Toba Cross Run Siap Digelar

Medan (IndonesiaMandiri) – Pesona Danau Toba yang telah ditetapkan Pemerintah – melalui Kementerian Pariwisata – sebagai bagian dari sepuluh kawasan wisata prioritas nasional, terus menggeliat membuat berbagai atraksi wisata. Bahkan untuk mengelola pesona Danau Toba, telah dibentuk Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba, yang diketuai oleh Arie Prastyo.

Dalam Oktober ini, akan digelar Toba Cross Run 2017. Acara yang akan berlangsung pada 28 Oktober di Taman Sipinsur, merupakan ajang berkumpulnya pelari domestik dan internasional terbaik dengan performa terbaiknya yang ingin mengitari pesona Danau kawah vulkanik terbesar di dunia, yaitu Danau Toba.

Ketua Pelaksana Toba Cross Run 2017 Lexi Rohi menyebutkan bahwa kegiatan olahraga lari lintas alam ini bertujuan untuk mempromosikan wisata Danau Toba dan menarik wisatawan untuk menjadikan Danau Toba pilihan tujuan wisata. Acara ini merupakan gagasan bersama antara komunitas Horas Halak Hita (H3), Toba International Detour, EO Portibi, Pemerintah Daerah serta Kementerian Pariwisata.

“Kami telah merancang Toba Cross Run 2017 sebaik mungkin agar peserta lari dapat merasakan keindahan perbukitan Toba dengan aman dan nyaman. Peserta akan mendapatkan pengalaman berlari bernuansa alam yang bersih dan sejuk, tentu saja dengan latar belakang keindahan Danau Toba,” ungkap Lexi Rohi.

Berdasarkan standar lomba lari jarak jauh,Toba Cross Run termasuk dalam kategori ultra
karena melewati standar lomba lari marathon (42,2km). Toba Cross Run sendiri terdiri dari tiga kategori lari jarak jauh yaitu, 55 kilometer, 25Kilometer, dan lima kilometer.

Toba Cross Run diakui sebagai salah satu acara olahraga lari lintas alam terbaik di alam geopark nasional Danau Toba. Para peserta akan melintasi tiga kabupaten yang berbeda, mulai dari Kota Balige di Kabupaten Toba Samosir, kemudian berlari melalui Huta Ginjang dan Muara di Kabupaten Tapanuli Utara, dan diakhiri di tempat wisata yang menakjubkan di Taman Sipinsur Kabupaten Humbang Hasundutan. Tantangan lari lintas kabupaten di samping panorama Toba yang luar biasa, dengan iklim yang cukup dingin tinggi pada ketinggian maksimum 1.700 m di atas permukaan laut. Toba Cross Run akan membuat semua peserta menikmati dinamika liku-liku sepanjang jalur lintas kabupaten di daerah dataran tinggi dan memicu adrenalin untuk mengalami pemandangan fantastis perbukitan Danau Toba (ab).

Foto: Istimewa
Share:

“RI Menjadi Perlintasan Bagi Yang Mencari Suaka”

Kupang (IndonesiaMandiri) Rochadi Iman Santoso - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum & HAM NTT, sudah hampir setahun menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan kekayaan alam dan budaya di NTT yang dikelilingi oleh lautan serta berbatasan dengan dua negara tetangga (Timor Leste dan Australia), Rochadi merasakan provinsi ini begitu strategis sekaligus memiliki tantangan tersendiri.

Menjelang akhir 2015 lalu, ia disibukkan dengan kunjungan Presiden RI Joko Widodo beserta rombongan – termasuk  – yang merayakan natal di Kupang. Di tengah kesibukannya itu, Rochadi, yang kelahiran Jakarta, November 1960 dan telah dikarunia dua orang anak, menerima wartawan IM untuk sebuah percakapan di kantornya Jalan W.J. Lalamenik No. 98, Kupang.

Rochadi yang memulai karirnya dari staf imigrasi (1985), pernah sebagai ajudan Menteri Kehakiman merangkap Kasubsi Lintas Batas, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta dan beberapa pos penting lainnya, juga pernah dilibatkan saat menangkap koruptor kelas kakap (David Nusa Widjaya, Nazaruddin, Anggoro Widjojo). Berikut petikan wawancaranya.

(IM, IndonesiaMandiri): Lumayan besar ya pak cakupan wilayah kerjanya?
(RIS, Rochadi Iman Santoso). Ya. Semua ada 21 kabupaten/kota, termasuk perbatasan darat (Timor Leste) dan Laut (Australia). Perbatasan darat ada 10 pos. kebanyakan masih traditional border. Satuan kerja (Satker) kita di sini ada 26, kantor imigrasinya ada lima (Kupang, Atambua, Labuhanbajo, Maumere dan satu Rumah Detensi). Di Kupang dan Maumere ada pos untuk perbatasan darat dan laut. Di Rote, sebenarnya harus ada tapi karena SDM kurang sementara belum (Pantai Nembralla).  Sekarang masih on call.  Misalnya ada kapal asing seperti Yacht yang lewat daerah NTT, maka on call kita panggil pos terdekat. Di NTT juga terdapat tiga PLBN/Pos Lintas Batas Negara (Motoain, Motomasih dan Kwini).

(IM). Total sumber daya manusianya?
(RIS).  Seribu lebih sedikit ya. Lapas ada 21, kelas dua dan tiga saja. Rutan juga ada beberapa. Tantangan terbesar kita di sini soal wilayah, karena kita di sini kepulauan. Ada sekitar 600an pulau yang menyebar. Ada yang sudah memiliki nama (sekitar puluhan), dan banyak yang belum memiliki nama. Tupoksi  imigrasi itu kan mengawasi keluar/masuknya dan keberadaan orang asing. Dan mandat mengawasi itu seperti diamanatnya dalam UU 6/2011, memang ada dalam wewenang kita.  Dulu masih ada di Kepolisian juga. Sekarang sudah di kita, dan kita bertindak sebagai koordinator. Kita lebih ke arah imigrasinya saja. Tindak pidananya ada di wilayah lain.

IM. Apa tantangan yang paling menonjol di sini?
RIS. Yang utama soal pencari suaka (illegal migrant) atau pengungsi. Pastinya orang yang mau menyeberang ke wilayah lain. Di bandara kita sudah tidak ada penerbangan internasional. Semua domestik. Dulu memang ada penerbangan ke Australia dari El Tari (Kupang) atau Dili. Sekarang sudah kita tutup. Kita ini menjadi negara perlintasan bagi mereka yang mencari suaka ke Australia (traffic  countries). Misalnya yang masuk dari Asia Selatan, Asia Tenggara juga Timur Tengah. Nah di NTT ini yang paling dekat mencapai Australia.
Di Kupang ini ada yang nama “Community House” (Rumah Detensi Imigrasi), di huni sekitar 400an orang asing yang ingin mencari suaka. Ini penanganan ke mereka berbeda, tidak seperti orang kena kasus kriminal. Ada yang perorangan juga keluarga. Kebanyakan Asia Selatan (Afganistan, Pakistan, Bangladesh, Iran, Irak), juga terakhir  dari Myanmar.  Kalau mereka datang ke Indonesia, nanti yang mengurus UNHCR dan IOM (international organization of migration) di bawah negara-negara donatur yang peduli soal pengungsi.

(IM). Mereka termasuk pengungsi atau pencari suaka?
RIS). Nah ini. Semua yang mengatur ada di Konvensi 51 (international convention, of status of refugee) dan Protokoler 1967. Mereka yang ditentukan sebagai refugee, harus ditentukan sebuah proses yang dinamakan determinasi. Pada waktu dia datang, pencari suaka (asylum seeker) ini, ada yang datang sukarela bawa paspor di Bandara, lalu menyerahkan diri. Ada juga yang langsung dibuang lalu ditangani sindikat. Ada yang tidak memiliki dokumen masuk dari mana-mana. Yang masuk kategori refugee, adalah kalau di negara asalnya mereka terancam masalah ras/diskriminasi, politik dan agama. Kalau alasannya hanya masalah ekonomi tidak boleh.

(IM). Jadi Indonesia mendapat masalah yang lumayan berat juga ya dalam menangani pencari suaka atau pengungsi asing ini?
(RIS). Ya betul. Keberadaan mereka di Indonesia mmang bukan ingin menjadi warga negara. Kan ada sebutan origin countries, transit, port dan exile countries. Kita kan hanya negara yang dilalui (transit). Jadi kita tidak diuntungkan sebenarnya sebagai negara.  Sebagai negara migrant, mereka harus mau menerima refugee, karena ini diatur oleh UNHCR. Mereka tidak bisa menolak. Kalau alasan ekonomi, seperti untuk memperbaiki status, ini tidak lulus di determinasi. Akan dipulangkan ke negara asalnya. Seperti yang dari Iran dan Bangladesh, saat diuji determinasi banyak yang tidak lulus. Karena di negerinya sedang tidak bergejolak. Di suruh kembali, karena status awalnya pencari suaka, maka tidak bisa dipaksakan. Harus suka rela. Kebijakan negara lain-lain dalam mensikapi ini.

(IM) Aturan di Indonesia bagaimana?
(RIS). Di Indonesia, aturannya belum terlalu jelas. Di saat Presiden Gus Dur, ditetapkan dalam UUD 45 pasal 38 yang mengakui keberadaan pencari suaka. Nah ini yang mendorong masyarakat pencari suaka numpang lewat di sini. Repotnya lagi, proses determinasi pemulangan pencari suaka ini lama sekali. Sehingga mereka harus berasimilasi dengan keluarga setempat.

Di NTT kita harus lebih hati-hati. Misalnya Muslim di sini hanya 12 persen.  Jangan sampai ada permasalahan dengan penduduk setempat. Kita pernah mendengar ada isu gigolo di Pekanbaru, di Puncak ada kasus kawin dengan penduduk setempat. Ini jadi masalah baru. Imigrasi hanya mengawasi saja. Tapi Negara belum memutuskan bagaimana mengatasinya.

Jaman SBY sempat ada rencana umtuk penanganannya pengungsi (dalam bentuk Kepres). Tapi belum sempat diteken. Draft itu intinya Pemda yang harus banyak bergerak mengawasi keberadaan pengungsi. Di sini, ada Pemda yang mau dan tidak. Karena ini juga menyangkut budget.  Sebenarnya ada konsep dengan integrasikan mereka untuk melakukan usaha tertentu di suatu tempat. Tapi kalau itu dilakukan maka UNHCR tidak akan bertanggungjawab.
Kita ini kan multi cultural/religi yang tidak bisa sembarangan. UNHCR tidak mau kalau ditaruh atau dikelompokkan di pulau tertentu.

(IM). Tantangan lain apa?
(RIS). Di NTT masalah lainnya adalah soal human traficcking.  Ini tinggi karena menyangkut masalah kesenjangan. Misalnya bekerja di negara lain dan ada sindikatnya.

(IM). Tantangan kedalam?
(RIS)  Kanwil ya klasik. Kita kan sudah zero growth kebijakan untuk penerimaan SDM. Kita berdayakan yang sudah ada. Manfaatkan IT (information technology) yang ada. Sejak 2007 sudah online. Untuk Lembaga Pemasyarakatan/Lapas memang perlu berimbang antara petugas yang menjaga dan yang diiawasi. Kasus Krobokan Bali atau Tanjung Agusta di Sumut, itu kan juga salah satunya adalah kurangnya jumlah petugas.

Di sini relatif masih terkontrol. Over capacity hanya sekitar sembilan persen. Kasus kriminal yang banyak  adalah tindakan asusila. Misalnya karena orangtuanya jadi TKI, anaknya ditinggal lalu terjadi tindakan asusila. Narkoba tidak banyak. Seluruh NTT hanya 69 orang yang kasus Narkoba. Semoga tidak bertambah. Karena kita ada MoU dengan BNN dan selalu kita awasi.

(IM). Jadi di sini relatif aman?
(RIS). Ya, di sini masih adem ayem. Di sini soal perbatasan juga tidak terlalu ada masalah yang serius. Karena dulunya menyatu, kemudian berpisah (Timor Leste). Sehingga, faktor kekerabatan masih kuat. Tidak terlalu rawan. Yang sering, di sana kurang BBM, di sini ada oknum yang menyelundupkan. Soal barang kebutuhan pokok juga demikian, ada yang memasok secara illegal. Begitu saja.

(IM). Berapa staf bapak yang bertugas di pos lintas batas di Atambua?
(RIS). Sekitar 60an orang. Atase imigrasi kita juga ada di Timor Leste. NTT ini kekayaan budayanya lar biasa. Tenunnya bagus-bagus. Belum lagi kearifan lokalnya (abri)

Share:

Gerindra Sendirian Jadi Partai Oposisi

Maraknya partai oposisi yang merapat ke pemerintah, membuat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan partainya tidak gentar jika berdiri sendiri di luar pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. 

Adanya wacana merapatnya Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera ke pemerintah.

Fadli Zon menjelaskan bahwa setiap partai politik memiliki hak dalam menentukan sikap, termasuk posisinya di pemerintahan. Sehingga, dirinya tidak akan mempersoalkan, akan bergabung atau tidaknya Golkar dan PKS ke pemerintahan.

Sementara dirinya tak mempermasalahkan adanya perubahan suara di parlemen akibat sinyal merapatnya Golkar dan PKS ke pemerintah.

Kursi anggota partai pendukung pemerintah di DPR saat ini berjumlah 256, dengan rincian PDIP 109 kursi, PAN 49 kursi, PKB 47 kursi, NasDem 35 kursi, dan Hanura 16 kursi. Sementara yang berada di luar pemerintahan berjumlah 174 kursi, dengan rincian Gerindra 73 kursi, Demokrat 61 kursi dan PKS 40 kursi.

Dua partai yang masih bermasalah dengan dualisme kepemimpinan berjumlah 130 kursi. Partai Persatuan Pembangunan memiliki 39 kursi di parlemen. Kubu Romahurmuziy mengatakan  bahwa pihaknya mendukung penuh pemerintahan Jokowi-JK. Romi pun kerap mengikuti pertemuan Koalisi Indonesia Hebat. PPP kubu Djan Faridz masih tetap berada di luar pemerintahan. 

Sementara, Partai Golkar memiliki 91 kursi di DPR. Kubu Agung Laksono sejak 2014 lalu mengatakan, mendukung pemerintahan Jokowi-JK. 
Share:

Tatap Muka Kadispenad Dengan Pers Di Awal 2016

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Humble, informatif dan hangat, jauh dari kesan militer yang biasanya kaku. Itulah kesan pertama yang IndonesiaMandiri (IM) tangkap dari sosok Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen MS. Fadhilah saat menghadiri  “Silaturahmi dan Coffee Morning Kadispenad dengan Wartawan Media Massa” (8/1) di Kartika Media Center, Jalan Abdulrahman Saleh, Jakarta Pusat.

Segera setelah memasuki ruangan acara langsung “in action” (tanpa tetek bengek urusan seremonial), membuka dengan ucapan-ucapan selamat dan menyampaikan banyak hal antara lain harapan ingin lebih akrab bergandengan tangan dengan media massa. Momen tatap muka ini sekaligus juga memberitahukan bahwa pada 13 Januari, adalah HUT Dispenad ke 65 tahun.

Terkait dengan itu, hasil yang sudah dan ingin dicapai yakni TNI AD harus mendapatkan dukungan dari masyarakat luas. Sebagai langkah awal, yakni bersilaturahmi dengan masyarakat pers. Disampaikan pula bahwa beberapa waktu lalu adanya “serangan” dari pers asing (Belanda) dengan mengangkat isu Papua.  Dari penyampaian tersebut menunjukkan Brigjen MS. Fadhilah memiliki Self Awareness yang tinggi sebagai Kadispenad.

Pada kesempatan tersebut juga Kadispenad mengajak insan pers untuk mengangkat sisi lain dari prajurit TNI khususnya TNI AD yaitu sisi humanisnya yang belum banyak di elaborasi dengan demikian sisi-sisi humanis dari prajurit-prajurit TNI AD tersebut dapat lebih dirasakan oleh masyarakat, ini sejalan dengan kebijakan Pimpinan TNI yang antara lain menyebutkan “Bersama Rakyat TNI Kuat”.

Sebaliknya dari insan pers diberi kesempatan luas untuk menyampaikan kritik, harapan serta  masukan-masukan untuk Dispenad kedepan. Bahkan ada juga wartawan yang “curhat” saat dibuka kesempatan berdiskusi. Intinya memang, bagaimana bersama-sama, Dispenad dan insan pers untuk memelihara bingkai NKRI dan kepentingan nasional di atas kepentingan lainnya (anries/abri).
 

 

Sekilas Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad)

“Berbuat yang Terbaik,
Berani, Tulus dan Ikhlas”
Dinas Penerangan Angkatan Darat
Jl. Veteran No. 5 Jakarta Pusat
http://www.tniad.mil.id/dispenad/

Sejarah Singkat Dispenad
Cikal bakal Dinas Penerangan TNI-AD, sudah tampak sejak perang kemerdekaan. Satu kenyataan yang tak dapat dipungkiri, walaupun secara resmi organisasi Penerangan belum terbentuk, namun keberadaan dan perannya dalam perjuangan bangsa, telah menampakkan hasil yang nyata. Sangat beralasan apabila pada perkembangan selanjutnya, yakni dalam wadah organisasi ketentaraan yang dibentuk 5 Oktober 1945, dengan nama Tentara Keamanan Rakyat (TKR), eksistensi peran Penerangan semakin meningkat dan mulai terorganisir, meski dengan personel dan peralatan yang sangat sederhana. Markas Besar Tentara (MBT) di Yogyakarta pada waktu itu telah memiliki bagian yang menjalankan kegiatan penerangan militer. Panglima Besar Jenderal Sudirman menunjuk Mayor Jenderal H Anwar Tjokroaminoto sebagai pimpinan Penerangan. Salah satu stafnya adalah bidang koordinasi pers yang dijabat oleh Letnan K Suwarno.

Tugas dan Fungsi Dispenad
Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) dalam menjalankan tugas sebagai salah satu institusi di jajaran TNI AD adalah menyampaikan informasi secara benar dan profesional tentang hal ikhwal TNI AD sebagai kekuatan pertahanan negara Matra Darat kepada masyarakat, serta memberikan tanggapan yang simpatik manakala ada suatu informasi yang dianggap dapat merugikan citra positif TNI AD. Selain itu sebagai institusi yang sekaligus “Agen Informasi”, bertugas mengolah informasi, menyampaikan informasi, mengelola informasi, baik untuk pihak internal maupun eksternal dan semua itu ditujukan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.

 

Pejabat Dispenad
Kadispenad
Brigjen TNI Mohamad Sabrar Fadhilah

Sesdispenad
Kolonel Caj Drs. Sumirat Kriswasana, M.M.

Kasubdis Binfung   
Kolonel Kav
A. Nugroho Santoso

Kasubdis Pensat
Kolonel Inf
Efran Gunawan    Kasubdispenmedtak
Kolonel Inf
Fadjar Tjahyono

Kasubdispenmedlek
Kolonel Inf
Benny Bintoro

Kasubdispenmedonline
Kolonel Inf
Drs. Mu’tamar

Kasubdis Lisstra
Kolonel Arh
Hamim Tohari, M.A.

Sumber-sumber :

http://www.tniad.mil.id/dispenad/?page_id=190
http://www.tniad.mil.id/dispenad/
http://www.tniad.mil.id/dispenad/wp-content/uploads/2015/01/MS._Fadhilah1.jpg
https://id.wikipedia.org/wiki/MS_Fadhilah
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/7/7f/MS._Fadhilah.jpg
http://a.okezone.com/photos/2010/11/05/1057/5328_large.jpg

Share:

Wisata Di Air Tawar Yang Menantang

Klaten (IndonesiaMandiri) – Banyak orang yang tidak menyangka dengan adanya wisata di kolam air tawar di Tempat Pemandian Umum Umbul Ponggoj, Klaten, Jawa Tengah. Hanya berjarak sekitar satu jam setengah dari kota Yogyakarta, dengan kendaraan, kita sudah bisa mencapai tempat ini.  Air alami yang bersumber dari pegunungan di sekitarnya ini kemudian ditampung dalam kolam besar. Airnya sangat dingin dan jernih. Kemudian, pihak pengelola juga membiarkan ikan-ikan ikut berenang bebas di dalamnya.  Tak pelak, masyarakat yang berenang pun, akan diitemani berbagai ikan kecil disekelilingnya.

Hal lain yang menarik adalah, pihak pengelola menawarkan jasa memotret di dalam air yang kedalamannya mencapai tiga meter ini, dengan latar beberapa barang unik seperti becak, sepeda atau kursi. Si pemotret tentunya menggunakan kamera khusus untuk di dalam air (under water) sembari memberikan pengarahan kepada masyarakat.

Dengan membayar 100 ribu rupiah, kita diberi waktu satu jam untuk dipotret di dalam air tawar ini. Bila meminjam barang dari si pemotret, menambah 60 ribu rupiah lagi. Sedangkan untuk masuk ke tempat pemandiannya, cukup hanya delapan ribu rupiah per orang.

Tetapi jangan menganggap sepele dulu untuk bisa berpose di dalam air tawar ini. Karena perlu nyali dan stamina yang ekstra kuat juga. Karena, disamping sebaiknya sudah memiliki ketrampilan berenang, kita juga harus kuat menahan nafas saat disuruh menyelam hingga kedasar. Saat disuruh menyelam, tubuh kita sudah diberi beban pemberat oleh si pemotret agar dengan mudah masuk ke dasar kolam. Saat tenggelam itu lah kita disuruh action beraneka gaya.

Ketika masuk ke dasar air, banyak pula orang yang tidak siap atau kuat untuk menahan nafas sehingga ia buru-buru untuk keluar lagi menghirup udara bebas. Di sini sering proses foto harus diulang beberapa kali. Namun banyak pula yang langsung berhasil dan memperoleh gambar foto yang memuaskan. Siapa mengira bisa berada di dasar air tanpa alat bantu selam sambil mengayuh becak……hehehehe. Belum lagi ada aneka ikan ikut berseliweran di sekitar kita. Indah sekali.

Si pemotret, memang akan memberikan tanda di saat tepat kita harus menyelam. Di saat yang sama ia juga menyebar makanan ikan di sekitar kita agar ikan yang ada banyak beredar disekeliling kita.  Luar biasa memang setelah melihat foto-foto yang jadi seperti yang ada di sini.

Apabila pengunjung ingin foto sendiri pun, tak masalah. Di sekitar tempat pemandian banyak sekali penjual pelastik kedap air untuk pengaman kamera poket atau handphone berkamera yang bisa tahan di dalam air. Pengelola juga menyediakan sewa pelampung hingga alat selam bila ada yang ingin menggunakannya.

Yang perlu diwaspadai bersama adalah menjaga anak-anak atau masyarakat yang kurang pandai berenang untuk harus didampingi.  Karena jernihnya air tawar ini, sering menggoda siapapun untuk langsung berenang. Padahal, kedalaman air lumayan harus diwaspadai, yakni maksimal tiga meter dan sangat dingin bagi yang belum terbiasa (abri).
Foto: abri

Share:

Wisata Di Air Tawar Yang Menantang

Klaten (IndonesiaMandiri) – Banyak orang yang tidak menyangka dengan adanya wisata di kolam air tawar di Tempat Pemandian Umum Umbul Ponggoj, Klaten, Jawa Tengah. Hanya berjarak sekitar satu jam setengah dari kota Yogyakarta, dengan kendaraan, kita sudah bisa mencapai tempat ini.  Air alami yang bersumber dari pegunungan di sekitarnya ini kemudian ditampung dalam kolam besar. Airnya sangat dingin dan jernih. Kemudian, pihak pengelola juga membiarkan ikan-ikan ikut berenang bebas di dalamnya.  Tak pelak, masyarakat yang berenang pun, akan diitemani berbagai ikan kecil disekelilingnya.

Hal lain yang menarik adalah, pihak pengelola menawarkan jasa memotret di dalam air yang kedalamannya mencapai tiga meter ini, dengan latar beberapa barang unik seperti becak, sepeda atau kursi. Si pemotret tentunya menggunakan kamera khusus untuk di dalam air (under water) sembari memberikan pengarahan kepada masyarakat.

Dengan membayar 100 ribu rupiah, kita diberi waktu satu jam untuk dipotret di dalam air tawar ini. Bila meminjam barang dari si pemotret, menambah 60 ribu rupiah lagi. Sedangkan untuk masuk ke tempat pemandiannya, cukup hanya delapan ribu rupiah per orang.

Tetapi jangan menganggap sepele dulu untuk bisa berpose di dalam air tawar ini. Karena perlu nyali dan stamina yang ekstra kuat juga. Karena, disamping sebaiknya sudah memiliki ketrampilan berenang, kita juga harus kuat menahan nafas saat disuruh menyelam hingga kedasar. Saat disuruh menyelam, tubuh kita sudah diberi beban pemberat oleh si pemotret agar dengan mudah masuk ke dasar kolam. Saat tenggelam itu lah kita disuruh action beraneka gaya.

Ketika masuk ke dasar air, banyak pula orang yang tidak siap atau kuat untuk menahan nafas sehingga ia buru-buru untuk keluar lagi menghirup udara bebas. Di sini sering proses foto harus diulang beberapa kali. Namun banyak pula yang langsung berhasil dan memperoleh gambar foto yang memuaskan. Siapa mengira bisa berada di dasar air tanpa alat bantu selam sambil mengayuh becak……hehehehe. Belum lagi ada aneka ikan ikut berseliweran di sekitar kita. Indah sekali.

Si pemotret, memang akan memberikan tanda di saat tepat kita harus menyelam. Di saat yang sama ia juga menyebar makanan ikan di sekitar kita agar ikan yang ada banyak beredar disekeliling kita.  Luar biasa memang setelah melihat foto-foto yang jadi seperti yang ada di sini.

Apabila pengunjung ingin foto sendiri pun, tak masalah. Di sekitar tempat pemandian banyak sekali penjual pelastik kedap air untuk pengaman kamera poket atau handphone berkamera yang bisa tahan di dalam air. Pengelola juga menyediakan sewa pelampung hingga alat selam bila ada yang ingin menggunakannya.

Yang perlu diwaspadai bersama adalah menjaga anak-anak atau masyarakat yang kurang pandai berenang untuk harus didampingi.  Karena jernihnya air tawar ini, sering menggoda siapapun untuk langsung berenang. Padahal, kedalaman air lumayan harus diwaspadai, yakni maksimal tiga meter dan sangat dingin bagi yang belum terbiasa (abri).
Foto: abri

Share:

Depati Amir: Pahlawan Bangka Yang Dimakamkan di Kupang

Kupang (IndonesiaMandiri) – Bila kita berkunjung ke Pulau Bangka dengan pesawat udara, akan mendarat di Bandara Depati Amir. Siapa Depati Amir? Layaknya sebagian besar nama Bandara Udara yang memakai nama pahlawan daerahnya, maka Depati Amir pun merupakan pahlawan asal Bangka-Belitung yang gigih melawan penjajah Belanda di masanya tahun 1800-an.

Depati Amir yang menurut catatan sejarah dilahirkan di Bangka pada 1805, ayahnya bernama Depati Bahren. Karena kegigihannya melawan Belanda, ia pun ditangkap dan diasingkan ke Timor (Kupang). Saat di Timor pun, ia sempat melakukan perlawanan juga bergabung dengan raja-raja di Timor hingga akhirnya gugur pada 1885.

Jasad  Depati Amir, berada di Pemakaman Islam Batu Kadera, Kelurahan Airmata, Kota Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada 2011 lalu, lokasi pemakaman sang pahlawan ini dipugar oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung/Babel Eko Maulana Ali. Dan pada akhir 2015 lalu, rombongan Gubernur Babel , Pemkot Pangkalpinang, berkunjung ke makam ini yang disambut oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya ketika perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di muka jalan Trikora yang menuju daerah Airmata, spanduk selama datang untuk rombongan dari Babel sudah dipasang beberapa hari sebelum acara Maulid Nabi, yang kebetulan pada 2015 ini jatuhnya sehari sebelum  Hari Raya Natal.

Burhan Mustafa, salah satu tokoh melayu di Kupang, sangat berterima kasih dan menghargai adanya dukungan penuh dari Pemkot Kupang dalam penyelenggaraan acara Maulid Nabi di kawasan Airmata yang memiliki nilai sejarah tinggi, di mana terdapat pula makam pahlawan dari Babel, seperti Depati Amir, Panglima Hamzah, dan lain-lain. Suasana toleransi beragama begitu terasa di Kupang dengan perayaan Maulid Nabi dan Natal  yang bersamaan pada Desember 2015 jadinya.

“Kawasan ini akan menjadi wisata ziarah dan sejarah kedepannya. Juga beberapa bangunan kota tua sekitar daerah Airmata,” kata Ester Muhu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkot Kupang. Turut hadir dalam acara ini Walikota Kupang J. Salean, Danrem 161/WS Brigjen TNI Heri Wiranto, Kadispar Babel Tajuddin SH, para Imam dan tokoh agama-agama serta ratusan jamaah Islam di Kupang.

“Di mana Kakiku  Dipijak Disitu Langit Di Junjung,” demikian salah satu pesan Depati Amir di saat berjuang melawan penjajah Belanda (abri).      
Foto: abri

Share:

Depati Amir: Pahlawan Bangka Yang Dimakamkan di Kupang

Kupang (IndonesiaMandiri) – Bila kita berkunjung ke Pulau Bangka dengan pesawat udara, akan mendarat di Bandara Depati Amir. Siapa Depati Amir? Layaknya sebagian besar nama Bandara Udara yang memakai nama pahlawan daerahnya, maka Depati Amir pun merupakan pahlawan asal Bangka-Belitung yang gigih melawan penjajah Belanda di masanya tahun 1800-an.

Depati Amir yang menurut catatan sejarah dilahirkan di Bangka pada 1805, ayahnya bernama Depati Bahren. Karena kegigihannya melawan Belanda, ia pun ditangkap dan diasingkan ke Timor (Kupang). Saat di Timor pun, ia sempat melakukan perlawanan juga bergabung dengan raja-raja di Timor hingga akhirnya gugur pada 1885.

Jasad  Depati Amir, berada di Pemakaman Islam Batu Kadera, Kelurahan Airmata, Kota Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada 2011 lalu, lokasi pemakaman sang pahlawan ini dipugar oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung/Babel Eko Maulana Ali. Dan pada akhir 2015 lalu, rombongan Gubernur Babel , Pemkot Pangkalpinang, berkunjung ke makam ini yang disambut oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya ketika perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di muka jalan Trikora yang menuju daerah Airmata, spanduk selama datang untuk rombongan dari Babel sudah dipasang beberapa hari sebelum acara Maulid Nabi, yang kebetulan pada 2015 ini jatuhnya sehari sebelum  Hari Raya Natal.

Burhan Mustafa, salah satu tokoh melayu di Kupang, sangat berterima kasih dan menghargai adanya dukungan penuh dari Pemkot Kupang dalam penyelenggaraan acara Maulid Nabi di kawasan Airmata yang memiliki nilai sejarah tinggi, di mana terdapat pula makam pahlawan dari Babel, seperti Depati Amir, Panglima Hamzah, dan lain-lain. Suasana toleransi beragama begitu terasa di Kupang dengan perayaan Maulid Nabi dan Natal  yang bersamaan pada Desember 2015 jadinya.

“Kawasan ini akan menjadi wisata ziarah dan sejarah kedepannya. Juga beberapa bangunan kota tua sekitar daerah Airmata,” kata Ester Muhu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkot Kupang. Turut hadir dalam acara ini Walikota Kupang J. Salean, Danrem 161/WS Brigjen TNI Heri Wiranto, Kadispar Babel Tajuddin SH, para Imam dan tokoh agama-agama serta ratusan jamaah Islam di Kupang.

“Di mana Kakiku  Dipijak Disitu Langit Di Junjung,” demikian salah satu pesan Depati Amir di saat berjuang melawan penjajah Belanda (abri).      
Foto: abri

Share:

Kampanye di Dunia Maya

Sudah saatnya untuk memahami fungsi dan manfaat media sosial guna menyampaikan pesan, tidak hanya pesan iklan komersiil, namun termasuk pula pesan politik, dimana kini “Dunia Maya” sudah menjadi salah satu backbone dalam strategi kampanye para politisi.

Hal ini terlihat dari banyaknya para calon Pemimpin Daerah, maupun Wakil Rakyat, yang mulai membuat Website khusus menerangkan mengenai sepak terjang si calon Pemimpin Daerah, maupun Wakil Rakyat tersebut.

Selain itu, mereka juga menggunakan akun-akun resmi di dua media social terkemuka, yakni; Facebook dan Twitter, guna untuk menjaring suara . Karena dengan ketiga instrumen di atas, mereka dapat dengan mudah menyampaikan pesan-pesan mereka melalui instrumen tersebut.

Keunggulan dari kampanye melalui Dunia Maya ini adalah, biaya yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan cara konvensional. Selain hal tersebut, melalui media sosial komunikasi dua arah dapat terjalin. Dengan demikian, respons publik lebih dapat diukur.

Fenomena media sosial menjadi salah satu instrumen untuk berkampanye politik, mulai marak di Indonesia saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang diselenggarakan pada Oktober 2012.

Dalam Pilgub tersebut, terjadi perbedaaan antara hasil akhir dengan prediksi yang dibuat oleh berbagai lembaga survei. Dimana pada putaran pertama, mayoritas lembaga survei memperkirakan bahwa calon incumbent Fauzi Bowo akan muncul kembali Gubernur DKI Jakarta. Sementara, pridiksi dari Politicawave adalah berbeda.

Politicawave memantau secara sistematis percakapan yang terjadi di media sosial berkaitan dengan berbagai isu politik nasional maupun regional. PoliticaWave menggunakan metodologi dan sampling yang sangat berbeda dengan lembagalembaga survei yang ada di Indonesia.

Pasangan Jokowi-Ahok unggul terhadap pasangan Foke-Nara pada putaran pertama.Pada putaran kedua PoliticaWave kembali memprediksi pasangan Jokowi-Ahok sebagai pemenang Pilkada DKI. Melalui perhitungan Share of Exposure, pasangan Jokowi-Ahok mendapatkan 54,9% dan Foke-Nara mendapatkan 45,1%.

Dalam membuat prediksi hasil pilkada, lembaga tersebut menggunakan analisa berdasarkan monitoring media sosial seperti Facebook dan Twitter. Ketika metode yang sama diterapkan untuk pilkada di daerah lain, ternyata 7 dari 10 hasilnya linier. Dengan kata lain, mereka yang mendapatkan respons positif di media sosial, mendapatkan hasil positif pula di dunia nyata.

Kesimpulannya, komunikasi di Dunia Maya merupakan representasi dari publik yang segmentasinya menengah dan berpendidikan. Dan jumlah publik ini cukup besar. Sebagai gambaran saja, tahun lalu, APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) memperkirakan jumlah pengguna Internet di Indonesia mencapai kisaran 63 juta orang. Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), per Juni tahun lalu, total ada 43,06 juta orang yang menggunakan situs jejaring sosial Facebook. Sedangkan pengguna Twitter sekitar 19,5 juta. 
Foto : Istimewa
Share:

Pemilihan Gubernur oleh DPRD

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Hal ini sama saja dengan merampok hak rakyat dalam UU Pilkada, atau bergesernya kedaulatan rakyat kepada segelintir "Penguasa" yang kekuasaannya sendiri didapat dari mewakili rakyatnya, lantas berdalih sebagai pemegang kedaulatan rakyat, untuk bertindak lebih sistimatis, terstruktur dan masif.

Kalau sampai Pemilihan Gubernur oleh DPRD, maka dapat dipastikan bahwa Gubernur bertanggung jawab kepada DPRD bukan kepada Rakyat yang telah memberikan mandatnya dari tahap awal pemilihan anggota DPRD itu sendiri.

Di lain pihak, lagi-lagi orang politik selalu mencari legitimasi logika, bahwa Pemilihan Langsung akan memakan biaya yang banyak.Padahal akan lebih mahal lagi, dengan adanya kemungkinan patron klien yang ditimbulkan oleh sistem Pemilihan Gubernur oleh DPRD.

Sebagian pernyataan para Kepada Daerah yang dipilih secara langsung pun, menyatakan bahwa kembali ke ke Pemilihan Gubernur oleh DPRD, sama saja mundur, apalagi kalau dilihat dari sisi Kedaulatan Rakyat, berarti hal tersebut sama saja dengan merampas hak demokrasi dan kedaulatan rakyat. Di sisi  lain, Pemilihan Gubernur oleh DPRD sama saja memberikan Peluang DPRD memaksakan kehendak, yang ujung-ujungnya membuka peluang korupsi seperti dahulu kala.

Share:

Arsip