Surabaya (IndonesiaMandiri) – Kapal Latih KRI Bima Suci, dari unsur Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II bersama Satlat Kartika Jala Krida (KJK) Ta
KRI Bima Suci tiba kembali di Pangkalan Surabaya |
Kedatangan 82 Taruna dan Taruni AAL Angkatan ke-67 dalam Operasi pelayaran KRI Bima Suci didukung oleh 85 Anak Buah Kapal (ABK) KRI ini, disambut langsung Panglima Koarmada II Laksda TNI I N.G. Sudihartawan, didampingi Gubernur AAL Laksda TNI Tunggul Suropati beserta Ibu Asuh Taruna AAL Ny. dr. Nita Tunggul Suropati, juga Danlantamal V Laksma TNI Mohamad Zaenal dengan upacara dan tradisi penyambutan.
Tercatat ada 10 etape atau rute pelayaran yang dilalui KRI Bima Suci dengan jarak tempuh 9.910 NM. Yaitu mulai dari Surabaya, Lampung, Padang, Sabang, Belawan, Tanjung Uban kemudian naik ke Ranai, Tarakan, Sorong, Tual, Kupang dan kembali ke Surabaya.
Meski dilaksanakan di dalam negeri, tak menyurutkan semangat para Taruna dan Taruni jalani latihan praktek KJK 2020 bersama KRI Bima Suci. Justru lebih banyak ilmu yang didapat dalam pelayaran ini, diantaranya mengetahui batas-batas wilayah NKRI serta berkesempatan singgah di pulau-pulau terdepan dan terluar NKRI.
“Normalnya latihan mengenai astronomi dilaksanakan menyeberang samudera. Tapi dengan situasi pandemi sekarang, terpaksa kita laksanakan dengan keliling Indonesia. Mudah-mudahan di tahun 2021 pandemi sudah menurun, sehingga kita bisa melaksanakan Latihan Praktek Kartika Jala Krida AAL bersama KRI Bima Suci dengan rute sampai ke luar negeri sebagaimana umumnya, “ jelas Laksda TNI Sudihartawan.
Pangkoarmada II menambahkan, selama pelayaran, seluruh Taruna disiplin menerapkan protokol kesehatan. Tak heran, tak ada personel yang positif Covid-19 hingga saat kembali pulang ke Surabaya. “Hal ini juga dikarenakan secara berkala mereka menjalani tes rapid,” ungkapnya (ma).