Lantamal IV Tanjungpinang Amanakan 29 TKI Ilegal

Tanjungpinang (IndonesiaMandiri) – Pangkalan Utama Angkatan Laut atau Lantamal IV Tanjungpinang melalui Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) untuk kesekian kalinya mengamanakan 29 orang Tenaga Kerja Indonesia ilegal yang terdiri dari 28 orang Laki-laki dan satu orang perempuan di Sei Ladi Senggarang, Tanjungpinang (27/8). Sedangkan Tekong dan tiga Anak Buah Kapal yang sempat melarikan diri berhasil ditangkap juga Jalan Batu 8, Tanjungpinang.
Menurut Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R. Eko Suyatno, kejadian ini berawal ketika Tim Intel Lantamal IV memperoleh informasi terkait aktifitas pendaratan TKI Ilegal, yang semula berada di Batam beralih ke perairan Senggarang Tanjungpinang tepatnya di perairan Sungai Carang dan Sungai Ladi. Mereka diangkut menggunakan speed boat yang sudah dimodifikasi dengan mesin berkecepatan tinggi oleh para tekong yang digunakan sebagai sarana untuk mengangkut TKI Ilegal dengan harapan akan lolos dari pantauan TNI Angkatan Laut.
“Saat ini ada perubahan modus operandi yang dilakukan oleh para penyeludup TKI ilegal, semula mereka menggunakan daerah Batam khususnya wilayah pesisir yang minim pengawasan aparat, Namun saat ini mereka bergeser ke wilayah Tanjungpinang untuk mendaratkan TKI ilegal dari luar negeri untuk menghindari petugas. Tapi hal tersebut sudah kita antisipasi,”tegas Danlantamal IV Tanjungpinang.
Dijelaskan pula, speed boat yang telah diincar Tim WFQR tersebut keluar dari lokasi sandar di daerah Sei Jang, kemudian Tim WFQR IV melaporkan informasi tersebut kepada Asintel Danlantamal dan diteruskan kepada Danlantamal. Lalu, dilakukan penyekatan untuk mempersempit ruang geraknya. Para pelaku disinyalir terkenal sangat licin dan menguasai wilayah pesisir Tanjungpinang, apa lagi bergerak pada malam hari mereka sangat piawai, hal ini disinyalir diotaki pemain lama TKI sehingga anggota Tim WFQR IV dilapangan harus bergerak cepat. Lengah sedikit para pelaku pasti lolos.
Aksi perburuan dibagi dalam dua tim yaitu Tim Darat dan Tim Laut. Untuk Tim Laut menggunakan Patkamla Paku dan diperkuat Tim Intel WFQR IV sedangkan Tim Darat terdiri dari empat orang personel Intelijen, selanjutnya Tim WFQR IV langsung menempati daerah penyekatan yaitu tim darat berada di Sungai Ladi Senggarang dan Sungai Carang Senggarang dan tim laut berada di Perairan Senggarang berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan pelaku kembali melarikan diri kearah laut.
Selanjutnya tim laut mendeteksi pergerakan speed boat yang menjadi target, saat melintas di Perairan Senggarang langsung melaksanakan pengejaran. Sedangkan tim darat sudah bersiaga melihat gelagat mencurigakan sebuah bus yang diduga bekerja sama dengan sindikat untuk mengangkut TKI diikuti pergerakannya.
Selang beberapa saat tim laut terus melaksanakan pengejaran target, setelah tiba di Perairan Sungai Ladi, langsung beraksi. Namun speed boat tersebut piawai dan kembali kabur setelah berhasil mendaratkan seluruh TKI, kemudian tim laut terus melaksanakan pengejaran hingga di Perairan Sei Jang.
Sementara tim darat WFQR IV berhasil mengamankan 29 orang TKI (28 orang pria dan sau orang perempuan), serta Tekong yang kabur berhasil ditangkap ditempat persembunyianya di Batu Delapan oleh Tim Intel Lantamal IV. Tidak hanya itu diamankan juga satu unit bus sewaan dengan No Pol BP 7058 TU yang akan mengangkut TKI turut diamankan sebagai barang bukti.
Hanya berselang beberapa waktu, speed boat yang sempat melarikan diri usai mendaratkan 29 TKI tersebut berhasil ditemukan Tim WFQR Lantamal IV di sekitar Perairan Sei Jang, namun kondisi speed boat sudah kosong dan sudah dikandaskan.
Sampai saat ini ke 29 orang TKI, satu Tekong dan tiga ABK telah diamankan di Mako Lantamal IV Tanjungpinang. Dari hasil pemeriksaan sementara para TKI berasal dari beberapa daerah seperti Lombok (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah, Madura, Jambi, Lampung, Bugis dan Aceh. Selain itu barang bawaan TKI tidak luput dari pemeriksaan namun sampai saat ini tidak diketemuakan barang-barang terlarang seperti narkoba. Selain itu dilaksanakan juga pemeriksaan kesehatan dan tes urine kepada para TKI dan ABK oleh Diskes Lantamal IV.
Dari pengakuan umumnya, TKI masuk ke Malaysia dengan jalur tidak resmi melalui Batam/Tanjung Balai Karimun ke Malaysia Port Klang, Johor dan Kuala Lumpur. Mereka pada umumnya pekerja kasar di Malaysia masuk tanpa izin dan tidak ada yang melalui jalur resmi dari BPTKI (lw).
Foto: Dispenarmabar
Share:

Lantamal IV Tanjungpinang Amanakan 29 TKI Ilegal

Tanjungpinang (IndonesiaMandiri) – Pangkalan Utama Angkatan Laut atau Lantamal IV Tanjungpinang melalui Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) untuk kesekian kalinya mengamanakan 29 orang Tenaga Kerja Indonesia ilegal yang terdiri dari 28 orang Laki-laki dan satu orang perempuan di Sei Ladi Senggarang, Tanjungpinang (27/8). Sedangkan Tekong dan tiga Anak Buah Kapal yang sempat melarikan diri berhasil ditangkap juga Jalan Batu 8, Tanjungpinang.
Menurut Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R. Eko Suyatno, kejadian ini berawal ketika Tim Intel Lantamal IV memperoleh informasi terkait aktifitas pendaratan TKI Ilegal, yang semula berada di Batam beralih ke perairan Senggarang Tanjungpinang tepatnya di perairan Sungai Carang dan Sungai Ladi. Mereka diangkut menggunakan speed boat yang sudah dimodifikasi dengan mesin berkecepatan tinggi oleh para tekong yang digunakan sebagai sarana untuk mengangkut TKI Ilegal dengan harapan akan lolos dari pantauan TNI Angkatan Laut.
“Saat ini ada perubahan modus operandi yang dilakukan oleh para penyeludup TKI ilegal, semula mereka menggunakan daerah Batam khususnya wilayah pesisir yang minim pengawasan aparat, Namun saat ini mereka bergeser ke wilayah Tanjungpinang untuk mendaratkan TKI ilegal dari luar negeri untuk menghindari petugas. Tapi hal tersebut sudah kita antisipasi,”tegas Danlantamal IV Tanjungpinang.
Dijelaskan pula, speed boat yang telah diincar Tim WFQR tersebut keluar dari lokasi sandar di daerah Sei Jang, kemudian Tim WFQR IV melaporkan informasi tersebut kepada Asintel Danlantamal dan diteruskan kepada Danlantamal. Lalu, dilakukan penyekatan untuk mempersempit ruang geraknya. Para pelaku disinyalir terkenal sangat licin dan menguasai wilayah pesisir Tanjungpinang, apa lagi bergerak pada malam hari mereka sangat piawai, hal ini disinyalir diotaki pemain lama TKI sehingga anggota Tim WFQR IV dilapangan harus bergerak cepat. Lengah sedikit para pelaku pasti lolos.
Aksi perburuan dibagi dalam dua tim yaitu Tim Darat dan Tim Laut. Untuk Tim Laut menggunakan Patkamla Paku dan diperkuat Tim Intel WFQR IV sedangkan Tim Darat terdiri dari empat orang personel Intelijen, selanjutnya Tim WFQR IV langsung menempati daerah penyekatan yaitu tim darat berada di Sungai Ladi Senggarang dan Sungai Carang Senggarang dan tim laut berada di Perairan Senggarang berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan pelaku kembali melarikan diri kearah laut.
Selanjutnya tim laut mendeteksi pergerakan speed boat yang menjadi target, saat melintas di Perairan Senggarang langsung melaksanakan pengejaran. Sedangkan tim darat sudah bersiaga melihat gelagat mencurigakan sebuah bus yang diduga bekerja sama dengan sindikat untuk mengangkut TKI diikuti pergerakannya.
Selang beberapa saat tim laut terus melaksanakan pengejaran target, setelah tiba di Perairan Sungai Ladi, langsung beraksi. Namun speed boat tersebut piawai dan kembali kabur setelah berhasil mendaratkan seluruh TKI, kemudian tim laut terus melaksanakan pengejaran hingga di Perairan Sei Jang.
Sementara tim darat WFQR IV berhasil mengamankan 29 orang TKI (28 orang pria dan sau orang perempuan), serta Tekong yang kabur berhasil ditangkap ditempat persembunyianya di Batu Delapan oleh Tim Intel Lantamal IV. Tidak hanya itu diamankan juga satu unit bus sewaan dengan No Pol BP 7058 TU yang akan mengangkut TKI turut diamankan sebagai barang bukti.
Hanya berselang beberapa waktu, speed boat yang sempat melarikan diri usai mendaratkan 29 TKI tersebut berhasil ditemukan Tim WFQR Lantamal IV di sekitar Perairan Sei Jang, namun kondisi speed boat sudah kosong dan sudah dikandaskan.
Sampai saat ini ke 29 orang TKI, satu Tekong dan tiga ABK telah diamankan di Mako Lantamal IV Tanjungpinang. Dari hasil pemeriksaan sementara para TKI berasal dari beberapa daerah seperti Lombok (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah, Madura, Jambi, Lampung, Bugis dan Aceh. Selain itu barang bawaan TKI tidak luput dari pemeriksaan namun sampai saat ini tidak diketemuakan barang-barang terlarang seperti narkoba. Selain itu dilaksanakan juga pemeriksaan kesehatan dan tes urine kepada para TKI dan ABK oleh Diskes Lantamal IV.
Dari pengakuan umumnya, TKI masuk ke Malaysia dengan jalur tidak resmi melalui Batam/Tanjung Balai Karimun ke Malaysia Port Klang, Johor dan Kuala Lumpur. Mereka pada umumnya pekerja kasar di Malaysia masuk tanpa izin dan tidak ada yang melalui jalur resmi dari BPTKI (lw).
Foto: Dispenarmabar
Share:

Khofifah Parawansa minta muslimat jaga Merah Putih

Bojonegoro, Jawa Timur (ANTARA News) – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Parawansa, meminta muslimat NU untuk menjaga sang Merah Putih.

“Merah Putih tidak boleh dinodai terorisme juga tidak boleh dinodai korupsi. Jaga Merah Putih, jaga negeri ini, jaga NU,” kata dia, saat hari jadi ke-71 Muslimat NU, di GOR Bojonegoro, Minggu.

Perempuan politisi yang juga menteri sosial itu, juga menggerakkan semangat para muslimat untuk tetap menjaga keutuhan Indonesia dengan menyanyikan lagu Syubbanul Wathon (Pemuda Yang Memiliki Nasionalisme) yang diciptakan Kyai Wahab Hasbullah pada 1916.

Mereka menyanyikan lagu itu dengan penuh semangat sambil mengepalkan tangan kanan ke depan dan membentangkan bendera Merah Putih.

Ia juga mengingatkan, cinta Tanah Air adalah sebagian dari iman. Saat ini berbagai tantangan mulai dari masalah kemiskinan, masalah sosial, pornografi, narkoba bahkan ancaman radikalisme dan terorisme masih terus mengancam kehidupan bangsa dan generasi muda.

Untuk itu kecintaan dan kesadaran untuk membela Tanah Air perlu terus dikuatkan sehingga kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia tetap terjaga.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017
Share:

Gotongroyong Yang Patut Dicontoh

Kolonel Denny (Paling Kanan), bersama Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Kombes Iqbal
Surabaya (IndonesiaMandiri) Saat Danrem 084 Bhaskara Jaya Surabaya, Kolonel Czi Denny Herman mengakhiri masa jabatannya, terjadi sebuah proses acara penyambutan sekaligus perpisahan yang sangat unik dan mengharukan (8/7).


Sang Danrem dipapah oleh anggota Polres
Sang Danrem dipapah oleh anggota Polres

Mengapa? Karena acara tersebut justru diadakan di kantor Polri, tepatnya di Mapolrestabes Surabaya. Bukan di kantor Korem. Uniknya lagi, sang Danrem, selepas mengatakan sambutan singkat, langsung dipapah oleh anggota Polres dan diarak dengan mobil anti huru hara Polri, Baracuda keliling kota Surabaya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Danrem karena selama memimpin mampu menjalin komunikasi dengan baik ke semua pihak, termasuk ke Polri,” ucap Kombes Iqbal, Kapolrestabes Surabaya yang bertindak sebagai “tuan rumah”.
Hal lain yang mengharukan, ternyata Walikota Surabaya Tri Rismaharini ikut hadir dalam acara ini serta mengawal arak-arakan keliling kota dengan dibonceng menggunakan sepeda motor aparat Polwiltabes bersama Kapolwiltabes yang juga bersepeda motor.
“Saya sangat terharu dan kaget dengan acara perpisahan ini. Karena tidak ada dalam rencana. Spontan saja. Ini pertanda hubungan kita kepada semua pihak, TNI-Polri, Muspida dan rakyat semua terjaga baik. Ini juga cermin dari semangat gotongroyong kami,” kata Kolonel Denny, yang alumni Akmil 1989 dan kelahiran asal Rangkasbitung (Banten), serta sekarang menjabat Direktur Pembinaan Teritorial Pusat Teritorial TNI AD (ma).
Foto: istimewa
Share:

Dedi Mulyadi dapat pendukung ke Pilkada Jawa Barat 2018

Karawang, Jawa Barat (ANTARA News) – Asosiasi Kontraktor Listrik Nasional (Aklinas) Jawa Barat secara terbuka menyampaikan dukungannya terhadap Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, untuk maju pada Pilkada Jawa Barat 2018.

Sekretaris Aklinas Jawa Barat, Saepul Riki, di Kabupaten Karawang, Minggu, mengatakan, “Alasannya sederhana, Dedi bisa membangun Purwakarta dengan anggaran minim, tapi hasilnya bisa dirasakan masyarakat. Sosok Dedi juga merakyat, jadi dalam melakukan pembangunan bisa berpihak kepada rakyat.”

Menurut dia, pembangunan daerah, baik itu kabupaten, kota maupun provinsi itu tidak lepas dari kerja sama yang baik antara pemimpin daerahnya serta kontraktor sebagai rekanan pemerintah.

“Kerja sama kontraktor lokal dan pemerintah daerah juga penting. Sebab ada kemudahan jika pengusaha lokal yang diberdayakan itu bermasalah, bisa langsung diatasi,” kata dia.

Sementara itu, Mulyadi menyampaikan terima kasih atas dukungan mereka.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017
Share:

NTT cocok dijadikan pusat industri garam nasional

Kupang, NTT (ANTARA News) – Pengamat ekonomi, James Adam, berpendapat Nusa Tenggara Timur cocok dijadikan salah satu pusat industri garam untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Belakangan ini harga garam melonjak drastis di negara yang dikelilingi laut dan lautan ini. 

Untuk mengatasi kelangkaan berujung kenaikan harga garam, pemerintah membuka impor garam lebih deras.
Beberapa indikator NTT perlu dijadikan sentra industri garam, antara lain, daerahnya panas dan curah hujannya rendah, kata Adam, di Kupang, Minggu.

Indikator lain, katanya, dari aspek potensi, produktivitas garam di NTT sangat besar bahkan dua kali produksi garam di Pulau Madura. “Kalau di Madura 60 ton per Hektare, di NTT bisa mencapai 120 ton per Hektare atau dua kali lipat,” katanya.

Jika potensi itu dikembangkan, maka bisa memenuhi kebutuhan nasional yang selama ini masih didatangkan dari luar (impor).

Kenaikan harga garam secara drastis itu mengakibatkan industri hilir terganggu. 

Dalam konteks potensi pengembangan garam di NTT, katanya, Perusahaan Negara Garam sedang menggarap 400 Hektare di Teluk Kupang dan sudah menghasilkan, 1 Hektare bisa mencapai produksi 120 ton.

Garam dari NTT itu, katanya, juga berkualitas tinggi karena didukung dengan kondisi laut yang biru dan panasnya panjang.

Menurut dia saat ini, Indonesia masih mengimpor garam dari luar hingga 6.000.000 ton per tahun, padahal secara potensi, sebenarnya tidak perlu impor.

Bayangkan, kata dia, potensi areal garam idi Kabupaten Malaka sekitar 30.000 Hektare, di Teluk Kupang 8.000 Hektare, Kabupaten Rote sekitar 1.000 Hektare. Selain itu, Kabupaten Ende 2.000 Hektare, di Reo hampir 5.000 Hektare, dan Nagekeo sekitar 1.000 Hektare.

Secara keseluruhan ada potensi 47.000 Hektare lahan pembuatan garam di NTT, yang bisa menghasilkan 5.640.000 ton garam, hanya beda sekitar 360 ton dari 6.000.000 ton garam dari import.
Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017
Share:

Pesawat Terbang Tanpa Awak Buatan Anak Negeri

Rumpin (Indonesia Mandiri) – Tiada henti Kementrian Pertahanan untuk terus mengupayakan yang terbaik, dalam hal menjaga kedaulatan bangsa ini. Dan hari ini dibuktikan dengan demo terbang Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA), hasil Litbang Balitbang Kemhan dan Produksi hasil Industri Pertahanan (Indhan).

Pada tanggal 27 Juli 2017, Bertempat di Lapangan Terbang (Lapter) Rumpin, Bogor, pihak Kementrian Pertahanan membuka Demo Terbang Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA), yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, bersama sejumlah pejabat dilingkungan Kemhan, Kementrian Riset, Tehnologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Mabes TNI dan Mabes Angkatan.

Acara tersebut juga dihadiri oleh pejabat dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), dan para pimpinan perusahaan industri pertahanan dalam negeri, antara lain: PT.Dirgantara Indonesia, PT. Len Industri (Mission Systen) serta PT.INTI.

Dengan jumlah 11 produk PTTA ini, Balitbang Kemhan membuktikan hasil rancang bangun, yang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh dunia internasional. Produk tersebut antara lain:
– Rajawali 720 & 350 (PT.Bhinneka Dwi Persada)
– Wulung (PT. Dirgantara Indonesia)
– Mission System PTTA (PT. LEN Industri)
– Elang Laut ( PT. Carita Boat Indonesia)
– SWG R1 System & Bhimasena VTOL UAV (PT. Bhimasena)
– Target Drone ( PT. ICPD)
– MR 40 & Close Range C21SR Mission (PT. Uavindo Nusantara)
– Dan M3LSU03 (PT. Mandiri Mitra Muhibah)

Rajawali 720 adalah PTTA urutan pertama yang diterbangkan. PTTA ini masuk dalam kategori Unmanned Aerial Vehicle (UAV), atau disebut juga Pesawat Udara Nir Awak (PUNA), dan merupakan jenis pesawat bersayap tetap (fixed wing).

PTTA ini memiliki kemampuan terbang lebih dari 24 jam, dengan jarak tempuh 20-1000 km.
PTTA Rajawali dirancang untuk misi utama sebagai pengintai, dan juga dilengkapi dengan sistem gimbal dan kamera, yang dengan mudah dapat mengirimkan hasil pantauan , baik gambar maupun video, secara real time kedarat melalui Ground Control Station (GCS).

Selain PTTA Rajawali juga diterbangkan jenis PTTA lainnya, yang tentunya membuat semua yang hadir, semakin berdecak kagum kepada hasil rancang bangun anak bangsa, demi upaya mewujudkan kemandirian pertahanan negara tercinta ini. (FM)
Share:

Koarmatim Asah Calon Pemimpin TNI AL Masa Depan

Surabaya (IndonesiaMandiri) – Sebanyak 57 Perwira Pertama atau Pama lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) dan Perwira Karier (PK) yang berdinas di Komando Armada RI Kawasan Timur menerima pengarahan dari Kepala Dinas Pendidikan TNI AL Laksma Sulistiyanto, dalam rangka persiapan Studi S-2, S-3, dan  kursus - kursus profesi di luar negeri. Pengarahan ini dilakukan di Gedung Candrasa Koarmatim, Ujung, Surabaya (27/07).

Menurut Laksma Sulistiyanto, diharapkan kedepan lembaga pendidikan yang ada di TNI AL termasuk Disdikal dalam mengeluarkan  sertifikat dapat diakui ditaraf Internasional seperti halnya dengan Pusdikhidros. Laksamana bintang satu ini juga berpesan, agar sedini mungkin mempersiapkan kemampuan bahasa untuk belajar ekstra rajin karena kedepan tantangan lebih besar dan persaingan sangat ketat untuk menjadi pemimpin di masa depan. Sehingga, rencana penyiapan calon pendidikan luar negeri  harus melalui pemantauan dan penilaian kinerja, disiplin, potensi, akademik dan minat oleh binkorps/binprof.

Selanjutnya, rencana kedepan akan dibangun Pusat Pendidikan Bahasa di Kodiklatal sehingga diharapkan kemampuan bahasa para Perwira TNI AL bisa mengisi seat untuk Pendidikan Luar Negeri. Ini terkait dengan kerjasama bilateral antar negara serta  pimpinan menginginkan adanya motivasi bagi para Pama untuk berbuat yang terbaik karena karir kedepan akan dilihat dari riwayat pendidikan yang pernah ditempuh dan tentunya Pendidikan Luar Negeri lebih diperhitungkan sehingga harus betul - betul disiapkan dari sekarang (tw).

Foto: DispenArmatim
Share:

Konsulat Negara Jepang Kunjungi Lantamal I Belawan

Medan/Belawan (IndonesiaMandiri) – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut I Belawan Laksma Roberth Wolter Tappangan didampingi Wadan Lantamal I Kolonel I Gede Wahyu Santoso menerima kunjungan Konsulat Negara Jepang untuk Kota Medan, Takeshi Ishii di ruang VIP Markas Komando (Mako) Lantamal I Belawan (26/7).

Kunjungan Konsulat Negara Jepang Takeshi Ishii yang baru dilantik sekitar dua bulan lalu selaku pejabat baru memperkenalkan diri sekaligus bersilaturahmi kepada Danlantamal I Belawan yang juga sebagai salah satu Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sumatera Utara.

Acara kunjungan tersebut diakhiri dengan tukar menukar cinderamata dan plakat antara kedua pimpinan tersebut (fm)

Foto: DispenArmabar
Share:

Konsulat Negara Jepang Kunjungi Lantamal I Belawan

Medan/Belawan (IndonesiaMandiri) – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut I Belawan Laksma Roberth Wolter Tappangan didampingi Wadan Lantamal I Kolonel I Gede Wahyu Santoso menerima kunjungan Konsulat Negara Jepang untuk Kota Medan, Takeshi Ishii di ruang VIP Markas Komando (Mako) Lantamal I Belawan (26/7).

Kunjungan Konsulat Negara Jepang Takeshi Ishii yang baru dilantik sekitar dua bulan lalu selaku pejabat baru memperkenalkan diri sekaligus bersilaturahmi kepada Danlantamal I Belawan yang juga sebagai salah satu Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sumatera Utara.

Acara kunjungan tersebut diakhiri dengan tukar menukar cinderamata dan plakat antara kedua pimpinan tersebut (fm)

Foto: DispenArmabar
Share:

KRI Usman Harun-359 Jalani Misi Perdamaian di Lebanon

Surabaya (IndonesiaMandiri) – Kapal Perang Republik Indonesia/KRI Usman Harun – 359 dari Jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim menuju Lebanon guna menjalani misi perdamaian dunia. KRI Usman Harun ini memang ingin tergabung dalam Satuan Tugas Maritim TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-J/UNIFIL 2017 atau Maritime Task Force (MTF) in Lebanon XXVIII-J/UNIFIL, dan diberangkatkan langsung oleh Pangarmatim Laksda Darwanto, di dampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armada Timur Ina Darwanto di Dermaga Madura Koarmatim, Ujung Surabaya (24/07).

Dalam misi perdamaian dunia ke Lebanon yang ke-10 kalinya, TNI Angkatan Laut mengirimkan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-J/UNIFIL KRI Usman Harun-359 dengan Komandan KRI Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.T., untuk menggantikan KRI Bung Tomo-347 dengan Komandan KRI Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo yang saat ini masih menjalakan tugas MTF XXVIII-I/UNIFIL sejak 2016.

Sebelum acara pelepasan, Pangarmatim memberikan beberapa penekanan kepada seluruh anggota Satgas agar selalu melaksanakan perawatan kapal dan perhatikan selalu kebersihan kapal. “Misi perdamaian PBB, para prajurit merupakan perwakilan Negara di dunia Internasional dan akan bekerja sama dengan berbagai Negara. Untuk itu, tampilkan yang terbaik dengan cara memahami dan melaksanakan tugas dengan baik sesuai mandat PBB, jaga nama baik Bangsa Indonesia dengan tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun. Pahami dan pelajari kebiasaan dalam pergaulan Internasional serta kebiasaan masyarakat setempat guna memperlancar keberhasilan tugas”, pesan Pangarmatim.

Sedangkan menurut Komandan KRI Usman Harun-359 Kolonel Laut Alan Dahlan selaku Komandan Satgas MTF XXVIII-J/UNIFIL yang sempat berpamitan bersama istri dan putranya mengatakan bahwa, KRI Usman Harun-359 akan mengemban misi perdamaian PBB di Lebanon selama enam bulan dan perjalanan laut selama dua bulan pulang pergi. Dalam pelayaran ke Lebanon, KRI yang merupakan Kapal Perang kelas Multi Role Light Frigate (MRLF) kedua setelah KRI Bung Tomo akan singgah di Jakarta untuk melaksanakan upacara pelepasan Satgas oleh Panglima TNI (rm).

Foto: Dispenarmatim
Share:

KRI Usman Harun-359 Jalani Misi Perdamaian di Lebanon

Surabaya (IndonesiaMandiri) – Kapal Perang Republik Indonesia/KRI Usman Harun – 359 dari Jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmatim menuju Lebanon guna menjalani misi perdamaian dunia. KRI Usman Harun ini memang ingin tergabung dalam Satuan Tugas Maritim TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-J/UNIFIL 2017 atau Maritime Task Force (MTF) in Lebanon XXVIII-J/UNIFIL, dan diberangkatkan langsung oleh Pangarmatim Laksda Darwanto, di dampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armada Timur Ina Darwanto di Dermaga Madura Koarmatim, Ujung Surabaya (24/07).

Dalam misi perdamaian dunia ke Lebanon yang ke-10 kalinya, TNI Angkatan Laut mengirimkan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-J/UNIFIL KRI Usman Harun-359 dengan Komandan KRI Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.T., untuk menggantikan KRI Bung Tomo-347 dengan Komandan KRI Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo yang saat ini masih menjalakan tugas MTF XXVIII-I/UNIFIL sejak 2016.

Sebelum acara pelepasan, Pangarmatim memberikan beberapa penekanan kepada seluruh anggota Satgas agar selalu melaksanakan perawatan kapal dan perhatikan selalu kebersihan kapal. “Misi perdamaian PBB, para prajurit merupakan perwakilan Negara di dunia Internasional dan akan bekerja sama dengan berbagai Negara. Untuk itu, tampilkan yang terbaik dengan cara memahami dan melaksanakan tugas dengan baik sesuai mandat PBB, jaga nama baik Bangsa Indonesia dengan tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun. Pahami dan pelajari kebiasaan dalam pergaulan Internasional serta kebiasaan masyarakat setempat guna memperlancar keberhasilan tugas”, pesan Pangarmatim.

Sedangkan menurut Komandan KRI Usman Harun-359 Kolonel Laut Alan Dahlan selaku Komandan Satgas MTF XXVIII-J/UNIFIL yang sempat berpamitan bersama istri dan putranya mengatakan bahwa, KRI Usman Harun-359 akan mengemban misi perdamaian PBB di Lebanon selama enam bulan dan perjalanan laut selama dua bulan pulang pergi. Dalam pelayaran ke Lebanon, KRI yang merupakan Kapal Perang kelas Multi Role Light Frigate (MRLF) kedua setelah KRI Bung Tomo akan singgah di Jakarta untuk melaksanakan upacara pelepasan Satgas oleh Panglima TNI (rm).

Foto: Dispenarmatim
Share:

Mengapa Indonesia Menjadi Pasar Terbesar Narkoba di Asia?

Jakarta (IndonesiaMandiri) -  Menurut Kapolri Tito Karnavian, para bandar narkoba jaringan internasional saat ini sudah mulai menyasar ke Indonesia karena hukum di sini lebih longgar dibandingkan dengan Singapura, Filipina, dan Malaysia. Jadi tidak mengherankan, jika Deputi Pencegahan BNN, Irjen Ali Djohardi Wirogioto mengatakan bahwa Indonesia menjadi pangsa terbesar narkoba di tingkat Asia. 

Terbesar bukan saja dari sisi Kuantitas, namun juga dari sisi Kuantitas, hal ini dapat dijelaskan dengan jenis narkoba yang beredar di Indonesia, yakni pengedar narkoba di Indonesia mengonsumsi setidaknya 65 jenis narkoba, sementara negara-negara lain, hanya 5 hingga 6 jenis saja.

Dari penelusuran BNN, saat ini pengguna narkoba berada pada rentan usia yang cukup luas. Mulai dari siswa SD hingga ke usia dewasa. Disamping itu, terdeteksi bahwa adanya peningkatan angka pengguna narkotika, temasuk pengedar.

Dalam kesempatan lain, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap bandar yang mengedarkan narkoba di Indonesia. (EW)
Share:

Disparitas Harga Beras jadi Fokus Satgas Pangan dan Kementan

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Disparitas harga, khususnya beras menjadi fokus tim satgas pangan kedepannya. Hal ini disampaikan dalam rakor satgas pangan yang berlangsung di Mabes Polri, antara Kapolri dan Mentan (5/8).

“Karena beras merupakan pangan pokok utama dan ada 56 juta petani yang hanya menikmati keuntungan 65 trilyun rupiah sedangkan 400 ribu pedagang menikmati keuntungan 123 trilyun rupiah Ketidakseimbangan ini masalahnya ada di middleman, diantaranya masih ada yang menimbun,” jelas Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Untuk itu saya minta Reskrimsus bentuk tim khusus yang menangani beras termasuk ditingkat Mabes, Polda untuk tangani khusus beras, amati setiap hari harga beras di pasar-pasar utama, apakah harga meliwati harga eceran tertinggi atau tidak. Ini perintah Presiden, dan harus dilaksanakan terkait pengawasan harga beras dipasaran.Untuk itu mafia beras akan kita kejar dan akan kami lakukan penegakan hukum, kegiatan ini akan kami evaluasi setiap dua minggu,” sambung Tito.

Sementara itu Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan bahwa, “tahun pertama kami fokus pada produksi. Dan produksi naik.2000 persen ditahun kedua prestasi kita melalui swasembada beras. Kita tidak impor beras, cabai dan bawang. Akan tetapi ternyata ada disparitas harga di lapangan dan ini sedang kami tangani.

Lebih jauh Amran menambahkan tentang persoalannya bukan karena harga ditingkat petani, tetapi harga di middleman. Pemerintah komitmen mensejahterakan petani karena jika petani untung dia tidak akan tergantung APBN. “Mimpi kita petani untung, karena jika petani tidak untung, mereka tidak akan berproduksi. Dan yang kita harapkan petani untung, pedagang untung dan masyarakat tersenyum,” harap Mentan yang disambut dengan tepuk tangan meriah (hy/ma).

foto: HumasKementan
Share:

Arsip