, sebagai bahan masukan agar bisa merasakan secara gamblang peradaban tinggi Atlantis. Dan yang terpenting adalah memberikan kita petunjuk tentang mengapa Atlantis musnah. Di bawah ini adalah ingatan Inggrid Bennette.

Kehidupan yang Dipenuhi Kecerdasan

Dalam kehidupan sebelumnya di Atlantis, saya adalah seorang yang berpengetahuan luas, dipromosikan sebagai kepala energi wanita “Pelindung Kristal” (setara dengan seorang kepala pabrik pembangkit listrik sekarang). Pusat energi ini letaknya pada sebuah ruang luas yang bangunannya beratap lengkung. Lantainya dari pasir dan batu tembok, di tengah-tengah kamar sebuah kristal raksasa, diletakkan di atas alas dasar hitam. Fungsinya adalah menyalurkan energi ke seluruh kota. Tugas saya melindungi kristal tersebut. Pekerjaan ini tak sama dengan sistem operasional pabrik sekarang, tapi dengan menjaga keteguhan dalam hati, memahami jiwa sendiri, merupakan bagian penting dalam pekerjaan, ini adalah sebuah instalasi yang dikendalikan dengan jiwa. Ada seorang lelaki yang cerdas dan pintar, ia adalah “pelindung” kami.

Rambut saya panjang berwarna emas, rambut digelung dengan benda rajutan emas, persis seperti zaman Yunani. Rambut disanggul tinggi, dengan gulungan bengkok jatuh bergerai di atas punggung. Setiap hari rambutku ditata oleh ahli penata rambut, ini adalah sebagian pekerjaan rutin.
Filsafat yang diyakini orang Atlantis adalah, bahwa “tubuh merupakan kuilnya jiwa”, oleh karena itu sangat memperhatikan kebersihan tubuh, dan cara berbusana, ini merupakan hal yang utama dalam kehidupan. Saya mengenakan baju panjang tembus pandang, menggunakan daun pita emas yang diikat di pinggang belakang, setelah disilang di depan dada.
Lelaki berpakaian rok panjang juga rok pendek, sebagian orang memakai topi, sebagian tidak, semuanya dibuat dengan bahan putih bening yang sama. Seperti pakaian seragam, namun di masa itu, sama sekali tidak dibedakan, mengenakan ini hanya menunjukkan sebuah status, melambangkan kematangan jiwa raga kita. Ada juga yang mengenakan pakaian warna lain, namun dari bahan bening yang sama, mereka mengenakan pakaian yang berwarna, karena bertujuan untuk pengobatan. Hubungannya sangat besar dengan ketidakseimbangan pusat energi tubuh, warna yang spesifik memiliki fungsi pengobatan.

Berkomunikasi dengan Hewan
Lumba-lumba  Sedang Berkomunikasi
Saya sering pergi mendengarkan nasihat lumba-lumba. Lumba-lumba hidup di sebuah tempat yang dibangun khusus untuk mereka. Sebuah area danau besar yang indah, mempunyai undakan raksasa yang menembus ke tengah danau. Pilar dua sisi undakan adalah tiang yang megah, sedangkan area danau dihubungkan dengan laut melalui terusan besar. Di siang hari lumba-lumba berenang di sana, bermain-main, setelah malam tiba kembali ke lautan luas. Lumba-lumba bebas berkeliaran, menandakan itu adalah tempat yang sangat istimewa. Lumba-lumba adalah sahabat karib, dan penasihat kami. Mereka sangat pintar, dan merupakan sumber keseimbangan serta keharmonisan masyarakat kami.
Hanya sedikit orang pergi mendengarkan bahasa intelek lumba-lumba. Saya sering berenang bersama mereka, mengelus mereka, bermain-main dengan mereka, serta mendengarkan nasihat mereka. Kami sering bertukar pikiran melalui telepati. Energi mereka membuat saya penuh vitalitas, sekaligus memberiku kekuatan. Saya dapat berjalan-jalan sesuai keinginan hati, misalnya jika saya ingin pergi ke padang luas yang jauh jaraknya, saya memejamkan mata, dan memusatkan pikiran pada tempat tersebut. Akan ada suatu suara “wuung” yang ringan, saya membuka mata, maka saya sudah berada di tempat itu.

Saya paling suka bersama dengan Unicorn (kuda terbang). Mereka sama seperti kuda makan rumput di padang belantara. Unicorn memiliki sebuah tanduk di atas kepalanya, sama seperti ikan lumba-lumba, kami kontak lewat hubungan telepati. Secara relatif, pikiran Unicorn sangat polos. Kami acap kali bertukar pikiran, misalnya, “Aku ingin berlari cepat”. Unicorn akan menjawab: “Baiklah”. Kita lari bersama, rambut kami berterbangan tertiup angin. Jiwa mereka begitu tenang, damai menimbulkan rasa hormat. Unicorn tidak pernah melukai siapa pun, apalagi mempunyai pikiran, atau maksud jahat, ketika menemui tantangan sekalipun akan tetap demikian.

Saya sering kali merasa sedih pada orang zaman sekarang, sebab sama sekali tidak percaya dengan keberadaan hewan ini, ada seorang pembina jiwa mengatakan kepadaku: “Saat ketika kondisi dunia kembali pada keseimbangan, dan keharmonisan, semua orang saling menerima, saling mencintai, saat itu Unicorn akan kembali”.

Lingkungan yang Indah Permai
Di timur laut Atlantis terdapat sebidang padang rumput yang sangat luas. Padang rumput ini menyebarkan 
Taman Eden


aroma wangi yang lembut, dan saya suka duduk bermeditasi di sana. Aromanya begitu hangat. Kegunaan dari bunga segar sangat banyak, maka ditanam secara luas. Misalnya, bunga yang berwarna biru dan putih ditanam bersama, ini bukan saja sangat menggoda secara visual, sangat dibutuhkan buat efektivitas getaran. Padang rumput ini dirawat oleh orang yang mendapat latihan khusus, dan berkualitas tinggi, serta kaya pengetahuan. “Ahli ramuan” mulai merawat mereka sejak tunas, kemudian memetik, dan mengekstrak sari patinya.

Di lingkungan kerja di Atlantis, jarang ada yang berposisi rendah. Serendah apa pun pekerjaannya, tetap dipandang sebagai anggota penting di dalam masyarakat kami. Masyarakat terbiasa dengan menghormati, dan memuji kemampuan orang lain. Yang menanam buah, sayur-mayur, dan penanam jenis kacang-kacangan, juga hidup di timur laut. Sebagian besar adalah ahli botani, ahli gizi, dan pakar makanan lainnya. Mereka bertanggung jawab menyediakan makanan bagi segenap peradaban kami.

Sebagian besar orang ditetapkan sebagai pekerja fisik, misalnya tukang kebun dan tukang bangunan. Hal itu akan membuat kondisi tubuh mereka tetap stabil. Sebagian kecil dari mereka, mempunyai kecerdasan, pengaturan pekerjaan disesuaikan dengan tingkat perkembangan kecerdasan mereka. Orang Atlantis menganggap, bahwa pekerjaan fisik lebih bermanfaat, ini membuat emosi (perasaan) mereka mendapat keseimbangan, marah dan suasana hati saat depresi dapat diarahkan secara konstruktif, lagi pula tubuh manusia terlahir untuk pekerjaan fisik, hal tersebut telah dibuktikan. Namun, selalu ada pengecualian, misalnya lelaki yang kewanitaan atau sebaliknya, pada akhirnya, orang pintar akan membimbing orang-orang ini bekerja, yang sesuai dengan kondisi mereka. Setiap orang akan menuju ke kecerdasan, berperan sebagai tokoh sendiri, semua ini merupakan hal yang paling mendasar.

Seluruh kehidupan Atlantis merupakan himpunan keharmonisan yang tak terikat secara universal bagi tumbuh-tumbuhan, mineral, hewan dan sayur-mayur. Setiap orang merupakan partikel bagiannya, setiap orang tahu, bahwa pengabdian mereka sangat dibutuhkan. Di Atlantis tidak ada sistem keuangan, hanya ada aktivitas perdagangan. Kami tidak pernah membawa dompet atau kunci dan sejenisnya. Jarang ada keserakahan atau kedengkian, yang ada hanya kebulatan tekad.

Teknologi yang Tinggi

Di Atlantis ada sarana terbang yang modelnya mirip “piring terbang” (UFO), mereka menggunakan medan
Relief Piring Terbang


magnet mengendalikan energi perputaran dan pendaratan, sarana hubungan jenis ini biasa digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Perjalanan jarak pendek hanya menggunakan katrol yang dapat ditumpangi dua orang. Ia mempunyai sebuah mesin yang mirip seperti kapal hidrofoil, prinsip kerja sama dengan alat terbang, juga menggunakan medan energi magnet. Yang lainnya seperti makanan, komoditi rumah tangga, atau barang-barang yang berukuran besar, diangkut dengan cara yang sama menggunakan alat angkut besar yang disebut “Subbers.”

Atlantis adalah sebuah peradaban yang sangat besar, kami berkomunikasi menggunakan kapal untuk menyiarkan berita ke berbagai daerah. Sebagian besar informasi diterima oleh “orang pintar” melalui respons batin, mereka memiliki kemampuan menerima dengan cara yang istimewa, ini mirip dengan stasiun satelit penerima, dan sangat akurat. Maka, pekerjaan mereka adalah duduk, dan menerima informasi yang disalurkan dari tempat lain. Sebenarnya, dalam pekerjaan, cara saya mengoperasikan kristal besar, juga dikerjakan melalui hati.

Pengobatan yang Maju

Dalam peradaban ini, tidak ada penyakit yang parah. Metode pengobatan yang digunakan, semuanya menggunakan kristal, warna, musik, wewangian dan paduan ramuan, dengan mengembangkan efektivitas pengobatan secara keseluruhan.

Pusat pengobatan adalah sebuah tempat yang banyak kamarnya. Saat penderita masuk, sebuah warna akan dicatat di tembok. Lalu pasien diarahkan ke sebuah kamar khusus, untuk menentukan pengobatan. Di kamar pertama, asisten yang terlatih baik, dan berpengetahuan luas tentang pengobatan, akan mendeteksi frekwensi getaran pada tubuh pasien. Informasi dialihkan ke kamar lainnya. Di kamar tersebut, sang pasien akan berbaring di atas granit yang datar, sedangkan asisten lainnya akan mengatur rancangan pengobatan yang sesuai untuk pasien.

Setelah itu, kamar akan dipenuhi musik terapi, kristal khusus akan diletakkan di pasien. Seluruh kamar penuh dengan wewangian yang lembut, terakhir akan tampak sebuah warna. Selanjutnya, pasien diminta merenung, agar energi pengobatan meresap ke dalam tubuh. Dengan demikian, semua indera yang ada akan sehat kembali, “warna” menyembuhkan indera penglihatan, “aroma tumbuh-tumbuhan” menyembuhkan indera penciuman, “musik yang merdu” menyembuhkan indera pendengaran, dan terakhir, “air murni” menyembuhkan indera perasa. Saat meditasi selesai, harus minum air dari tabung. Energinya sangat besar, bagaikan seberkas sinar, menyinari tubuh dari atas hingga ke bawah. Seluruh tubuh bagai telah terpenuhi. Teknik pengobatan selalu berkaitan dengan “medan magnet” dan “energi matahari” , sekaligus merupakan pengobatan secara fisik dan kejiwaan.

Pendidikan Anak yang Ketat

Saat bayi masih dalam kandungan, sudah diberikan suara, musik serta bimbingan kecerdasan pada zaman itu. Semasa dalam kandungan, “orang pintar” akan memberikan pengarahan kepada orang tua sang calon anak. Sejak sang bayi lahir, orang tua merawat, dan mendidiknya di rumah, menyayangi dan mencintai anak mereka. Di siang hari, anak-anak akan dititipkan di tempat penitipan anak, mendengar musik di sana, melihat getaran warna, dan cerita-cerita yang berhubungan dengan cara berpikiran positif, dan kisah bertema filosofis.

Pusat pendidikan anak, terdapat di setiap tempat. Anak-anak dididik untuk menjadi makhluk hidup yang memiliki inteligensi sempurna. Belajar membuka pikiran, agar jasmani dan rohani mereka bisa bekerja sama. Di tahap perkembangan anak, orang pintar memegang peranan yang sangat besar, pendidik mempunyai posisi terhormat dalam masyarakat Atlantis, biasanya baru bisa diperoleh ketika usia mencapai 60-120 tahun, tergantung pertumbuhan inteligensi. Dan merupakan tugas yang didambakan setiap orang.

Di seluruh wilayah, setiap orang menerima pendidikan sejak usia 3 tahun. Mereka menerima pendidikan di dalam gedung bertingkat. Di depan gedung sekolah terdapat lambang pelangi, pelangi adalah lambang pusat bimbingan. Pelajaran utamanya adalah mendengar dan melihat. Sang murid santai berbaring atau duduk, sehingga ruas tulang belakang tidak mengalami tekanan. Metode lainnya adalah merenung, mata ditutup dengan perisai mata, dalam perisai mata ditayangkan berbagai macam warna. Pada kondisi merenung, metode visualisasi seperti ini sangat efektif. Bersamaan itu juga diberi pita kaset bawah sadar. Saat tubuh, dan otak dalam keadaan rileks, pengetahuan mengalir masuk ke bagian memori otak besar. Ini merupakan salah satu metode belajar yang paling efektif, sebab ia telah menutup semua jalur informasi yang dapat mengalihkan perhatian. “Orang pintar” membimbing si murid, tergantung tingkat kemampuan menyerap sang anak, dan memudahkan melihat bakat tertentu yang dimilikinya. Dengan demikian, setiap anak memiliki kesempatan yang sama mengembangkan potensinya.

Pemikiran maju yang positif, dan frekwensi getaran merupakan kunci utama dalam masa belajar dan meningkatkan/mendorong wawasan sanubari terbuka. Semakin tinggi tingkat frekwensi getaran pada otak, maka frekwensi getaran pada jiwa semakin tinggi. Semakin positif kesadaran inheren, maka semakin mencerminkan kesadaran ekstrinsik, maupun kesadaran terpendam. Ketika keduanya serasi, akan membuka wawasan dunia yang positif: Jika keduanya tidak serasi, maka orang akan hanyut pada keserakahan, dan kekuasaan. Bagi orang Atlantis, mengendalikan daya pikir orang lain adalah cara hidup yang tak beradab, dan ini tidak dibenarkan.

Dalam buku sejarah kami, kami pernah merasa tidak aman dan tenang. Karakter yang tak beradab masih saja mempengaruhi masyarakat waktu itu. Misalnya, memilih binatang untuk percobaan. Namun, kaidah inteligensi dengan keras melarang mencampuri kehidupan orang lain. Meskipun kita tahu ada risikonya, namun kita tidak boleh memaksa, atau menghukum orang lain, sebab setiap orang harus bertanggung jawab atas perkembangan sanubarinya sendiri. Pada masyarakat itu, rasa tidak aman adalah demi untuk mendapatkan keamanan. Filsafat seperti ini sangat baik, dan sangat dihormati orang-orang ketika itu, ia adalah pelindung kami.

Kiamat yang Melanda Atlantis

Saya tidak bersuami. Pada waktu itu, orang-orang tidak ada ikatan perkawinan. Jika Anda bermaksud mengikat seseorang, maka akan melaksanakan sebuah upacara pengikatan. Pengikatan tersebut sama sekali tidak ada efek hukum atau kekuatan yang mengikat, hanya berdasarkan pada perasaan hati. Kehidupan Hubungan Suami Istri orang Atlantis sangat dinamis, untuk mempertahankan kesehatan. Saya memutuskan hidup bersamanya berdasarkan kesan akan Hubungan Suami Istri, inteligensi dan daya tarik. Di masa itu, Hubungan Suami Istri merupakan sebuah bagian penting dalam kehidupan, Hubungan Suami Istri sama pentingnya dengan makan atau tidur. Ini adalah bagian dari “keberadaan hidup secara keseluruhan”, lagi pula tubuh kami secara fisik tidak menampakkan usia kami, umumnya kami dapat hidup hingga berusia 200 tahun lamanya.

Ada juga yang orang Berhubungan Suami Istri dengan hewan, atau dengan setengah manusia separuh hewan, misalnya, tubuh seekor kuda yang berkepala manusia. Di saat itu, orang Atlantis dapat mengadakan transplantasi kawin silang, demi keharmonisan manusia dan hewan pada alam, namun sebagian orang melupakan hal ini, titik tolak tujuan mereka adalah Hubungan Suami Istri. Orang yang sadar mengetahui, bahwa ini akan mengakibatkan ketidakseimbangan pada masyarakat kami, orang-orang sangat cemas, dan takut terhadap hal ini, tetapi tidak ada tindakan preventif. Ini sangat besar hubungannya dengan keyakinan kami, manusia memiliki kebebasan untuk memilih, dan seseorang tidak boleh mengganggu pertumbuhan inteligensi orang lain. Orang yang memilih hewan sebagai lawan main, biasanya kehilangan keseimbangan pada jiwanya, dan dianggap tidak matang.

Teknologi Maju yang Lalim

Pada masa kehidupan saya, kami tahu Atlantis telah sampai di pengujung ajal. Di antara kami ada sebagian orang yang tahu akan hal ini, namun, adalah sebagian besar orang sengaja mengabaikannya, atau tidak tertarik terhadap hal ini. Unsur materiil telah kehilangan keseimbangan. Teknologi sangat maju. Misalnya, polusi udara dimurnikan, suhu udara disesuaikan. Majunya teknologi, hingga kami mulai mengubah komposisi udara dan air. Terakhir ini menyebabkan kehancuran Atlantis.

Empat unsur pokok yakni: angin, air, api, dan tanah adalah yang paling fundamental dari galaksi dan bumi kami ini, basis materiil yang paling stabil. Mencoba menyatukan atau mengubah unsur pokok ini telah melanggar hukum alam. Ilmuwan bekerja dan hidup di bagian barat Atlantis, mereka “mengalah” pada keserakahan, demi kekuasaan dan kehormatan pribadi bermaksud “mengendalikan” 4 unsur pokok. Kini alam tahu, hal ini telah mengakibatkan kehancuran total. Mereka mengira dirinya di atas orang lain, mereka berkhayal sebagai tokoh Tuhan, ingin mengendalikan unsur pokok dasar pada bintang tersebut.

Menjelang Hari Kiamat
Saat-saat berakhirnya Atlantis

Ramalan “kiamat” pernah beredar secara luas, namun hanya orang yang pintar, dan yang mengikuti jalan spritual yang tahu penyebabnya. Akhir dari peradaban kami hanya disebabkan oleh segelintir manusia! Ramalan mengatakan: “Bumi akan naik, Daratan baru akan muncul, semua orang mulai berjuang lagi. Hanya segelintir orang bernasib mujur akan hidup, mereka akan menyebar ke segala penjuru di daratan baru, dan kisah Atlantis akan turun-temurun, kami akan kembali ke masa lalu”. Menarik pelajaran, Lumba-lumba pernah memberitahu kami hari “kiamat” akan tiba, kami tahu saat-saat tersebut semakin dekat, sebab telah dua pekan tidak bertemu lumba-lumba. Mereka memberitahu saat kami akan pergi ke sebuah tempat yang tenang, dan menjaga bola kristal, lumba-lumba memberitahu kami dapat pergi dengan aman ke barat.

Banyak orang meninggalkan Atlantis mencari daratan baru. Sebagian pergi sampai ke Mesir, ada juga menjelang “kiamat” meninggalkan Atlantis dengan kapal perahu, ke daratan baru yang tidak terdapat di peta. Daratan-daratan ini bukan merupakan bagian dari peradaban kami, oleh karena itu tidak dalam perlindungan kami. Banyak yang merasa kecewa dan meninggalkan kami, aktif mencari lingkungan yang maju dan aman. Oleh karenanya, Atlantis nyaris tidak ada pendatang. Namun, setelah perjalanan segelintir orang hingga ke daratan yang “aneh”, mereka kembali dengan selamat (Teori Austronesia). Dan keadaan negerinya paling tidak telah memberi tahu kami pengetahuan tentang kehidupan di luar Atlantis.

Baca juga : Sejarah Austronesia dan Austronesia - 2.500 SM

Saya memilih tetap tinggal, memastikan kristal energi tidak mengalami kerusakan apa pun, hingga akhir. Kristal selalu menyuplai energi ke kota. Saat beberapa pekan terakhir, kristal ditutup oleh pelindung transparan yang dibuat dari bahan khusus. Mungkin suatu saat nanti, ia akan ditemukan, dan digunakan sekali lagi untuk maksud baik. Saat kristal ditemukan, ia akan membuktikan peradaban Atlantis, sekaligus menyingkap misteri lain yang tak terungkap selama beberapa abad.

Saya masih tetap ingat hari yang terpanjang, hari terakhir, detik terakhir, bumi kandas, gempa bumi, letusan gunung berapi, bencana kebakaran. Lempeng bumi saling bertabrakan dengan keras. Bumi sedang mengalami kehancuran, orang-orang di dalam atap lengkung bangunan kristal bersikap menyambut saat kedatangannya. Jiwa saya sangat tenang. Sebuah gedung berguncang keras. Saya ditarik seseorang ke atas tembok, kami saling berpelukan. Saya berharap bisa segera mati. Di langit asap tebal bergulung-gulung, saya melihat lahar bumi menyembur, kobaran api merah mewarnai langit. Ruang dalam rumah penuh dengan asap, kami sangat sesak. Lalu saya pingsan, selanjutnya, saya ingat roh saya terbang ke arah terang. Saya memandang ke bawah, dan terlihat daratan sedang tenggelam. Air laut bergelora, menelan segalanya. Orang-orang lari ke segala penjuru, jika tidak ditelan air dahsyat, pasti jatuh ke dalam kawah api. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan. Bumi seperti sebuah ceret air raksasa yang mendidih, bagai seekor binatang buas yang kelaparan, menggigit dan menelan semua buruannya. Air laut telah menenggelamkan daratan.

Sumber Kehancuran
Lewat ingatan Inggrid Benette, diketahui tingkat perkembangan teknologi bangsa Atlantis, berbeda sekali dengan peradaban kita sekarang, bahkan pengalamannya akan materiil berbeda dengan ilmu pengetahuan modern, sebaliknya mirip dengan ilmu pengetahuan Tiongkok kuno, berkembang dengan cara yang lain. Peradaban seperti ini jauh melampaui peradaban sekarang. Mendengarnya saja seperti membaca novel fiktif. Bandingkan dengan masa kini, kemampuan jiwa bangsa Atlantis sangat diperhatikan, bahkan mempunyai kemampuan supernormal, mampu berkomunikasi dengan hewan, yang diperhatikan orang sekarang adalah pintar dan berbakat, dicekoki berbagai pengetahuan, namun mengabaikan kekuatan dalam. 

Bangsa Atlantis mementingkan “inteligensi jiwa” dan “tubuh” untuk mengembangkan seluruh potensi terpendam pada tubuh manusia, hal ini membuat peradaban mereka bisa berkembang pesat dalam jangka panjang, dan penyebab utama tidak menimbulkan gejala ketidakseimbangan. 
Mengenai punahnya peradaban Atlantis, layak kita renungkan mulai sekarang. Bicara sejarah, pasti hanya waktu yang tidak dapat diubah, karena penggambaran tempat dapat direkayasa sedemikian rupa. Anda tahu kapan Atlantis eksis, dan apakah Anda tahu tahun Jawa yang sesungguhnya eksis; 12.322 JED pada saat 1 Masehi. Sementara tahun Jawa yang terkontaminasi pertama adalah tahun 4425 pada saat 1 Masehi, dan tahun Jawa yang terkontaminasi kedua adalah tahun 78 pada saat 1 Masehi, atau yang sering disebut tahun saka. Dan kontaminasi tahun Jawa yang terakhir adalah kalender Jawa Islam yang diperkenalkan oleh Sultan Agung.
Masyarakat Jawa yang senkretis, terlalu longgar menerima pengaruh luar, hal ini sesuai dengan ingatan “Inggrid Benette” dimana masyarakat Atlantis adalah masyarakat yang sangat menghargai dan mudah menerima nilai-nilai yang dianggap tidak menyakitkan orang lain.
Dari penuturan “Inggrid Benette” percaya atau tidak, itu adalah budaya yang masih hingga kini diterapkan di pedalaman Indonesia, yakni "Kearifan Lokal Indonesia"
Sumber : Dari Berbagai Sumber
Foto : Istimewa

Ingin lebih tahu mengenai Kebesaran Leluhur Bangsa Indonesia?
Silahkan kunjungi:
http://perpustakaan.tanahimpian.web.id
Share:

TNI AL Tutup Latihan Militer Armada Jaya XXXVII

Proses re embarkasi bertahap dilakukan usai latihan militer Armada Jaya XXXVII
Surabaya (IndonesiaMandiri) - Usai perhelatan akbar Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya XXXVII/2019 dilaksanakan Sabtu (13/7),  saatnya ribuan pasukan pendarat serta puluhan tank dan ranpur melakukan re embarkasi ke KRI Makassar-590 dan KRI Teluk Banten-516.

Proses Re embarkasi tersebut disaksikan langsung Pangkoarmada II Laksda TNI Mintoro Yulianto diatas KRI Makassar (14/7).

"Hari ini kita laksanakan proses re embarkasi yakni pemberangkatan kembali seluruh pasukan pendarat dan ranpur dari rahlat di Pantai Banongan ke KRI Makassar dan KRI Teluk Banten,  sebelum seluruh unsur dan pasukan kembali ke Surabaya. Karenanya penting untuk memastikan proses re embarkasi ini berjalan aman, tertib dan lancar ", jelas Pangkoarmada II.

Sebagaimana telah diberitakan, latihan puncak TNI AL Armada Jaya XXXVII/2019 melibatkan 8.493 personel, serta berbagai jenis Kapal Perang (KRI) dari jajaran Koarmada I dan Koarmada II.
Selain Kapal Perang, dalam pelaksanaan latihan tersebut juga turut serta beberapa Pesawat Udara, serta Alutsista Marinir seperti BMP-3F, LVT-7, BVP-2, KAPA-K61, How 105, RM – 70 Grad, PK dan Mopel, serta Puluhan Kendaraan Pendarat Amfibi milik Korps Marinir (bp).
Share:

Garuda Indonesia Resmikan Cargo Service Centre Ke-132 Di Soreang

Layanan Cargo dari Garuda Indonesia terus dikembangkan ke pelosok daerah
Soreang/Jawa Barat (IndonesiaMandiri) - Maskapai nasional Garuda Indonesia melalui lini bisnis kargo udara kembali resmikan Cargo Service Center (CSC) terbaru ke-132, di Jalan Terusan Alfathu, Ruko Balesakanca, Blok B 01, Soreang, Bandung, Jabar (11/7). Peresmian CSC Soreang ini merupakan bagian dari strategi korporasi perluas jaringan distribusi layanan kargo udara dengan mendekatkan layanan one stop service kargo udara kepada pengguna jasa, khususnya di wilayah Jabar.

CSC Soreang beroperasi atas kerjasama Garuda Indonesia Cargo dengan Suryagita Nusaraya (SN) dalam pengelolaan Kerja Sama Operasi (KSO) tersebut. Menurut Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, “adanya pembukaan CSC KSO Soreang ini, masyarakat Bandung kini dapat menikmati layanan pengiriman barang lewat udara, ke seluruh rute yang diterbangi Garuda Indonesia. Pelanggan dapat mengirim barang lewat CSC berdasarkan titik jemput dan titik penghantaran yang diinginkan, baik menggunakan layanan city to door, city to port, maupun door to door. Sedangkan, bagi pelanggan yang memprioritaskan pengiriman bedasarkan kecepatan waktu, berat atau jenis komoditas, dapat menggunakan layanan Reguler atau Go Express.”


Melalui perluasan jaringan layanan CSC Soreang ini, Garuda Indonesia Cargo menargetkan 35 ton angkutan kargo per bulan dengan komoditi utama handycraft dan bunga potong di area Soreang Bandung. Selain itu, pembukaan CSC Soreang ini juga merupakan bentuk dukungan Garuda Indonesia Cargo terhadap potensi pengembangan pengiriman kargo dari komoditi kopi dan hewan ternak yang menjadi mata pencaharian dan komoditas utama masyarakat di Jawa Barat.


“Saat ini total Cargo Service Center yang tersebar di Indonesia berjumlah 132. Terdapat 64 CSC di bandara dan 68 CSC di pusat kota, baik yang dikelola langsung oleh Garuda Indonesia Cargo serta mitra perusahaan. Kedepannya, layanan melalui CSC diharapkan dapat menjangkau ke seluruh pelosok daerah, untuk menunjang pesatnya pengiriman kargo domestik dan internasional bagi seluruh lapisan masyarakat,”  ungkap Iqbal (ma).
Share:

KLHK Sita Ribuan Potong Kayu Olahan Ilegal di Nunukan

Tim gabungan KLHK sita kayu olahan ilegal
Nunukan/Kaltara (IndonesiaMandiri) - Tim Gabungqn Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Polres Nunukan berhasil mengamankan ribuan potong kayu olahan serta 2 unit circle saw sebagai barang bukti perdagangan kayu olahan ilegal, di Nunukan, Kalimantan Utara.

Penyidik SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah II Samarinda, Balai penegakkan hukum/Gakkum LHK Wilayah Kalimantan mengamankan tiga aktor intelektual illegal logging yang berinisial N (51) asal Nunukan, Y (57) asal Balikpapan dan RH (56) asal Nunukan, di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (10/7). Lalu penyidik menetapkan ketiga orang itu sebagai tersangka yang ditahan di Rutan Polresta Samarinda. Sedangkan barang bukti berupa 2 lokasi penampungan/penumpukan kayu olahan, 2.089 potong sortimen papan/balok kayu olahan (44 meter kubik) berbagai jenis dan ukuran, serta 2 unit circle saw. Kayu olahan dititipkan ke KPHP Nunukan, Dinas Kehutanan Provinsi Kaltara.

Penyidik KLHK menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 83 Ayat 1 Huruf b Jo. Pasal 12 Huruf e Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar. Kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang menyampaikan aktifitas penampungan dan perdagangan kayu olahan ilegal di Kabupaten Nunukan.

Tim SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah II Samarinda kemudian melakukan penggerebekan dua usaha penampungan dan perdagangan kayu olahan ilegal tersebut. Selanjutnya, tim operasi yang dibantu Polres Nunukan mengamankan barang bukti dan membawa 3 tersangka ke Samarinda, untuk diproses lebih lanjut oleh PPNS Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan. 
Terkuaknya kasus ini hasil kerja sama yang terjalin baik antara Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan dengan Polda Kalimantan Utara (Polres Nunukan) dan KPHP Nunukan serta Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara (dh).

Foto: Dok. KLHK
Share:

Sonny Keraf Sarankan Presiden Copot Menteri ESDM

Konflik internal di Kementerian ESDM berdampak krisis energi
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Sonny Keraf yang juga mantan Menteri Lingkungan Hidup (1999-2001), menepis tudingan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan yang menyebut DEN kurang berkontribusi dan hanya menghabiskan anggaran. “Tidak benar kalau (Menteri) Jonan bilang DEN tidak ada hasilnya,” ucap Sonny dalam rilisnya (13/7).

Nah, ini yang ditanggapi Sonny bahwa justru Jonan keliru. Misalnya soal pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) tak jelas berujung pada membengkaknya impor minyak dan gas saat ini. Oleh sebab itu, Sonny menyatakan Menteri Jonan layak dicopot oleh Presiden Joko Widodo. DEN sendiri adalah lembaga kebijakan energi dengan kerja nyata, seperti merumuskan kebijakan energi nasional yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Kebijakan Energi Nasional 79/2014 serta menetapkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Dokumen tersebut, kata Sonny seharusnya disusun bersama dengan Kementerian ESDM lalu ditetapkan DEN. Namun kenyataannya, DEN harus merombak total rancangan RUEN sendirian sebelum akhirnya diterbitkan Perpres 22/2017.

Fungsi DEN lainnya ucap Sonny, menetapkan kondisi krisis dan darurat energi (Perpres 41/2016) dan melaksanakan pengawasan pelaksanaan kebijakan energi lintas sektor. “Bahkan DEN membantu penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) 34 propinsi,” katanya. Sonny justru mempertanyakan mengapa usulan implementasi kebijakan yang dari Anggota Unsur Pemangku Kepentingan (AUPK) justru ditolak Jonan, selaku Menteri ESDM merupakan Ketua DEN. Belakangan usulan tersebut malah disetujui dan diputuskan Presiden Joko Widodo. Misalnya soal pemberlakukan B20 dan ujicoba B30 untuk bahan bakar nabati. 

Juga soal feed in tariff untuk listrik EBT. Meski dalam RUEN yang ditetapkan DEN, ketentuan feed in tariff EBT agar diberlakukan, tapi Menteri Jonan malah mengeluarkan kebijakan harga dengan ketentuan 85% BPP yang justru menghambat pengembangan EBT. Padahal pengembangan EBT akan berkontribusi besar bagi penurunan emisi gas rumah kaca (ma).


Foto: Istimewa

Share:

Swedia Gabung Inggris Kembangkan Fighter Next Generation

Pesawat tempur “next generation” Inggris
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Swedia akan menjadi mitra internasional pertama bagi Inggris untuk bergabung dalam program pengembangan pesawat tempur generasi ke-6 “Tempest”. Kerjasama ini melibatkan pihak kedua pemerintahan dan industridimana program ini sudah terlebih dahulu dimulai oleh pihak Inggris dengan memanfaatkan kemampuan teknologi industri kerdirgantaraannya.

Untuk mendukung program tersebutpihak Pemerintah konservatif Inggris telah alokasikan anggaran sebesar 2 milyar Pound Sterling atau setara dua setengah milyar Dollar Amerika Serikat untuk membiayai tahap awal program. Pelaksanaan program akan melibatkan pihak industri utama seperti BAE Systems, Rolls-Royce, pembuat misil MBDA dan Industripersenjataan Inggris Leonardo.

Pemerintah Inggris membuka kesempatan kerjasama dengan negara asing dengan syarat bahwa mereka juga membwa permodalanteknologi dan potensi pasarMenurut analisa militer, negara-negara yang memiliki program pengembangan pesawat tempur generasi baru canggih diantaranyaJepangItaliTurkidan Swedia serta Inggris sendiri, dengan harapan sudah bias dioperasikan pada 2035.

Kerjasama Swedia dan Inggris ini bukan merupakan yang pertama kali dibidang pesawat tempur. BAE yang dulu bernama British Aerospace pernah membantu SAAB Swedia dalam memasarkan pesawat tempur GripenSAAB kini telah menjual versi mutakhir dari Gripen E ke Brazil. Menurut satu sumber, Brazil memesan 108 unit pesawat tempur GripenSementara BAE, bersama mitranya Airbus dan Leonardo yang memproduksi pesawat tempur Eurofighter, melanjutkan pembuatan versi mutakhir pesawat Typhoon baik untuk pasar domestik maupun  ekspor.  Inggris sendiri menjadwalkan mengganti Typhoon dengan pesawat tempur baru pada 2040 (mah/ab).
Share:

Arsip