Pesawat Mutakhir Angkatan Darat Amerika Serikat Bakal Hadir

Angkatan Darat Amerika hadirkan pesawat militer canggih
Jakarta (IndonesiaMandiri) - Perusahaan alat utama sistem persenjataan/alutsista Karem Aircraft, Northrop Grumman, dan Raytheon dalam satu tim akan melaksanakan kontrak senilai US $738 juta dari pihak Angkatan Darat Amerika Serikat (U.S. Army) yang diberikan kepada Karem pada April 2019 sebagai bagian dari program pembuatan purwa-rupa (prototype) pengembangan pesawat yang disebut sebagai Future Attack Reconnaissance Aircraft Competitive Prototype (FARA CP).

Karem merupakan pihak yang memiliki hak paten atas teknologi Optimum Speed Tiltrotor (OSTR) yang digunakan dalam program FARA CP tersebut. Northrop Grumman bertanggung jawab kembangkan pesawat versi militer ini, mengintegrasikan sistemnya, dan dukungan tenaga ahli.  Sementara Raytheon bertanggung jawab atas arsitektur sistem, perangkat misi, dan kemampuan persenjataannya.

Pada April lalu, AD AS membuat kontrak lain atau disebut Other Transaction Authority (OTA) untuk pembuatan purwa-rupa rancangan pesawat, pembuatan dan pengujian FARA kepada tim yang disebut AVX/L3 team, yang terdiri dari perusahaan Bell, Boeing, Karem Aircraft dan Sikorsky. AD AS menjabarkan FARA sebagai helicopter “knife fighter” yang akan mengisi celah yang ada karena dipensiunkannya helikopter OH-58D Kiowa Warrior. FARA diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan pesawat untuk misi pengintaian dan serang. Diharapkan kedua kontrak tersebut diatas sudah bias di ajukan ke pihak otoritas Pemerintah (“government-sponsored fly off”) pada 2023.

AVX, yang membentuk tim dengan L3 untuk menawarkan coaxial-rotor compound helicopter memperoleh kontrak senilai US $732 juta. Bell, dengan pengalaman teknologi fly-by-wire helkopter komersial 525, dan Boeing juga memiliki segudang pengalaman diharapkan memberikan hasil purwa-rupa yang dapat memenuhi harapan pihak AD AS. Sikorsky, menjanjikan akan dapat memenuhi jadwal pengembangan FARA dengan cepat berpijak rancang bangun S-97 Raider prototype compound helicopter yang sudah operasional, dan mereka mendapatkan porsi kontrak terbesar dari program pengembangan FARA CP senilai US $938.4 juta (mah/ab).

Foto: Istimewa
Share:

Arsip