Berita Indonesia Mandiri

Tur di Timor Bawa Pesan Pesona Wisata Timor

Kupang (IndonesiaMandiri) – Keberanian penyelenggara wisata olahraga bersepeda melewati jalur darat sejauh 366 kilometer dari perbatasan Timor Leste (Kabupaten Belu) hingga ke ibukota Provinsi Nusa Tengara Timur, Kupang, sejak 16 hingga 19 Desember, mampu menyedot banyak perhatian masyarakat. Meski baru diikuti belasan peserta dari berbagai kota Indonesia, tetapi kegiatan yang diberi nama Tour de Timor ini, sangat didukung oleh beberapa Kabupaten yang dilaluinya (Atambua, Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kupang).

Tour de Timor yang baru pertama kali digelar ini, menurut ketua penyelenggara, Dewi Agustiati dari DHXplore bekerjasama dengan Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI), sudah dirancang sejak awal 2015. Namun dalam perjalanannya, memang sempat terganjal karena masalah perizinan dari pemda setempat sehingga masalah promosi pun tertunda. Baru di September, semuanya menjadi lebih jelas dan upaya mengundang peserta diumumkan lebih luas.

Meski agak mepet waktu, toh tidak mengurungkan niat sejumlah peserta yang ingin mencoba jalur lintasan Timor yang sangat menantang ini. Acara yang disudahi bersamaan dengan Hut 57 tahun Provinsi NTT dan Hari Kesetiakawanan Sosial di Kota Kupang ini, disambut meriah dengan pawai keliling kota hingga diterima oleh Walikota Kupang Jonas Salean beserta jajarannya. Lalu disemarakkan pula di halaman Walikota Kupang dengan menari bersama.
Pihak penyelenggara juga membuat even tambahan khusus di kota Kupang, dengan nama Kupang City Criterium atau Baputar Kota Kupang, yang sangat antusias diikuti oleh masyarakat mulai dari pelajar sekolah dasar hingga profesional serta didukung penuh oleh Kapolda Kupang Brigjen Pol Endang SUnjaya. “Tahun 2016 kita bikin lebih meriah lagi dan jalanan sekitar Pemda bisa dipakai untuk latihan bersepeda kepada masyarakat yang berminat di hari sabtu-minggu,” ajak Kapolda yang menjadi Pembina olahraga bersepeda.

Plt Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Welly Rohimone, juga mengatakan bahwa pada 2016 nama even dirubah menjadi Tur di Timor, dan akan dimulai dari Dili serta berakhir di Kupang. “rencana pesertanya sudah mulai banyak yang mendaftar. Karena ini akan diperkaya juga dengan atraksi wisata daerah di setiap lintasannya nanti,” tegas Welly. Dengan demikian, Tur di Timor tentunya kelak akan lebih menarik lagi karena melintas negara tetangga, Timor Leste.

Denny L. Wuwungan, General Manager Pelindo III Cabang Tenau Kupang, sebagai salah satu sponsor Tour de Timor ini, pun menyambut positif adanya kegiatan wisata olahraga bersepeda ini.  “Ini dampaknya sangat besar baik bagi industri wisata maupun investasi lainnya di NTT. Karena ini berskala internasional dan media menyorotinya,” aku Denny.

Dari Kementerian Pariwisata sendiri, juga sudah memasukkan Tour de Timor sebagai even tahunan yang didukung secara penuh. “Kita akan tingkatkan dukungan bagi Tur di Timor ini untuk yang 2016 juga, karena skalanya akan lebih luas lagi,” tegas Tazbir, Asisten Deputi  Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (abri).
Foto: abri
      

Share:

Cara Mudah Mengusir Teroris dari Indonesia

Jakarta (IndonesiaMandiri) Teroris merupakan ancaman semua negara di penjuru Dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Mengenai kedahsyatan akibatnya, sudah tidak perlu diragukan lagi. Yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana cara menghalaunya.

Dari kacamata saya, Teroris adalah warga "Baru Dunia" dimana mereka tidak mengenal kewarganegaraan dan wilayah teritorial. Ibarat perang Grilya, mereka bergrilya tidak di satu tempat, tetapi di seluruh Dunia.

Setiap negara memiliki caranya sendiri untuk menghalaunya, Tetapi negara-negara besar memberikan gaya dan sistemnya sendiri untuk menghalaunya, yang pada akhirnya jadi jualan Security Consultant beserta pernak-pernik senjata yang dibutuhkan. Alhasil akhirnya, hanyalah jualan jasa dan produk keamanan.

Pertanyaannya adalah, bagaimana cara efektif yang dapat diterapkan di Indonesia?

Jawabannya sangatlah mudah... Kita punya Kearifan Lokal, dan kita punya Adat Istiadat Lokal yang jauh dari budaya berfikir radikal. Teori grilya adalah, mereka yang bergrilya harus hidup sesuai, atau menyesuaikan diri dengan masyarakat setempat. Di lain pihak, masyarakat sebagai tempat penyemaian grilya teroris tersebut, akan menolak hal-hal/nilai-nilai prilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai setempat. Maka, dengan singkat mereka yang bergrilya akan terlihat jelas, seperti pepatah "Musang terjun, lantai terjungkat" (sudah terlihat tanda-tanda tentang kejahatan yang dilakukan oleh seseorang)

Jadi jelas, untuk menghalau mereka - Teroris, kita semua harus kembali "Sadar Budaya Leluhur", dan mengimplementasikannya.

Dengan menerapkan adat istiadat Leluhur, pada setiap daerah dan wilayah Adat Istiadat tersebut tumbuh dan berkembang, maka dapat dikatakan tidak akan ada satupun nilai-nilai radikal yang dapat menyusup pada Hati Sanubari Bangsa Indonesia.

Masalahnya, karena saat ini banyak "Kelompok Buatan" yang memaksakan kehendaknya, untuk mengimplementasikan sebuah Agama, tetapi bukan nilai-nilai baik dari Agama tersebut, malah justru memperkenalkan dan memaksakan asal nilai-nilai Budaya Bangsa, dimana Agama tersebut dilahirkan.

Kesalahkaprahan ini terlihat, Bangsa kita kini tidak lagi mengenal "Kata Malu" - seperti Koruptor yang berprilaku bak seorang Artis ketika ditangkap KPK, karena Bangsa tersebut (yang nilai-nilainya sudah menyusup di pola pikir Bangsa Indonesia saat ini) mempunyai Budaya yang menempatkan Kesalahan di Luar dirinya, yang justru sangat bertolak belakang jika dibanding nilai-nilai Leluhur kita yang selalu mengutamakan intropeksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain.

Sekali lagi, intinya #AyoBerubah kembali ke nilai-nilai Adat Istiadat setempat yang Berkearifan Lokal. (IM)

Share:

Oposisi Loyal

Jakarta (IndonesiaMandiri) Mendengar ada istilah "Oposisi Loyal" saya langsung bertanya-tanya, produk politik busuk apalagi, yang akan diluncurkan?, karena pernyataan tersebut menurut saya sangat ambigu.

Bicara Politik di Indonesia, sudah seharusnya semua Politisi dan Partai di Indonesia loyal kepada Pancasila dan UUD 45, bukan lainnya. Sehingga tidak perlu satu per satu Politisi atau Partai menyatakan hal tersebut sebagai Pencitraan. Tetapi lebih pada implementasinya, sehingga rakyat pun "Merasakan tanpa harus Berfikir", untuk mengetahui Jujur tidaknya Politisi atau Partai.

Kita baru saja dikejutkan oleh sidang MKD, sebagai orang awam politik lagi-lagi saya pikir kita hanya perlu "Merasakan tanpa harus Berfikir" untuk mengetahui Jujur tidaknya Politisi atau Partai.

Mungkin ada yang berkilah, di lapangan politik khan sudah ada aturannya!!! Pertanyaan saya, apakah aturan di lapangan politik kita sudah dibuat dengan Hati Nurani, atau dengan niat-niat penghianatan terhadap bangsanya sendiri???. Kalau aturan di lapangan politik kita sudah diatur dengan sepenuh hati demi Bangsa dan Negara, maka kita tidak akan pernah melihat sidang MKD seperti yang kita saksikan baru-baru ini.

Kembali lagi pada "Oposisi Loyal," jangan-jangan loyal kepada Negara Pendana mereka???, dan justru bukan Loyal kepada NKRI.

Selebihnya silahkan Anda berfikir sendiri, dan silahkan berkontemplasi untuk lebih peka "Merasakan tanpa harus Berfikir"

Sapto Satrio Mulyo

Share:

70th TNI AD Meriah Di Kodam XII Tanjungpura

Kubu Raya (IndonesiaMandiri) – Hari Juang Kartika atau sering disebut Hari TNI AD ke 70 tahun ini, di Kodam XII Tanjungpura diadakan sangat meriah. Bertempat di komplek Makodam XII Jalan Arteri  Ali Anyang No. 1 Sungai Raya, Kubu Raya, digelar pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dibuka untuk umum selama empat hari (13-16/12).

Memang pengunjung lebih banyak datang dari kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya yang berdekatan  dengan lokasi pameran. Namun demikian, meski kadang ada turun hujan, pengunjung terus bertambah berdatangan dari beberapa daerah. Tampak pelajar mulai dari Pramuka, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi memadati lokasi pameran.

Kapendam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Mukhlis mengatakan,  pameran diadakan dalam rangka memeriahkan hari Juang Kartika ke-70 dan untuk lebih mendekatkan jalinan TNI - Rakyat bertajuk  “Melalui Hari Juang Kartika Kita Mantapkan Jati Diri TNI AD Dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Guna Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri Dan Berkepribadian”.

Selain itu pameran tersebut digelar sebagai wujud tanggung jawab TNI-AD kepada rakyat. Sebab, anggaran untuk membeli alutsista TNI-AD diambil dari uang negara dan milik rakyat. "Dengan pameran ini, masyarakat semakin merasa cinta dengan TNI dan masyarakat semakin memiliki kebanggaan terhadap TNI," ungkap Kapendam.

Selain pameran tersebut, juga diadakan pengobatan masal, donor darah serta operasi sumbing  bibir dan langit-langit. Untuk pengobatan masal bertempat di Kantor Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya (16/12), sedangkan donor darah dan operasi sumbing bibir dan langit-langit akan dilaksanakan tiga hari (17-19/12) di Rumah Sakit TK. II Kartika Husada Jl. Adi Sucipto Sungai Raya.

”Pengobatan masal ini merupakan bentuk pengabdian  TNI AD (Kodam XII/Tanjungpura) kepada masyarakat yang jauh dari Rumah Sakit maupun dari sarana kesehatan lainnya, untuk mendapatkan pengobatan secara gratis guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”, tambah Kapendam. Untuk operasi sumbing bibir dan langit-langit Kodam XII/Tpr bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia (Perapi), dan Smile Train Indonesia.

Disamping itu juga, Kodam XII/Tanjungpura, masih kaitannya dengan Hari Juang Kartika, telah dilakukan karya bhakti dan beberapa lomba satuan, Lomba Pembinaan Satuan, Peleton Tangkas dan lain-lain (abri).
Foto: Dok. Kodam Tanjungpura

Share:

Bandara Kualanamu Dukung Wisata Sumut

Deli  Serdang (IndonesiaMandiri) – Bandara hampir seluas 1400 hektar ini. Juli 2013 sudah mulai beroperasi, meski diresmikan oleh Presiden SBY setahun kemudian. Dani Indra Irawan, Kepala Bandara Kualanamu yang baru menjabat  dua bulan ini – sebelumnya memegang Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru -  mengakui kemegahannya. “Bandara ini cantik, dan sudah sama dengan bandara internasional lainnya di manca negara,” katanya.

Bandara yang menjadi perintis di Tanah Air dengan sistem terpadu dengan transportasi kereta (railink) menuju stasiun kota Medan ini, juga mampun menampung arus penumpang hingga Sembilan juta per tahunnya.  Dengan luas apron mencapai 200.000 meter persegi, luas terminal 118.930 meter persegi, juga kawasan pergudangan kargo seluas 13.000 meter pesegi,pada 2014 pernah dianugerahi sertifikasi Bintang Empat dari Lembaga Survey Bandara dan Penerbangan Skytrax asal London. Bandara Soekarno-Hatta saja hanya sampai Bintang Tiga saat dinilai oleh Skytrax.
Nah, dengan kecantikannya itu, Dani sebagai orang nomor satu yang bertanggungjawab memelihara Bandara Kualanamu, mengharapkan juga bisa dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten yang ada di dalamnya, untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.

“Bandara ini luar biasa megahnya. Dengan kekayaan seni dan budaya di Sumatera Utara, ayo ditampilkan di sini. Kita ada ruangnya. Misalnya, bisa ada pentas Tari Tor-Tor. Kan bisa ajak penumpang/pengunjung menari bersama. Indah sekali,” papar Dani.

Di salah satu sudut strategis tempat keberangkatan yang mempertemukan penumpang untuk penerbangan domestik dan internasional, memang ada panggung berukuran sedang yang dapat dipakai untuk pementasan. Di tempat kedatangan pun masih banyak ruang yang bisa dikemas untuk hal serupa.
Ajakan Dani ini sangat menarik dan perlu disambut positif oleh pihak Pemda setempat. Baru saja misalnya, ada Festival Danau Toba di Berastagi. Memang sayang sekali, promosi tentang even wisata tahunan ini kurang dikemas dengan baik sehingga banyak masyarakat yang belum mengetahuinya.
“Pemda bisa manfaatkan bandara ini untuk promosi even wisatanya. Pasti ada paket wisata dengan kerjasama ke pihak airlines dan pintu gerbangnya adalah Bandara Kualanamu ini,” sambung Dani.

Bandara Kualanamu juga sudah memakai sistem terpadu untuk bagasi (integrated baggage handling screening system-IBHSS) dengan akurasi deteksi keamanan yang baik. Aneka kuliner dan cindermata tentunya ada dijual di dalam bandara ini seperti halnya bandara internasional lainnya.

“Kita inginkan masyarakat setempat juga ikut memelihara bandara berkelas internasional ini. Misalnya saja soal kebersihan. Yang ada sekarang sudah baik, dan mari ditingkatkan lagi dan dirawat bersama,” ajak Dani. Bandara Kualanamu yang setiap harinya disinggahi lebih dari dua ratus penerbangan yang datang dan pergi ini, juga menyediakan fasiliras Media Centre lengkap dengan perangkat komputer, printer, serta tentunya wifi. Karena memang semua area di dalam bandara ini juga sudah wifi. Fasilitas Media Centre ini sepertinya juga yang pertama ada di dalam bandara yang ada selama ini di nusantara.

Bandara Kualanamu termasuk dalam lingkup operasi dan pengawasan dari Angkasa Pura II (BUMN pengelola bandara), yang membawahi belasan Bandara mulai dari Indonesia Barat  hingga ke Tengah. Sedangkan Angkasa Pura I mulai dari sebaagian Indonesia Tengah hingga Indonesia Timur (abri).
Foto: abri

Share:

Kodim Sanggau Ajak Rakyat Swasembada Pangan

Sanggau/Kalbar (IndonesiaMandiri) - Apa yang dilakukan Komando Distrik Militer 1204/Sanggau melalui jajaran Koramil bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sanggau dan Sekadau serta para petani melaksanakan penanaman padi secara serentak guna mendukung program swasembada pangan. Program yang dicanangkan Pemerintah ini memang sudah dijalankan beberapa kali di lokasi berbeda oleh Kodam XII Tanjungpura yang meliputi wilayah di Kalimantan Barat&Tengah. Penanaman padi secara serentak tersebut dilakukan pada 7 Desember serentak dilakukan oleh sebanyak 21 koramil jajaran Kodim 1204/Sanggau yang tersebar di dua Kabupaten yaitu Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau.

Komandan Kodim 1204/Sanggau Letkol Inf Heri Budi Purnomo, S.I.P mengatakan gerakan tanam padi itu merupakan bagian dari pencanangan Gerakan Tanam Serentak menuju Swasembada Pangan. Penanaman padi bersama melibatkan elemen masyarakat dengan tujuan meningkatkan kebersamaan antara rakyat dan TNI AD, yang harus terus dipupuk, karena TNI memiliki motto `Bersama Rakyat TNI Kuat`. Jadi kegiatan seperti ini perlu digalakkan lagi agar antara rakyat dengan TNI bisa menjalin kebersamaan,

Gerakan menanam padi juga dimaksudkan untuk memberi pendampingan kepada masyarakat agar lahan sawah yang ada di desa terus dijaga. Sehingga kebutuhan padi di wilayah bisa terus ditingkatkan. "Seperti yang kita ketahui bahwa banyak masyarakat yang tidak tertarik mengolah lahan sawah dan lebih memilih menanam karet ataupun sawit. Hal ini membuat beberapa lahan persawahan di desa/kampung menjadi tak terurus lagi. Untuk itu, dengan adanya kegiatan seperti ini bisa mendorong warga pedesaan untuk melakukan penanaman padi dan tetap menjaga persawahan", paparnya (abri)
Foto: Pendam XII Tpr

Share:

Sektor Pariwisata Unggulan Lembata

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Iringan lagu dengan alat musik daerah Rote, NTT , yaitu Sasando, yang dimainkan pelajar cantik Vivian Evelyn membuka acara peluncuran buku “Lembata Underwater” di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (3/12).

Buku hasil karya para pegiat wisata alam yang berjumlah 12 orang ini (fotografer, wartawan, blogger, humas, dan lain-lain, merupakan karya monumental karena mayoritas adalah anak bangsa. “Seringkali kita melihat buku-buku pariwisata dengan foto menarik tetapi ditulis oleh orang asing. Nah Lembata Underwater ini dibikin oleh nayoritas anak bangsa,” puji Tazbir, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Pariwisata Nusantara – mewakili Menteri Pariwisata yang sedang dinas keluar negeri – sekaligus meluncurkan buku.
Buku ini sudah dirancang sejak awal 2015, kemudian pada Mei, dilakukan riset ke Lembata untuk persiapan pengambilan gambar.  Pada saat bersamaan (23-25/8), diadakan Festival Lembata dan Nuhanera, suatu even wisata setiap tahun yang memperkenalkan berbagai keunggulan wisata alam, sejarah dan kearifan lokal (tari, musik dan kuliner).

Di saat Festival Lembata itulah petualangan untuk mengambil gambar di dalam laut dilakukan oleh ke 12 anak bangsa ini secara profesional. Mereka itu adalah Muljadi Pinneng Sulungbudi (team leader photographer), Nadine Candrawinata (conservationist), Gemala Hanafiah (travel blogger), Marischka Prudence (travel blogger), Edward Suhadi (photographer), Dewi Wilaisono (photographer), Malindo Wilaisono (photographer), Fery Rusli (photographer), Chikuyama (creative director), Anto Motulz (sketcher), Rahung Nasution (food anthropologist) dan Christie Wagner (PR Specialist).

Lembata, sebagai salah satu kabupaten di NTT dengan lokasi didekat Pulau Flores dan Alor, merupakan wilayah daratan tinggi yang dikelilingi laut dengan pemandangan alam sangat menakjubkan. Bukit Doa, Gunung Ipe Apek Lewelotok, Desa Tabolangu, adalah sebagian kecil pesona Lembata yang akan membuat pengunjung berdecak kagum. Ditambah  lagi, di Lembata, setiap tahun, juga ada tradisi sejarah menangkap ikan paus karena di perairannya selalu  menjadi lintasan ikan ini.

Hadirnya buku Lembata Underwater, tentunya akan merangsang banyak pengunjung dari dalam dan luar negeri untuk menjelajah bumi Lembata khususnya dan NTT umumnya. “Kita memang sudah bertekad menjadikan sektor pariwisata sebagai unggulan pendapatan daerah,” tegas Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur (abri).
Foto: abri

Share:

Difabel Dilatih BNPB

Surakarta (IndonesiaMandiri) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyelenggarakan pelatihan kepada masyarakat berkebutuhan khusus atau difabel di Solo (Jawa Tengah), selama empat hari. Sebanyak 100 orang difabel dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI Jakarta mendapatkan pelatihan tanggap bencana, dan ini merupakan pelatihan pertama kalinya diadakan oleh BNPB.
 
Kemarin Rabu (3/12), kebetulan bersamaan dengan Hari Difabel Internasional, sehingga, acara pelatihan di Solo ini menjadi sangat bermakna. Tema hari Difabel 2015 mengambil tema “Wujudkan Masyarakat Inklusif Melalui UU Disabilitas dan Strategi Multi Sektoral”.

Staf Subdit Peran Masyarakat BNPB, Pangarso Suryo, menggarisbawahi bahwa masyarakat difabel memperoleh materi pokok mengenai pelatihan penanggulangan bencana.
 
Nantinya, para difabel setelah dilatih, bisa ditempatkan di bagian antara lain evakuasi, posko kesehatan, logistik, komunikasi, pendampingan psikososial, dapur umum, jiwa korsa, dan lain sebagainya.  
Langkah tepat yang dilakukan BNPB ini patut diapresiasi. Karena kuantitas masyarakat difabel juga terus bertambah di berbagai kota nusantara. Dan Indonesia, karena termasuk dalam lintasan cincin gunung api (ring of fire), begitu rentan dengan gempa. Disamping itu tentunya, pengalaman untuk mengantisipasi hal terburuk dalam menghadapi bencana umumnya, begitu penting diajarkan kepada masyarakat difabel.

Dengan pelatihan ini, diharapkan bisa terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, disamping masyarakat difabel menjadi lebih terlatih, juga bisa bergotong royong dengan masyarakat umumnya (abri).
foto: abri

Share:

Indonesia Layak Belajar Energi Terbarukan Ke Swedia

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Setelah Mei lalu rombongan dari Swedia berdiskusi serius soal energi terbarukan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia di Bali, maka pertengahan November kemarin giliran  Menteri Pembangunan Strategis dan Kerjasama Nordik Swedia, Kristina Persson berkunjung ke Indonesia lagi.
Kristina datang bersama rombongannya, yaitu sejumlah pemilik perusahaan di Swedia yang bergerak di bidang energi terbarukan (Swedish Exergy AB, FOV Biogas, Absolicon Solar Collector AB, Energotek AB, Accellrate Mobile Infrastructure AB, Nordic Water). Minat serius Swedia kepada potensi energi di Indonesia begitu besar. Bahkan, banyak pelajar Indonesia yang sudah mengenyam pendidikan tentang panas bumi (geothermal) di Universitas Luhn, Swedia.
"Indonesia memiliki potensi yang sangat baik mengenai energi terbarukan, karena lokasi Indonesia yang dilalui matahari setiap tahun,” kata Kristina, di depan para undangan saat berdiskusi dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta Indonesia yang juga memiliki kepedulian sama tentang hal ini.

Kristina selama di Jakarta juga berjumpa dengan Sofyan Jalill, Kepala Bappenas. Swedia menaruh banyak perhatian pula di bidang pelestarian lingkungan, yang tentunya dipadukan dengan adanya energi terbarukan seperti dari panas bumi, matahari, angin, dan lain sebagainya.
Swedia yang justru di negaranya “sangat minim” dilalui matahari, tetapi dalam inovasi industri teknologinya, mampu membangun perusahaan di bidang energi terbarukan, justru ingin berbagi pengalaman kepada Indonesia.
“Kita sangat terbuka untuk menjalin kerjasama di bidang energi terbarukan,” tambah Duta Besar Kerajaan Swedia untuk Indonesia dan negara Timor Timur, Johanna Brismar Skoog, yang mendampingi Kristina selama di Jakarta. Wickberg.
Tampaknya, kesempatan kerjasama ini bisa dimanfaatkan oleh Indonesia dalam hal pelestarian lingkungan serta penguasaan teknologi yang ramah lingkungan dari Swedia. Pihak Swedia rencananya pada 2016 juga akan mengirim sejumlah penelitinya untuk membantu Indonesia dalam memelihara pelestarian lingkungan. Dan tentunya, sangat diharapkan pelajar Indonesia juga diberikan kesempatan yang lebih banyak lagi untuk belajar di Swedia di bidang serupa sehingga alih ilmu dan teknologi bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan (abri).
Foto: abri

Share:

Suminto Yuliarso, Kepala Monumen Pers Nasional Surakarta : “Monumen Pers Bukan Rumah Hantu”

Surakarta (IndonesiaMandiri) – Masih banyak yang belum tahu insan pers khususnya dan masyarakat awam umumnya, bahwa di Solo ada Monumen Pers Nasional (MPN). Mengapa di Solo? Karena setelah beberapa bulan Indonesia merdeka, di tempat inilah mulanya para wartawan berkumpul dan bersepakat untuk membentuk organisasi profesi wartawan – kemudian dikenal dengan nama Persatuan Wartawan Indonesia - pada 9 Februari 1946.

Gedung yang tampak dari muka seperti candi ini, awalnya milik kerabat Mangkunegaran. Cikal bakal berdirinya diprakarsai oleh KGPAA Sri Mangkunegoro VII pada  Desember 1918 sebagai tempat pertemuan. Kemudian dalam perjalanan sejarahnya, gedung ini sempat dipakai sebagai markas Palang Merah Indonesia.

Gedung yang berada di jantung kota Solo di Jalan Gajah Mada 59, dibangun oleh arsitek putra bangsa asal Semarang, R. Atmodirono.  Dengan luas 2.998 meter persegi, saat ini terdiri dari empat unit bangunan.  Di Gedung Induk, ada ruang besar yang biasa digunakan untuk seminar dan sejenisnya. Kemudian ada satu gedung untuk ruang pameran benda-benda terkait pers serta perpustakaan, satu gedung lainnya sebagai pengurus MPN yang sering disebut Gedung Wisma.

MPN sejak 2010 telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya oleh Pemerintah Pusat.  Disamping bangunannya yang memiliki nilai sejarah, juga aset yang tersimpan di dalamnya banyak barang terkait perkembangan pers masa lalu yang tak ternilai.

Ada alat pemancar  radio “RRI Kambing”, yang pada 1933 didirikan oleh RM Ir. Sarsito Mangunkusumo sebagai radio pribumi pertama diberi nama Solosche Radio Vereeninging (SRV); mesin tik kuno milik Bakrie Soeraatmadja pemimpin redaksi Harian Sipatahoenan;  berbagai radio kuno hibah dari kolektor sekaligus pemilik Perusahaan Tekstil Sritex; peralatan terjun payung wartawan TVRI; peralatan wartawan “perang’ Hendro Subroto; kumpulan pers jaman pra-masa kemerdekaan-hingga kini.

Belum lagi koleksi berita-berita yang dikumpulkan dalam mikro film juga ada. Sehingga, bagi para peneliti, mahasiswa atau masyarakat umum yang ingin melihat perjalanan sejarah Indonesia melalui lembaran pers, silahkan mengunjungi MPN yang dibuka untuk umum secara gratis sejak 09.00 pagi hingga 17.00 sore.

“Kita sedang melakukan banyak perubahan agar museum ini kian digemari oleh masyarakat Indonesia umumnya, dan insan pers khususnya,” kata Suminto Yuliarso, Kepala MPN.

Walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, pun sangat mendukung agar MPN kedepan bisa dipoles lebih cantik lagi. “Kita bisa masukkan dalam even tahunan wisata kota Solo kan, kalau ada kegiatan di museum ini,” sambut Rudy, panggilan akrab Walikota Solo ini.

Harus diakui memang, tampilan maupun kegiatan di MPN kini kurang mengundang orang untuk berkunjung.  Dengan adanya dukungan kuat dari Pemkot Solo, diharapkan kedepan MPN bisa banyak menyedot pengunjung dan menjadi salah satu andalan wisata sejarah kota Solo.  Betul pula yang dipesankan oleh Kepala MPN, bahwa monumen pers ini bukanlah rumah hantu. Melainkan suatu aset bangsa yang menyimpan banyak nilai pendidikan untuk pencerahan masyarakat Indonesia (abri).
Foto: abri

Share:

Ngawi Bakal Jadi Perhatian Dunia

Ngawi (IndonesiaMandiri) – Kota yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini, sebenarnya tak terlalu banyak dilirik. Terlebih, Ngawi yang lebih tepat berada di sisi Baratnya Jawa Timur, hanya merupakan lintasan bagi siapapun yang ingin menuju Solo, Surabaya, atau sebaliknya, maka Ngawi pasti akan dilaluinya.
Tetapi, lima tahun terakhir ini, di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Budi Sulistyono (2010-2015) atau lebih akrab di masyarakat Ngawi dipanggil Mbah Kung,  perlahan tapi pasti, kota yang di zaman Belanda sempat menjadi wilayah strategis untuk menghadang perjalanan Pangeran Diponegoro, mulai bersolek.
Alun-alun di tengah kota Ngawi, disamping dipenuhi kuliner, juga dilengkapi sarana berselancar di dunia maya (wifi). Tak pelak, setiap malam ramai remaja dan masyarakat umumnya bercengkerama di sini sekedar untuk menghabiskan waktu.
Tetapi yang tak kalah menariknya, di Ngawi ternyata menyimpan sebuah potensi wisata sejarah dan alam menakjubkan. Salah satunya adalah peninggalan warisan temuan sejarawan asing tentang cikal bakal mulanya manusia nusantara. Fosil yang diketahui berusia sekitar satu juta tahun lalu ini kemudian dikumpulkan dalam sebuah museum mini  dengan nama Trinil.
Museum Trinil ini lokasinya di pinggiran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dusun Pilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, yang berjarak 15 kilometer di sebelah barat Kota Ngawi. Fosil tua ini jika kelak dikemas lebih rapih dan baik, sudah pasti akan menjadi incaran masyarakat dunia yang gemar mempelajari asal-usul manusia khususnya dan masyarakat lain yang gemar wisata alam umumnya.
Mbah Kung, yang kini sedang mencalonkan kembali untuk periode lima tahun kedua memimpin Ngawi, sudah bertekad akan mengangkat potensi wisata Museum Trinil ini untuk lebih mengemuka lagi. “Disamping Trinil ini, jejak benteng Van Den Bosch atau sering disebut Benteng Pendem yang waktu tahun 1800an dipakai untuk mengepung Pangeran Diponegoro juga sangat baik untuk diangkat sebagai potensi wisata,” sambung Mbah Kung.
Dengan tidak mendahului hasil Pemilukada pada 9 Desember nanti, peluang menang Mbang Kung sudah ditangan karena semua kekuatan parpol mendukungnya. “Calon bupati yang besok ini hanya satu sebenarnya kok. Tapi karena ada aturannya harus dua calon, ya dimunculkanlah lawan dari non parpol atau independen,” kata Satrio, warga Ngawi.
Apapun hasilnya nanti, Ngawi memang sudah waktunya tak dilihat sebelah mata oleh siapapun juga. Sebagian potensi yang ada seperti disebutkan di atas, meski sudah masuk dalam kawasan cagar budaya, tak ada salahnya juga didaftarkan ke lembaga warisan dunia seperti UNESCO. “Masyarakat Ngawi harus bangga bahwa daerahnya dikenal dengan potensinya yang ada,” tegas Mbah Kung kepada Indonesiamandiri (abri)
Foto: abri
Share:

Jangan Sampai Pesona Toba Redup

Berastagi (IndonesiaMandiri) – Daya tarik Danau Toba, di Sumatera Utara, sudah tak diragukan lagi, baik di mata masyarakat Indonesia maupun mancanegara.  Bahkan, baru-baru inio, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli ingin menjadikan kawasan Toba sebagai “Monaco’nya Asia.  Tak berlebihan, rasanya.

Kecantikan alam yang dibalut dengan kekayaan tradisi, seni dan budaya  Batak plus tujuh kabupaten yang mengelilinginya, membuat Toba memiliki banyak keunggulan dibanding danau lainnya di muka bumi ini.

Itu sebabnya pula, setiap tahunnya, ada acara akbar yang diberi nama Festival Danau Toba. Berbagai atraksi seni dan budaya dari beberapa kabupaten di Sumatera Utara dipentaskan.  Tahun ini, tuan rumahnya ada di Berastagi, Kabupaten Karo, daerah dataran tinggi yang bisa ditempuh dari kota Medan dengan kendaraan sekitar dua setengah jam atau sekitar 80an kilometer.

Uniknya, festival tahun ini diselenggarakan justru tidak berdekatan dengan Danau Toba.  Kabupaten Karo yang beribukota di Kabanjahe, ditunjuk menjadi tuan rumah. Persisnya di Berastagi, sebuah kota berudara sejuk karena merupakan daratan tinggi  sekitar 1.300 meter dari permukaan laut dengan suhu sekitar 15-20 derajat celcius.

Seperti diketahui, Danau Toba berada diantara tujuh Kabupaten di Sumuatera Utara, seperti:  Samosir, Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasudutan, Dairi dan Karo.  “Mulanya memang tahun lalu sudah ditunjuk yang menjadi tuan rumah di Kabupaten Samosir. Tetapi di Agustus 2015 kemarin, Kabupaten Samosir tiba-tiba membatalkannya. Akhirnya setelah kita mencari lagi, dipilihlah Karo yang bersedia,” ujar  Elisa Marbun, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara kepada IndonesiaMandiri.

Tak dipungkiri memang, dengan dibatalkannya secara mendadak  oleh Pemkab Samosir tentang rencana penyelenggaran Festival Danau Toba ini , menjadikan segala persiapan menjadi ikut berubah. Tetapi karena sudah tekad, kesepakatan dan komitmen dari pihak Provinsi, Kabupaten-kabupaten maupun Kementerian Pariwisata sejak semula bahwa perhelatan rutin tahunan harus tetap terselenggara, maka dalam waktu yang singkat Festival Danau Toba harus berjalan.

Singkat cerita, kamis lalu (19/11), Festival Danau Toba dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Lapangan Mejuah-Juah, Berastagi.  Festival yang berjalan empat hari ini, diselingi oleh berbagai acara atau pentas seni dan budaya, seperti lomba vokal solo, lomba sepeda jelajah ke sekitar Gunung Sinabung (tour d’Sinabung), lomba solo bolon, lomba binaraga, serta  pameran industri pariwisata, ekonomi kreatif dan aneka hiburan rakyat.

Dari rangkaian kegiaan tersebut, juga diselenggarakan diskusi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dengan tema “Fasilitasi Pengembangan Destinasi Wisata Tradisi dan Seni Budaya.” Diskusi yang berlangsung dua hari ini (20-21/11) di Hotel Sibayak, Berastagi ini, berlangsung cukup seru. Karena dari acara ini, banyak disoroti sangat tajam tentang berbagai masalah atau kendala yang terjadi di Sumatera Utara umumnya dan kawasan Toba khususnya dalam hal pengembangan pariwisatanya. Termasuk dalam hal ini mengkritisi tentang jadwal Festival Danau Toba yang sempat simpang siur sehingga berdampak bagi para tamu atau wisatawan yang ingin menikmatinya.

Para pembicara dalam diskusi ini adalah Prof. Dr. Robert Sibarani (Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara), Made Adhi Gunadi (Pengajar di Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila, Jakarta), Muhammad Takari bin Jilil Syahrial (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara), dan Henky Hermantoro (Kemenpar). Pesertanya banyak dari kabupaten yang ada di Sumatera Utara.

Seperti dikatakan Robert Sibarani, mestinya masing-masing kabupaten yang berada di sekitar Danau Toba untuk menanggalkan egonya dan harus bergotongroyong mengembangkan wilayah ini sebaik-baiknya. “Pengelolaan Danau Toba harus transparan dan ditangani ke Provinsi saja. Sehingga ketujuh kabupaten mendukung secara bersama. Ini sudah gagasan lama, tetapi dalam pelaksanaannya kurang berjalan,” kata Sibarani.

Untuk pengelolaan Danau Toba kedepan, memang sudah ada pemikiran ingin dibuat semacam badan otoritas otonom. “Jadi semacam Badan Pengelolaan Kawasan Wisata Toba, yang nantinya membuat perencanaan sekaligus pengembangan secara terpadu,” kata Lokot Endah Ahmad Enda, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kemenpar. “Karena berbicara wisata Danau Toba”, sambung Lokot, “ sangat kental dengan nuansa tradisi seni dan budaya yang ada.”

Kemenpar memang sudah memberikan kail dan dukungan penuh kepada semua daerah yang memiliki potensi wisatanya untuk maksimal memberi lima even wisatanya yang setiap tahun bisa ditampilkan. Dengan demikian, kalender kegiatan pariwisata nasional akan lebih semarak. Dan ujungnya, akan mendongkrak pendapatan daerah-daerah karena mengundang banyak wisatawan dalam dan luar negeri untuk berkunjung

Lagi pula, Danau Toba juga sedang diusahakan untuk masuk dalam daftar Geopark Network dunia yang dikelola UNESCO . Potensi Geopark Kaldera Toba begitu besar, karena bisa menopang banyak pelestarian lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Itu sebabnya, pesona Danau Toba mesti dipelihara dengan baik agar tidak redup (abri).
Foto: Ahmad Fauzan 
   
 

Share:

Kapal Cepat Rudal

PT – 105 in actionLatar Belakang
Kapal Cepat Rudal (KCR) atau Fast Missile Boat adalah jenis kapal perang yang berdimensi relatif kecil (panjang ≤60 meter) dan berbobot ≤ 400 ton merupakan evolusi dari Kapal Serang Cepat / Fast Attack Craft (sebutan sering berbeda di tiap negara) salah satu pendahulunya adalah yang digunakan AL AS / US Navy di front Pacific saat PD II yang dikenal sebagai PT Boat (Patrol Torpedo Boat), pada masa itu AL AS (USN) banyak sekali mengoperasikan (deploy) PT Boat dalam bentuk Gugus-Gugus Tugas (Task Forces) Skuadron MTB (Motor Torpedo Boat), ini dimaksudkan sebagai salah satu strategi yang diterapkan USN untuk mengantisipasi superioritas Armada AL Jepang yang unggul dalam jumlah Battle Ship-nya, dan strategi ini dinilai cukup berhasil dikarenakan di perairan Pacific banyak terdapat pulau-pulau kecil tak berpenduduk sehingga dapat dijadikan sebagai tempat persembunyian kapal-kapal kecil bahkan saat Jenderal Douglas Mac Arthur dan keluarganya  dievakuasi keluar Filipina menggunakan PT Boat (PT-41).

Pasca PD II Kapal Serang Cepat (FAC) mulai berevolusi terlebih dengan berkembangnya teknologi peluru kendali permukaan ke permukaan / anti Ship guided missile / surface to surface missile membuat Fast Attack Craft menjadi lebilh mematikan (Lethal) dan tentunya juga lebih efektif terlebih saat Perang Arab Israel, 21 Oktober 1967   sewaktu dua Komar Klas AL Mesir berhasil menenggelamkan Kapal Perusak (Destroyer) Israel INS Eilat dengan menembakkan Rudal SSN-2 Styx (fire and forget) nya membuat Kapal Cepat Rudal naik pamornya dan AL dunia seakan berlomba memakai KCR.


Perkembangan KCR
Dalam perkembangannya desai KCR di bedakan berdasarkan rancang bangunnya sebagai berikut:
  • Desain Konvensional, antara lain seperti KCR 60 buatan PT PAL
     
  • Desain moderen
    Seperti Attack Hydrofoil Pegasus Class buatan Amerika, Jerman Barat dan Italia meskipun program ini tidak berkelanjutan, Rusia dahulu Uni Soviet dan Tiongkok juga ikut mengembangkan teknologi Hydrofoil.
Saat bergerak cepat lambung kapal terangkat karena pancaran water jet melalui sirip (fin) sehingga kapal dapat berkecepatan tinggi dan bermanuver lincah ini dimungkinkan karena lambung kapal tidak lagi bersentuhan dengan permukaan air.

Disamping desain tersebut juga dikenal desain-desain Catamaran dan Trimaran Antara lain seperti Skjold Class buatan Norwegia yang mempunyai teknologi Air Cushion Catamaran.
Sehingga mempunyai kecepatan yang sangat tinggi > 60 Knot dan lebih tahan terhadap segala kondisi laut juga berkemampuan stealth (sulit ditangkap radar).

Prospek KCR di Indonesia
Prospek KCR di Indonesia sangat potensial dikarenakan sebagai Negara Kepulauan (Archipelago State) menuntut Angkatan Laut yang mampu melakukan tugasnya sebagai pengawal Lautan Nusantara, kemampuan Industri Nasional salah satunya PT PAL sudah membuktikan bahwa teknologi pembuatan  KCR sudah bisa dikuasai  tinggal penyesuaian terhadap teknologi yang paling baru seperti : Desain Catamaran / Trimaran, Stealth dan sebagainya, ini untuk mengantisipasi ancaman perang laut masa kini dan masa mendatang.
Agar dapat berhasil-guna dalam men-deploy KCR maka penugasan harus dalam bentuk gugus-gugus tugas (task Forces), 20 - 30 KCR dikawal 5-7 Korvet dan didukung 5-8 Kapal Supply juga diperkuat Kapal Selam maka dapat memberikan kekuatan penggentar (deterrent power) yang sangat signigikan.

Sumber-sumber :
1.    https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/42/USS_PT-105.jpg
2.    http://harpgamer.com/harpforum/index.php?app=downloads&module=display&section=screenshot&record=1711&id=792&full=1
3.    https://www.idfblog.com/wp-content/uploads/2012/10/EILAT_2.jpg
4.    https://indonesiaproud.files.wordpress.com/2013/12/kcr601-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg?w=600
5.    http://www.warboats.org/images/jpg/phm/LR-PHM%20drawing.jpg
6.    http://kiwimodeller.com/~kmodel/media/kunena/attachments/385/PegasusClasspatrolcombatatanthydrofoilmissileUSA.jpeg
7.    http://steelnavy.com/images/wem_pegasus/phm1a.jpg
8.    http://www.foils.org/gallery/phm1m.jpg
9.    http://i.imgur.com/GLcRfb7.jpg
Share:

Railink Kualanamu Bisa Ditiru

Deli Serdang/Sumut  (IndonesiaMandiri) – Bandara Internasional Kualanamu, di Deli Serdang, Sumatera Utara, memiliki koneksi dengan rel kereta yang diberi nama Raillink menuju Stasiun Kereta di kota Medan.  Model ini sangat tepat, bermanfaat dan efisien. Ini menjadi contoh yang baik bagi bandara lain untuk menirunya.

Railink yang memakan waktu perjalanan 45 menit menuju kota Medan (sebaliknya 30 menit menuju bandara) dengan ongkos seratus ribu rupiah,  sangat nyaman dengan kursi mewah, tempat menaruh barang yang lapang, dan tentu dilengkapi dengan ruang pendingin (ac).

Di Stasiun Kereta Medan, juga disediakan sarana city check-in untuk berbagai perusahaan penerbangan sehingga masyarakat pengguna jasa transportasi udara dapat melakukan check in lebih awal. Di stasiun ini pun telah tersedia hotel transit (Hotel Prima), sehingga penumpang yang terkendala waktu perjalanan, bisa dengan mudah mencari penginapan tanpa harus kesulitan keluar dari halaman stasiun.

Masyarakat yang memanfaatkan jasa Railink menuju Bandara Kualanamu, saat tiba sudah langsung dihantarkan menuju lantai berjalan (travellator) ke tempat keberangkatan bandara. Dengan demikian, Bandara Internasional Kualanamu membuat terobosan baru yang sangat menarik, perpaduan kerjasama antara pengelola bandara (Angkasa Pura II) dengan kereta (Kereta Api Indonesia).

Dengan ketepatan waktu yang sangat terukur baik, Railink akan lebih tepat digunakan oleh masyarakat di kota Medan khususnya yang ingin bepergian dengan transportasi udara ke Kualanamu. Hal ini juga tentunya bisa menjadi percontohan yang baik bagi bandara internasional lainnya di Indonesia.

Seperti diketahui, Bandara Internasional Soekarno Hatta kini sedang membangun Terminal 3 Ultimate yang sangat besar untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas manusia di terminal 1,2 dan 3. Nah, Konsep Railink rasanya akan menjadi tepat digunakan untuk menyambungkan lintas transportasi darat antar terminal menuju satu stasiun di kota Jakarta.

Konon, konsep jasa kereta yang akan menghubungkan kota Jakarta ke Bandara Soekarno-Hatta sudah lebih sepuluh tahun digagas. Tapi realisasinya sampai saat ini belum terlihat dengan jelasm meski d halaman belakang Bandara Soekarno-Hatta kini sudah mulai dibebaskan tanahnya untuk pembangunan terminal kereta bandara. Kita tunggu (abri).

Foto: abri  

Share:

Kerupuk Basah Yang Menggiurkan

Putussibau (IndonesiaMandiri) – Kalau sedang melintas di Kalimantan Barat, terutama di kota Putussibau, ibukota Kabupaten Kapuas Hulu, jangan lupa mencicipi jajanan yang satu ini. Namanya kerupuk basah. Tentunya, yang ada dalam benak kita kalau jajanan kerupuk terbayang yang garing-garing. Namun berbeda dengan yang satu ini.

Sungai Kapuas dengan anak sungai yang menyebar ke berbagai kabupaten di Kalbar ini, memang ada satu jenis ikan yang menghuni dinamakan ikan Toman. Dari ikan inilah kemudian diolah, dimasak dengan campuran tepung terigu, direbus, lalu dihangatkan dalam satu tungku. Bila sudah siap, wujudnya menjadi semacam empek-empek yang lonjong atau memanjang dengan warna putih.

Saat disajikan, satu buah kerupuk basah yang harganya sepuluh ribu rupiah ini dipotong-potong menjadi kecil dan siap disantap dengan ditemani sambal kacang.  Renyah, terasa sekali ikannya, dan sangat tepat untuk dimakan santai baik untuk sarapan pagi, siang atau pun malam.

Tak heran di kota Putussibau, jajanan ini sudah mudah dijumpai sejak pagi hari sekitar jam 6an hingga larut malam.  Masyarakat dari luar Kalbar, seperti ibu Ida dari Jakarta yang sedang berdinas ke Putussibau, misalnya, langsung tertarik saat menjajal kerupuk basah ini. “Enak sekali rasanya. Saya langsung pesan untuk oleh-oleh keluarga di Jakarta,” aku Ibu ini yang bekerja di salah satu kementerian.

Selintas bila kita lihat, fisiknya mirip memang dengan jajanan khas Sumatera empek-empek.  Disamping warnanya sama putihnya, juga bahannya pun dari ikan. Hanya jenis ikannya berbeda dan olahannya tentu juga berbeda.

Kota Putussibau, kini kian ramai dikunjungi pendatang karena sudah ada penerbangan rutin setiap hari dari Pontianak. Maskapai Kalstar dan Garuda Indonesia dengan pesawat ATR satu kali setiap hari singgah di Putussibau. Dan, ada baiknya pihak Pemda bisa membantu para penjual kerupuk basah ini untuk berjualan di Bandara Pangsamu, Putussibau, dengan kotak menarik yang siap dijinjing bagi siapapun yang membelinya (abri).
foto: abri

Share:

Badai Belum Berlalu di Nangabadau

Nanga Badau/Kalbar (IndonesiaMandiri) – Suasana di perbatasan darat Kecamatan Nangabadau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar, sudah banyak perubahan dibanding tahun sebelumnya.  Karena saat ini sudah ada Pos Lintas Batas (PLB) dengan bangunan yang lumayan besar setelah Entikong untuk Provinsi Kalimantan Barat.


Tetapi, masyarakat di desa Badau, tetap masih banyak memanfaatkan barang-barang dari negara tetangga Malaysia. Maklum saja, karena jarak tempuh yang lumayan pendek, hanya 30 menit jalan darat sudah tiba di kota Lubuk Hantu, Serawak, yang menjual aneka kebutuhan rumah tangga.


Di Kecamatan Nangabadau sendiri, bukannya tidak ada pasar. Tetapi tetap saja barang yang membanjiri adalah produk Malaysia. Mau ke ibukota provinsi Kalbar, Pontianak, mesti menguras waktu hampir dua hari perjalanan darat dengan kondisi jalan yang masih banyak rusak. Terdekat,  pusat keramaian di ibukota Kabupaten Kapuas Hulu, yaitu kota Putussibau, dengan jarak tempuh perjalanan darat tiga setengah hingga empat jam.


Layaknya di perbatasan darat lainnya, posTNI juga tersedia di Nangabadau. Hanya saja, PLB di Kalimantan ini banyak yang belum terpadu, di mana semua unsur yang terkait dengan urusan perbatasan dengan negara asing seperti Bea Cukai, Karantina, TNI, Polri, tidak menyatu.  Di Nangabadu misalnya, pos terdepan dari titik nol kilometer diisi bagian keimigrasian (Bea Cukai), kemudian jarak tiga ratus meter baru bertemu pos TNI dan karantina.  Kabarnya memang, di 2016 ini PLB yang besar akan dijadikan terpadu dalam satu atap.


Dan yang lebih penting kalau berbicara soal perbatasan negara, harus tak bisa dilepaskan dari soal kesejahteraan masyarakatnya. “Kita ini serba sulit ya. Mau sekolah yang baik, paling dekat di negara sebelah. Belanja keseharian dan kesehatan juga demikian,” tutur Ahmad, yang tinggal di Badau. Belum lagi soal air bersih dan listrik, sulit sekali untuk masyarakat memperolehnya. Saat menjelang Magrib, listrik seringkali mati.


Di Badau, ada perusahaan sawit yang lumayan besar dan maju. Perusahaan ini juga sering memberikan bantuan sekedarnya seperti penyediaan air bersih, pendidikan sekolah lengkap dengan antar jemputnya. Tapi, ini sangat terbatas yang dapat memanfaatkannya.


Lalu pertanyaan sederhana muncul: di mana negara? Aparat keamanan seperti TNI dan Polri sudah pasti ada disekitar perbatasan. Tapi, tugas mereka juga sudah pasti bukan menyentuh hal-hal mendasar seperti menjalankan roda perekonomian masyarakat.


Baru-baru ini, TNI bersama Kementerian Pertahanan mulai lagi dengan berbagai kegiatan sosialnya, seperti pengobatan cuma-cuma untuk  penyakit umum, gigi, serta alat keluarga berencana.  Tak lupa para tentara ini juga memberikan penyuluhan hukum, batas-batas negara, serta ikut membantu membangun berbagai fasilitas umum seperti jalan, rumah ibadah, dan lain-lain.


Sekali lagi, upaya dari TNI dan Kementerian Pertahanan ini juga sangat terbatas. Bukan berarti kerja sosial mereka tidak ada artinya. Justru sangat besar manfaatnya. Hanya saja, perlu penanganan dengan manajemen yang lebih profesional untuk menghidupkan perekonomian di tengah masyarakat.  Misalnya, bagaimana ada semacam terminal pasar pengumpul  (dry port) yang menyediakan berbagai kebutuhan  pokok.


Sarana transportasi pun mesti mudah dijangkau. Bis yang tersedia, jangan hanya lewat satu-dua kali saja dalam sehari yang menghubungkan daerah perbatasan seperti Badau dengan kota besar sekitarnya.  Daerah yang dialiri sungai pun demikian, mesti ada sarana kapal sesuai ukuran aliran sungai yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam beraktifitas.  Belum lagi sarana komunikasi seperti handphone, seringkali terkena roaming ke negara sebelah. Serta, masih banyak daerah  yang masih tak terjangkau sinyalnya dengan jaringan penyedia jasa telekomunikasi, seperti Telkomsel, Indosat, XL, dan lain-lain.


Presiden Jokowi dalam beberapa kunjungannya ke perbatasan, sudah mengingatkan untuk melakukan pembangunan secepatnya.  Salah satu program Nawacita Pemerintah adalah turut membangun Indonesia dari pinggir. Yang dimaksud “pinggir” ini diantaranya adalah perbatasan, seperti halnya di Nangabadau.


Kini, setahun sudah Pemerintahan Jokowi berjalan. Realisasi nawacita tentunya sangat dinanti, agar masyarakat di perbatasan tak lagi nasibnya dipinggirkan (taruna).
foto: abri

Share:

Akankah Gripen Diawaki Pilot TNI AU?

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Langit nusantara sebentar lagi akan dihuni jet tempur baru, mengingat pesawat F-5 Tiger II buatan Amerika Serikat sudah uzur dan akan digantikan. Beberapa negara menawarkan keunggulan jet tempurnya, seperti Sukhoi dari Rusia, Swedia dengan Gripen, Amerika Serikat dengan F-16, Eropa dengan Eurofighter Typhoon serta Dassault Rafale dari Perancis.
Baru-baru ini, perwakilan Saab dari Swedia yang memproduksi Gripen, ke Jakarta untuk lebih mempromosikan jet tempurnya. Saab JAS 39 Gripen memang memiliki multi keunggulan seperti halnya jet tempur lainnya. Gesit dalam bermanuver, akurasi target tembak yang mumpuni, serta didukung sistem elektronik avionik yang sangat modern sehingga terintegrasi dengan sistem pendukung lainnya di darat maupun laut.
Singkat cerita, Gripen memiliki segalanya sebagai jet tempur. Dan bahkan, operasional Gripen saat mengudara atau beraksi begitu sederhana. Ia tidak membutuhkan banyak orang untuk mengisi bahan bakar atau perlengkapan lain saat mendarat. Hanya membutuhkan tak lebih dari 15 menit, ia sudah siap terbang kembali.
Uniknya lagi, Gripen dapat di operasikan di landasan pacu yang tak terlalu panjang (kurang dari 1 km). Bahkan di jalan umum seperti tol, Gripen mampu mendarat dan terbang. Peter Carlqvist, pimpinan Saab didampingi oleh Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoog saat berbicara dengan awak media, sangat optimis kalau Gripen bisa menjadi pilihan terbaik untuk TNI AU.
Masalahnya kini kembali ke TNI AU sendiri, mau pilih yang mana dan dengan kategori apa untuk supaya cocok dengan kebutuhan di langit nusantara (abri).
Foto: istimewa
Share:

Akankah Gripen Diawaki Pilot TNI AU?

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Langit nusantara sebentar lagi akan dihuni jet tempur baru, mengingat pesawat F-5 Tiger II buatan Amerika Serikat sudah uzur dan akan digantikan. Beberapa negara menawarkan keunggulan jet tempurnya, seperti Sukhoi dari Rusia, Swedia dengan Gripen, Amerika Serikat dengan F-16, Eropa dengan Eurofighter Typhoon serta Dassault Rafale dari Perancis.
Baru-baru ini, perwakilan Saab dari Swedia yang memproduksi Gripen, ke Jakarta untuk lebih mempromosikan jet tempurnya. Saab JAS 39 Gripen memang memiliki multi keunggulan seperti halnya jet tempur lainnya. Gesit dalam bermanuver, akurasi target tembak yang mumpuni, serta didukung sistem elektronik avionik yang sangat modern sehingga terintegrasi dengan sistem pendukung lainnya di darat maupun laut.
Singkat cerita, Gripen memiliki segalanya sebagai jet tempur. Dan bahkan, operasional Gripen saat mengudara atau beraksi begitu sederhana. Ia tidak membutuhkan banyak orang untuk mengisi bahan bakar atau perlengkapan lain saat mendarat. Hanya membutuhkan tak lebih dari 15 menit, ia sudah siap terbang kembali.
Uniknya lagi, Gripen dapat di operasikan di landasan pacu yang tak terlalu panjang (kurang dari 1 km). Bahkan di jalan umum seperti tol, Gripen mampu mendarat dan terbang. Peter Carlqvist, pimpinan Saab didampingi oleh Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoog saat berbicara dengan awak media, sangat optimis kalau Gripen bisa menjadi pilihan terbaik untuk TNI AU.
Masalahnya kini kembali ke TNI AU sendiri, mau pilih yang mana dan dengan kategori apa untuk supaya cocok dengan kebutuhan di langit nusantara (abri).
Foto: istimewa
Share:

Akankah Gripen Diawaki Pilot TNI AU?

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Langit nusantara sebentar lagi akan dihuni jet tempur baru, mengingat pesawat F-5 Tiger II buatan Amerika Serikat sudah uzur dan akan digantikan. Beberapa negara menawarkan keunggulan jet tempurnya, seperti Sukhoi dari Rusia, Swedia dengan Gripen, Amerika Serikat dengan F-16, Eropa dengan Eurofighter Typhoon serta Dassault Rafale dari Perancis.


Baru-baru ini, perwakilan Saab dari Swedia yang memproduksi Gripen, ke Jakarta untuk lebih mempromosikan jet tempurnya. Saab JAS 39 Gripen memang memiliki multi keunggulan seperti halnya jet tempur lainnya. Gesit dalam bermanuver, akurasi target tembak yang mumpuni, serta didukung sistem elektronik avionik yang sangat modern sehingga terintegrasi dengan sistem pendukung lainnya di darat maupun laut.


Singkat cerita, Gripen memiliki segalanya sebagai jet tempur. Dan bahkan, operasional Gripen saat mengudara atau beraksi begitu sederhana. Ia tidak membutuhkan banyak orang untuk mengisi bahan bakar atau perlengkapan lain saat mendarat. Hanya membutuhkan tak lebih dari 15 menit, ia sudah siap terbang kembali.


Uniknya lagi, Gripen dapat di operasikan di landasan pacu yang tak terlalu panjang (kurang dari 1 km). Bahkan di jalan umum seperti tol, Gripen mampu mendarat dan terbang. Peter Carlqvist, pimpinan Saab didampingi oleh Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoog saat berbicara dengan awak media, sangat optimis kalau Gripen bisa menjadi pilihan terbaik untuk TNI AU.


Masalahnya kini kembali ke TNI AU sendiri, mau pilih yang mana dan dengan kategori apa untuk supaya cocok dengan kebutuhan di langit nusantara (abri).
Foto: istimewa

Share:

Tour de Timor Bakal Percantik Wisata NTT

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Bagi pecinta olahraga sepeda jarak jauh (touring), ada rute menantang yang ditawarkan Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) di ujung 2015. Yakni, mengarungi perjalanan lintas Timor dari Atambua hingga kota Kupang. Acara yang diberi nama Tour d Timor (TdT), rencananya berlangsung pada 16-19 Desember 2015.

TdT adalah acara olahraga campur wisata yang pertamakali dirintis oleh Pemprov NTT. "Kita sudah siapkan semua untuk TdT ini termasuk akomodasi, baik di hotel atau homestay", tutur Frans Salem, Sekda Pemprov NTT saat tatap muka dengan pers di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakatta (22/10).

Frans yang didampingi Deputi Pengembangan Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti, juga menjelaskan bahwa TdT nantinya akan dibikin sebagai agenda rutin setiap tahun. Bahkan tahun depan akan menggandeng negara tetangga Timor Leste juga untuk dilintasi pula.

Saat ini NTT memang ada kerjasama yang sangat baik - salah satunya di bidang Pariwisata - kepada Timor Leste dan Australia (Darwin). Momentum TdT akan dijadikan salah satu tali pererat pula nantinya kepada dua negara tersebut.

"Kami menyambut baik upaya Provinsi NTT dalam mempromosikan potensi pariwisata melalui sport tourism TdT 2015 ini," sambung Esthy mewakili Menteri Pariwisata. Esthy juga kagum akan keindahan pesona alam dan kearifan lokal NTT karena sudah beberapa kali berkunjung ke sejumlah kota di NTT.

Acara ini kedepannya akan menyemarakkan sport tourim sepeda lainnya. Karena seperti diketahui, sebelumnya di Indonesia sudah dikenal tour de Singkarak (Sumatera Barat), tour de Ijen (Banyuwangi), dan lain-lain.

Untuk NTT sendiri, momentum TdT juga guna meramaikan hut pemprov NTT ke 57 pada 20 Desember. Juga sekaligus bertepatan dengan Hari Kesetiakawanan Nasional serta Hari Ibu. Jadi, TdT yang akan melewati rute Atambua-Kefa-Soe-Kupang ini, diharapkan dapat menambah minat wisatawan yang ingin berkunjung ke NTT.

Penyelenggara TdT merupakan kerjasama antara Pemprov NTT, Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) dan DHExplore. Pesertanya TdT antara usia 17-55 tahun dan berbadan sehat. Untuk keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi panitia Marloan Lolang dan Tito Mananohas di nomor telpon 081337229049/081247089888 (abri) Kredit foto: abri

Share:

Mengenai Kami

IndonesiaMandiri.web.id
Bukan Terkini tapi Penting
Pemimpin Redaksi:
M. Abriyanto
Wakil Pemimpin Redaksi:
Raindy M
Redaktur Pelaksana:
M. Damar CB
Pemimpin Perusahaan:
Indra Ardana
Manajer HRD:
Satrio M.
Redaksi:
Bekti Poerwono
Anries Tanu Radena
Rahman Trikoraharjo
S. Guntur

Wilayah:
Jawa Barat : Ikhsan
Jawa Tengah : Citra Bangsa
Jawa Timur : Putri
Digital Marketing & Promotion:
Shastri R.

Teknik dan Jaringan:
Rayhan APM

Keuangan:
Dina N.
Alamat:
Kramat V/14 Jakarta 10430
Telpon : +62813-153-564-98
SMS / WA only : +62085-7788-78887
Email :  indonesiamandiri17845@gmail.com
Media Partner :  indonesiamandiri17845@gmail.com
Iklan :  indonesiamandiri17845@gmail.com
Share:

Kode Etik

Peraturan Dewan Pers
PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Keberadaan media siber di Indonesia juga merupakan bagian dari kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers.
Media siber memiliki karakter khusus sehingga memerlukan pedoman agar pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Untuk itu Dewan Pers bersama organisasi pers, pengelola media siber, dan masyarakat menyusun Pedoman Pemberitaan Media Siber sebagai berikut:
  1. Ruang Lingkup
  1. Media Siber adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalistik, serta memenuhi persyaratan Undang-Undang Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers.
  2. Isi Buatan Pengguna (User Generated Content) adalah segala isi yang dibuat dan atau dipublikasikan oleh pengguna media siber, antara lain, artikel, gambar, komentar, suara, video dan berbagai bentuk unggahan yang melekat pada media siber, seperti blog, forum, komentar pembaca atau pemirsa, dan bentuk lain.
  1. Verifikasi dan keberimbangan berita
  1. Pada prinsipnya setiap berita harus melalui verifikasi.
  2. Berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan.
  3. Ketentuan dalam butir (a) di atas dikecualikan, dengan syarat:
    1. Berita benar-benar mengandung kepentingan publik yang bersifat mendesak;
    2. Sumber berita yang pertama adalah sumber yang jelas disebutkan identitasnya, kredibel dan kompeten;
    3. Subyek berita yang harus dikonfirmasi tidak diketahui keberadaannya dan atau tidak dapat diwawancarai;
    4. Media memberikan penjelasan kepada pembaca bahwa berita tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut yang diupayakan dalam waktu secepatnya. Penjelasan dimuat pada bagian akhir dari berita yang sama, di dalam kurung dan menggunakan huruf miring.
  4. Setelah memuat berita sesuai dengan butir (c), media wajib meneruskan upaya verifikasi, dan setelah verifikasi didapatkan, hasil verifikasi dicantumkan pada berita pemutakhiran (update) dengan tautan pada berita yang belum terverifikasi.
  1. Isi Buatan Pengguna (User Generated Content)
  1. Media siber wajib mencantumkan syarat dan ketentuan mengenai Isi Buatan Pengguna yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, yang ditempatkan secara terang dan jelas.
  2. Media siber mewajibkan setiap pengguna untuk melakukan registrasi keanggotaan dan melakukan proses log-in terlebih dahulu untuk dapat mempublikasikan semua bentuk Isi Buatan Pengguna. Ketentuan mengenai log-in akan diatur lebih lanjut.
  3. Dalam registrasi tersebut, media siber mewajibkan pengguna memberi persetujuan tertulis bahwa Isi Buatan Pengguna yang dipublikasikan:
    1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul;
    2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan;
    3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. Media siber memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus Isi Buatan Pengguna yang bertentangan dengan butir (c).
  5. Media siber wajib menyediakan mekanisme pengaduan Isi Buatan Pengguna yang dinilai melanggar ketentuan pada butir (c). Mekanisme tersebut harus disediakan di tempat yang dengan mudah dapat diakses pengguna.
  6. Media siber wajib menyunting, menghapus, dan melakukan tindakan koreksi setiap Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan dan melanggar ketentuan butir (c), sesegera mungkin secara proporsional selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah pengaduan diterima.
  7. Media siber yang telah memenuhi ketentuan pada butir (a), (b), (c), dan (f) tidak dibebani tanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan akibat pemuatan isi yang melanggar ketentuan pada butir (c).
  8. Media siber bertanggung jawab atas Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan bila tidak mengambil tindakan koreksi setelah batas waktu sebagaimana tersebut pada butir (f).
  1. Ralat, Koreksi, dan Hak Jawab
  1. Ralat, koreksi, dan hak jawab mengacu pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Hak Jawab yang ditetapkan Dewan Pers.
  2. Ralat, koreksi dan atau hak jawab wajib ditautkan pada berita yang diralat, dikoreksi atau yang diberi hak jawab.
  3. Di setiap berita ralat, koreksi, dan hak jawab wajib dicantumkan waktu pemuatan ralat, koreksi, dan atau hak jawab tersebut.
  4. Bila suatu berita media siber tertentu disebarluaskan media siber lain, maka:
    1. Tanggung jawab media siber pembuat berita terbatas pada berita yang dipublikasikan di media siber tersebut atau media siber yang berada di bawah otoritas teknisnya;
    2. Koreksi berita yang dilakukan oleh sebuah media siber, juga harus dilakukan oleh media siber lain yang mengutip berita dari media siber yang dikoreksi itu;
    3. Media yang menyebarluaskan berita dari sebuah media siber dan tidak melakukan koreksi atas berita sesuai yang dilakukan oleh media siber pemilik dan atau pembuat berita tersebut, bertanggung jawab penuh atas semua akibat hukum dari berita yang tidak dikoreksinya itu.
  5. Sesuai dengan Undang-Undang Pers, media siber yang tidak melayani hak jawab dapat dijatuhi sanksi hukum pidana denda paling banyak Rp500.000.000 (Lima ratus juta rupiah).
  1. Pencabutan Berita
  1. Berita yang sudah dipublikasikan tidak dapat dicabut karena alasan penyensoran dari pihak luar redaksi, kecuali terkait masalah SARA, kesusilaan, masa depan anak, pengalaman traumatik korban atau berdasarkan pertimbangan khusus lain yang ditetapkan Dewan Pers.
  2. Media siber lain wajib mengikuti pencabutan kutipan berita dari media asal yang telah dicabut.
  3. Pencabutan berita wajib disertai dengan alasan pencabutan dan diumumkan kepada publik.
  1. Iklan
  1. Media siber wajib membedakan dengan tegas antara produk berita dan iklan.
  2. Setiap berita/artikel/isi yang merupakan iklan dan atau isi berbayar wajib mencantumkan keterangan .advertorial., .iklan., .ads., .sponsored., atau kata lain yang menjelaskan bahwa berita/artikel/isi tersebut adalah iklan.
  1. Hak Cipta
Media siber wajib menghormati hak cipta sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  1. Pencantuman Pedoman
Media siber wajib mencantumkan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini di medianya secara terang dan jelas.
  1. Sengketa
Penilaian akhir atas sengketa mengenai pelaksanaan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini diselesaikan oleh Dewan Pers.
Jakarta, 3 Februari 2012
(Pedoman ini ditandatangani oleh Dewan Pers dan komunitas pers di Jakarta, 3 Februari 2012).

Share:

Mari Belajar Dari Jerman

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kedutaan Besar Jerman di Jakarta dan Perkumpulan Ekonomi Indonesien-Jerman (EKONID) serta Lembaga Goette Indoneia, membuat "Pameran Sains & Teknologi Jerman-Indonesia" di Museum Nasional, Jakarta (5-10/10). Acara ini memamerkan berbagai inovasi terbaru dan kerjasama antara Jerman dan Indonesia yang terjalin sejak lama di sektor Teknologi, Sains, dan Kesehatan.


Dengan mengambil tema pameran "Fostering Ideas", Jerman ingin memperlihatkan beragam kemajuan yang sudah ditempuh melalui proses penelitian yang panjang. Dan dari kemajuan yang sudah dicapai itu, kemudian dilakukan kerjasama yang saling menguntungkan dengan Indonesia.


Peserta pameran antara lain Pusat Riset Geo Potsdam, Pusat Ekologi Kelautan Tropis, Pusat Riset Keanekaragaman Hayati Leibniz, anggota Asosiasi Helmholtz dan Asosiasi Leibniz. Selain itu, terdapat juga Fraunhofer Society Max Planck Society, serta badan pendanaan seperti Asosiasi Riset Jerman dan Yayasan Alexander von Humboldt. Lembaga-lembaga penelitian ini juga akan membuka peluang untuk kerjasama dengan lembaga penelitian di Indonesia.


Perusahaan-perusahaan besar dari Jerman yang sudah terkenal di Indonesia akan turut memamerkan berbagai inovasi terbaru dari mereka, seperti Mercedes dengan teknologi menyetir otomatis, BASF dengan solusinya untuk para petani, Siemens dengan teknik baru untuk mengembangkan sektor manufaktur, serta Lufthansa yang akan menyediakan pengalaman terbang secara virtual kepada para pengunjung.


"Kerjasama ilmiah antara Jerman dan Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1960-an, di mana terjadi pertukaran ilmuwan antar kedua negara. Sejak itu, hubungan ini semakin berkembang, mencakup berbagai sektor, mulai dari analisa lanskap ilmiah di Indonesia hingga bioteknologi, dari ilmu sosial hingga penelitian kelautan," kata Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Dr. Georg Witschel.


Salah satu stand yang banyak dikunjungi adalah milik perusahaan penerbangan Lufthansa. Di sini, pengunjung disediakan "kaca mata virtual", untuk dapat melihat dalam kabin Lufthansa dari kelas ekonomi, bisnis hingga utama (abri) Foto: abri

Share:

Persatuan & Kesatuan Lebih Penting Dari Alutsista

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Menteri Pertahanan Ryamicard Ryacudu seperti ingin menjawab tantangan anggota DPR yang banyak mempertanyakan mengenai bagaimana anggaran yang akan dipersiapkan untuk program bela negara yang belakangan ini hangat dibicarakan. Beberapa anggota Komisi I DPR RI, seperti TB Hasanuddin, Arief Suditomo, mempertanyakan bagaimana alokasi anggaran untuk menjalankan program bela negara tersebut. Karena saat ini, fokus anggaran belanja militer sudah jelasm yaitu untuk pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan kesejahteraan tentara.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan beberapa waktu lalu sudah mendengungkan akan adanya progam bela negara yang dalam sepuluh tahun kedepan bisa tercapai angka sekitar 100 juta kader. Dalam acara tatap muka dengan pers di Gedung Bhineka Tunggal Ika Kementeri Pertahanan ((12/10), misalnya, ditegaskan bahwa penyelenggaraan pembentukan Kader Pembina Bela Negara akan dibuka secara serentak pada 19 Oktober besok di 45 Kabupaten/Kota.

“Pada 2016 dan seterusnya diharapkan dapat diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah baik Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia yang bekerjasama dengan instansi lain termasuk TNI dan Polri,” jelas Ryamizard.

Secara matematis, bila 10 tahun ditargetkan tercapai angka 100 juta kader (2015-2025), maka setiap tahunnya akan terbentuk 10 juta jiwa, dan per bulannya ada sekitar 800-an orang yang dilatih untuk pendidikan bela negara. Jumlah yang memang tidak sedikit. Program bela negara ini memang sifatnya tidak wajib, dan bukan wajib militer seperti halnya yang ada di beberapa negara asing (Singapura, Korea Selatan, Israel, dan lain-lain).

Karena program ini bukan wajib militer, maka materi pendidikannya lebih kea rah bagaimana menggalang kegotongroyongan, pemahaman rasa cinta tanah air, rela berkorban untuk kepentingan bangsa, kepedulian sosial, budi pekerti, dan lain-lain.

Soal anggaran, sementara ini akan ditanggulangi dari pos Kementerian Pertahanan sendiri, yang memang ada wadah di Dirjen Potensi Pertahanan dan Direktorat Bela Negara. “Untuk awal ini yang akan dibuka 19 Oktober besok, kita mendidik untuk pelatihnya dahulu,” sambung Brigjen Faisal, Direktur Bela Negara Kemhan.

Menanggapi lebih jauh soal alokasi anggaran militer kedepan yang sudah dipatok untuk pembelian, peremajaan alutsista dan kesejahteraan prajurit, dengan tegas Ryamizard menggarisbawahi bahwa persatuan dan kesatuan jauh lebih penting. “Alutsista itu kecil. Yang besar adalah persatuan dan kesatuan.” Mantan Kepala Staf Angkatan Darat ini juga menjelaskan, bahwa alutsista itu kan diawaki oleh manusia. Pembinaan ke manusianya itu yang jauh lebih penting ketimbang persenjataannya itu sendiri (abri). Foto : abri | Foto : Istimewa
Share:

Jalur Patroli Perbatasan Bakal Lebih Solid

Entikong (IndonesiaMandiri) – Sepanjang 2000an kilometer jalur darat yang membatasi bumi Kalimantan Barat, Timur dan Utara dengan negara tetangga Malaysia, sebentar lagi akan dilengkapi dengan Jalur Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP). “Ini adalah salah satu proyek fisik Kementerian Pertahanan/Kemhan, sesuai dengan salah satu prioritas dari Kabinet Kerja, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran. Program ini juga dipayungi hukum Perpres 31/2015 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara di Kalimantan,” jelas Brigjen TNI Subagio, Komandan Satgas Pembangunan Pengamanan dan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Kawasan Perbatasan Negara di Kalimantan.

Subagio yang memantau langsung pembangunan fisik JIPP di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat ini, juga mengatakan bahwa yang dilakukan oleh Kemhan tak hanya meliputi kegiatan fisik saja. Tapi juga ada yang bersifat non fisik, seperti pengenalan bela negara, penyuluhan hukum, sosialisasi tentang batas negara, aksi sosial, dan lain-lain.

JIPP nantinya akan lebih memudahkan pasukan TNI yang menjaga di perbatasan. Sebelumnya, banyak daerah di perbatasan yang hanya dipantau dengan melalui jalan kaki setapak menelusuri hutan dan bukit. Kemhan memiliki program kerja berada pada titik empat kilometer dari batas akhir perbatasan negara dengan negara tetangga. Diluar radius empat kilometer, itu adalah pembangunan yang dilaksanakan oleh lintas kementerian lainnya.

Kedepan, setiap pos perbatasan juga dilengkapi dengan teknologi pemantauan, pesawat tanpa awak (drone), serta menambah alat komunikasi dan transportasi juga. “Jadi kita nantinya bisa memantau semua pos perbatasan secara real time,” tegas Subagio.

Beberapa hari lalu, Pusat Komunikasi Publik Kemhan mengikutsertakan sejumlah media dari Jakarta untuk melihat langsung proyey JIPP yang berada di Entikong. Tampak sekali medan yang sedang dan akan terus dikerjakan oleh Kemhan dengan instansi terkait lainnya (Zeni Kodam), sangat berat karena merupakan bukit dan hutan. Terlebih jika turun hujan, maka proyek pekerjaan pun menjadi tambah berat tantangannya.

Para wartawan juga diberi kesempatan mengunjungi salah satu pos TNI di perbatasan, yakni Batalyon Infantri 644 Walet Sakti. Kebetulan sekali di sini ada program patrol menjaga perbatasan secara bersama dengan Tentara Malaysia. “Mereka di sini ada 10 orang dan ikut bergabung selama tiga bulan. Tentara kita juga ada di perbatasan Malaysia dengan jumlah yang sama,” kata Letkol Infantri Marsana, Komandan Batalyon Infantri 644.

JIPP akan terus dikebut pelaksanaannya karena ditarget pada 2019 sudah selesai. Dengan adanya JIPP yang berkonstruksi pasir dan batu diperkeras, disamping akan memudahkan patrol penjagaan, juga tentunya bisa dinikmati oleh masyarakat setempat dalam hal beraktifitas (abri).

Share:

BPN Jember Tambah “Sakti”

Jember (IndonesiaMandiri) -  Bersamaan dengan Hari Agraria (24 September) dan Tata Ruang (8 November) disingkat Hantaru, KANTOR Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengukir sebuah prestasi untuk masyarakat. Yaitu, dengan meluncurkan program "Layanan SAKTI", Selasa lalu (29/9).

Djoko Susanto SH. MH , Kepala BPN Jember, mengatakan bahwa sistem layanan “Sakti” ini telah dipersiapkan lahirnya sejak dua tahun lalu, melalui tujuh fase, seperti  perencanaan sistem, analisis sistem, perancangan sistem secara umum, evaluasi dan seleksi sistem, perancangan sistem secara detail, pengembangan perangkat lunak dan implementasi sistem serta  pemeliharaan  dan perawatan sistem.

Kata “Sakti” itu sendiri artinya Singkat, Akurat, dan Teliti. Sehingga dalam melayani masyarakat, BPN Jember tidak sekedar menunggu aduan masyarakat. Tapi melalukan aksi jemput bola ke lapangan, berdialog langsung dengan masyarakat.  Segala permasalahan dilakukan dengan singkat, yang artinya bukan sekedar cepat, meskipun pengaruhnya kesana. Singkat dimaksud adalah meringkas tahapan pelaksanaan pelayanan.

Capaian itu bisa dilaksanakan karena  BPN Jember telah menjadikan fungsi-fungsi organisasinya untuk pro aktif melayani masyarakat. Disamping itu juga, perangkat lunak pendukung data digital secara tekstual dan spasial buku tanah sudah ada. Dan yang tidak kalah pentingnya, petugas di lapangan pun diberi kewenangan terkait pemberian legalitas. 

Akurat, artinya dalam pelayananya tetap bersandar pada  sertifikat asli (yang dibawa pemohon), data yang tercantum di Komputerisasi Kantor Pertanahan/ KKP, serta bukti  scan Buku Tanah.  Unsur Teliti, maksudnya adalah dengan menempatkan petugas berkompetensi tinggi di lapangan,  semua didata menggunakan sistem cek list untuk memastikan setiap data telah diinventarisasi dengan benar, dan tetap melibatkan masyarakat dalam alur proses pengolahan data.

Layanan “Sakti” yang diperkenalkan oleh BPN Jember diantaranya adalah, bagi para Manula. Manula akan diberi layanan prioritas mulai dari loket sampai penyerahan sertifikat. Bahkan untuk penyerahan sertifikat akan diantar ke rumah. Lalu ada layanan ganti nama, peningkatan Hak dari HGB ke HM untuk RSS (Rumah Sangat Sederhana), SKPT (Surat Keterangan Pendaftaran Tanah) Lelang, dengan harapan dapat mendukung salah satu sistem yang dimiliki bangsa ini untuk menggerakkan perekonomian, pengecekan sertifikat, sistem Menejemen Akta, untuk menjamin kepastian hukum atas perjanjian yang telah dibuat dan mencegah terbitnya akta palsu, dan Roya (penghapusan hak tanggungan).

Diharapkan langkah BPN Jember ini menjadi suatu contoh kerja nyata untuk senantiasa berkarya dan memberikan keteladanan bagi masyarakat (abri).

Share:

Bangka Bakal Miliki Bandara Baru

Pangkalpinang (IndonesiaMandiri) – Kesibukan Bandara udara utama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Depati Amir, begitu tinggi. Pengelola bandara untuk wilayah Indonesia tengah dan Barat, Angkasa Pura II, sudah membangun bandara baru untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Kepulauan Bangka ini.

Berlokasi hanya berseberangan dengan yang lama, Bandara Depati Amir (PKG), kalau tidak ada hambatan berarti, di penghujung 2015 akan segera dibuka untuk umum. Eko Prihadi, General Manager Bandara Depati Amir kepada Indonesiamandiri mengemukakan, bahwa semua persiapan sudah rampung untuk operasional bandara baru tersebut.

Kapasitas Bandara Depati Amir sekarang hanya dapat menampung sekitar 350 ribuan penumpang pertahun sementara yang terjadi di lapangan arus penumpang sudah mencapai 1,4 juta. Sekedar merenovasinya saja sudah tidak mungkin. Ini yang menyebabkan perlunya dibangun bandara baru. Bandara lama hanya memiliki luas 3.500 meter persegi, sedangkan  tahap I yang baru mencapai 11.500 meter persegi.

Untuk maskapai penerbangan yang singgah di Depati Amir, bisa dikatakan semuanya ada, seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air, Nam Air, Citilink dan Susi Air. Jam operasi bandara, kini mulai 06.00 pagi hingga 19.00 malam. Dengan banyaknya frekuensi penerbangan setiap harinya, membuat kapasitas gedung untuk menampung lalu lintas penumpang terasa menjadi padat. Apalagi, di saat jam sibuk setiap harinya antara jam 11.00-12.00 dan 17.00-18.00, terutama penumpang yang diangkut oleh maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air dan Lion Air.

Pangkalpinang, sebagai ibukota Provinsi Bangka Belitung, memang banyak menjadi tumpuan utama bagi para pebisnis atau wisatawan yang ingin menikmati panorama di daerah dengan semboyan Serumpun Sebalai (artinya, sebuah keluarga besar yang mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam kegiatan keseharian) dengan nuansa khas budaya melayu.

Di pulau sebelahnya yang masih dalam satu provinsi, Belitung atau Tanjungpandan, juga ada Bandara dengan nama HAS Hanandjoeddin. Namun bandara tersebut belum terlalu lama dioperasikan. Sehingga, arus penumpang lebih banyak tertuju ke Depati Amir. Dan, ibukota Provinsi juga berada di Pangkalapinang, sehingga dinamika kegiatan lebih ramai berada di Bangka.

Menurut Eko, melalui Depati Amir yang strategis ini, rute penerbangan, berfungsi menjadi pendorong dan penunjang kegiatan industri, perdagangan dan/atau pariwisata dalam menggerakkan dinamika pembangunan nasional, serta keterpaduan dengan sektor pembangunan lainnya dan berperan langsung dalam pertumbuhan ekonomi (abri). Foto : Istimewa

 

Share:

Hadiah Putin Saat Hari Raya Idul Adha

Jakarta (IndonesiaMandiri) – Presiden Rusia Vladimir Putin meresmikan sebuah masjid besar di kota Moskow, tepat sehari sebelum hari Raya Idul Adha (23/9). Masjid yang kabarnya terbesar se jagad Eropa dan dapat menampung jamaah sekitar 10 ribuan ini, berdiri sejak 1904 dan direnovasi secara besar-besaran sejak 2005.

Peresmian masjid kolosal yang diberi nama Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet ini juga dihadiri Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Duta Besar Indonesia untuk Rusia Djauhari, tokoh muslim dan pejabat tinggi di Rusia.

Masjid mewah ini juga dilengkapi dengan tujuh lift, pendingin udara, dan fasilitas bagi penyandang cacat. Biaya renovasinya US$ 170 juta atau sekitar Rp 2,43 triliun. Pembangunan gedung baru masjid ini dibiayai sepenuhnya oleh jemaahnya. Dari awal pekerjaan rekonstruksi, orang-orang muslim yang ingin berkontribusi dalam pembangunan masjid dapat ikut menyumbangkan dana. Donatur utama adalah anggota Dewan Federasi dari Dagestan Suleiman Kerimov yang menyumbangan lebih dari seratus juta dolar AS yang mencakup sebagian besar dari total biaya rekonstruksi, seperti ditulis di siaran berita milik Pemerintah Rusia  RBTH.

Pemerintah Turki juga turut  memberikan bantuan berupa mimbar dan mihrab. Palestina, terutama dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas memberikan sumbangan US$ 25 ribu atas nama anak-anak Palestina, dan juga sumbangan dari umat dari berbagai agama.

Secara garis besar, Putin sangat gembira dengan diresmikannya masjid ini setahun lebih cepat dari yang diperkirakan. Dan diharapkan keberadaan masjid ini bisa menjadi sumber inspirasi dalam hal penyebaran nilai-nilai  keagamaan dan pengetahuan bagi para pemeluk agama Islam, baik di Rusia maupun seluruh dunia.

“Rusia saat ini berdiri tegak sebagai sebuah jembatan antara Timur dan Barat yang berperan menjaga perdamaian di Timur Tengah,”  kata Rushan Abbyasov Wakil Ketua Dewan Mufti kepada RBTH. “Rusia secara aktif mengembangkan hubungan dengan negara-negara Muslim dan kami berharap bahwa dengan dibangunnya masjid baru ini akan membantu mengembangkan dan mempererat hubungan ini,” tambahnya lagi

Dalam perjalanan sejarahnya, kota Moskow memang banyak pula dihuni oleh masyarakat muslim. Kini, ada sekitar 2 jutaan warga muslim di Moskow dan bercokol enam masjid. Sedangkan untuk ukuran Rusia secara keseluruhan, masjid terbesar ada tiga, yakni disamping yang baru diresmiskan di Moskow, juga ada di Republik Chechnya dan Dagestan (abri).

Share:

Arsip