Home » » Bandara Internasional Yogyakarta Jadi Magnet Kunjungan Wisatawan Di Jateng

Bandara Internasional Yogyakarta Jadi Magnet Kunjungan Wisatawan Di Jateng

Menpar dan rombongan saat mengecek Bandara baru DIY di Kulon Progo
Kulon Progo/DIY (IndonesiaMandiri) - Kehadiran Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport/YIA jadi faktor penting untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara (wisman) ke Yogyakarta dan Jawa Tengah (Jateng)

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat melakukan kunjungan kerja ke YIA di Desa Temon Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyebut, targetnya 2 juta wisatawan mancanegara (wisman) bisa terealisasi. Sehingga bisa mendatangkan devisa sekitar 2 miliar dolar AS beredar di Yogyakarta dan Jawa Tengah atau sekitar Rp 30 triliun,” kata Menpar Arief Yahya (23/8).


Menurut Arief selama ini masalah utama kunjungan wisman ke Yogyakarta dan Jawa Tengah adalah kapasitas bandara yang tidak sebanding dengan permintaan yang besar. Kapasitas di bandara Adi Sucipto Yogyakarta sebelumnya hanya 1,8 juta penumpang per tahun. Jauh lebih kecil dari YIA yang delapan kali lipat lebih besar. "Load factornya 8,4 juta penumpang, sehingga kalau bandara sudah 100 persen (beroperasi), saya confidence akan tercapai 2 juta wisman,” kata Menpar Arief.


Dalam kunjungan kerjanya, Arief Yahya didampingi Direktur Angkasa Pura I Faik Fahmi, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Singgih Raharjo, dan Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita.

Faik menjelaskan, sebagai langkah awal pihaknya memberikan promosi yaitu membebaskan _landing fee_ selama enam bulan dan memastikan proyek pembangunan infrastruktur YIA selesai April 2020.

YIA juga miliki kelebihan dibanding bandara lain di Indonesia, said seperti panjang landasan pacu (runway) yang akan mencapai 3.250 meter. Sehingga, mampu melayani lalu lintas pesawat kecil hingga jenis pesawat komersil berbadan lebar (wide body), seperti Airbus A380 serta Boeing 747 dan 777. Kapasitas penumpang yang bisa dilayani mencapai 14 juta orang pertahun. Jumlah ini delapan kali lipat lebih banyak dibanding kapasitas bandara lama Adi Sucipto yang hanya 1,7 juta penumpang pertahun (aa/ma).

Thanks for reading & sharing Indonesia Mandiri

Previous
« Prev Post

Menuju Indonesia Mandiri

Populer