Penerapan Pariwisata Berkelanjutan Dimatangkan

Pariwisata berkelanjutan harus memberdayakan masyarakat setempat
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Pembangunan sektor parekraf Indonesia di masa mendatang terfokus pada pengembangan kepariwisataan berkelanjutan. Dimana, pengembangan ini diharapkan memiliki sejumlah implikasi yaitu kelayakan ekonomi, kemakmuran lokal, kualitas kerja, keadilan sosial, pemenuhan pengunjung, kontrol lokal, kesejahteraan masyarakat, kekayaan budaya, integritas fisik, keanekaragaman hayati, efisiensi sumber daya, dan kemurnian lingkungan.

Hal ini diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Menparekraf Sandiaga Uno, saat menghadiri Bimbingan Teknis Modul Sustainable Tourism Development bertema "Kick-off & Prototyping Modul Sustainable Tourism Development" (12/5).

Menurut Sandiaga, di masa yang penuh ketidakpastian akibat pandemi COVID-19, sektor parekraf di Indonesia harus bangkit dengan mengedepankan pengembangan kepariwisataan berkualitas dan berkelanjutan lingkungan.

"Hal ini sesuai dengan trend pariwisata pascapandemi COVID-19 yang costumize, personalize, localize, dan smaller in size dengan menekankan aspek keamanan, kesehatan, konservasi bagi alam, budaya dan lingkungan, serta digitalisasi," jelasnya.

Jadi, dengan konsep ini, pengembangan diharapkan memiliki sejumlah implikasi yaitu kelayakan ekonomi, kemakmuran lokal, kualitas kerja, keadilan sosial, pemenuhan pengunjung, kontrol lokal, kesejahteraan masyarakat, kekayaan budaya, integritas fisik, keanekaragaman hayati, efisiensi sumber daya, dan kemurnian lingkungan.

Sehingga, Kemenparekraf pun mendorong berbagai program guna meningkatkan kualitas produk, pengelolaan destinasi wisata, service and hospitality management, dan juga sumber daya manusia melalui upskilling, reskilling, serta penambahan skill baru baik secara daring maupun luring.

"Kami percaya bahwa sektor ini bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia demi 34 juta pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang menggantungkan hidupnya di sektor ini," harap Sandiaga.

Sesmenparekraf/Sestama Baparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani menambahkan, ada enam hal perlu dijalani meopang pariwisata berkelanjutan. Yaitu memanfaatkan sumber daya lingkungan secara optimal, merawat ekologis untuk membantu melestarikan sumber daya alam dan kanekaragaman hayati, menghormati keaslian sosial-budaya komunitas tuan rumah, melestarikan warisan budaya, memastikan operasi ekonomi jangka panjang dan memberikan manfaat sosial-ekonomi kepada semua pemangku kepentingan yang didistribusikan secara adil.

Konseo ini juga merawat keseimbangan lingkungan
Dengan demikian, lanjut Giri, tolok ukur keberhasilan pembangunan sektor parekraf tak hanya terbatas pada dimensi ekonomi saja. Tapi juga mencakup kualitas kerja, keadilan sosial, tingkat kepuasan pengunjung dan masyarakat lokal, kontrol lokal, kesejahteraan masyarakat, kekayaan budaya, diversifikasi pendapatan seperti lama tinggal wisatawan, integrasi ekonomi lokal dengan penguatan rantai pasok serta lingkungan yang dipulihkan (ma).

أحدث أقدم