Menlu RI Kunjungi KRI Usman Harun di Lebanon

Beirut, Lebanon (IndonesiaMandiri) - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno L.P. Marsudi berkunjung ke KRI Usman Harun-359 saat sandar di dermaga Beirut, Lebanon (25/02).

Kunjungan Menlu RI disambut langsung oleh Komandan KRI Usman Harun-359 yang sekaligus Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J UNIFIL 2017, Kolonel Laut (P) Alan Dahlan dan seluruh prajurit Satgas di geladak heli.

Menlu RI mengatakan, “apresiasi yang sebesar-besarnya kepada TNI Angkatan Laut yang telah menjadi bagian dari pasukan perdamaian PBB dan MTF TNI, hal ini akan mendukung kita untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Usai sambutan, acara dilanjutkan ramah tamah diiringi lagu dari band prajurit KRI Usman Harun-359 dan penampilan kesenian. Kesenian yang ditampilkan antara lain rampak gendang, tari remo, tari saman dan pencak silat. Penampilan prajurit KRI Usman Harun-359 memukau Menlu RI dan hadirin ramah tamah. Disela-sela ramah tamah, Menlu RI berbincang kepada salah satu prajurit KRI Usman Harun-359. Usai ramah tamah seluruh Prajurit KRI Usman Harun-359 mengajak Menlu RI dan rombongan untuk menari gemufamire bersama di geladak heli.

Beranjak dari geladak heli, Menlu RI melanjutkan acara ke lounge room untuk menerima paparan singkat dari Komandan Satgas MTF TNI XXVIII-J UNIFIL dan melaksanakan foto bersama prajurit KRI Usman Harun-359 di haluan. Setelah foto bersama, Menlu RI melaksanakan tour ship, mendapatkan penjelasan singkat mengenai alat dan instrumen kapal dari kru KRI Usman Harun-359. Usai tour ship Menlu RI beranjak ke geladak heli untuk mengisi buku tamu dan pesan kepada prajurit KRI Usman Harun-359. 

Acara kunjungan Menlu RI didampingi Dubes RI untuk Lebanon, H.E. Achmad Chozin Chumaidy, Penasihat Militer RI untuk PBB Brigjend Fulad, Direktur Keamanan Internasional dan Pelucutan Senjata Kemlu, Grata Endah Werdaningtyas, Direktur Timur Tengah Keamanan Kemlu, Sunarko Suwito, Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan Kemlu, Armanatha Christiawan Nasir, Kepala Subbagian Program Antar Kementerian dan Lembaga, Busron Sodikun, Kepala Subdirektorat  Direktorat Timur Tengah, Nanda Avalist (ab).
 
Foto: Pen Satgas MTF TNI XXVIII-J UNIFIL.
Share:

24 Pesawat Tempur F-16 EDA Perkuat TNI AU


Madiun (IndonesiaMandiri) - TNI AU mendapat tambahan 24 pesawat tempur jenis F-16 EDA. Ini merupakan proses panjang yang sudah berlangsung sejak 2012 hingga Januari 2018 dan bagian dari rangkaian kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat dalam Program Management Office (PMO). 

Acara yang berlangsung di Pangkalan Udara TNI AU Iswahyudi, Madiun, Jatim ini, dihadiri oleh Menhan Ryamizard Ryacudu, Duta Besar Amerika Serikat, pejabat Pimpiman TNI, Kemhan, pimpinan dan staf Lanud Iswahyudi serta undangan lainnya (28/2). 

Penambahan pesawat tempur F-16 berteknologi canggih tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan TNI AU dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penyerahan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima dari Kabaranahan Kemhan kepada Aslog Panglima TNI dan selanjutnya diserahkan kepada Aslog Kasau. 

“Laksanakan tugas kalian di udara dengan sebaik-baiknya agar kehadiran kalian di udara mampu menjaga kedaulatan dan keselamatan bangsa,” pesan Menhan Ryamizard Ryacudu kepada para pilot TNI AU yang bakal mengawaki F-16 (ab). | Foto: Istimewa 
Share:

Kemhan Laksanakan Survei Pelayanan Publik

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Di akhir 2017, Lembaga Ombudsman melakukan survei tentang kinerja di kementerian yang ada dalam hal pelayanan publik. Menariknya, dari semua yang disurvei, hanya Kementerian Pertahanan/Kemhan diberi label “merah”, alias kualitas pelayanannya buruk.

Sontak ini jadi pertanyaan besar, ada apa? Pihak Kemhan pun secara sigap melakukan evaluasi internal dan menelusuri apa penyebabnya. Itu sebabnya, Kemhan melaksanakan survei eksternal dengan melibatkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi/Kemen PAN-RB serta mengundang mitranya untuk mengisi kuisioner. Acara yang dihadiri hampir 100 mitra Kemhan (termasuk wartawan), berlangsung di Gedung DI Panjaitan, Kemhan, Jakarta (27/2).

“Jangan samakan Kemhan dengan kementerian lainnya dalam hal pelayanan publik. Karena kami banyak berurusan dengan institusi militer dan pertahanan negara. Misi kami lebih ke pengabdian,” tegas Brigjen Alfred BH Rantetandung, Sekretatis Inspektoral Jenderal Kemhan.

Jadi memang sisi pelayanan publiknya
berbeda dengan kementerian lainnya. Hal ini bisa dimaklumi karena visi dan misi Kemhan tentunya adalah lebih mengedepankan pengabdian. Tetapi agar ini tetap obyektif, Kemhan tak menutup diri dan tetap melakukan perbaikan dalam hal pelayanan publik untuk memelihara good governance dan transparansi. Itu sebabnya ketika survei, penyelenggaranya dikoordinasi langsung oleh Kemen PAN-RB (ab).

Foto: abri
Share:

KRI RE Martadinata-331 Kunjungi Pulau Terdepan NKRI

Rote/NTT (IndonesiaMandiri) - KRI Raden Eddy Martadinata-331 melaksanakan Patroli pengamanan di perairan pulau terluar, tepatnya di perairan Pulau Ndana Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam operasi tersebut KRI Raden Eddy Martadinata-331 dengan Pgs. Komandan Kolonel Laut (P) Sandharianto - Alumni Akademi Angkatan Laut angkatan 42/1996 - bertujuan mengamankan dan menjaga kedaulatan NKRI  serta melaksanakan fungsi penegakan hukum di wilayah perairan laut Indonesia. 

Saat ini KRI Raden Eddy Martadinata-331 melaksanakan Patroli Sektor di wilayah perbatasan dengan negara Australia tepatnya di sekitar perairan Pulau Ndana di bawah komando Gugus Tempur Laut Wilayah Timur dalam operasi Arung Sakti 18 (26/02). Pulau Ndana terletak pada kordinat 11 00’ 00” S 122 52’ 00” T merupakan sebuah pulau kecil yang termasuk dalam kabupaten Rote, NTT. Secara geografis lokasinya disebelah utara Pulau Ndana yang merupakan ibukota Kabupaten Rote dan sebelah Selatan adalah perairan yang perbatasan langsung dengan  wilayah perairan negara Australia. Daerah ini minim sumber air tawar dan kondisi tanah yang tidak subur serta pantai pasir berkarang sehingga menyulitkan pelaksanaan bercocok tanam. Faktor alam tersebut membuat tidak ada warga yang menetap di Pulau ini. Pulau Ndana memiliki nilai strategis karena terletak di wilayah pulau terluar atau terdepan berbatasan dengan negara Australia. 

Saat ini TNI AL sudah memiliki Pos Pengamat yang di awaki oleh empat personel serta sebagai tambahan kekuatan, Mabes TNI juga rutin mengirim Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar TNI yang bertugas menjaga kedaulatan wilayah NKRI di pulau ini. Satgas pengamanan pulau terluar di Pulau Ndana saat ini di Komandani oleh Kapten Marinir Lukman Santoso, lulusan Akademi Angkatan Laut angkatan 54/2008. Ini merupakan satgas gabungan TNI yang terdiri dari 34 Prajurit Marinir TNI AL dari Pasmar 1 sedangkan Personel TNI AD berjumlah 10 orang dan bertugas selama sembilan bulan. Satgas ini merupakan contoh bagaimana kerja sama antar matra di TNI dapat memperkuat kedaulatan wilayah NKRI sampai ke pulau terluar.
 
Kehadiran parajurit KRI Raden Eddy Martadinata-331 di sambut dengan hangat dan gembira oleh personel Satgas dan Posal Pulau Ndana yang pada intinya adalah untuk menjalin silaturahmi dan memberi dukungan moril kepada rekan-rekan prajurit yang sedang bertugas melaksanakan pengamanan pulau terluar. Tak lupa juga para prajurit KRI Raden Eddy Martadinata-331 membawa sedikit buah tangan berupa air mineral, mie instan dan susu kemasan serta makanan tradisional buatan anggota KRI sebagai pengobat rindu kepada kampung halaman (rm).

Foto: DispenArmatim
Share:

KRI Waigeo-961 Akhiri Masa Pengabdiannya

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Kapal Perang Republik Indonesia atau KRI Waigeo-961 dibawah jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmatim setelah bertugas sejak 9 Agustus 1985, tepat pada 28 Februari 2018 mengakhiri masa bhaktinya dengan melaksanakan upacara penurunan ular-ular perang dan lencana perang. Acara sakral ini dipimpin oleh Kasarmatim Laksma I.N.G. Sudihartawan, mewakili Pangarmatim, berlangsung di Dermaga Semampir Selatan Koarmatim, Ujung Surabaya (28/02).

Pesan Pangarmatim yang disampaikan Kasarmatim menyebutkan, KRI Waigeo-961 merupakan jenis kapal Angkut Serba Guna (ASG) yang dalam sejarahnya kapal tersebut di produksi di galangan Fasharkan Manokwari pada 1982 dan selanjutnya sejak 9 Agustus 1985 resmi bergabung dalam jajaran TNI Angkatan Laut. Selama 33 tahun masa kedinasannya, KRI Waigeo-961 telah melaksanakan berbagai penugasan berupa mendukung pergeseran personel maupun material ke seluruh wilayah tanah air, baik dalam rangka operasi militer maupun mendukung pembangunan nasional. Dengan kiprahnya selama ini, kehadirannya telah banyak memberikan kontribusi positif bagi terlaksananya tugas-tugas yang di emban TNI AL dan meninggalkan kebanggaan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

Beberapa aksi pengabdian KRI Waigeo-961 yaitu Satgasla Ambon dan Satgasla Biak dibawah kendali Guspurla Armatim, serta Operasi Pantura Jaya dengan Komandan terakhir adalah Lettu Laut (P) Hanni Chandra berdasarkan Surat Telegram Kasal Nomor 156/SOPS/0218 TWU.0213.1555 telah dilaksanakan penurunan bendera ular-ular perang diatas KRI Waigeo-961. Sebagai kapal angkut serbaguna, KRI Waigeo memiliki panjang 31,3 meter, lebar 6,26 meter, tinggi lambung 2,6 meter, diameter taktis 130 meter, pendorong pokok Diesel Engine dengan kecepatan bertempur 20 nautical miles, bobot 200 ton, kapasitas muat personel 50 orang, dan jarak jelajah 1.000 mil (ab).

Foto: DispenArmatim
Share:

Mutasi Lima Jabatan Strategis Di Koarmabar


Jakarta (IndonesiaMandiri) - Pangarmabar Laksda Aan Kurnia memimpin Upacara Serah Terima Jabatan lima jabatan strategis di jajaran Koarmabar yaitu Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar (Danguspurlabar), Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmabar (Danguskamlabar), Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta, Danlantamal XII Pontianak dan Asisten Personel (Aspers) Pangarmabar, bertempat di Markas Komando Koarmabar, Jakarta (27/2). 


Jabatan yang diserahterimakan yaitu Danguspurlabar dari Laksma TNI Arsyad Abdullah, S.E., kepada Kolonel Laut (P) Irvansyah, Danguskamlabar dari Laksma TNI Bambang Irwanto, M.Tr (Han) kepada Kolonel Laut (P) Dafit Santoso, Danlantamal III Jakarta dari Laksma TNI Muchammad Ricard, S.H., M.M., kepada Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E., M.M., Danlantamal XII Pontianak dari Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi kepada Laksma TNI Gregorius Agung W.D., M.Tr (Han) dan Aspers Pangarmabar dari Kolonel Laut (P) H. Yudho Warsono, S.E., M.M., kepada Kolonel Laut (P) Deni Herman, S.T., M.AP. 



Pangarmabar mengatakan, serah terima jabatan merupakan dinamika  organisasi dan merupakan proses regenerasi yang bertujuan untuk memantapkan kualitas kepemimpinan dan mengembangkan kemampuan manajerial  serta merupakan wujud kepercayaan dari pemimpin TNI AL kepada Perwira terpilih, yang diharapkan mampu mengemban setiap tugas yang dibebankan secara profesional demi kemajuan organisasi. 



Guspurla Koarmabar merupakan Komando Pelaksana Operasi di bawah Pangarmabar, bertugas melaksanakan dan menyelenggarakan operasi tempur laut dan operasi amphibi guna mendukung pengendalian laut dan pencapaian tujuan strategis dalam rangka penegakkan kedaulatan dan hukum di laut. Guskamla Koarmabar sebagai Komando Pelaksana Operasi  di bawah Pangarmabar bertugas melaksanakan dan menyelenggarakan operasi laut sehari-hari dalam rangka penegakan hukum nasional dan internasional, menjaga kedaulatan di laut dan melaksanakan bantuan terhadap operasi militer lainnya. 



Sedangkan Komando pelaksana dukungan, Lantamal III Jakarta dan Lantamal XII Pontianak bertugas menyelenggarakan dukungan logistik dan administrasi unsur-unsur operasi dan pembinaan potensi maritim. Dan untuk Spers Koarmabar bertugas merumuskan dan mengembangkan kebijakan Pangarmabar di bidang personel, baik militer maupun pegawai negeri sipil di lingkungan Koarmabar. 



Lebih lanjut dikatakan Pangarmabar, wilayah kerja Koarmabar yang strategis karena dilalui jalur pelayaran Internasional menjadi tantangan bagi Koarmabar. Tugas Koarmabar untuk mewujudkan tugas pokok TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan nasional dan regional di perairan wilayah barat Indonesia harus ditingkatkan, melalui pelaksanaan gelar operasi Guspurla dan Guskamla Koarmabar serta penyiapan dukungan oleh pangkalan dalam mendukung kebutuhan unsur operasi. Koarmabar tidak mentolerir terhadap segala bentuk pelanggaran hukum di laut (ab). 



Foto: DispenArmabar 
Share:

GAR Raih Prestasi 100 Persen Kemamputelusuran Usaha Sawit

Singapura (IndonesiaMandiri) - Golden Agri-Resources (GAR), sebuah perusahaan sawit terdepan, mengumumkan keberhasilan usahanya dalam mencapai 100 persen kemamputelusuran hingga ke perkebunan (Traceability To the Plantation) bagi seluruh 44 pabrik miliknya sendiri. Dengan capaian yang telah berhasil diselesaikan pada 2017, kini 39 persen dari produksi total minyak kelapa sawit GAR bisa ditelusuri sepenuhnya.

Dalam pernyataan pers yang diterima redaksi (27/2), GAR kini juga bekerjasama dengan 427 pemasok independen lainnya untuk memetakan rantai pasokan mereka, dan berupaya mencapai 100 persen kemamputelusuran hingga ke perkebunan di akhir 2020.

Proses penyelesaian tahap pertama dari rencana GAR mencakup penelusuran tandan buah segar (TBS), yang dibeli dari pedagang dan petani mandiri, maupun dari perkebunan milik GAR dan petani plasma. Kini perusahaan dapat menjangkau lebih dari 70 pedagang yang membeli dari 11.000 petani swadaya, yang mengelola lahan lebih dari 44.000 hektar.

“Setelah kami mencapai 100 persen kemamputelusuran hingga ke pabrik di tahun 2015, kami memulai sejumlah upaya yang dinilai ambisius untuk industri ini – yaitu menelusuri lebih dari tujuh juta ton kelapa sawit, melalui 471 pabrik pengolahan hingga ke perkebunan tempat ditumbuhkannya buah kelapa sawit tersebut,” ungkap Franky Oesman Widjaja, CEO GAR.

Menurut Agus Purnomo, Managing Director Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement GAR, kemamputelusuran tak hanya berarti dapat menjamin sumber bahan bakunya. Namun hal ini juga membentuk tulang punggung dari upaya GAR melibatkan para pemasok menuju perubahan yang lebih baik.  Sebelum GAR dapat membantu mereka mengubah bisnis mereka, dan bergabung bersama GAR untuk membangun industri kelapa sawit yang lebih bertanggung jawab dan tahan banting ini, pertama-tama GAR harus mengetahui latar belakangnya (sa/ab).

Foto: Istimewa
Share:

KRI Kerambit Produksi PT PAL Diluncurkan

Surabaya (IndonesiaMandiri) - Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur Laksda Didik Setiyono didampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armatim/KDJAT Ibu Retno Didik Setiyono, menghadiri acara peluncuran Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 batch kedua oleh Kasal Laksamana Ade Supandi di Fasilitas Shiplift Divisi Kapal Perang PT. PAL Indonesia, Ujung Surabaya (27/02).

Ini merupakan kapal perang keempat produksi PT. PAL Indonesia. Didesain dengan 55 pengawak yang mampu mengarungi lautan hingga kondisi Sea State 5 dengan Significant Wafe 4 meter. Kapal perang ini juga dilengkapi dengan sistem senjata yang lebih terintegrasi serta kemampuan stabilitas yang prima yaitu dengan adanya Fin Stabilizer.

Penamaan “Kerambit” kepada kapal perang diberikan oleh Ibu Endah Ade Supandi sebagai ibu kandung kapal, terinspirasi dari senjata yang menyerupai cakar harimau dari ranah Minang “Karambik” atau dengan nama lain Kerambit, yang digunakan untuk menyayat maupun merobek anggota tubuh lawan secara cepat dan tak terduga.

Peluncuran KRI Kerambit – 627 melalui serangkaian proses produksi dengan tahapan pemotongan plat pertama pada 2 Februari 2017, dan dilanjutkan dengan peletakan lunas pada 9 Februari 2017 dimana seluruh tahapan dikerjakan oleh putra-putri terbaik bangsa dengan semangat berkarya untuk bangsa dan menjaga keutuhan NKRI. Kapal perang dengan panjang 60 meter dan bobot 500 ton ini memiliki kemampuan jelajah 20 knot hingga menempuh jarak 2.400 NM serta mampu mencapai kecepatan maksimal 28 knot sehingga KRI Kerambit – 627 akan mampu untuk memperkuat armada kapal perang Republik Indonesia dalam rangka menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI (ab).

Foto: DispenArmatim
Share:

Indonesia Beli Drone Wing Loong I Dari Cina

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Informasi yang diberitakan Majalah Jane's Defence Weekly edisi 25 Februari 2018, bahwa pada 2017 Indonesia telah menandatangai kontrak pembelian empat unit pesawat udara nir awak/drone Wing Loong I dari perusahaan BUMN Cina AVIC – Aviation Industry Corporation of China. 

Pesawat nir awak (MALE UAV – medium-altitude, long-endurance unmanned aerial vehicles) ini menurut rencana akan ditempatkan di Skadron Udara 51 TNI Angkatan Udara di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.   Selama ini di pangkalan tersebut telah memiliki pesawat nir-awak Aerostar buatan Israel.

Pesawat nir-awak Wing Loong I dikembangkan dan produksi oleh AVIC yang merupakan bagian dari Chengdu Aircraft Design and Research Institute (CADI). Memiliki panjang 9,05 m, tinggi 2,77 m, dan bentang sayap 14 m. Bobot take-off maksimum 1.150 kg, dan kapasitas beban angkut 200 kg.
Menggunakan mesin piston dengan tiga bilah propeller dibelakang badan pesawat, memiliki kemampuan terbang sampai ketinggian (ceiling) 7.500 m dari permukaan bumi. Daya jelajah maksimum sekitar 200 km (108 n mile), dengan endurance sekitar 20 jam. 

Perangkat yang dibawa antara lain radar SAR DH-3010, dan kubah AVIC Luoyang LE380 EO/IR. Pesawat ini dapat membawa persenjataan diantaranya misil udara-ke-darat BA-7, laser-guided bomb YZ-212, bom anti-personel YZ-102 atau guided-bomb LS-6. Senjata lainnya sebagai aternatif, misil BRM1 atau AKD-10, bom FT-10/25, FT-9/50, FT-7/130, GB-7/50 PGM atau GB-4/100 PGM (ah/ab).

Foto: Istimewa
Share:

Kodam XVI/Pattimura Siap Perangi Narkoba


Ambon (IndonesiaMandiri) - Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. Istilah narkoba sangat berkaitan dengan senyawa yang memberi efek kecanduan bagi para penggunanya. Bahaya narkoba tak hanya berpengaruh pada fisik saja tetapi bisa mengganggu mental atau jiwa pecandunya. 

Bahaya Narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi semua kalangan masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan. Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa. 

Oleh karenanya, peran serta Prajurit Kodam XVI/Pattimura sebagai aparatur negara harus mengambil sikap tegas, terutama dalam memutus rantai suplai barang haram tersebut. Kodam XVI/Pattimura sebagai wujud nyata dalam memberantas narkoba, sudah memerintahkan jajarannya untuk terus melakukan test urine dan razia serta sosialisasi tentang betapa bahayanya pengaruh yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi narkoba. 

Sebagai wujud dan komitmen untuk memerangi Narkoba, Kodam XVI/Pattimura juga telah memasang spanduk yang berisikan perang terhadap Narkoba di seluruh satuan jajarannya, melakukan penyuluhan/sosialisasi, dan secara terprogram maupun mendadak  melaksanakan tes urine kepada anggota di satuannya serta memberikan sanksi yang sangat keras tidak kenal kompromi (pidana dan pemecatan) kepada oknum anggota yang terbukti terlibat Narkoba (ab). 

Foto: Pendam16 
Share:

Kasau Lantik 12 Jabatan Strategis TNI AU


Cilangkap (IndonesiaMandiri) - Kepala Staf TNI Angkatan Udara/Kasau Marsekal Yuyu Sutisna melantik dan mengukuhkan 12 pejabat teras TN AU, dalam sebuah upacara serah terima jabatan yang juga ditandai dengan penandatanganan pakta integritas, di Mabesau, Cilangkap Jakarta (27/2). 

Kedua belas pejabat tersebut berturut-turut adalah, Inspektur Jenderal TNI AU (Irjenau), Korsahli Kasau, Aslog Kasau, Pangkoopsau II, Dankoharmatau, Kadisaeroau, Kadismatau, Kadiskomlekau, Kadisfaskonau, Kadislitbangau, Kadisinfolahtaau dan Kadisbangopsau. 

Irjenau dijabat oleh Marsekal Muda (Marsda) TNI Yadi Indrayadi Sutanandika, M.SS, menggantikan Marsda TNI Umar Sugeng Hariyono, S.IP, M.M, Koorsahli Kasau dijabat Marsda TNI Umar Sugeng Hariyono, S.IP, M.M menggantikan Marsda TNI Eko Supriyanto, Aslog Kasau dijabat Marsda TNI Eko Supriyanto menggantikan Marsda TNI Yadi Husyadi, Pangkoopsau II dijabat Marsma TNI Fajar Prasetyo menggantikan Marsda TNI Yadi Indrayadi Sutanandika, M.SS, Komandan Koharmatau dijabat oleh Marsekal Pertama (Marsma) TNI Dento Priyono menggantikan Marsda TNI Ignatius Triandono. 

Selanjutnya Kadisaeroau dijabat Marsma TNI Kukuh Sudibyanto menggantikan Marsma TNI Dento Priyono, Kadismatau dijabat oleh Marsma TNI Yuri Afiudin menggantikan Marsma TNI Agustinus Sukendro B,S.E, M.M, Kadiskomlekau dijabat oleh Marsma TNI Bambang Tengki menggantikan Marsma TNI Wisnu Sukarjo M.Sc, Kadifaskonau dijabat oleh Kolonel Sus Ir. Muchtar Mawardi, MM menggantikan Marsma TNI Ir. Ruslan Efendi, M.Sc, Kadislitbangau dijabat oleh Kolonel Tek Rochmadi Saputro menggantikan Marsma TNI Kukuh Sudibyanto, Kadisinfolahtaau dijabat oleh Kolonel Lek Toto Miarto menggantikan Marsma TNI Ir. Andaruna Setiawan dan Kadisbangopsau dijabat oleh Marsma TNI Irawan Nurhadi menggantikan Marsma TNI Asep Dian Hermawan. 

Saat melantik Kasau mengatakan, kedua belas jabatan yang diserahterimakan merupakan jabatan strategis di lingkungan TNI AU. Oleh karena itu para pejabat yang baru dilantik perlu memiliki pemahaman yang akurat terhadap lingkup tugas yang menjadi tangung jawabnya masing-masing. Kasau juga minta agar para pejabat baru dilantik memiliki wawasan yang luas serta visi dan misi jauh kedepan serta mampu berolah pikir secara objektif dan kreatif guna menghadapi tuntutan tugas yang semakin kompleks. 

“Mencermati begitu strategisnya jabatan yang baru disandang, maka saya minta agar para pejabat yang nota bene menjadi leader di satuan kerjanya masing-masing harus memiliki visi dan misi yang jelas serta tanggung jawab tinggi dalam memimpin satuannya” pinta Kasau (sj/ab). 

Foto: Dispenau 
Share:

Kapal Perang Australia Kunjungi Lantamal III


Jakarta (IndonesiaMandiri) - Pangkalan Utama Angkatan Laut/Lantamal III Jakarta menyambut kedatangan Kapal Perang Angkatan Laut Australia HMAS LARRAKIA ACPB 84 dengan berbagai agenda kegiatan diantaranya acara tabur bunga di laut guna memberikan penghormatan kepada awak kapal yang tenggelam di perairan Teluk Jakarta (26/2). 

Dimulai dari upacara penyambutan (merplug), kapal perang asing yang dikomandani Lieutenant Commander Robert Woodall dengan mengangkut 22 orang Anak Buah Kapal (ABK) di Dermaga JITC II Pelabuhan Tanjung Priok. 

Sejumlah pejabat utama Lantamal III yang hadir antara lain: Dansatrol, Kadis Syahal, para Perwira, Bintara dan Tamtama prajurit Lantamal III. Kegiatan dimeriahkan pula dengan tarian penyambutan Padupa dari daerah Sulawesi. Kapal yang memiliki panjang 56,8 m dan lebar 9,7 m dengan draft 2,7m di buat pada 2006 di pabrikan Austal Shifs, Henderson, Western Australia. 

Kedatangan HMAS LARRAKIA ACPB 84 diterima oleh Asintel Lantamal III Kolonel I Gede Wiryawan mewakili Komandan Lantamal III Laksma Muchammad Richad. 

Foto: DispenLantamal3 
Share:

Koarmabar Tangkap Kapal Asing Di Perairan Utara Bintan


Bintan/Kepri (IndonesiaMandiri) - Sebuah gelar operasi Koarmabar dengan melihatkan KRI Sigurot-864 dan KRI Pulau Rangsang-727 di Perbatasan RI-Singapore, berhasil menangkap kapal ikan asing MV Fu Yu di perairan Utara Bintan (25/2).

Penangkapan bermula saat KRI Sigurot-864 melaksanakan patroli di Selat Singapore, yang mendapat kontak kapal nelayan tidak berbendera melintas di TSS Utara Nongsa. Saat dilaksanakan pendekatan, kapal tersebut langsung berbalik haluan dan menuju ke perairan Malaysia kemudian melaksanakan lego jangkar. Dari hasil pengamatan secara visual diketahui bahwa nama kapal tersebut adalah MV Fu Yu.

Selanjutnya KRI Sigurot meluncur di sekitar perairan Nongsa. Sesaat kemudian, kapal terlihat melakukan pergerakan ke arah timur memasuki wilayah perairan Indonesia. Mengetahui hal tersebut, maka KRI SGR-864 melaksanakan  intercept dengan prosedur Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan (Jarkaplid). Berkat kesigapan awak KRI, maka kapal berhasil didekati dan  dihentikan pada posisi 01 15.608 U – 104 19.594 T tepatnya di perairan Utara Pulau Bintan.

Dikarenakan kondisi cuaca buruk, pemeriksaan hanya dapat dilakukan terhadap dokumen kapal dengan cara tender. Hal tersebut dilaksanakan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Untuk menghindari hal-hal yang membahayakan baik bagi KRI maupun kapal tersebut, maka KRI menjauh dan tetap melaksanakan pengawasan sambil melaksanakan pemeriksaan terhadap dokumen kapal.

Disaat cuaca semakin tidak mendukung karena kondisi  laut gelombang tinggi dan angin kencang, hal tersebut dimanfaatkan oleh MV Fu Yu dengan bergerak menjauh ke barat menuju ke perairan Singapura. Sesaat kemudian KRI SGR-864 melaksanakan manuver  pengejaran.  Namun KRI SGR terpaksa menghentikan pengejaran setelah mendeteksi awal MV Fu Yu telah memasuki perairan teritorial Malaysia di selatan Tanjung Selapa, Johor.

Atas dasar hal tersebut, maka Komandan KRI Sigurot melaporkan kepada Guskamlabar. Dan selanjutnya Guskamlabar melaksanakan koordinasi dengan pihak Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) atau Malaysia Maritime Enforcement Agency. Atas dasar informasi dari Guskamlabar, maka akhirnya MV Fu Yu dapat ditangkap oleh APMM di perairan malaysia.

Sabtu 25 Februari 2018 pukul 15.00 wib, pihak APMM melaksanakan serah terima MV Fu Yu kepada KRI Pulau Rangsang-727  pada koordinat 01 17.740 U – 104 7.190 T dengan pengawalan KRI Sigurot-864 dan KRI Lepu-861 serta didampingi Motor Boat Petir dari pihak APMM. Serah terima dilaksanakan di atas geladak MV Fu Yu meliputi kapal MV Fu Yu dan ABK berjumlah 10 orang beserta pasportnya. Setelah pelaksanaan serah terima dari pihak APMM kepada KRI PRG-727, selanjutnya MV Fu Yu dikawal menuju dermaga Fasharkan Mentigi dalam rangka proses pemeriksaan lebih lanjut (lw) | Foto: DispenArmabar


Share:

Penumpang Merokok Di Pesawat Diamankan Petugas


Jakarta (IndonesiaMandiri) - Seorang penumpang Citllink dengan kode penerbangan QG 156 tujuan Halim - Denpasar, saat sedang menuju pesawat diketahui merokok (25/2). Orang ini terus melanjutkan merokok hingga di dalam pesawat yang terjadwal keberangkatannya Jam 21.35, dan dilihat oleh beberapa penumpang lainnya.

Menariknya, seorang warga asing yang duduk dibelakangnya sempat merekam melalui gadgetnya hingga terlihat ketika petugas keamanan bandara (aviation security) berusaha membujuknya dan kemudian membawanya turun.

Saat bersamaan, pesawat yang membawa penumpang 101 orang ini juga sedang mengisi bahan bakar avtur (refueling) dan posisinya dekat dengan engine. Kondisi tersebut jelas-jelas sangat mengancam dan  membahayakan  penerbangan khususnya keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Citilink menilai perilaku penumpang ybs dapat membahayakan keselamatan penerbangan sehingga terpaksa mengambil langkah tegas, terlebih saat diberitahu malah "ngeyel" bahkan terlibat adu mulut dg petugas keamanan,” menurut keterangan pers dari Citilink.

“Perilakunya jelas-jelas dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan. Dalam industri airlines kami harus bisa memastikan tidak ada satupun aturan keselamatan yang dilanggar sehingga operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman, lancar dan nyaman,” tulis penjelasan Citilink (ab) | Foto: abri
Share:

Charborz, Kendaraan Militer Taktis Baru dari Rusia


Rusia (IndonesiaMandiri) - Kantor berita Rusia, TASS memberitakan kemunnculan unit kendaraan taktis lintas medan buggy yang diberi nama Charborz M-6 di ibu kota Chenchen, Grozny (25/2).

Kendaraan taktis lintas medan ini dirancang oleh universitas pasukan khusus Rusia atau Russian Special Forces University (dahulunya bernama Pusat Latihan Pasukan Khusus Rusia) dan hanya dibuat dengan komponen buatan Rusia. Kendaraan ini dapat dengan mudah diadaptasi untuk tugas-tugas yang spesifik dan digunakan sebagai sarana transportasi pasukan dan kargo, sebagai kendaraan ambulan evakuasi ataupun sebagai kendaraan tempur ringan.

Selanjutnya kendaraan ini akan dikembangkan dengan berbagai versi mesin dan transmisi dengan tujuan utama mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca dan tujuan misi pengoperasiannya.

Menurut sebuah sumber, versi terdahulu dari kendaraan ini yaitu Chaborz M-3, lalu telah diringkatkan kemampuannya. Kendaran taktis ini sudah di uji operasional di area tempur di Siria (ah) | Foto: Tass
Share:

TNI AD Gencarkan Perang Melawan Narkoba


Oleh : Brigadir Jenderal TNI Alfret Denny Tuejeh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat

Istilah darurat narkoba pertama kali muncul pada tahun 1971. Adalah Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto, yang kala itu mendengungkan istilah tersebut sebagai cerminan sikap pemerintah atas kemunculan Proxy War berwujud narkoba ini di tengah-tengah masyarakat. Nyaris setengah abad kemudian, nyatanya di hari ini Indonesia masih dalam kondisi darurat narkoba, bahkan situasinya jauh lebih memprihatinkan dan mengerikan dibanding 47 tahun yang lalu.

Fenomena narkoba saat ini sudah begitu jauh merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Target konsumennya kian bertambah belia dari segi usia, kian variatif modus operandinya, serta kian massif peredarannya. Hampir semua lapisan masyarakat mampu ditembus jaringan barang haram ini. Itulah mengapa banyak kita temui pemberitaan dimana korban narkoba berasal dari beragam kalangan dengan profesi, usia dan latar belakang yang berbeda-beda.

Pemberlakuan hukuman berupa eksekusi mati bagi gembong-gembong narkoba, serta beragam tindakan tegas seperti instruksi tembak mati bandar narkoba yang melakukan perlawanan saat akan ditangkap, kian menegaskan urgensi efek narkoba ini. Sebab, ancaman bahaya narkoba memang tidak main-main, bukan sekedar mengancam keselamatan bangsa, narkoba bahkan diyakini sanggup memunculkan fenomena lost generation kelak jika kondisi ini tak segera tertangani dengan baik.

Di internal TNI AD sendiri, upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba benar-benar menjadi perhatian serius. Secara rutin dan kontinyu, semua Satker (Satuan Kerja) jajaran TNI AD memberlakukan tes urine dadakan untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba di kalangan prajurit. Jika didapati ada anggota yang terlibat narkoba, oknum tersebut akan langsung diproses sesuai hukum, serta diberi hukuman tambahan berupa pemecatan dengan tidak hormat dari kedinasan.

Hukuman berupa pemecatan ini merupakan bukti komitmen TNI AD dalam berperang melawan narkoba. Selain untuk memberi efek jera dan menjadi peringatan bagi prajurit-prajurit yang lain agar jangan dekat-dekat dengan narkoba.

Selain tes urine, TNI AD juga secara aktif melakukan penggerebekan kepada anggotanya yang terindikasi terlibat narkoba, baik dari hasil pantauan internal TNI maupun berdasarkan laporan dari masyarakat.

Di ranah eksternal, TNI AD juga tak pernah berhenti melakukan upaya pemberantasan narkoba. Bersama-sama dengan Polri, TNI AD aktif dalam razia gabungan ke tempat-tempat yang dicurigai menjadi sarang produksi narkoba, serta rawan peredaran narkoba.

Demikian pula di kawasan perbatasan, prajurit TNI AD aktif dalam upaya menggagalkan penyelundupan narkoba. Seperti misalnya aksi prajurit 0321/Rokan Hilir yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 16 kg daun ganja kering dari Aceh ke Riau. Ada pula aksi prajurit Kodim Berau yang berhasil menggagalkan transaksi shabu seberat 1 kg, yang baru-baru ini mendapat apresiasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Penghargaan dari BNN tersebut semakin mengukuhkan komitmen TNI AD atas upaya gencarnya dalam melakukan upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang memang sedang giat-giatnya didengungkan oleh BNN.

Seperti halnya dalam penanganan permasalahan Hankam lainnya, upaya-upaya yang dilakukan TNI AD dalam memerangi narkoba tentu tak akan efektif tanpa dukungan penuh dari seluruh rakyat Indonesia. Sebab narkoba adalah musuh bersama, musuh bangsa ini, yang artinya musuh seluruh rakyat Indonesia. Meskipun terdengar klise, tapi bahu-membahu dalam mengatasi permasalahan narkoba memang menjadi satu-satunya solusi untuk memenangkan peperangan ini.

Kepekaan masyarakat terhadap lingkungan sekitar sangatlah penting. Apabila mendapati aktivitas mencurigakan ataupun mengetahui informasi sekecil apapun terkait peredaran narkoba, masyarakat harus segera melaporkannya kepada aparat keamanan setempat, baik Polri maupun TNI. Sehingga bisa segera dilakukan pengembangan dan ditindaklanjuti hingga sampai ke tahap penindakan.

Memunculkan role model dari berbagai kalangan, terutama publik figur tak terkecuali dari TNI, bisa menjadi salah satu alternatif yang perlu dijajaki untuk menarik perhatian anak-anak muda kekinian di era saat ini. Bukan perkara mudah memang, mencari sosok yang punya segudang prestasi, mampu merangkul anak muda serta bersih dari narkoba, namun bukan berarti mustahil untuk ditemukan.

Terakhir, upaya-upaya memerangi narkoba juga harus berbanding lurus dengan perkembangan di organisasi jaringan narkoba itu sendiri. Jika teknologi yang digunakan dalam peredaran narkoba makin canggih, maka aparat keamanan juga harus dipersenjatai dengan teknologi canggih untuk mencegahnya. Jika Bandar-bandar narkoba makin keji dalam melakukan aksinya, aparat keamanan kita juga tak boleh segan-segan menindak tegas mereka. Tentunya harus dibarengi pula dengan regulasi memadai dari pemerintah sebagai payung hukum bagi aparat dalam bertindak.

TNI AD memahami betul bahwa perang melawan Proxy War bernama narkoba, bukanlah suatu hal yang mudah. Dibutuhkan perjuangan dan komitmen bersama dari seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama meraih kemenangan yang kita impikan. Dengan melakukan upaya-upaya tersebut diatas, setidaknya menunjukkan semangat perlawanan dan pantang menyerah kita sebagai anak bangsa yang peduli akan keselamatan Ibu Pertiwi. Rapatkan barisan, meskipun entah sampai kapan, tapi target kita bersama jelas, perangi narkoba dengan segala upaya dan daya, demi masa depan anak cucu kita, generasi emas bangsa ini.
Share:

Pesawat Rusia Su-57 Hadir di Siria

Siria (IndonesiaMandiri) - Konflik di Siria terus memanas dan memacu kehadiran sejumlah alutsista canggih dari negara luar yang terlibat di dalamnya. Seperti diberitakan Kantor berita CNN bahwa pihak Rusia telah mengirimkan skadron tempur dengan pesawat mutakhirnya Su-57 ke Siria. Ini diucapkan langsung secara resmi oleh pihak militer Amerika Serikat (juru bicara Pentagon Myor Adrian Rankine-Galloway) kepada CNN.

Kedatangan pesawat tempur Su-57 Rusia tersebut dianggap berpotensi meningkatkan tingkat bahaya bagi pasukan Amerika Serikat yang bertugas di Siria. Pihak Rusia menyatakan bahwa peningkatan kekuatan di Siria untuk menunjukkan komitmen mereka untuk menghentikan konflik disana.

Militer Amerika Serikat di Siria diperkiat dengan pesawat tempur F-22.  Diberitakan bahwa pada Desember 2017 lalu dua pesawat tempur F-22 berhasil meng-intercept dua pesawat Su-25 Rusia dengan menembakan peluru flare, sehingga pesawat Rusia tersebut kembali ke pangkalannya. Menurut pihak Amerika Serikat, Rusia memiliki pangkalan pesawat tempur di Lanud Khmeimim.

Pertanyaannya, apakah pengerahan pesawat tempur mutakhir Su-57 ini merupakan langkah uji-coba kemampuannya di udara Siria? Su-57 merupakan pesawat tempur Rusia yang paling mutakhir dengan teknologi siluman (Stealth), seperti yang telah ditulis dalam laman indonesiamandiri sebelumnya (ah/ab).

Foto: Istimewa
Share:

Pangarmatim Terima Brevet Kopaska


Surabaya (IndonesiaMandiri) - Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur Laksda Didik Setiyono menerima Brevet Kehormatan Manusia Katak (Frogmen) yang disematkan langsung oleh Kasal Laksamana Ade Supandi di Mako Satkopaska Koarmabar, Pondok Dayung, Jakarta Utara (26/2).

Brevet kehormatan manusia katak yang diberikan kepada Pangarmatim ini, adalah sebagai bentuk penghargaan tertinggi dari Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL atas peran serta Komando Armada RI Kawasan Timur dalam hal ini Pangarmatim sebagai pembina kemampuan dan pengguna kekuatan Kopaska TNI AL, serta sebagai penghargaan atas dharma bhakti dan sumbangsih dalam rangka perkembangan dan kemajuan Kopaska TNI Angkatan Laut.

Pada kesempatan tersebut Brevet Kehormatan Manusia Katak juga disematkan kepada Komandan Jenderal Akademi TNI Laksamana Madya Siwi Sukma Adji dan Wakil Kepala Badan Inteljen Negara Letjen (Purn) Teddy Lhaksmana.

"Penyematan brevet dilaksanakan setelah melewati beberapa tahap seperti Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) di kapal sasaran yang berada di Pondok Dayung," papr Kasal. Selain penyematan Brevet, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga ditampilkan beberapa kemampuan individu Pasukan Katak dan pameran alutsista tempur yang dimiliki Satuan Komando Pasukan Katak TNI AL (ab) | Foto: DispenArmatim


Share:

50 Ribu Wisawatan Meriahkan PBTY 2018


Yogyakarta (IndonesiaMandiri) - Ketika acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta/PBTY 2018 dibuka, banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang turut hadir. Tak kurang dari 50.000 wisatawan menyaksikan rangkaian pembukaan yang digelar di Jalan Malioboro, Kampung Ketandan, dan Alun-alun Utara Keraton (24/2).

“Berdasarkan data yang masuk ke kita, jumlah wisatawan yang hadir pada pembukaan ini mencapai 50.000 orang. Pengunjung sudah ramai sejak sore,” jelas Ketua Umum PBTY, Tri Kirana Muslidatun.

Istri Walikota Yogyakarta itu menambahkan, jumlah 50.000 wisatawan tersebut adalah gabungan dari rangkaian acara pembukaan. “Pembukaan PBTY 2018 ini ada rangkaiannya. Mulai dari persiapan di Abu Bakar Ali, karnaval, hingga berbagai atraksi di Alun-alun Utara. Juga kunjungan wisatawan di Kampung Ketandan,” tuturnya.

Menurut Tri Kirana, jumlah tersebut sesuai target. “50.000 itu baru hari pertama ya, baru pembukaan. Tapi setiap hari PBTY ini selalu menghadirkan 10.000 wisatawan. Dan jumlah itu rutin sejak awal pelaksanaan,” terangnya.

“Ini bukti Yogyakarta masih ada toleransi. Kegiatan ini menjadi bukti jika kita masih solid. Dan semoga PBTY membuat kita semakin kuat,” kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X saat membuka secara resmi Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.

Meski menjadi bagian dari perayaan Imlek dan Cap Go Meh, budaya nusantara ditampilkan dalam kegiatan itu. Salah satu atraksi yang menarik perhatian adalah aksi grup tari Praginagong Yogyakarta. Delapan penari Praginagong menggabungkan berbagai tarian nusantara dalam pementasannya. Mulai dari Aceh, Medan, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan hingga Papua.

Namun, atraksi yang paling ditunggu masyarakat Yogyakarta adalah drumband Gita Dirgantara milik Akademi Angkatan Udara. Drumband ini menampilkan banyak formasi dengan sangat enerjik. Diantaranya membuat formasi menara dari drum.

Sebelum pesta kembang api menutup rangkaian acara, tampil naga sepanjang 150 meter. Aksi naga tersebut dibawakan secara bergantian oleh 200 orang. Naga ini telah tercatat dalam MURI (fm).

Foto: Istimewa
Share:

Semarak Imlek di Kota Gudeg


Yogyakarta (IndonesiaMandiri) - Kemeriahan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2018, benar-benar terasa. Dalam pelaksanaan yang ke-13 ini, PBTY digelar di tiga tempat, yakni Malioboro, Kampung Ketandan, dan Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

Even yang berlangsung 24 Februari hingga 2 Maret, diisi dengan berbagai acara. Diantaranya food bazaar, fortune teller, konsultasi feng shui/hong shui, atraksi barongsai, wayang PoTay Hee, kirab budaya, dan masih banyak lagi.

Dalqm perayaan Imlek 2018 ini, ada sejumlah hal baru. Mulai dari ondel-ondel hingga taman lampion. “Gendawangan atau ondel-ondel adalah hal baru di PBTY 2018," ujar Gutama Fantoni, staf humas dan publikasi PBTY.

Hal baru lainnya adalah lampion. Tema yang diangkat di taman ini adalah Imlek Light Festival. Taman lampion bisa dijumpai di Jalan Ketandan, selama PBTY berlangsung. "Taman lampion digelar di lahan yang belum dimanfaatkan, yaitu bekas Hotel Ketandan. Kami nego biar bisa dipinjamkan. Jadi, mengisi halaman 2.000 meter persegi," katanya.

Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, didampingi Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Wawan Gunawan, mendukung kegiatan ini. “Even ini bagus untuk melestarikan perayaan Imlek, terutama untuk mereka yang merayakan," jelas Pitana.

"Sebenarnya, PBTY sudah berjalan dari tahun ke tahun. Juga dilakukan oleh komunitas yang sangat kompak. Buktinya, dalam penyelenggaraanya sudah cukup dengan biaya mereka sendiri," ujar Bidang Pemasaran Area I Jawa, Wawan Gunawan . Diharapkan kedepan acara ini masuk dalam calender of event nasional Pariwisata (fm).

Foto: Istimewa
Share:

Prajurit Kodim Berau Dapat Penghargaan BNNP


Berau/Kaltim (IndonesiaMandiri) - Badan Narkotika Nasional memberikan penghargaan kepada ketiga prajurit Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) atas kepeduliannya dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika/P4GN (26/2).

Penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, Brigjen Pol Raja Haryono di lapangan upacara Makorem 091/ASN kepada personel Kodim 0902/Tanjung Redeb, atas partisipasi dan kepeduliannya dalam P4GN menggagalkan transaksi narkoba jenis sabu-sabu seberat 1 kilogram. Adapun penghargaan tersebut diberikan kepada Kapten Inf Haeruddin Halwin, Pelda (Purn) Budi Harto dan Serda David Uillo.

Kepala BNN Brigjen Pol Raja Haryono mengatakan bahwa ini sebagai bentuk apresiasi pada pihak lain yang sudah berkontribusi dalam penanggulangan masalah narkoba, dengan adanya peningkatan kerja sama antara BNN dengan Kodim, Korem dan Kodam serta instansi terkait dalam memenangkan perang melawan narkoba, khususnya di wilayah Kaltim dan Kaltara.

“Anggota TNI juga boleh menangkap penyalahgunaan narkoba, karena mereka melebihi dari tugas TNI, maka diberi penghargaan. Anggota TNI yang mengungkapkan penyalahgunaan narkoba karena dedikasi, keuletan, motivasi dan semangatnya, “ katanya.

Ketika itu sedang ada transaksi narkoba di perbatasan Kabupaten Berau dan Bulungan yang memisahkan antara provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Dan itu bermula atas laporan warga kepada personel Babinsa Tanjung Batu, Serda David Ulo. Transaksi sengaja dilakukan di perbatasan provinsi guna mengelabui lacakan petugas (rm).

Foto: Dispenad


Share:

Atlet Renang&Dayung Coba Keganasan Selat Sunda


Lampung (IndonesiaMandiri) - Jelang seminggu lagi lomba renang dan dayung di Selat Sunda digelar, para atlet sudah telah mencoba hingga sejauh 15 kilometer dari total 39 kilometer yang nantinya harus diarungi. 

Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB ini diawali dengan pengecekan personil, material dan logistik, bagi atlet lomba renang dan dayung saat pemanasan sebelum dilepas dititik start, dan dilanjutkan pengarahan perwira operasi Renang dan dayung selat sunda oleh Kolonel Kresno Pratowo yang juga menjabat Komandan Brigade infanteri -2 Marinir. 

Kolonel Kresno beri apresiasi setinggi - tingginya kepada seluruh atlet lomba renang dan dayung karena sampai saat ini melaksanakan latihan dengan penuh semangat dan giat berlatih. 

Di sisi lain, penyelenggara sendiri Korps Marinir TNI AL sudah membangun Pos Komando Utama di Dermaga Bakau Jaya Bakauheni. Bidang lomba telah melaksanakan latihan terpusat. Begitu pula Seksi SAR. Seksi yang satu ini sangat penting karena menyangkut keamanan dan keselamatan. Tim SAR yang diperkuat tim medis telah pula dilengkapi alat pendukung seperti sea rider, perahu karet dan alat evakuasi lainnya. 

"Untuk evakuasi juga telah disiapkan helikopter. Jalur evakuasi telah dipersiapkan secara matang. Dari laut menggunakan sea rider dan dilanjutkan evakuasi ke rumah sakit. Rumah sakit yang akan dijadikan evakuasi adalah RSPAD dan RSAL," ujar Kadispen Kormar Letkol Marinir Ali Sumbogo. 

"Semua kami persiapkan. Namun kita berharap tidak akan ada hal hal yang tidak diinginkan. Para atlet telah mempersiapkan diri dengan baik. Latihan di basis, sekarang juga sedang latihan terpusat bersama. Kesehatan mereka pun dicek oleh tim medis. Panitia pun sudah melakasanakan doa bersama sebelum memulai acara ini. Kami juga mohon doa dari semua masyarakat agar even ini dapat berjalan dengan aman, selamat dan lancar," jelas Letkol Ali Sumbogo (rm). 

Foto: PenKormar 
Share:

Garut Gelorakan Pariwisata Sektor Unggulan


Garut (IndonesiaMandiri) - “Hampir 80% wilayah Kabupaten Garut ini adalah daerah konservasi, sehingga pilihan yang paling tepat untuk memajukan daerah ini adalah melalui sektor pariwisata dan budaya atau ekonomi kreatif,” kata Ferdiansyah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, saat menghadiri peluncuran even Gebyar Pesona Budaya Garut, di Lapangan Ciateul, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut (22/2). 

Menurut Ferdiansyah, yang juga putra daerah Garut, bahwa pariwisata sudah teruji sebagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar tanpa harus merusak lingkungan  karena prinsip dalam mengembangkan pariwisata adalah harus berkelanjutan (sustainable tourism).  

Menpar Arief Yahya yang juga hadir sekaligus membuka GPBG bersama Pjs Bupati Garut Koesmayadi menjelaskan, bahwa sudah banyak daerah yang dahulu sektor pariwisata belum berkembang dan tidak dikenal, dengan adanya CEO atau komitmen Bupati dan didukung seluruh komponen dalam kekuatan Pentahelix (akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media), disertai semangat incorporated  berhasil menjadikan pariwisata dikenal ke mancanegara, sekaligus menjadi sumber penggerak ekonomi utama daerah. 

“Ini sudah dibuktikan oleh Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai salah satu kabupaten yang kini menjadi destinasi pariwisata kelas dunia, dan berhasil menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan dalam mensejahterakan masyarakat,” papar Arief Yahya. 

Menpar mengatakan Garut pernah dijuluki sebagai Switzerland van Java, namun kini dalam perkembangan, kabupaten ini dikenal melalui produk oleh-oleh yaitu  ‘Dodol Garut’  dan juga kambing Garut, serta produk kerajinan kulit (jaket, tas, dan asoseries). “Sebagian masyarakat Garut juga dikenal keahliannya dalam usaha cukur rambut (babershop), semua ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk mengangkat pariwisata Garut,” puji Arief Yahya. 

Even GPBG 2018 bersamaan merayakan Hari Jadi Kabupaten Garut ke–205 berlangsung pada 20-27 Februari 2018 ini  dijadikan sebagai momentum untuk mempromosikan potensi pariwisatanya.  Even GPBG  2018  masuk dalam 100 Calender of Event (CoE) Nasional yang digelar sepanjang 2018 untuk mendatangkan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia maupun menggerakan 270 juta wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air sebagai target pariwisata tahun ini (ab). 

Foto: Istimewa 
Share:

Arsip