Home » » BPPT, Bio Farma Segera Produksi PCR Dan Rapid Tes Kit Secara Massal

BPPT, Bio Farma Segera Produksi PCR Dan Rapid Tes Kit Secara Massal

Posted by Indonesia Mandiri on Oktober 03, 2020

Kemampuan industri farmasi dalam negeri telah mampu membuat alat deteksi Covid-19
Jakarta (IndonesiaMandiri) – Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut B. Pandjaitan minta agar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta Bio Farma segera memproduksi alat PCR tes dan tes rapid untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan di dalam negeri. Hal ini diungkapkannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) daring soal pengembangan produk PCR (Polymerase Chain Reaction) dan tes rapid dalam negeri di Jakarta (2/9).

“Sekarang kita lihat BPPT dan Bio Farma untuk menyusun list, apa saja yang dibutuhkan dan impor produk apa saja yang kita batasi,” urai Luhut. Dijelaskan juga oleh Luhut, agar kapasitas produksi domestik dapat terserap terlebih dahulu dan impor bila produksi dalam negeri tidak mencukupi. “Oleh karena itu nanti BUMN kita dorong untuk membantu investasi dalam bidang ini,” ucapnya.
Terkait ini, Luhut minta agar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengawal dan mendorong agar industri dalam negeri bisa masuk di sektor farmasi. Secara teknis, alat tes PCR Bio Farma sudah bisa produksi 1.5 juta dan bisa naik 3.5 juta per bulan. “Tapi yang betul-betul mesti diperhatikan adalah stok reagennya. Reagen ini saya minta Pak Honesti (Dirut Bio Farma) untuk juga produksi dalam negeri. Produksi dalam negeri masih terbatas, sekarang bagaimana kita tingkatkan kapasitas itu,” terang Luhut.
Reagen ini diperlukan untuk ekstraksi yang digunakan dalam pengecekan spesimen. Reagen berisi sejumlah senyawa kimia untuk mendeteksi SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit COVID-19. Sementara Kepala BPPT Hammam Riza yang juga hadir dalam rakor menyebutkan, tim gugus tugas BPPT untuk riset inovasi Covid 19 telah siap memproduksi secara massal. “Beberapa produk yang digunakan untuk screening  seperti tes rapid telah dapat diproduksi secara massal,” tambahnya. 
Bekerja sama dengan PT Prodia, PT Tempo Scan Pasific dan PT Padma , sambung Hamman, BPPT telah mampu meningkatkan produksi tes rapid hingga lebih dari 2 juta alat per bulan. “Bila kita ingin memenuhi kebutuhan yang proyeksinya 6 juta per bulan dengan asumsi 200 tes per hari kali 30 hari,” paparnya.
Lebih jauh, Hammam juga menjelaskan, BPPT telah berhasil membuat alat tes PCR. “Alat PCR kit yang kita awali bersama pada Bulan Maret bersama dengan startup biomolekuler milik Bio Farma sekarang berhasil memasuki generasi yang kedua dengan menggunakan metode multiplex berbeda dengan simulfex karena tingkat akurasi dan kecepatannya,” bebernya. Dan, BPPT-Bio Farma telah mampu produksi alat PCR kapasitas 1.5 juta per bulan (ma).
Foto: PuspenTNI

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Indonesia Mandiri

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Indonesia Mandiri

Cakrawala