Gerakan Penghilangan Situs Sejarah


Bekasi (Indonesia Mandiri) - Gerakan Penghilangan Situs Sejarah Indonesia memang sudah berlangsung sejak lama. Hal ini dilakukan dan dibiayai pihak Asing - terutama Duo AS, untuk meghilangkan Indentitas Bangsa Indonesia sebagai Bangsa yang Besar, karena sebuah Bangsa bisa menjadi Bangsa yang Besar karena Bangsa Tersebut menghargai Sejarah Leluhurnya, dan bukan Sejarah Bangsa Asing. Pesan ini disampaikan dan disosialisasikan oleh Komunitas Perpustakaan.TanahImpian.web.id




Share:

Laman untuk Bangsa




Jakarta, (Indonesia Mandiri) - Disamping membuat IndonesiaMandiri.id, penulis juga membuat beberapa laman yang semuanya bertujuan untuk menyadarkan Bangsa ini, bahwa kita ini Bangsa Besar. Dimana mewujudkannya hanya dengan kita bersatu melawan nilai-nilai yang bukan nilai-nilai Leluhur kita sendiri.


Apapun alasannya, nilai asing yang masuk ke Bumi Nusantara ini, pasti dengan muatan kepentingan mereka, dan bukan kepentingan Bangsa Indonesia.


KotaSehat.web.id




Sebelum Indonesia menjadi Mandiri, yang Mandiri dalam Kemerdekaannya sendiri, kiranya perlu dimulai dari semua sisi masyarakatnya. Untuk mengedepankan sosialisasi pada Kota-kota agar memiliki lingkungan dan prilaku sehat di seluruh Indonesia.

SusuKaleng.pedia.my.id
Sebenarnya E Book "Susu Kaleng" adalah otokritik bagi kita semua, jika kita ingin menerapkan hak dan kewajiban dalam wilayah masing-masing gender (Dengan Menerapkan Nilai-nilai Asing Dalam Kesetaraan Gender Yang Sekarang Sedang Ingin Diterapkan), maka kita pun harus benar-benar melihat dari sisi kesetaraan hak dak kewajibannya.


Maka pertanyaannya timbul; apakah tidak ada interaksi yang ideal dalam mengelola wilayah masing-masing gender. Jawabannya; Leluhur kita sudah memberi contoh kepada kita, yakni dengan prilaku "Mimi Lan Mintuno..".


Perpustakaan.TanahImpian.web.id
Laman ini sengaja penulis buat, mengingat dari sejak kecil, di sekolah-sekolah kita sudah dijauhkan dari sejarah bangsa, bahkan kita dibutakan. Dengan cara, sistem pengajarannya yang tidak sistematis, dan tidak menyenangkan. Di negara-negara maju, anak-anak TK dan SD sudah dibiasakan untuk mengunjungi museum mereka. Untuk itu penulis mencoba, di Perpustakaan.TanahImpian.web.id, pola yang penulis buat adalah dengan tahun kejadian. Jadi, tidak ada lagi, dongeng yang masuk dalam sejarah, yang justru terkadang, dongeng tersebut yang mendominasi sejarah sebenarnya.


Karena kalau kita mengerti sejarah "Siapa Kita Sebenarnya", maka kita akan berpegangan tangan saling bahu membahu untuk menolak segala pengaruh asing, yang merusak nilai-nilai Kearifan Lokal, yang digantikan dengan nilai-nilai instant yang merusak diri kita sendiri.

Herbal.TanahImpian.web.id
Banyaknya pengobatan dengan pola virus komputer (Bangsa asing menyebar virus komputer terlebih dahulu, kemudian mereka tawarkan antivirusnya), membuat penulis tergelitik untuk mengumpulkan informasi dan data, mengenai obat-obatan alami asli Nusantara. Di Laman ini, penulis mencoba mengumpulkan obat-obatan alami yang memang tidak instant, tetapi tidak memiliki efek samping. Mayoritas isi dari website JakartaSehat.pedia.id diambil dari Laman ini.


Wisata.TanahImpian.web.id
Dalam berbagai kesempatan, kebetulan penulis diberi kesempatan untuk mengunjungi negara-negara lain, baik Asia maupun Eropa. Dimana, di sana promosi pariwisatanya sangat baik. Tetapi bukan hal itu, yang menjadikan obyek di sana juga lebih baik dari di Bumi Nusantara ini, bahkan menurut penulis secara obyek banyak sekali yang jelek. Hanya memang, dari segi pengelolaannya, mereka jauh lebih baik.

Dengan alasan tersebut di atas, olehkarenya Laman ini penulis buat untuk dapat memberikan informasi, bagaimana hebatnya pariwisata di Bumi Nusantara ini....


IndonesiaMandiri.id
Dalam mewujudkan Bangsa yang besar, dan lepas dari pengaruh nilai-nilai budaya Asing yang masuk ke Indonesia, kita pun jangan lupa bahwa Politik Dalam Negeri kita sedang mengalami perubahan yang teramat sangat. Kadang bahkan keluar dari apa yang telah ditetapkan oleh Founding Father Bangsa ini. Untuk itu, kita perlu sedikit banyaknya memperhatikan bidang politik ini.


Sapto Satrio Mulyo



Share:

Berantas Korupsi Pemberitaan !!!

Bekasi (IndonesiaMandiri) - Korupsi di Indonesia ternyata tidak saja dari sisi memanipulasi uang rakyat, tetapi lebih parah dan tidak terlalu kasat mata adalah banyaknya penyiaran Pers yang dimanipulasi. Sehubungan Revolusi Mental yang akan dicanangkan, hal ini adalah permasalahan nomor 1 yang harus dibenahi terlebih dahulu.

Agar kita tidak salah kaprah untuk menganalisisnya, kira perlu pertama-tama kita membicarakan sedikit teorinya, dari pendekatan sosiologis, yakni;

Menyitir dari deskripsi Allan Jhonson (Wikipedia, ensiklopedia bebas-Sosiologi23/02/2008), mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi system tersebut.

Adapun hubungan sosial tersebut, dapat terjadi karena adanya kontak dan interaksi dari berbagai perilaku manusia, inilah yang disebut sebagai interaksi sosial.

Dengan demikian, perbuatan korupsi merupakan salah satu konsekuensi dari interakasi antar individu baik dalam bentuk individu maupun kelompok yang merupakan wujud dari penyimpangan sosial.

Jadi, ketika salah satu pihak melakukan suatu tindakan penyimpangan dan tindakan menyimpang tersebut merugikan pihak lain, maka tindakan individu atau kelompok tersebut dapat dikatakan sebagai suatu tindakan korupsi.

Dari dasar pemikiran tersebut, jelas kita lihat bahwa dari mulai "Kebebasan Pers" diberlakukan di era Reformasi, hingga saat PilPres, yang sangat kental dengan korupsi Pemberitaan ini, semestinya kedepan, Korupsi Pemberitaan harus dapat ditindak dengan tegas.

Hal ini mengingat, bahwa koruptor yang korupsi uang Negara, dampaknya sangat merugikan masyarakat banyak. Begitu pula, bahkan lebih merugikan dari Korupsi konvensional ini adalah, Korupsi Pemberitaan.

Kosupsi Pemberitaan dampaknya pada kelangsungan Pola Pikir Bangsa ke depan, bahkan Korupsi Pembeitaan dapat membuat Bangsa ini memiliki Pola Pikir Korupsi, yang akan memusuhi orang-orang yang tidak korupsi itu sendiri.

Sapto Satrio Mulyo
Share:

Akankah SBY Jadi Seorang Negarawan ?

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Melihat sepak terjang SBY belakangan ini, dan melihat tulisan saya mengenai "Politisi Politikus vs Politisi Negarawan". Ibaratnya, karir akhir seorang Milioner adalah kekayaan sangat besar, hingga ia dapat dikenang sepanjang masa, seperti Rockefeller, Onasis, dslb.

Sementara karir akhir seorang Politisi adalah dianugerahi oleh masyarakat Negaranya dan diakui oleh seluruh Dunia gelar non formal sebagai Negarawan. Seperti; Bung Karno, George Washington, Kenedi, dlsb.

Mengapa saya bilang non formal, karena gelar tersebut bukan pemberian sebuah lembaga, yang akhir2nya dapat dibeli.

Contoh konkrit adalah Presiden kita ke 2, dimana beliau sudah merekayasa masyarakat untuk menganugerahi gelar Bapak Pembangunan, sebagai sarana untuk menuju sebutan Negarawan. Tetapi hingga kini, hanya anteknya saja yang menyebut beliau adalah Negarawan, tetapi bagi orang yang melek politik, jangankan Negarawan.....

Dan selain dari tulisan saya "Politisi Politikus vs Politisi Negarawan", yang perlu diingat, bahwa seorang Negarawan tidak pernah main dua kaki untuk kepentingan Bangsanya sendiri dalam menghadapi musuh politiknya di dalam negeri.

Sapto Satrio Mulyo

Share:

Akankah SBY Jadi Seorang Negarawan ?

Jakarta (Indonesia Mandiri) - Melihat sepak terjang SBY belakangan ini, dan melihat tulisan saya mengenai "Politisi Politikus vs Politisi Negarawan". Ibaratnya, karir akhir seorang Milioner adalah kekayaan sangat besar, hingga ia dapat dikenang sepanjang masa, seperti Rockefeller, Onasis, dslb.

Sementara karir akhir seorang Politisi adalah dianugerahi oleh masyarakat Negaranya dan diakui oleh seluruh Dunia gelar non formal sebagai Negarawan. Seperti; Bung Karno, George Washington, Kenedi, dlsb.

Mengapa saya bilang non formal, karena gelar tersebut bukan pemberian sebuah lembaga, yang akhir2nya dapat dibeli.

Contoh konkrit adalah Presiden kita ke 2, dimana beliau sudah merekayasa masyarakat untuk menganugerahi gelar Bapak Pembangunan, sebagai sarana untuk menuju sebutan Negarawan. Tetapi hingga kini, hanya anteknya saja yang menyebut beliau adalah Negarawan, tetapi bagi orang yang melek politik, jangankan Negarawan.....

Dan selain dari tulisan saya "Politisi Politikus vs Politisi Negarawan", yang perlu diingat, bahwa seorang Negarawan tidak pernah main dua kaki untuk kepentingan Bangsanya sendiri dalam menghadapi musuh politiknya di dalam negeri.

Sapto Satrio Mulyo

Share: