Berita Indonesia Mandiri

Panglima Kostrad Letjen Edi Rahmayadi

"Kita Sama-Sama Menjaga Kedaulatan"

Cilodong (IndonesiaMandiri) - Tatap muka sekaligus dialog rekan media bersama  berjalan sangat akrab dan terbuka. Acara rutin dengan media yang digelar dua bulan sekali ini, diadakan di Lapangan Tembak Divisi I Kostrad, Cilodong, Kabupaten Bogor.

Acara yang dimulai sejak jam 8.30 pagi (28/10), diawali dengan penyegaran fisik kepada rekan media untuk latihan menembak menggunakan senapan produk Pindad SS2 berjarak 50 meter. Lebih dari 50 media diberi kesempatan menembak dengan jatah satu orang dengan sepuluh peluru. Bagi yang sudah pernah mencoba latihan ini, hasilnya akan memuaskan untuk mencapai target yang ditentukan. Sebaliknya bagi pemula, ya wajar masih keluar dari target dari sasaran dan bahkan hingga  "salah kamar" ke target rekannya sendiri.

"Latihan ini penting bagi wartawan juga. Supaya mereka juga terbiasa saat meliput di daerah konflik bersenjata," jelas Pangkostrad Letjen Edy. Dan bahkan, Edy sangat ingin kegiatan seperti ini dirutinkan. "Paling tidak bisa merasakan menembak hingga lima kali," sambung Edy.

Lebih jauh, Edy yang juga sedang mempersiapkan diri untuk mengisi jabatan Ketua PSSI, juga menekankan kepada media bahwa intinya prajurit dengan wartawan memiliki fungsi sama dalam menjaga dan memelihara kedaulatan bangsa. Hanya yang membedakan profesinya saja.

Terkait dengan latihan militer antar matra yang sedang dilakukan  di Natuna (Kepulauan Ruau), menurut Edy memang ini kegiatan rutin setiap tiga tahun. Bila latihan gabungan pada lima tahun sekali. "Tetapi, bila kondisi tertentu ada semacam ancaman dalam keamanan, bisa dilakukan kapan saja. Seperti saat ini kondisi yang agak rawan ada di dekat Natuna (Laut Cina Selatan, Red), jelas Edy (abri).

Foto: abri

Share:

Panglima Kostrad Letjen Edi Rahmayadi

"Kita Sama-Sama Menjaga Kedaulatan"

Cilodong (IndonesiaMandiri) - Tatap muka sekaligus dialog rekan media bersama  berjalan sangat akrab dan terbuka. Acara rutin dengan media yang digelar dua bulan sekali ini, diadakan di Lapangan Tembak Divisi I Kostrad, Cilodong, Kabupaten Bogor.

Acara yang dimulai sejak jam 8.30 pagi (28/10), diawali dengan penyegaran fisik kepada rekan media untuk latihan menembak menggunakan senapan produk Pindad SS2 berjarak 50 meter. Lebih dari 50 media diberi kesempatan menembak dengan jatah satu orang dengan sepuluh peluru. Bagi yang sudah pernah mencoba latihan ini, hasilnya akan memuaskan untuk mencapai target yang ditentukan. Sebaliknya bagi pemula, ya wajar masih keluar dari target dari sasaran dan bahkan hingga  "salah kamar" ke target rekannya sendiri.

"Latihan ini penting bagi wartawan juga. Supaya mereka juga terbiasa saat meliput di daerah konflik bersenjata," jelas Pangkostrad Letjen Edy. Dan bahkan, Edy sangat ingin kegiatan seperti ini dirutinkan. "Paling tidak bisa merasakan menembak hingga lima kali," sambung Edy.

Lebih jauh, Edy yang juga sedang mempersiapkan diri untuk mengisi jabatan Ketua PSSI, juga menekankan kepada media bahwa intinya prajurit dengan wartawan memiliki fungsi sama dalam menjaga dan memelihara kedaulatan bangsa. Hanya yang membedakan profesinya saja.

Terkait dengan latihan militer antar matra yang sedang dilakukan  di Natuna (Kepulauan Ruau), menurut Edy memang ini kegiatan rutin setiap tiga tahun. Bila latihan gabungan pada lima tahun sekali. "Tetapi, bila kondisi tertentu ada semacam ancaman dalam keamanan, bisa dilakukan kapan saja. Seperti saat ini kondisi yang agak rawan ada di dekat Natuna (Laut Cina Selatan, Red), jelas Edy (abri).

Foto: abri

Share:

Indofence Akan Dihadiri 844 Peserta Dalam dan Luar Negeri

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Ajang pameran di bidang pertahanan bergengsi setiap dua tahun sekali, Indodefence, bakal berlangsung sebentar lagi, mulai 2 hingga 5 November. Pameran yang akan berlokasi di Jakarta International Expo Kemayoran ini, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, terbagi dua, yakni pada tanggal 2-4 November hanya untuk kalangan bisnis, dan di hari terakhir (5/11), terbuka untuk umum dengan biaya Rp. 50 ribu.
Menurut Brigjen Jan Pieter Ate, Ketua Pameran sekaligus Direktur Teknik dan Industri Pertahanan, Direktorat Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan kepada media (21/11), bahwa pameran yang sudah berlangsung tujuh kali ini sejak 2004, peserta naik 30 persen dibanding dua tahun lalu (2014) yang hanya 600an. "Saat ini pesertanya 844, terdiri dari 573 dari luar negeri dan 271 dalam negeri," papar Jan.
Pameran rencana akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo, juga akan dimeriahkan oleh berbagai atraksi demo alut utama sistem persenjataan (alutsista) serta seminar yang terkait dengan bidang pertahanan.
Untuk peserta dari dalam negeri, yang akan ikut serta adalah PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT Len Industri, PT Dok Perkapalan Kodja Bahari, PT Industri Telekomunikasi Indonesia, PT Sari Bahari, dan lain-lain. Sedangkan dari luar negeri, di antaranya adalah dari Airbus (Perancis), Rosoboroneexport (Rusia), SAAB (Swedia), Lockheed Martin (Amerika Serikat).
Indodefence merupakan salah satu pameran di bidang pertahanan terbesar di Asia, dan akan pula dihadiri oleh sejumlah tamu penting dari pimpinan angkatan bersenjata negara-negara sahabat. Pameran ini dilaksanakan kerjasama antara Kememterian Pertahanan dengan PT Napindo Media Ashatama (Bekti).
Foto: abri
Share:

Yonbekang-4/Air Angkut Leopard ke Natuna

Jakarta (Indonesimandiri) - Kegiatan di Batalyon Pembekalan Angkutan-4/Air (Yonbekang) TNI AD terlihat kian sibuk beberapa minggu terakhir ini. Disamping adanya renovasi di markas Yonbekang-4/Air yang terletak di dalam Pelabuhan Tanjung Priok, ternyata satuan yang berada dibawah Direktorat Pembekalan Angkutan TNI AD (Ditbekangad) ini, sedang disibukkan dengan persiapan pengiriman sejumlah alutsista yang akan diberangkatkan untuk latihan militer pada pertengahan November di Teluk Buton, Natuna, Kepulauan Riau.

Saat awak media mengunjungi markas Yonbekang-4/Air (21/10), terdapat tiga tank Leopard yang akan diangkut oleh Kapal ADRI-L. Media memang diundang oleh Dinas Penerangan TNI AD untuk menyaksikan proses embarkasi tank Leopard sambil mengenal lebih dekat dengan satuan Yonbekang-4/Air.

Satuan ini memang sudah ada sejak 24 Mei 1950, yang mulanya bernama Kesatuan Angkutan Tentara (KAT). Seiring dengan perkembangan zaman, namanya berubah menjadi Yonbekang-4/Air. Sudah banyak prestasi dan pengabdian yang ditorehkan oleh kesatuan yang kini dikomandoi oleh Letkol Cba Atjep Miharja Soma.

Salah satu misi penting yang pernah dilalui adalah ketika perjuangan merebut kembali Irian Barat (60an), di mana ada prajurit kesatuan ini yang ikut gugur dalam misi tersebut bersama Komodor Yos Sudarso di KRI Macan Tutul. Juga, ada beberapa yang sempat ditahan oleh pihak kolonial Belanda. Tak heran, atas jasa-jasanya, prajurit di kesatuan ini pernah memperoleh Bintang Sakti, Samkarya Nugraha, Satya Lencana Seroja dan Satya Lencana Dharma Nusa dari Pemerintah.

Kini, sosok Yonbekang-4/Air kian kokoh. Armada Kapal ADRI yang dimiliki berjumlah 12 unit, dengan kemampuan angkut dari 300 hingga 1200 DWT (dead weight tonnage). Untuk Kapal ADRI-L terbarunya, yang diserahkan KSAD pada Juli 2016, mampu membawa tank Leopard hingga enam unit. Kapal inilah yang dipertontonkan kepada media.

Disamping itu, Yonbekang-4/Air dihuni pula oleh Kompi Motor Cepat, dengan menggunakan Kapal Motor Cepat bisa membawa satu SST siap tempur, Kapal RIB (rigid infortable boat) mampu mengangkut satu SSR, serta perahu LCR (landing craft rubber) mampu mengangkut satu SSR.

Awak media sempat diajak keliling pelabuhan dengan menggunakan Kapal Motor Cepat, yang mampu menjelajah laut non stop hingga ke Palembang. "Kita sedang mempersiapkan juga dua Kapal ADRI dengan bobot lebih besar 1500 DWT. Diharapkan pada 2018 sudah bisa dioperasikan," kata Letkol Atjep, Danyon Bekang-4/Air.

Kesatuan yang memiliki motto "Kalaka Rata Yudha" (kereta perang/alat angkut yang bergerak di air), juga sedang mempersiapkan diri untuk meningkatkan kinerjanya agar menjadi sebuah resimen dengan dikomandoi oleh seorang Kolonel (abri).

Foto: abri

Share:

Operasi Penerbangan Haji 2016 Garuda Indonesia Selesai

Jakarta (Indonesiamandiri) – Ketika Pesawat Garuda Indonesia dengan Nomor GA 6519 dari Madinah ke Banda Aceh, Jakarta dan Ujung Pandang mendarat terakhir sekitar jam 21.00 di Bandara Internasional Hasanuddin (15/10), sekaligus pertanda berakhirnya operasi penerbangan haji 2016.

“Senang campur sedih melihat penerbangan haji terakhir ini. Kita semua yang terlibat di operasi ini sudah seperti keluarga sendiri saat melayani tamu Allah melaksanakan ibadah haji,” tutur Sujana, salah satu staf haji Garuda Indonesia di Bandara Halim Perdanakusuma, saat menyaksikan penerbangan terakhir operasi penerbangan haji menuju Ujung Pandang.

Senangnya, tentu terkait lancarnya operasi penerbangan haji yang berlangsung sejak 9 Agustus hingga kemarin 15 Oktober berakhir. Dalam hal ketepatan waktu pemberangkatan (on time performance/OTP), perusahaan penerbangan Pemerintah ini mencapai angka 93,66 persen atau meningkat 10 persen lebih baik dari tahun sebelumnya.  Sedihnya, karena semua tim operasi penerbangan haji ini sudah berakhir dan akan dimulai lagi pada Februari 2017. Bisa dikatakan hampir delapan bulan dalam setiap tahun tim operasi penerbangan haji ini bekerja. Tak heran, setelah penerbangan terakhir GA 6519 tinggal landas pada 18.00 (15/10), para staf saling berangkulan, bersalaman, dan bahkan beberapa meneteskan air mata.

Bisa dibayangkan memang, banyak unit yang terlibat di dalam operasi penerbangan haji Garuda Indonesia ini. Mulai dari Staf Darat, Awak Kabin, Awak Kokpit, Kantor perwakilan baik di dalam negeri dengan delapan embarkasi (Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Lombok, Makassar dan Balikpapan) serta luar negeri (Jeddah dan Madinah).  Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar mengatakan, pihaknya menyampaikan puji syukur dan terima kasih kepada semua unit dan petugas serta awak pesawat yang terlibat dalam mendukung operasional penerbangan Haji GA 2016. Seluruh penerbangan terlaksana dengan selamat, aman, dan lancar sejak pemberangkatan penerbangan perdana Fase-1 pada 9 Agustus hingga pemulangan penerbangan terakhir Fase-2 pada 15 Oktober 2016. ”Semoga dukungan dan kerja sama yang baik ini kiranya mendatangkan keberkahan dan kemuliaan bagi kita semua," kata Benny.

Secara umum, pelaksanaan tahap keberangkatan haji dilakukan melalui dua gelombang, yaitu gelombang pertama ke Madinah (9-21 Agustus) dan kedua menuju Jeddah (21 Agustus-5 September). Sedangkan tahap kepulangan juga dalam dua gelombang, yakni dari Jeddah (17-29 September) dan Madinah (30 September-15 Oktober).

Menurut Benny, dalam operasi penerbangan haji 2016 ini, Garuda Indonesia menerbangkan 78 ribu jamaah dari delapan embarkasi di seluruh Indonesia yang terdiri dari Banda Aceh (3.192 jemaah), embarkasi Medan (6.597 jemaah), embarkasi Padang (4.929 jemaah), embarkasi Jakarta (17.752 jemaah), embarkasi Solo (26.480 jemaah), embarkasi Balikpapan (4.248 jemaah), embarkasi Makassar (11.942 jemaah) dan embarkasi Lombok (3.632 jemaah).

Sedangkan pesawat yang digunakan sebanyak 12 buah, terdiri dari dua Boeing 747-400 berkapasitas 455 kursi, empat Boeing 777-300 ER berkapasitas 393 kursi  dan lima Airbus 330-300 berkapasitas 360 kursi. Selain itu, Garuda Indonesia juga melibatkan sebanyak 442 orang awak kabin yang 40 persen diantaranya merupakan awak kabin yang berasal dari daerah-daerah embarkasi yang bertujuan mengatasi kendala komunikasi sebagian jemaah yang hanya mampu berbahasa daerah (abri).

Foto: abri

Share:

ROTASI SATGASMAR AMBALAT XX

Sidoarjo (Indonesiamandiri) – Satuan Tugas Marinir Ambalat XX yang telah berdinas selama sembilan bulan, belum lama ini kembali ke markasnya di Bhumi Marinir, Gedangan-Sidoarjo (10/10). Satgasmar Ambalat XX yang dipimpin oleh Kapten Marinir Deny Aprianto, seperti biasanya, menjalankan proses rotasi untuk berganti dengan satuan lainnya yang menggantikan.

Dalam amanatnya, Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Lukman, S.T., M.Si (Han),  menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat kembali bergabung dengan induk pasukan serta selamat bertemu dengan keluarga setelah kurang lebih sembilan bulan memenuhi tugas mulia melaksanakan panggilan Ibu Pertiwi, guna mengamankan Blok Ambalat dari gangguan dan ancaman pihak lawan dalam rangka menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI.

“Keberhasilan dalam melaksanakan tugas, akan memiliki nilai kebahagiaan dan kepuasan tersendiri dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi jika diikuti dengan rasa ikhlas dan tulus sebagai sarana beribadah kepada Allah SWT. Namun demikian janganlah keberhasilan tersebut membuat hanyut dalam pujian dan bergembira secara berlebihan (euforia), karena tugas lainya sudah menunggu di depan kita. Untuk itu segera laksanakan konsolidasi dan bersiap diri untuk menyongsong tugas berikutnya,” sambung Lukman.

Diingatkan pula oleh Komandan Pasmar-1 bahwa selama bertugas di Ambalat, telah terjadi pergeseran pejabat di lingkungan Korps Marinir termasuk Pasmar-1. Untuk itu segera kenali dan ketahui sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan yang telah lama ditinggalkan. “Sampaikan ucapan terima kasih kepada segenap keluarga, yang telah memberikan dukungan moril kepada suami untuk melaksanakan tugas, sehingga tugas ini dapat terlaksana dengan baik aman dan lancar,” tegas Lukman lagi.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Wadan Pasmar-1 Kolonel Marinir Siswoto, Danmenbanpur-1 Mar Kolonel Marinir Edy Cahyo Sumarno, Danmenart-1 Mar Kolonel Marinir Ainur Rofiq, Danmenkav-1 Mar Kolonel Marinir Agung Trisnanto, Para Asisten Danpasmar-1 dan Komandan Satlak dijajaran Pasmar-1 (abri).
Foto: Dok.Dispenmar

Share:

Kepedulian IAGI Tentang Usaha Minerba

Bandung (Indonesiamandiri) – Awan mendung di usaha mineral, tambang dan batubara (minerba) dalam negeri belakangan ini membuat Ikatan Ahli Geologi Indonesia/IAGI berpikir keras dan kreatif untuk tetap mencari “jalan tengah” yang tepat. Suasana lesu ini juga bukan hanya dialami oleh Indonesia semata. Sebagian besar negara lain yang banyak menggantungkan diri di sektor minerba, pun terkena imbasnya pula.

“Oversupply pada sejumlah komoditas di tengah pertumbuhan ekonomi yang rendah, menempatkan harga komoditas migas dan tambang (mineral dan batubara) akan tetap tertekan. Sikap negara-negara OPEC yang tetap mempertahankan tingkat produksi untuk mempertahankan pendapatan fiskal mereka, telah membuka mata bahwa kembali tingginya harga minyak, bukan hal yang mudah. Demikian juga komoditas industri mineral dan batubara (minerba), yang selama ini diuntungkan dengan permintaan yang tinggi atas pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Namun, pelemahan ekonomi Tiongkok membuat permintaan komoditas minerba menurun tajam,” demikian pesan siaran pers IAGI, saat berlangsungnya Kongres GEOSEA XIV dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Ahli Geologi Indonesia selama tiga hari (10-13/10), di Bandung.

Kongres yang mengambil tema “ASEAN Earth Resources and Geoscientist Role in AEC Era”, dibuka oleh Dr. Ir. Ego Syahrial, M.Sc, Kepala Badan Geologi Indonesia mewakili Menteri ESDM, yang juga  disaksikan Dirjen Bina Marga mewakili Menteri PUPR serta Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Jawa Barat mewakili Gubernur Jawa Barat. Acara tahunan IAGI kali ini dihadiri oleh perwakilan GEOSEA dari Malaysia, Myanmar, Filipina, Vietnam, Thailand,  Jepang, Tiongkok dan Australia. Sampai acara pembukaan tercatat jumlah peserta lebih dari 400 orang.

Lebih jauh, IAGI menyoroti kondisi Indonesia yang harus cepat berbenah diri untuk membangkitkan kembali usaha di sektor minerba. Jadi, meski Indonesia bukan pelaku utama dalam memainkan harga komoditas di pasar perdagangan internasional, tetapi bukan berarti tidak bisa melakukan suatu terobosan. Yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan melakukan berbagai langkah efisiensi pada skala korporasi disamping langkah strategis jangka panjang guna memposisikan sumberdaya kebumian sebagai cadangan strategis nasional. Namun, efisiensi jangka pendek yang telah dilakukan oleh pihak pengusaha pelaku industri migas dan pertambangan, tidak akan bergerak optimal selama pemerintah tidak paralel dalam melakukan revisi yang terkait dengan kebijakan fiskal. Sinergi yang terus harus dijaga dan diperkuat antara investor migas dan pertambangan menjadi sebuah startegi nasional, menjadi jalan untuk memperkuat pemerintah dalam keinginannya untuk terus meningkatkan pendapatan dari sektor migas maupun minerba sebelum sektor ini dapat memposisikan diri sebagai cadangan nasional. Perlu diingat, dalam pelaksanaan kegiatan sektor ini tetap harus terjaga dalam koridor good mining practices.

    Dengan kondisi seperti itu, bagi IAGI yang kini telah berusia 56 tahun, ingin turut serta berperan aktif memberikan sumbangan pemikiran dan langkah nyata kepada Pemerintah agar tetap onal  tesebut.

    Menghadapi serta memecahkan masalah di sektor pertambangan minerba, perlu sikap tegas dan konsistensi pemerintah atas visi jangka panjang dan misi berjangka lebih pendek yang harus dimiliki. Bagi Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) sebagai organisasi profesi yang telah berusia 56 tahun, disamping secara keilmuwan dan profesinya tetap perduli terkait nasib usaha negara di sektor minerba, juga berkeinginan berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Melihat masalah makro dihadapi oleh industri pertambangan minerba saat ini dan ke depan serta mengingat hampir semua profesi kegeologian terlibat secara profesional dalam industri kebumian ini, maka untuk menjaga kepentingan nasional secara menyeluruh, IAGI mengusulkan solusi sebagai quick win dengan harapan agar industri pertambangan minerba dapat terus terjaga dan tumbuh ke arah lebih konstruktif. Usulan atau quick win yang dimaksud antara lain:

*Moratorium Ijin Usaha Pertambangan (IUP) perlu dicabut dan proses lelang Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP) segera dilakukan, khususnya kepentingan dalam memperluas cakupan wilayah dalam menggerakkan kegiatan eksplorasi guna meningkatkan neraca inventori sumberdaya kebumian nasional.
*Pemerintah perlu segera melakukan berbagai langkah penyesuaian/perbaikan yang terkait dengan kebijakan fiskal untuk industri pertambangan, antara lain insentif bagi pelaku eksplorasi, keringanan pajak (dan atau tax holiday) serta berbagai pajak yang lain seperti iuran tetap, PBB dll. yang saat ini dirasa memberatkan bagi pelaku eksplorasi.

*Perijinan agar dapat dibuat menjadi lebih efisien dengan dibangunnya sinergi antar kementerian terkait. Diterapkannya ijin satu pintu bisa menjadi solusi yang semangat dan visinya perlu diletakkan sebagai kepentingan nasional. Kemudahan/aksesibilitas data yang bersifat regional hendaklah menjadi standar agar para pelaku eksplorasi bisa mendapatkan gambaran umum atas area-area potensial yang ditawarkan.

*Pengelolaan industri pertambangan paska dikeluarkannya UU Minerba yang berjalan lambat (khususnya penerbitan PP terkait) secara langsung telah mempengaruhi laju dan besaran investasi. Mencermati peta persaingan perdagangan minerba internasional dan kebutuhan riil peningkatan pemasukan negara dari sektor pertambangan; semestinya relaksasi aturan bisa menjadi salah satu alternatif khususnya bagi komoditas tambang yang memiliki kadar rendah, yang selama ini dikategorikan sebagai waste dan menjadi beban proyek. Relaksasi aturan tentang pengolahan mineral bijih berkadar rendah diharapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi kelangsungan hidup proyek dan menjadi salah satu subyek pendapatan negara.
 
*Pemerintah melalui instansi terkait seperti Badan Geologi perlu mempromosikan potensi target-target eksplorasi baru yang tidak umum/ unconventional exploration targets, seperti deposit emas tipe orogenik, nikel sulfida, timah sulfida dan bahan-bahan tambang lain sebagai daya tarik investasi pertambangan baru. Lebih ke depannya untuk mencukupi keperluan industrialisasi Indonesia di masa yang akan datang. Selain itu, perlu juga mulai digalakkan penerapan konsep, metode dan teknik terbaru dalam melakukan eksplorasi untuk target-target konvensional untuk menemukan deposit-deposit baru. Organisasi profesi seperti IAGI-MGEI bisa membantu melakukan identifikasi potensi-potensi yang ada serta membagi pengetahuan tentang konsep, teknik dan metode baru tersebut.

*Pembuatan langkah strategis pemerintah dalam kaitan peningkatan neraca inventori sumberdaya kebumian secara menyeluruh melalui kegiatan eksplorasi. Hal ini perlu dilakukan mengingat banyak bahan baku yang digunakan dalam industrialisasi bersumber dari sumber daya kebumian yang ada di Indonesia. Untuk mengundang minat pelaku eksplorasi, langkah strategis ini perlu dituangkan dalam rencana kegiatan kerja bertahap yang jelas dalam bentuk road map (abri).

Share:

2 Peretas Lokal Mendunia

Jakarta (Indonesia Mandiri) Mungkin banyak yang belum mengenal 2 peretas milik bangsa & asli Indonesia, mereka adalah Jim Geovadi & Raditya Iryandi. Disini kami akan menjelaskan beberapa hal yang patut anda ketahui tentang mereka berdua, dalam kancah dalam dunia cyber internasional.

1. Jim Geovardi
Pria Kelahiran Lampung ini meruapakan pendiri Perusahaan TI umum dilembaga pemerintahan pada tahun 2001 dengan nama C2PRO, juga pendiri perusahaan bellua Asia Pasific, yaitu sebuah perusahaan keamanan cyber yang disewa KPU, untuk mengetahui siapa peretas pusat penghitungan suara, dan tentunya berhasil menemukan pelakunya.

Dia juga pernah meretas 2 satelit milik Indonesia & Cina milik kliennya, untuk melakukan pengujian keamanan kontrol satelit, dan sempat menggeser orbit dari satelit cina, dan membuat panik kliennya tersebut, karena sulit mengembalikan posisi satelit kembali ke orbitnya semula.

Dan kelebihan lainnya adalah, dia mampu mengatur lalulintas jaringan internet di seluruh Indonesia, tapi tidak tertarik melakukannya sama sekali. Dia adalalah salah satu contoh orang yang bisa melakukan itu semua, tanpa gelar akademik tertentu untuk hal tersebut.

2. RadityaIryandi
Sosok satu ini lebih beruntung dalam hal akademis, dia melebihi Jim Geovadi sampai titik bangku kuliah, sementara jim hanya sempat mengenyam sampai sma saja.

Ahli yang satu ini dalam Mobile Hacking, dalam hitungan menit dia mampu melakukan berbagai hal dalam penyadapan telepon, Sms, Call Spoofing, Mobile Phone dijadikan Alat Conference jarak jauh, dan pembobolan sms banking.

Bisnis utamanya sekitar Digital Seni dan Teknologi. Dia bermain-main dengan Keamanan Informasi Auditor dan menangani beberapa Telco besar dan Bank-bank di Indonesia, Dia salah satu pembicara dalam Konferensi Keamanan Informasi Internasional seperti: Security Bellua Cyber ??Jakarta, Hack In The Box Malaysia dan Kekuatan Masyarakat Korea Selatan dengan Satelite dan Mobile Phone Hackingtopics.

Dan yang harus kita cermati adalah, keduanya asli lokal Indonesia. Bagi mereka profesi tersebut sebagai hobi, yang tentunya menakutkan berbagai pihak tertentu. Jadi kita sebagai warga Indonesia, haruslah berbangga hati, mempunyai mereka yang sangat disegani dalam dunia cyber internasional saat ini.

Firmansyah Mawero
Foto : Istimewa

Share:

Inovasi Teknologi Angkatan Darat

Bogor - Jawa Barat  (Indonesia Mandiri) - Dalam HUT TNI yang ke 71, ada nuansa yang berbeda dari perayaan sebelumnya. TNI AD menelurkan inovasi yang lain dari biasanya, yaitu Lomba Hackathon Kartika Eka Paksi Cipta Yudha TNI AD, yaitu sebuah kompetisi bagi para ahli teknologi, dan IT developer Indonesia untuk menyumbangkan ide-ide inovatif mereka, dalam pengembangan aplikasi pertahanan negara. Ada 3 kategori pengembangan yang dapat dipilih oleh para IT developer untuk mengikuti ajang ini, yaitu Operasi, Teritorial, dan Dukungan.

Acara Tingkat Nasional tersebut, dibuka oleh Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI Mulyono pada hari Sabtu, 8 Oktober 2016 yang bertempat di PUSDIKZI TNI AD Bogor Jawa Barat, dengan mengusung tema “Melalui Teknologi Informasi, Rakyat Berperan Aktif untuk Terwujudnya TNI AD yang Kokoh, dan Kuat dalam rangka Mendukung Tupok TNI”.

Tujuan acara tersebut lebih kepada, mempererat hubungan antara Sipil & Militer, dalam bidang Pertahanan Negara, yang sudah tentu merupakan kewajiban segenap elemen di negara kita tercinta, dalam menjaga, dan mempertahankan untuk tetap tegaknya Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perlombaan yang digelar selama tiga hari, dengan jumlah peserta sebanyak 220 peserta ini, berguna untuk menyaring para talenta muda negeri ini. Salah satu peserta termuda dalam ajang kali ini adalah, Andre Christoga yang baru berusia 12 tahun, yang tentunya membuat KASAD sangat tertarik sekali untuk mendengarkan penjelasan dari si perancang yang masih belia tersebut, dan telah apik merancang sebuah Drone dengan berat 2kg, dengan kapasitas angkut 4kg. Peralatan tersebut telah diuji coba dibeberapa kota di bagian timur Indonesia, guna beberapa keperluan tertentu.

IT developer dengan ide pengembangan aplikasi terbaik, akan terpilih secara otomatis menjadi anggota dari komunitas IT TNI AD, yang berhak mengikuti lomba, dan berkesempatan memenangkan total hadiah puluhan juta rupiah.

Peserta IT developer yang terpilih ini, akan dilegalisasi dengan kartu anggota yang ditandatangani pejabat terkait, pin anggota, merchandise TNI AD, dan sertifikasi keikutsertaan, yang ditandatangani Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD).

Firmansyah Mawero
Foto : Firmansyah Mawero

Bacaan terkait : 2 Peretas Lokal Mendunia

Share:

HUT TNI KE-71 DI MARINIR CILANDAK

Jakarta (Indonesiamandiri) – Acara HUT TNI ke 71 tahun dilangsungkan kali ini dengan sederhana. Tak ada parade pasukan dari berbagai kesatuan dan atraksi penggunaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), seperti yang sering dilakukan ketika ulangtahun. Singkatnya, saat ini dilakukan secara sederhana di tiap komando utama (Kotama) dari semua matra yang ada (TNI AL, AU dan AD).

Demikian halnya yang terlihat di Lapangan Apel Brigif-2 Marinir Pasmar-2, Ksatrian MariniR Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan pada rabu pagi (5/10). Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Kepala Staf Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang, dengan membacakan amanat dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Salah satu pesan penting dari Panglima TNI terkait dengan peringatan hut TNI, bahwa “semoga kegiatan yang dilaksanakan kali ini tidak mengurangi makna dan kemeriahan peringatan itu sendiri, karena tiap-tiap satuan wilayah TNI melaksanakan upacara yang dipadu dengan pertunjukan seni dengan mengangkat kearifan lokal budaya seperti baca puisi, cipta lagu, tarian daerah setempat dan kegiatan sosial bedah rumah, operasi katarak serta pengobatan massal yang merupakan wujud kepedulian TNI kepada Rakyat.”

Singkatnya, lanjut Panglima TNI, Hut TNI adalah salah satu bentuk laporan pertanggungjawaban TNI kepada rakyat atas pembangunan kekuatan yang telah dan sedang dilaksanakan, khususnya pada tahun anggaran 2016.

Korps Marinir TNI AL sendiri, juga menggelar sejumlah kegiatan yang tak hanya diikuti oleh kalangan internal saja. Tapi juga masyarakat sekitar Cilandak. Misalnya saja, sejak pertengahan September, sudah mengajak siswa-siswi sejak SD hingga SLTA untuk mengikuti beberapa lomba, seperti cipta dan baca puisi, tari kreasi modern, serta vokal grup. Untuk di internal marinir sendiri, ada lomba standup comedy serta pembacaan Al Quran/MTQ.

Selasa (4/10), Korps Marinir membuat seminar bertema “Sejarah dan Pengabdian TNI, Bersama Rakyat Membangun Bangsa” di Graha Marinir, Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun No.40 Kwitang, Jakarta Pusat. Acara yang dibuka Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono, S.Mn., menghadirkan pembicara antara lain, mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono, mantan Dankormar Mayjen TNI Mar (Purn) Aminullah Ibrahim dan Brigjen TNI Darwin Haroen.

Kemudian, puncak acara saat dilakukan bersamaan dengan Hut TNI 5 Oktober. Setelah upacara pagi, dilanjutkan syukuran sambil dengan potong tumpeng dan pembagian hadiah kepada masyarakat umum serta anggota yang menjadi juara (abri).
Foto: abri

Share:

Denkavkud: Menjaga Tradisi Kaveleri TNI AD

Parongpong, Bandung Barat (Indonesiamandiri) - Dalam dunia kemiliteran, sejarah atau tradisi kaveleri memiliki makna yang sangat penting. Diambil dari bahasa Perancis, "Chevalier", yang artinya kuda, di masa kerajaan dahulu memang peran kuda sangat strategis. Disamping tentunya sebagai alat transportasi, kuda juga memiliki andil besar ketika dipakai untuk berperang.

Tradisi dan sejarah kaveleri berkuda juga membekas di Tanah Air ini. Sebagai warisan kolonial Belanda, beberapa saat setelah Perundingan Meja Bundar di akhir 1949, maka begitu banyak alutsista Belanda kemudian diserahkan kepada RI. Salah satunya adalah kuda ini. Sejak 1953, TNI Angkatan Darat telah membentuk Detasemen Kaveleri Berkuda (Denkavkud). Sejumlah operasi militer dilakukan ketika mempertahankan kemerdekaan dari rongrongan musuh, seperti saat menumpas Gerakan DI/TII di Jabar, pemberontakan G30S/PKI di Jabar, Jakarta dan Jawa Timur, serta terakhir operasi di Timor Timur.

Kini, di masa damai, keberadaan Denkavkud tetap dipertahankan, di bawah rantai komando Pusat Kesenjataan Kaveleri, Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD. Utamanya dalam kegiatan kenegaraan dan pembinaan olahraga berkuda. Banyak prestasi sudah ditorehkan oleh prajurit Denkavkud di ajang olahraga bergengsi internasional seperti Sea Games dan Asian Games serta di dalam negeri (PON).

Beberapa waktu lalu (27-28/9), Dinas Penerangan TNI AD membawa puluhan wartawan untuk mengunjungi Markas Denkavkud, yang terletak di Jalan Kolonel Masturi Km.7, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat. Berjarak sekitar 10 kilometer dari Kota Bandung,Markas Denkavkud begitu asri. Karena berada di daerah perbukitan atau sekitar 1200-1400 meter dari permukaan laut dengan suhu antara 17-27 derajat celcius dengan Luas 104 hektar.

"Ini satuan berkuda satu-satunya di Indonesia. Ya adanya di Parongpong," kata Kolonel Beni Bintoro, Kasubdis Penmedtak Dinpenad, yang memimpin rombongan dari Jakarta bersama wartawan. Di Denkavkud, para wartawan diajak untuk melihat pengenalan, perawatan serta beberapa aksi prajurit Denkavkud di saat bertempur melawan musuh.

"Kuda-kuda di sini disamping kami datangkan dari luar negeri (Eropa), juga adalah hasil kawin silang dengan kuda lokal. Kami monitor terus hasil penngembangbiakkannya agar kualitas kuda tetap terjadi dengan baik," jelas Mayor Kav Solikhin, Komandan Denkavkud.

Di Denkavkud sendiri, kini dihuni 246 prajurit (termasuk pegawai negeri sipil) dan 120 kuda. Saat PON XIX yang lalu (17-25/9), Markas Denkavkud pun dipakai untuk berbagai jenis lomba berkuda.

Seiring dengan perkembangan zaman, di mana alutsista kesatuan kaveleri sudah berwujud menjadi kendaraan lapis baja, tentunya keberadaan Denkavkud perlu dipertimbangkan lebih tepat sasaran lagi kegunaannya. Lokasinya yang sangat strategis di wilayah wisata pegunungan, tentunya akan lebih menarik jika kedepan markas Denkavkud pun dapat dikelola untuk sarana pendidikan dan olahraga wisata berkuda bagi masyarakat umum.

Sarana pendidikan untuk latihan berkuda memang sudah dilakukan di Denkavkud. Tinggal dikembangkan lebih luas lagi untuk sektor pariwisatanya dengan kemasan yang menarik. Misalnya saja, ada juga museum sejarah Denkavkud dengan diisi berbagai aksi dan prestasi yang pernah diraihnya. Dengan demikian, saat musim liburan tiba, seperti dikatakan oleh Dandenkavkud Mayor Solikhin, tempat ini hanya menjadi lintasan bagi para wisatawan yang sedang berlibur. Karena memang disekitar Markas Denkavkud, sudah dikelilingi berbagai tempat peristirahatan dan rekreasi (vila, hotel, rumah makan, dan lain-lain).

Masalahnya memang, bisakah fasilitas milik militer difungsikan juga sebagian untuk  kebutuhan lain seperti sarana pariwisata? Meminjam motto kesatuan Kaveleri, "jaya di masa perang dan berguna di masa damai." Sehingga tradisi kaveleri berkuda TNI AD tetap terpelihara lebih baik lagi dan kian dicintai rakyat (abri).
Foto: abri

Share:

Arsip